
Untuk beberapa saat keadaan menjadi hening. Alena sudah pasrah jika pria yang ia cintai akan meninggalkan nya ,ia sadar pria itu pasti akan merasa kecewa setelah mengetahui fakta nya.
"Huuuufftthhh......" Deni mengenal nafas kasar ,hatinya terasa perih membayangkan gadis yang ia cintai pernah berhubungan badan dengan pria lain ,namun hal itu sudah dapat ia prediksi,mengingat Alena yang pernah tinggal lama di luar negri
Kecewa pasti,namun untuk marah rasanya percuma ,toh kemungkinan Alena melakukan nya pun sebelum mengenal dirinya.
"Maaf,kamu pasti kecewa " Lirih Alena membuka suara
"Sudah berapa kali kamu melakukan nya ?" Tanya Deni datar. Entah kenapa pertanyaan itu yang keluar dari mulut nya,tatapan mata nya nampak kosong
Alena menggelengkan kepala ,air mata nya seketika jatuh dengan kedua tangan reflek menutup kedua telinganya. Tiba-tiba terdengar suara isakan dari nya.
"Tak usah menangisi yang sudah terjadi. Dengan siapa kamu melakukan nya ? Pasti kekasih mu di luar negeri sana kan ?" Tanya Deni
Alena kembali menggelengkan kepalanya,"JAHAT.....JAHAT.... HENTIKAN ! AKU MAU PULANG !!! " Tiba-tiba Alena menjerit histeris dengan menggunakan bahasa Inggris
Deni terkesiap,
"Huuuuhhuuu.....tolong.....aku mau pulang ....sakiiittt.....tolooonnggg....!!! " Tangisan Alena terdengar memilukan,Deni yang terkejut sekaligus bingung harus melakukan apa
"Alena "
"Jangan sentuh aku ! " Teriak Alena menepis tangan Deni
"Kamu kenapa ?" tanya Deni bingung
"Aku mau pulang .....aku mau pulang " Teriak Alena lagi
"Iya ...iya ,aku antar kamu pulang. Tapi kamu tenang ok " Ucap Deni panik
Deni pun memutar arah untuk kembali menuju rumah Alena. Sepanjang jalan nampak Alena terisak pilu dengan kedua lengan yang memeluk dirinya sendiri. Alena duduk mepet ke pintu.
Deni merasa miris melihat nya,ia yakin ada yang tidak beres dengan kekasih nya itu. Deni semakin mempercepat laju kendaraan nya agar bisa cepat sampai.
Sesampainya di rumah Alena,Deni dibuat terkejut dan panik saat tiba-tiba Alena kehilangan kesadaran nya.
"Ya Allah,Alena " Mau tidak mau Deni pun menggendongnya
Di saat bersamaan mamanya Alena keluar dari dalam rumah.
"Alena " Seru nya
Mama nya Alena pun segera mengarahkan Deni untuk membawa Alena ke kamar nya. Setelah Deni membaringkan Alena di tempat tidur nya,Deni mengecek suhu tubuh Alena dengan menempelkan punggung tangan nya pada kening Alena ,namun ia merasa suhu tubuh Alena normal.
Akan tetapi,terdengar suara rintihan kesakitan yang keluar dari mulut Alena yang masih memejamkan mata. Alena juga bergumam tidak jelas dengan menggunakan bahasa Inggris.
Melihat itu,mama nya Alena pun segera menghubungi dokter yang sudah biasa menangani Alena.
"Sebenarnya kenapa dengan Alena Tante ? Tanya Deni ,ia tak sengaja mendengar percakapan mama nya Alena di telpon
__ADS_1
"Nanti Tante ceritakan ,kita tunggu dokter datang dulu" Sahut mama nya Alena
Deni dan mama nya Alena pun sudah saling mengenal sebab Deni sering datang jika ia pulang ke Indonesia.
Beberapa saat kemudian,dokter yang ditunggu pun datang. Setelah mendapatkan suntikan penenang,Alena pun kembali tenang dan tertidur damai.
"Bagaimana dokter ?" tanya mama nya Alena
"Untuk sementara jangan ada yang membahas sesuatu yang mungkin akan kembali membuat nya trauma,sebab saya khawatir jika depresi nona Alena kembali kambuh "jawab dokter
"Trauma ? Depresi ?" Gumam Deni terkejut
"Kita bicara di luar " Ajak mama nya Alena pada Deni
Dokter pun pamit undur diri sebab ia harus kembali ke rumah sakit ,karena pasien nya sudah menunggu.
"Apa yang terjadi pada Alena Tante ?" tanya Deni,kini keduanya berada di ruang tamu
"Huuuuuuuh......" Mama nya Alena mengatur nafas sebelum berbicara
"Beberapa tahun lalu ,tepat nya lima tahun yang lalu. Saat itu Alena sedang melakukan study tour sekolah......"
Flashback
Alena,gadis blasteran Indo-Jerman berparas cantik dengan tubuh proporsional meski usianya saat ini masih 15 tahun,dan duduk di kelas tiga SMP. Postur tubuh nya yang tinggi ditunjang dengan bentuk tubuh bak model membuat siapa saja akan mengira jika Alena bukan siswi SMP. Saat itu ia dan satu orang teman nya pergi ke toilet. Saat itu Alena bersekolah di salah satu sekolah ternama di Jerman. Ketika Alena dan teman nya sudah selesai buang air kecil,keduanya pun hendak kembali pada rombongan.
Akan tetapi beberapa pria bertato bertubuh besar dan kekar menghadang. Alena dan teman nya sudah ketakutan apalagi melihat para pria itu membawa botol minuman keras. Bau alkohol pun menyengat dari tubuh pria-pria itu ,hingga membuat keduanya merasa mual.
Dengan menggunakan bahasa asing, pria-pria itu menggoda Alena dan teman nya. Kedua gadis itu semakin gemetar ketakutan,Alena mencoba menarik lengan nya namun karena cengkraman pria itu sangat kuat bukan berhasil terlepas malah Alena yang justru ditarik paksa pria-pria itu.
Kedua gadis itu kemudian dibawa ke sebuah gedung kosong yang terbengkalai. Dengan kasar Alena dan teman nya di lempar pada tumpukan kardus-kardus bekas. Karena takut Alena dan teman nya hanya bisa menangis sambil berpelukan ,hingga salah satu dari pria itu mendekat dan menarik Alena.
Alena berteriak meminta tolong,namun karena tempat itu jauh dari tempat umum tak ada siapapun yang mendengar suara teriakan nya. Pria-pria itu tertawa melihat Alena dan teman nya yang ketakutan.
Terdengar suara jeritan dari teman nya ,Alena pun menengok kan kepala ,ia membelalakkan mata melihat teman nya sedang dilecehkan oleh dua orang pria. Alena menjadi semakin ketakutan apalagi dua pria lain di depan nya yang menatap dirinya dengan tatapan liar. Alena mundur namun punggung nya membentur dinding,dua pria di depan nya menyeringai.
Alena berusaha melawan ketika pria-pria itu mulai menjamah tubuh sintal nya. Namun apalah daya , tenaga nya kalah oleh dua pria yang bertubuh dua kali lipat dari nya.
Alena menjerit sejadi-jadinya ketika mereka berhasil merampas kesucian nya. Di tengah rintihan kesakitan nya,Alena melihat teman nya yang sudah tak berdaya di setubuhi dua pria sekaligus. Air mata nya tak pernah berhenti mengalir. Kini tak hanya teman nya,dirinya pun menjadi bulan-bulanan kedua pria. Lebih parahnya lagi tak hanya disetubuhi,Alena kerap mendapatkan pukulan dan tamparan keras di sekujur tubuhnya.
Tubuh nya terasa remuk redam hingga tak mampu lagi bergerak ,rasanya seluruh anggota tubuh nya menjadi hancur. Setelah puas pria-pria itu meninggal kan Alena dan teman nya begitu saja.
Flashback of
"Saat ditemukan kondisi Alena sangat mengenaskan, tubuh nya dipenuhi luka lebam juga sayatan. Teman nya tewas karena mengalami pendarahan,kondisi Alena diperparah dengan mental nya yang juga terganggu akibat rasa trauma berkepanjangan. Alena depresi,setiap pria yang mendekat ia histeris. Bertahun-tahun Alena mengalami depresi. Akhirnya Tante dan papa nya Alena sepakat membawa Alena ke Indonesia. Selama di Indonesia Alena ditangani dokter yang ahli di bidang kejiwaan. Puji Tuhan,dalam satu tahun terakhir kondisi Alena mulai membaik,ia mulai bisa diajak berkomunikasi. Dokter menyarankan agar Alena mempunyai rutinitas agar ia bisa sedikit melupakan masa lalu nya. Sejak saat itu Alena pun mulai terjun mengelola usaha keluarga Tante. Meski begitu kami terus memantau kondisi nya "Tutur mama nya Alena menjelaskan
Deni membeku mendengar kenyataan pahit masa lalu kekasih nya. Tangan nya mengepal dengan perasaan yang tak dapat ia ungkap kan dengan kata-kata.
"Senyuman nya mulai kembali saat Alena mengenalmu,melihat itu kami semua berharap putri kami bisa kembali pulih seutuh nya "Lanjut nya
__ADS_1
"Tante menaruh harapan besar pada mu,hanya kamu yang bisa mengembalikan keceriaan Alena. Kamu bisa kan membantu Alena melupakan trauma nya?" Pinta mama nya Alena penuh harap
"Tante tenang saja,tanpa diminta pun aku akan berusaha membantu Alena,karena aku tulus mencintai nya "Ucap Deni yakin
Sementara itu
Sarah dan bayi nya kini sudah berada di ruangan rawat. Lala tak sabar ingin segera melihat bayi Sarah pun terus merengek pada Azzam.
"Sayang,...."
"Iya,sebentar aku siapkan dulu kursi roda nya ya " Sahut Azzam
"Kamu itu La,nanti saja lah ,besok saja lihat nya,Sarah mungkin sedang istirahat" Ucap Banu
"Gak bisa papa,aku mau nya sekarang "Rengek Lala
"Kamu tuh,dibilangin juga " Sri nampak mencebik
Singkat cerita Lala kini Lala sudah di ruangan rawat Sarah.
" Ya ampun,bayi kamu lucu banget,indung nya mirip kamu ,mancung. Berapa kilo? Tanya Lala nampak gemas
"Tiga kiloan kalau gak salah ,ya kan bang ?" Tanya Sarah pada Iqbal
"Iya,tiga kilo lima ons kata dokter tadi " Jawab Iqbal
"Beda dikit ya sama Azlan,eh iya bayi kamu siapa nama nya ?" tanya Lala lagi
"Namanya Arya Wiguna " Sahut Iqbal bangga ,nama Wiguna sendiri diambil dari nama belakang nya
"Hai Arya ,nanti kamu jadi teman nya Azlan ya,kalian yang akur " Ucap Lala sambil memperhatikan baby Arya yang tidur di box
"Kalian bisa keluar sebentar gak ,aku ada yang mau diomongin sama Lala,masalah cewek " Pinta Sarah meminta Azzam dan suami nya keluar
"Baiklah, kalau gitu kita cari makanan saja " Ajak Iqbal pada Azzam ,kedua nya pun pergi meninggalkan kedua wanita itu
"Ada apa ?" Tanya Lala seraya beranjak mendekati tempat tidur Sarah. Lala pun duduk di kursi samping tempat tidur
"Kamu dapat berapa jahitan ?" Tanya Sarah lirih ,kening Lala berkerut ,ia merasa bingung dengan pertanyaan sahabatnya itu,sebab seingat nya ia tidak pernah melakukan operasi apapun hingga harus mendapatkan jahitan
"Maksud kamu, jahitan apa ?"
"Jahitan di **** * kamu" Terang Sarah
"Kenapa dengan **** * aku ?" Tanya Lala lagi
"Ya,kan kamu abis melahirkan,aku juga dijahit, kata dokter nya delapan jahitan loh luar dalam,sakit nya ya Allah La .... kaya mau mati " Tutur Sarah menggebu
Lala terkesiap,"Dijahit ? Rapet dong ! terus pipis nya gimana ?" Seru Lala shock
__ADS_1
Bersambung...