Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Kecelakaan di gerbang tol


__ADS_3

Selepas shalat ashar,Azzam dan Lala berangkat ke Sumedang untuk menyelesaikan masalah di pabrik. Padahal bisa saja mereka pergi besok ,akan tetapi Azzam tak ingin membuat para pegawai nya menunggu lebih lama lagi ,apalagi masalahnya menyangkut uang. Karena sedikit pun nominal nya,masalah uang itu sangat sensitif. Sebuah keluarga saja bisa terpecah belah karena uang ,apalagi masalah penting seperti ini.


"Non dan aden hati-hati di jalan ya ,bawa mobil nya teh ulah ngebut-ngebut,lamun cape istirahat tong maksakeun nyetir " Ucap bi Yati sudah seperti orang tua yang mengkhawatirkan anak-anak nya


"Iya,bi.Bibi tenang saja,aku akan hati-hati kok ,apalagi ada dua nyawa yang harus aku jaga " ucap Azzam


Sampai saat ini bi Yati belum mengetahui perihal kehamilan Lala,ia mengira dua nyawa yang dimaksud Azzam adalah Lala dan Azzam.


Setelah beberapa saat mereka pun pergi. Bi Yati segera mengunci pintu dan seluruh jendela rumah.


"Bismillahirrahmanirrahim.....semoga we tidak ada orang jahat nu tertarik mampir ka rumah ieu" Lirih bi Yati was-was


"Kita mampir supermarket dulu ya " Ucap Azzam ketika melihat sebuah supermarket.


Belum sempat Lala menyahut,Azzam sudah memarkirkan mobil nya di depan supermarket.


"Mau beli apa ?" Tanya Lala


"Beli cemilan biar gak bosen di mobil. Kamu mau ikut ke dalam ?" Tanya Azzam sebelum membuka pintu mobil


"Ikut dong "Sahut Lala cepat


"Ya udah ,yuk !"


Keduanya pun turun dari mobil dan berjalan beriringan memasuki supermarket tersebut. Tak lupa Azzam meraih keranjang untuk menaruh belanjaan mereka.


"Kamu mau beli cemilan apa ?" Tanya Azzam menoleh pada Lala


"Aku lagi pengen yang manis-manis "Jawab Lala seraya mencari makanan yang ia inginkan


"Baiklah "Azzam pun membantu Lala mencari makanan yang diinginkan nya ,setelah itu mereka mengambil beberapa botol minuman dingin tak lupa dengan air mineral nya


Setelah puas berbelanja , kedua nya segera membawa belanjaan ke kasir. Karena antrean cukup panjang ,Azzam meminta Lala untuk menunggu di dalam mobil. Lala pun menyetujui nya.


Saat tiba giliran nya tiba-tiba seseorang menyerobot antrian. Hal itu sukses membuat yang lain nampak kesal dan langsung menegur nya.


"Mbak jangan main serobot saja dong ,antri di belakang ! "


Namun rupanya perempuan itu nampak tak terima ia membalikan tubuh menatap yang tadi menegur nya.


"Siapa kamu berani nya mengatur ku,kamu belum tahu siapa aku hah !" Ucap nya dengan nada angkuh


"Loh,kok situ nyolot ? Udah tahu salah juga " ucap ibu yang tadi menegur nya


"Suka-suka aku lah,apa masalah nya , aku bayar kok " Ucap perempuan itu angkuh,ia bahkan sampai memamerkan kartu sakti nya


"Kita juga bayar neng ,jangan sombong jadi orang " celetuk pengunjung yang lain


Set'


Perempuan itu menoleh pada orang yang berbicara.


"Apa masalah mu dengan ku ,jangan ikut-ikutan ya " Tunjuk perempuan itu


Azzam menghela nafas melihat keributan tersebut ,ia pun menggunakan kesempatan itu untuk segera menghitung belanjaan nya di meja kasir.


Di saat bersamaan nampak seorang pria berjalan keluar dengan membawa sesuatu di balik baju nya.Perempuan itu melirik sekilas. Setelah Azzam selesai melakukan transaksi tanpa banyak bicara perempuan itu segera membayar barang belanjaan nya.


Azzam segera berjalan ke arah mobil nya terparkir.

__ADS_1


"Maaf ya ,lama " Ucap Azzam saat ia membuka pintu depan mobil


"Iya ,tak apa. Aku ngerti kok " Sahut Lala tak mempermasalahkan nya


Saat Azzam sudah meletakan barang belanjaan nya nampak para pegawai supermarket keluar dan celingukan seolah mencari sesuatu.


"Eh,itu mereka kenapa ya ,seperti mencari sesuatu "Ucap Lala menunjuk ke luar


"Iya ,ya. Ada apa ?" Tanya Azzam


Saat Azzam sudah menutup pintu dan hendak menyalakan mesin mobil, seseorang mengetuk kaca.


Tuk tuk tuk


Lala segera menurunkan kaca. "Maaf mengganggu waktu nya sebentar" Ucap salah satu petugas kemanan ditemani beberapa pegawai supermarket


"Iya pak ,ada apa ya ?" Tanya Lala bingung


"Bisa kita bicara sebentar !" ucap security


Lala menoleh pada Azzam yang juga bingung dengan kedatangan petugas keamanan.


"Ayo,kita keluar sayang !" Ucap Azzam


Mereka pun akhirnya turun dari mobil. "Ada apa ya pak ? Apa ada sesuatu yang bisa kami bantu ?" Tanya Azzam


"Terjadi pencurian di dalam,dan kami curiga anda berdua ikut terlibat " Ucap security. Azzam dan Lala terkesiap


"Loh,apa hubungan nya dengan kami pak ?" Tanya Lala heran


"Karena mbak nya tadi keluar begitu saja " Ucap salah satu pegawai supermarket


"Iya ,tak lama setelah mbak nya keluar terjadi keributan di depan kasir ,seperti nya perempuan tadi masih satu komplotan dengan kalian berdua " Timpal pegawai lain


"Kamu ada main dengan perempuan lain?" Tanya Lala


"Eh, apaan, enggak lah sayang ,kamu jangan ngaco !"


"Maaf kalian salah faham ,kami berdua tidak tahu apa-apa, tadi saya meminta istri saya keluar untuk menunggu di dalam mobil karena istri saya sedang hamil ,saya tak mau ambil resiko kalau istri saya kelelahan,karena sebelumnya istri saya pernah keguguran. Masalah perempuan tadi saya tidak mengenal nya " Jelas Azzam tegas


"Apa kita bisa menjamin kalau anda berkata jujur ?" Tanya security


"Kalian ini buang-buang waktu saja,siapa yang jadi pelaku ,siapa yang di interogasi dan dicurigai. Mungkin saat ini pelaku sebenarnya sedang tertawa karena mereka bisa mengibuli kalian " cetus Lala kesal


"Kalian salah orang ! Aku tahu siapa pelaku nya " Ucap seseorang tiba-tiba menyela


Mereka semua menoleh."Kalian kan bisa lihat cctv,kenapa kalian jadi mendadak b*doh" Desis orang itu dengan menahan emosi


"Pak Vano ! Darimana bapak tahu kalau mereka tidak salah ?" Tanya security pada pemilik supermarket tersebut


"Makanya lihat cctv,sebelum kalian menuduh orang sembarangan " Seru pria paruh baya tersebut


"B...baik pak ! Permisi " Security tersebut berlalu untuk memeriksa rekaman cctv seperti yang dikatakan atasan nya


"Ah,sial ! Kenapa juga aku main percaya saja sama mereka. Lagian kenapa pak Vano bisa tiba-tiba muncul "Lirih security tersebut di belakang nya nampak beberapa pegawai supermarket mengikuti


"Maaf ,atas ketidak nyamanan anda berdua,saya percaya kalian tidak bersalah ,jadi silahkan melanjutkan perjalanan nya " Ucap Vano


"Iya ,pak ! Terima kasih kami memang sedang terburu-buru,kalau begitu kami permisi " Namun sebelum Azzam dan Lala memasuki mobil ,pria bernama Vano itu kembali berbicara

__ADS_1


"Hati-hati, jika bisa sebelum pukul enam belas tiga puluh kalian harus sudah berada di jalan tol " Ucap nya


"Memang nya kenapa pak ?" Tanya Lala


Bukan nya menjawab,pria itu malah tersenyum."Nanti kamu tahu sendiri,usahakan di atas jam tersebut kalian sudah berada di jalan tol "


Lala dan Azzam saling tatap.Namun ketika mereka menoleh ,pria bernama Vano tersebut sudah tak ada.


"Kemana perginya ,cepet amat ngilang nya ?" Tanya Lala bingung


"Mungkin bapak tadi sudah masuk,yuk kita harus segera pergi " Ucap Azzam seraya membukakan pintu untuk Lala ,ia jadi khawatir setelah mendengar peringatan tadi Azzam yakin jika pria paruh baya tadi bukan orang sembarangan.


Di saat bersamaan


"Bagaimana Vano, sayang ?" tanya seorang wanita yang usia nya sama dengan pria di depan nya


"Sudah selesai,kedua orang itu pasti akan tertangkap. Mereka sudah sering melakukan pencurian jadi mereka harus di beri pelajaran agar jera " Jawab pria itu


"Iih,...bukan itu " ucap Elsa gemas


"Lalu apa ?"


"Pasangan muda itu ,apa kamu sudah memberi nya peringatan ?" Tanya wanita itu lagi


"Apa perlu aku jawab, seperti nya tanpa aku beri tahu saja kamu sudah tahu jawaban nya kan " ucap pria itu sambil mencubit hidung wanita nya


"hehehe ....iya "


"Mudah-mudahan mereka bisa sampai di jalan tol sebelum kecelakaan itu terjadi" Ucap Vano


Sementara itu,Lala yang sedang menikmati cemilan nya tiba-tiba tertidur. Azzam yang sedang fokus menyetir pun akhirnya menoleh karena merasa tak ada suara dari samping nya.


"Sampai ketiduran begitu " Azzam tersenyum,lalu mengusap sudut bibir Lala yang sedikit belepotan dengan cokelat menggunakan tangan kiri nya sementara tangan kanan memegang setir


Ketika sudah sampai di depan pintu tol,Azzam pun memelankan laju mobil nya,untuk membayar tarif tol menggunakan kartu. Setelah selesai Azzam kembali melajukan mobil dengan hati-hati,karena ia teringat kata-kata pria paruh baya tadi.


Setelah melaju beberapa kilometer dari pintu pintu gerbang tol tiba-tiba Lala tersentak hingga ia terbangun dengan teriakan yang mengejutkan Azzam.


"Aaaakkkhhhh......."


"Astaghfirullah,kamu kenapa ? Aku sampai kaget loh ini" Tanya Azzam seraya mengusap kepala Lala


"Tadi,aku mimpi ada kecelakaan,ledakan dan api nya seakan nyata. Kita sekarang dimana ?" Tanya Lala dengan nafas tersengal


"Kita di jalan tol sayang ,kenapa ?"Tanya Azzam


Lala terdiam ,ia mengingat-ingat kembali mimpi yang ia alami barusan.


Sebuah bangunan kecil di tengah-tengah jalan ,dengan tulisan besar diatas nya yang bertuliskan gerbang tol tertabrak bus tronton ,tabrakan tersebut menimbulkan suara ledakan hingga api dan asap hitam yang membumbung tinggi membuat suasana sore itu menjadi terang benderang.


Lala terkesiap ketika Azzam mengguncang pundak nya ,karena dari tadi Azzam memanggil tak direspon oleh nya.


"Sayang ,kamu kenapa ?" Tanya Azzam


"Sedang jam berapa ?" Tanya Lala tanpa menghiraukan pertanyaan suami nya


"Setengah lima ,kenapa ?"


Namun saat Lala hendak menjawab tiba-tiba terdengar suara ledakan.

__ADS_1


DUAAARRRRR'


Bersambung.....


__ADS_2