Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Tentang Deni


__ADS_3

Waktu pun berlalu kini Deni dan Kusuma sudah berada di rumah orangtua Deni di Sumedang.


"Silahkan diminum pak " Ucap ibu nya Deni lalu duduk di samping suami nya


"Iya,terima kasih " Ucap Kusuma. Untuk menghargai yang punya rumah Kusuma pun meminum minuman tersebut


"Deni,ini teh ada apa ,siapa bapak itu ?" Bisik ibu nya bertanya pada Deni


Sementara Kusuma nampak memperhatikan rumah tersebut.


"Rumah nya nampak nyaman dan sejuk" gumam nya membatin


"Ekhem.Langsung saja karena saya sangat penasaran, bapak dan ibu menemukan pin ini dimana ?" Tanya Kusuma to the poin seraya meletakan pin berwarna perak di atas meja


Deg'


Ibu dan ayah nya Deni nampak terkejut melihat benda tersebut. Kedua nya nampak saling lirik.


"Kenapa anda menanyakan tentang pin ini ?" Tanya ayah Deni


"Karena saya juga memiliki benda yang sama" Ucap Kusuma seraya mengeluarkan pin milik nya dan diletakan sejajar dengan pin sebelumnya


Mereka terbelalak begitu pun dengan Deni.


"Pin ini saya buat hanya dua ,satu ada padaku dan satunya lagi ada pada putra ku,namun putra ku sudah meninggal karena kecelakaan bersama anak dan istri nya,akan tetapi kami tidak menemukan anak nya yang merupakan cucuku bersama jasad keduanya ,yang artinya cucuku hilang" Ucap Kusuma menjeda ucapan nya untuk menarik nafas


Ibu dan ayah Deni nampak terkejut mendengar penuturan Kusuma,mereka lalu menoleh pada Deni.


"Apa dugaan ku benar kalau Deni ini,adalah cucu kandung ku ?" Tanya Kusuma dengan nada bergetar


Deni terkesiap,pria itu menatap kedua orangtuanya bergantian.Namun tiba-tiba ibunya Deni terisak lalu suami nya mencoba menenangkan nya dengan merangkul dan mengusap punggung nya.


"Bapak saja yang cerita ,ibu tak sanggup " lirih nya


"Beberapa tahun lalu......."


Flashback


Sebuah mobil melaju dengan kecepatan sedang ,namun tiba-tiba mobil tergelincir hingga membuat si pengemudi mobil yang tak lain adalah anak dari Kusuma hilang kendali. Apalagi ditambah jalanan yang menurun membuat laju mobil menjadi semakin tak terkendali. Hingga seorang perempuan memutuskan untuk melempar kan bayi nya yang masih berusia tiga bulanan ke luar.


Beruntung bayi tersebut jatuh pada tumpukan jerami hingga tak membuat bayi itu terluka.


Tak lama setelah itu kecelakaan pun tak terelakkan,mobil tersebut menabrak pembatas jalan setelah sebelum nya melewati belokan yang lumayan tajam.Namun karena kerasnya tabrakan membuat mobil tersebut terpental cukup jauh dan berguling-guling dan berhenti dengan keadaan mobil yang terbalik juga ringsek parah.


Darah segar langsung keluar dari tubuh kedua orang di dalam nya. Hingga kemudian kedua nya tewas saat itu juga. Sementara bayi yang dilempar nya tadi nampak menangis. Jalanan tersebut masih sangat sepi karena belum terdapat rumah warga di sana.Suasana sepi juga gelap nya malam membuat suara tangisan bayi tersebut sampai terdengar oleh pasangan suami istri yang baru pulang berjualan,padahal jarak mereka dari posisi bayi tersebut lumayan jauh. Mereka adalah pasangan Yuni dan Warjo.

__ADS_1


"A,denger gak ,itu suara tangisan bayi kan ?" Tanya Yuni


"Iya ya,bayi siapa tengah malam begini? Apa jangan-jangan itu suara hantu ?" Ucap Warjo


"Ih,Aa mah malah nakutin" Istri nya ,Yuni nampak takut dengan ucapan suami nya itu


"Ya terus bayi siapa malam-malam begini nangis,apalagi di sini kan sepi gak ada rumah juga warga juga " Ucap Warjo lagi


"Apa jangan-jangan ada orang yang buang bayi ya A," Tebak Yuni


"Bisa jadi sih " Warjo membenarkan


"Kalau begitu ayo kita cari A,kasihan kan kalau bener" ajak Yuni menarik lengan Warjo


"Iya,tapi ini gerobak Aa gimana ?"


"Udah ,tinggalin saja dulu ,nanti kita balik lagi " Seru Yuni yang tak sabar ingin menemukan bayi tersebut


"Ya udah iya "


Mereka pun akhirnya pergi mencari ke asal suara bayi tersebut.


"Tuh kan A,suaranya makin keras,ayo ke sebelah sana !" Yuni menarik Warjo ke arah suara bayi tersebut


Hingga beberapa saat kemudian mereka melihat bayi mungil yang tengah menangis di atas tumpukan jerami kering.


"Kita rawat bayi ini ya A,sepertinya bayi ini sengaja dibuang" Ucap Yuni


"Iya ,besok kita tak usah jualan ,kita pulang saja ke kampung,kita besarkan dan rawat bayi ini di kampung, insyaallah rejeki kita ada untuk mencukupi kebutuhan nya " Ujar Warjo mengiyakan keinginan istrinya itu


Maka malam itu pun pasangan suami istri itu membawa bayi tersebut ke kontrakan mereka. Namun karena jalan yang mereka lalui berlawanan arah dengan jalan dimana kecelakaan mobil membuat mereka tak mengetahui jika ada mobil yang kecelakaan.


Keesokan hari nya mereka langsung pulang kampung. Mereka tak memberi tahu kebenaran tentang bayi yang mereka bawa. Mereka hanya mengatakan jika bayi itu adalah anak mereka,pada tetangga pun percaya saja ,apalagi mereka yang belum dikaruniai anak padahal usia pernikahan mereka sudah lebih dari lima tahun.


Flashback of


"Jadi begitu cerita nya,kami menemukan pin itu menempel pada baju bayi itu. Dan inilah bagi malang tersebut ,ia sudah kami sayangi seperti anak kami sendiri" ayah Deni yang tak lain adalah Warjo seraya meraih tangan Deni


"Pak,jadi...aku bukan anak kandung ibu dan bapak ?" Tanya Deni yang sudah berurai air mata


"Maafkan kami nak,kamu memang bukan anak kandung kami,kami tidak memiliki anak ,makanya kami sangat senang saat menemukan mu,kami fikir kamu bayi yang dibuang ,makanya ibu dan bapak tidak mau menceritakan yang sebenarnya karena takut kamu sakit hati dan membenci orangtua kandung mu " Ucap Yuni sambil menangis.


"Allahu Akbar "Tanpa disangka-sangka Kusuma melakukan sujud syukur. Kedua orangtua Deni termasuk Deni pun terkejut


Sementara itu Lala dan Azzam kini sedang melakukan video call bersama orangtua Azzam. Di layar ponsel nampak baby Arkan yang mini sudah semakin gemoy dan pintar. Azzam nampak gemas melihat adik nya yang seakan ingin memeluk nya padahal Arkan ingin meraih ponsel yang di letakan di meja oleh Susi.

__ADS_1


"Dede makin pinter ya " ucap Azzam ,terdengar celotehan dari Arkan sehingga Azzam semakin gemas dibuat nya


"Arkan gak pernah rewel kan Bu ?" Tanya Azzam


"Alhamdulillah enggak ,dulu memang sempat rewel saat kamu kecelakaan tempo hari ,tapi setelah kamu sembuh Arkan sudah kembali ceria lagi"tutur Susi


"Mungkin Arkan tahu kalau kakak nya terkena musibah Bu " Timpal Lala


"Iya bener " sahut Damar pula


"Gimana kuliah kalian lancar kan ?" Tanya Damar


"Alhamdulillah lancar " Jawab Azzam dan Lala


"Terus apa si Veena ,Veena itu masih suka datang lagi ?" Tanya Susi


"Enggak Bu , Alhamdulillah" sahut Lala


"Syukurlah kalau begitu ,ibu gak suka banget sama tuh perempuan,udah tahu Azzam udah nikah masih saja usaha deketin " Ucap Susi nampak sebal


"Iya Bu,aku juga gak bakal biarin Veena atau perempuan mana pun mendekati anak ibu ,kalau sampai mereka berani mereka akan tahu sendiri akibat nya " Ucap Lala menggebu


"Bagus nak,jangan kasih celah sedikitpun untuk pelakor mendekat"Ucap Susi


"Huaaa...chachabuu....haaa......chaaa..." Arkan kembali berceloteh sambil menggerak-gerakkan kedua tangan nya mulut nya pun terlihat basah dengan air liur nya


"Ok dek,kakak akan jagain kak Azzam ,Dede baik-baik sama ibu dan bapak ya ,nanti kalau libur kakak pulang " Ujar Lala sambil melambaikan tangan pada Arkan


"Memang nya kamu ngerti Arkan bilang apa ?" Hanya Azzam


"Kata Arkan ,aku harus jagain kamu dari gangguan-gangguan ulet bulu " sahut Lala percaya diri


"Masa sih ?"


Di tempat lain Sarah nampak canggung karena kejadian di kamar mandi beberapa jam yang lalu.Begitu pun dengan Iqbal,ia menjadi salah tingkah karena sempat memergoki Sarah yang telanjang.Meski Sarah berada di dalam air tapi air nya yang bening membuat Iqbal bisa dengan jelas melihat tubuh Sarah.


"Mereka kenapa ya,apa sedang marahan ?" Batin bi Heni melihat pasangan suami istri itu yang saling diam


"Sepi banget kaya di kuburan,aku kerjain ah " batin bi Heni. Perlahan ia meraih mangkuk stainless lalu dengan sengaja menjatuhkan nya


Prannggh'


Sontak kedua nya terperanjat dan menoleh pada bi Heni.


"Maaf ,gak sengaja. Kaget ya ? Sama bibi juga kaget , hehehe....."

__ADS_1


Bersambung .....


__ADS_2