Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Tak mendapat izin


__ADS_3

Masih flashback


Sri benar-benar tak terima dituduh demikian oleh Banu .


"Jaga ucapan kamu ya ! Kamu fikir aku perempuan macam apa !" seru nya


"Cukup ! Hentikan tidak ada yang hamil di sini,saya sendiri yang ingin menikahkan mereka saat ini juga ,tidak ada penolakan dan kabur-kaburan lagi,sekarang juga kamu pergi ganti pakaian mu, di kamar mu sudah ada MUA yang akan mendandani mu" ujar Sugandi tegas


"Tapi ayah ! "


"tidak ada tapi-tapian ,dan untuk kamu Banu ,selama menunggu Sri didandani hafalkan kalimat ijab kabul ini " ucap Sugandi memberikan secarik kertas


"b...baik pak " ucap Sugandi terbata


"Wanita nya gak hamil tapi orangtua nya ngotot banget pengen nikahin mereka,ini gimana cerita nya sih " batin kedua orangtua Banu keheranan


Akhirnya malam itu juga Sri dan Banu telah sah menjadi pasangan suami istri meski pernikahan mereka terpaksa dan dipaksa.


Setelah proses ijab kabul selesai, penghulu juga sudah pergi ,Sugandi baru menjelaskan apa alasan dia ngotot menikahkan putrinya.


"Sebelumnya saya minta maaf ,terlebih pada Sri dan Banu " ucap Sugandi seraya menghela nafas nya


"Sri merupakan putri bungsu saya,saya sangat mengkhawatirkan putri saya jika saya tiada nanti ..."


"Ayah....! Apa yang ayah katakan ?" sela Sri tak ingin mendengar ayah nya bicara seperti itu


"Umur siapa yang tahu nak,bisa saja besok atau lusa ayah akan dipanggil Yang Maha Kuasa,kamu tahu sendiri kan kesehatan ayah akhir-akhir ini menurun ,sering sakit-sakitan ,banyak saja keluhan nya,jadi agar ayah tenang maka ayah ingin menitipkan mu pada orang yang tepat ,dan Ayah rasa Banu lah orang nya,selama ini ayah selalu memperhatikan Banu,dia pemuda yang jujur ,ulet ,penyabar dan bertanggung jawab ,ayah yakin kamu pasti bisa aman dan bahagia bersama nya,maka ayah pun akan tenang " tutur Sugandi


Dan pada akhirnya Sri dan Banu menjalankan kehidupan mereka bersama sebagai pasangan suami istri,perlahan cinta mulai tumbuh pada keduanya,hingga terciptalah bayi cantik yang diberi nama Nurmala Fitriyani. Sugandi pun menjadi sangat bahagia karena bisa menimang cucu diusia nya yang mulai senja.


Flashback of


"Begitulah kisah kami, kamu pun harus percaya jika nanti cinta akan tumbuh dihati kalian" ucap Banu mengusap kepala putri satu-satunya itu


"Jadi kamu gak akan menyesal dengan keputusan mu?" tanya Sri


"Mudah-mudahan saja enggak ya mah, insyaallah aku ikhlas " ujar Lala pasrah


"Baiklah kalau gitu kita makan diluar yuk !" ajak Banu


"Iya pah,sebentar aku ganti pakaian dulu "Lala bergegas mengganti pakaian nya


"Yuk ! " ucap Lala keluar dari kamar

__ADS_1


"Kamu kok dandanan nya kaya gitu sih " ucap Sri tak habis fikir, pasal nya Lala mengenakan jaket Levis,serta celana jeans yang bagian lutut yang robek sebelah


"Kaya gitu gimana?" tanya Lala memperhatikan dirinya sendiri


"Kamu itu perempuan,masa gaya berpakaiannya nya seperti itu ,pantas saja saat ini kamu masih jomblo "cetus Banu


"Aku jomblo juga karena ada alasan nya kali,kalo aku mau aku juga udah punya pacar dari dulu" sahut Lala mencebik


"Memang apa alasan nya ?" tanya Banu seakan tak mengerti


"Pake ditanya lagi "lirih nya


"Udah yuk ah , kapan berangkat nya aku udah lapar ini "rengek Lala seraya menghentak-hentakan kaki nya seperti anak kecil


"Kamu gak ganti pakaian dulu ,mama malu ah bawa anak perawan berasa bawa preman " ucap Sri


"Isshh....kelamaan ,udah sih seperti ini aja "


"Huuuuh....ya sudah deh gak apa-apa,begini saja ,yuk berangkat " ucap Banu


"Nah cakep...." cetus Lala sambil mengacungkan jempolnya


Sri menggelengkan kepala dengan kelakuan putri nya itu.Ketiga nya lalu pergi menuju restoran.


Mereka memang selalu terlihat seperti teman ,gaya bicara dan berkomunikasi mereka pun tak seperti keluarga-keluarga lain nya,namun bukan berarti Lala kurang ajar dan tak sopan kepada orang tua nya. Justru dengan begitu mereka lebih terlihat dekat.


"Iya mah..." sahut Lala malas


"Memang nya kapan acara nya dilangsungkan ?" tanya Lala tiba-tiba ,kini mereka sudah berada di dalam mobil


"Acara apa?" tanya Banu melirik spion kecil di atas kepala nya


"Ck,gak jadi " cetus Lala sebal lalu memalingkan wajah menatap jalanan ibukota


"Hehehe.... gitu aja ngambek,gimana mah kasih tahu gak " tanya Banu malah sengaja menggoda Lala


"Kasih tahu saja lah pah,kasihan udah ditekuk gitu wajah nya " ucap Sri


"Baiklah papa kasih tahu ,acara pernikahan akan dilangsungkan satu bulan lagi,katanya pihak lelaki ingin menyiapkan dulu hantaran yang pantas buat mu "


"Satu bulan ya,duh...bentrok gak ya waktu nya " gumam Lala


"Memang nya akan ada acara apa pake bentrok segala ?" tanya Sri

__ADS_1


"Di kampus mau ada kegiatan mendaki gunung dalam rangka merayakan...apa ya aku lupa,nama kegiatan nya apa ,yang jelas nanti akan mendaki gunung gitu dan aku diminta untuk ikut " sahut Lala


"Loh bukan nya kamu bukan anak MaPaLa kok harus ikut ?" tanya Banu


"Hmm...gak tahu juga sih ,mungkin karena di sana terkenal keangkerannya" jawab kala lagi


"Memang apa hubungannya kamu dan tempat nya yang angker ?" tanya Sri lagi ,kedua orangtuanya memang tak tahu dengan kemampuan yang Lala miliki


"hm.....aku juga gak tahu yang jelas kalau gak salah kegiatan itu akan dilaksanakan di Minggu pertama " jawab Lala


"Kalau gitu kamu gak usah ikut La,gimana kalau terjadi apa-apa dengan mu,apalagi pernikahan mu dilakukan Minggu kedua nya" ucap Banu


"Tapi aku mau ikut,aku penasaran seperti apa rasanya mendaki gunung,selama ini kan udah cukup banyak wahana ekstrim yang sudah aku rasain ,aku mau nyoba gimana sensasi nya mendaki gunung yang katanya horor " kata Lala


"Ya tapi kan bahaya La " ucap Sri


"Ah mama papa gak asik " keluh nya lalu kembali memalingkan wajah


"Nih anak pasti akan tetep berangkat meski udah dilarang" batin Banu yang sudah hatam dengan sifat putri nya itu


"Terserah kalian mau larang aku ,toh aku akan tetap berangkat kok ,hihihi "batin Lala


Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di restoran. Sementara itu ,Azzam yang sudah mendengarkan rekaman yang juga diambil Damar beberapa waktu lalu pun tak banyak berkomentar,Namun ia merasa tak asing dengan nama gadis yang tertera dalam isi rekaman tersebut.


"Ah ,mungkin hanya kebetulan saja ,memang nya cuman dia yang punya nama itu " batin nya


"Ibu ,bapak ,sebelum nya aku mau minta izin ,itu pun kalau ibu dan bapak mengizinkan " ucap Azzam


"Ada apa Zam ?" tanya Damar


"Jadi bulan depan di Minggu pertama aku dan teman-teman kampus akan ada kegiatan ,apa bapak dan ibu mengizinkan untuk pergi ?" tanya Azzam


"Gimana Bu?"tanya Damar


"Ibu sih gimana baik nya saja ,sekarang kan sudah bukan jaman dulu lagi yang apa-apa bilang pamali,asal kamu bisa menjaga diri kamu ibu rasa tak apa-apa pergi ,iya kan pak ?" tanya ibu Azzam


"Ya sudah boleh ,tapi apa dulu kegiatan nya ?" tanya Damar


"Kita akan mendaki gunung pak,Bu,dan akan menginap satu malam , pagi nya juga udah turun lagi" jujur Azzam


"Mendaki gunung ?" tanya Damar


"Iya pak "

__ADS_1


"Ya sudah ,asal kamu janji jangan berbuat aneh-aneh yang akan mengundang bahaya buat mu , kamu harus ingat Minggu berikut nya kamu akan menikah ,jadi kamu harus jaga diri baik-baik " ucap Damar yang langsung mengizinkan Azzam pergi ,berbeda dengan Lala yang tak mendapatkan izin namun bukan Lala nama nya jika ia akan tunduk dengan larangan orangtuanya


bersambung...


__ADS_2