
Azzam terpaksa menghentikan mobil nya karena di depan nya sudah ada orang-orang yang menghadang nya. Sebagian lagi tengah duduk santai di atas motor.Mereka nampak menyeringai salah satu dari mereka ada yang membawa seutas tali yang ujung nya diberi pemberat sebuah gear motor seraya di putar-putar.
"Mau apa mereka ?" Gumam Azzam
"Mau apa lagi kalau mau bikin ulah " Sahut Lala menatap santai mereka
Brakkk'
"Keluar Lo !" Salah satu dari mereka nampak berteriak sambil memukul kap depan mobil
Sementara di ujung sana terdapat mobil yang didalam nya ada seorang wanita yang menatap tak suka pada Lala. Kemudian ia menelpon seseorang.
"Lakukan saja apa yang ingin kalian lakukan pada wanita itu ,tetapi jangan sakiti pria itu " setelah mengatakan hal itu ,wanita itu pun segera mengakhiri panggilan telpon nya
"Bukan Veena nama nya jika ia tak bisa mendapatkan apa yang diinginkan,aku bisa baik seperti malaikat jika orang juga baik terhadap ku, begitu pun sebaliknya.Aku sudah meminta baik-baik tapi dia dan keluarganya malah menganggap ku rendah" Gadis itu mencengkram erat setir mobil nya seraya menatap penuh benci
Venna menyunggingkan senyum ketika melihat salah satu preman pasar yang ia bayar kini menarik Lala keluar dari dalam mobil.
"Bagus ,bila perlu habisi dia " gumam nya namun seketika mata nya membola ketika melihat Lala yang dengan mudahnya memiting preman tersebut dan membanting nya.
"Bagaimana mungkin"
Sementara itu ,Azzam dengan cepat mendekati Lala,meski ia tahu kemampuan istri nya tapi ia tetap mengkhawatirkan nya.
"Sayang ,kamu tidak apa-apa?" Tanya Azzam menyentuh pipi Lala
"Aku tidak apa-apa. AWAS! " Lala segera bergerak cepat saat preman itu sudah menghunuskan senjata tajam ke arah Azzam
Buk'
Dengan satu kali tendangan preman itu sudah terkapar tak sadarkan diri. Bisa dibayangkan bagaimana kuat nya tenaga Lala hingga ia bisa membuat preman itu tak berkutik. Semua rekan preman nya nampak saling lirik ,mereka saling menggeleng hingga akhirnya mereka memilih pergi dengan motor mereka.
"Huh,baru gitu saja udah pada ngacir " Ucap Lala lalu melihat pada preman yang pingsan karena nya
"Kita apakan dia ,apa mau kita serahkan ke kantor polisi ?" Tanya Azzam
"kantor polisi bukan tempat yang cocok untuk nya. Aku punya ide,di rumah ada ruangan kosong tak terpakai kan?" Tanya Lala
"Jangan katakan kamu mau bawa preman itu ke rumah dan menyekap nya ?" Tebak Azzam
"Yup,kamu benar sayang ,aku mau interview dia ,eeehhh.....hehehe salah introgasi dia maksud nya ,hee ..." cengir Lala
"Aku yakin ada seseorang yang sengaja menyuruh nya kalau tidak mana mungkin mereka hanya mengincar ku,dan aku sudah curiga pada satu nama "Lanjut nya
"Jangan su'udzon, gak baik "ucap Azzam
"Bukan su'udzon kok. Ya udah yuk bantu masukin orang itu ke bagasi " pinta Lala
"Sadis bener masukin bagasi ,emang dia barang "
"Hehehe....bercanda ,kita masukin saja ke bangku belakang" Ucap Lala
__ADS_1
"Serius kamu mau bawa dia,sayang ?" Tanya Azzam
"Iya serius ,hanya untuk memastikan jika dugaan ku benar " Sahut Lala
"Memang nya apa yang kamu fikirkan saat ini" Tanya Azzam
"Hm,....mau tau aja " Sahut Lala sambil tersenyum
"Hm,....awas ya kamu ,habis nanti di rumah sama aku " Ancam Azzam
"Huu....mau dong di habisi sama kamu " Balas Lala
"Hm....gemes nya ...." gumam Azzam mencubit pipi Lala
"Udah ah,nanti keburu bangun " Ucap Lala mengehentikan Azzam
Azzam pun membantu Lala memasukan pria itu ke dalam mobil. Veena yang memperhatikan dari dalam mobil nya pun merasa tak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Mau mereka bawa kemana ?" Gumam nya
Saat ia hendak mengikuti mobil Azzam yang mulai menjauh , tiba-tiba ponsel nya berdering ,ia lantas menjawab nya. Setelah beberapa saat panggilan telpon pun selesai.
"Tuh kan ,mereka udah pergi "
Sementara itu Mila dan Sarah kini sedang bersama Ovan. Pria itu nampak cengengesan.
"Kalian ,beneran udah jadian ?" Tanya Sarah
"Iya ,aku emang ngaku-ngaku,tapi itu juga demi melindungi kamu dari si kadal buntung itu ,sumpah aku tak ada maksud lain " Ucap Ovan membela diri
"Tapi gak pake cium-cium segala,ih najis " Mila merasa geli
"Najis, najis emang nya aku guguk " Ucap Ovan memelas
"Emangnya ada apa dengan pria tadi ?" Tanya Sarah yang tak tahu siapa Roy
"Dia itu serigala berbulu embe,kamu juga harus hati-hati " Ucap Ovan pada Sarah
"Tadi kamu bilang kadal buntung ,sekarang serigala berbulu embe ,mana yang bener sih ? Tanya Sarah bingung
"Ya inti nya sih dia itu bukan cowok baik-baik,kalian harus percaya sama aku ,udah banyak korban nya kok " jelas Ovan
"Kamu tahu dari mana ,kan kamu kuliah di sini juga baru,nah kita yang udah lama gak denger apa-apa tuh tentang nya" Ucap Sarah
"Hm,...makanya kalian harus ikutin berita terkini dong " Ucap Ovan lagi
Di tempat lain Iqbal yang terus teringat dengan kejadian tadi pagi pun tak konsentrasi. Beberapa kali ia gagal fokus dan terlihat melamun sampai rekan dan bawahan nya merasa heran. Namun mereka tak ada yang berani menegur nya.
"Sebenarnya apa tadi itu ,kenapa aku seperti tersengat listrik?" Gumam nya pelan.
Beberapa saat kemudian ia memutuskan untuk pulang,sebab ia tahu jika Sarah sudah selesai kuliah nya.Ia penasaran dengan apa yang ia rasakan tadi pagi.Sementara itu Sarah baru saja kuat dari kelas ,ia hendak menelpon Iqbal namun ia mengurungkan niat nya.Meski Iqbal sudah mengatakan untuk menelpon nya jika kuliah nya selesai.
__ADS_1
Bersama Mila ,Sarah berjalan beriringan. Tiba-tiba Ovan datang.
"Ayo aku antar pulang " ucap nya
"Enggak ah ,aku pulang sendiri saja " Tolak Mila
"Gak boleh nolak. Tuh kamu lihat ada mata yang melotot melihat mu " Tunjuk Ovan dengan lirikan mata pada Roy yang sedang memperhatikan
"Ck,ya udah deh ,Sarah aku duluan ya " Ucap Mila
"Iya ,tenang saja kali,sebentar lagi bang Iqbal pasti sampai " Ucap Sarah berbohong. Padahal ia sendiri tak menghubungi Iqbal dan tak tahu jika pria itu sedang dalam perjalanan ke kampus nya
Setelah Mila dan Ovan pergi ,Sarah kembali melanjutkan langkahnya.Hingga sampai ia di pintu gerbang sebuah mobil sedang putih berhenti tepat di depan nya.
Tin tin ....
"Ayo masuk ! " Ucap Iqbal seraya membuka kaca
Tanpa menyahut Sarah pun membuka pintu.
Brugh'
Sarah menutup pintu mobil,namun tiba-tiba ia terkesiap saat tiba-tiba saya Iqbal meraih tangan Sarah dan mendekatkan pada bibir Sarah hingga berulang-ulang.
Sarah mengerutkan kening." Abang ngapain ?" Bingung nya
"Euh ...gak! Gak ngapa-ngapain" Iqbal gelagapan lalu mencengkram setir mobil dan menyalakan mesin nya. Tanpa berkata-kata Iqbal segera menjalankan mobil nya
"Dia kenapa sih ,aneh banget ?" Batin Sarah. Ia terus melirik pada suami nya itu
"Kok gak seperti tadi pagi sih ,aku gak ngerasain apa-apa?" Batin Iqbal
"Ekhem....gimana kuliah nya hari ini?" Tanya Iqbal menghilangkan kegugupan nya ,ia sangat malu dengan apa yang sudah ia lakukan tadi
"Biasa saja sih"Jawab Sarah apa ada nya
Di rumah,Lala dan Azzam tengah mengikat pria yang tadi menyerang mereka di sebuah tiang dengan kedua tangan dan kaki diikat pada tiang di sisi kiri kanan.
"Kita kok seperti penjahat yang nyulik orang sih "Lirih Azzam
"Apa gak apa-apa kita melakukan ini? Lebih baik kita serahkan saja ke kantor polisi" Ucap Azzam merasa khawatir
"Udah,kamu tenang saja,aku gak bakal ngapa-ngapain dia kok ,hanya butuh pengakuan nya saja " Sahut Lala
"Bener ya gak ada kekerasan apapun "Pinta Azzam
"Hehehe....gak janji deh ,tapi lihat situasi nya saja dulu, semoga dia bisa dibawa kompromi "Ucap Lala nyengir
"Oh,astaga ....aku kok ngeri ya. Istri ku kenapa terlihat seperti mafia-mafia yang di film ,untung cinta " Gumam Azzam membatin
Bersambung....
__ADS_1