Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Rencana Azzam


__ADS_3

Hari berganti hari ,kini tiba saat nya Azzam dan Lala kembali ke dunia perkuliahan. Hari cuti mereka sudah selesai.


"Kamu hati-hati ,aku sudah meminta Mila dan Sarah menginap untuk menemani mu selama aku gak ada" Ucap Azzam sambil mengusap kepala Lala


"Iya ,kamu juga hati-hati bawa motornya jangan ngebut-ngebut,kabari aku jika sudah sampai rumah " Ucap Lala yang sebenarnya merasa berat untuk berjauhan


"Ok ! Aku berangkat ya"


Sebelum pergi Azzam memeluk dan mencium kening Lala terlebih dahulu,tapi Lala dengan nakal nya ia menarik kepala Azzam lalu mencium bibir nya


"Wah ,kamu sudah nakal ya " Azzam terkekeh


Setelah itu Azzam pun pergi setelah sebelumnya mengucapkan salam.


"Kenapa waktu berjalan begitu cepat sih,dua Minggu terasa cepat banget"Lirih nya memperhatikan motor Azzam yang semakin menjauh


"Ah,aku pasti akan merindukanmu, suami ku" Lala tersenyum dengan ucapan nya sendiri. Tak pernah terbayang kan jika kini dirinya menjadi seorang istri dari seorang Azzam. Pria yang diam-diam menghuni hati nya


Setelah Azzam tak terlihat ,Lala pun segera masuk kembali ke dalam rumah. Sebelum nya rumah itu sudah dibersihkan dari para makhluknya tak kasat mata ,karena 'mereka terus menganggu dan tak bisa diajak berdamai. Tadinya Lala ingin mereka hidup berdampingan tak saling mengganggu tapi para hantu itu malah menolak dan terus mengganggu. Akhirnya Azzam melakukan pembersihan. Tapi bukan berarti Azzam mengusir hantu-hantu itu sembarangan ,Azzam memindahkan mereka ke sebuah gedung terbengkalai tak jauh dari rumah itu.


"Ah ,sepi sekali rasanya " Lala bergumam. Ia menghembuskan nafas sambil duduk di sofa lalu menghidupkan televisi


"Oh iya aku kan belum nyiapin buat kuliah besok ,lebih baik aku siapain lah daripada gak ada kerjaan"


Lala pun menyibukkan diri nya dengan kebutuhan kuliah nya. Itu ia lakukan agar tak terlalu memikirkan Azzam. Baru beberapa menit pria itu pergi tapi hati nya sudah merindukan nya.


Beberapa saat kemudian Mila dan Sarah datang.


"Buset La,rumah segede ini gimana bersihin nya ini" Seru Mila sambil mengedarkan mata nya menatap seisi rumah


"Kan ada kalian " Cengir Lala tanpa dosa


"Enak aja ,si Azzam belum bilang sama kamu nih seperti nya " Ucap Sarah


"Bilang apa ?" Tanya Lala


"Kita gak jadi tinggal di sini,enak aja nanti pas Azzam kembali kita balik lagi gitu ke kos san,bikin capek bolak-balik" Sahut Mila


"Yah,kok gitu terus nanti aku sendirian dong" Keluh Lala


"Ya iya sendiri " Ucap Sarah

__ADS_1


"Kalian bisa kok nempatin kamar masing-masing" Ucap Lala mencoba membujuk kedua sahabat nya


"La ,kita tuh masih waras ya, gimana perasaan kita saat Azzam kembali nanti,lihat kalian mesra-mesra an ,kamu gak mikirin perasaan kita apa" Seru Sarah


"Jadi kalian juga suka sama Azzam ?" Tatapan Lala sudah berkaca-kaca. Mila dan Sarah saling tatap.


"Yeh dasar Oneng,bukan seperti itu,kita kan jomblo ,lihat kalian berduaan jiwa jomblo kami meronta-ronta " Sembur Mila seraya memukul lengan Lala pelan


"Hehe... kirain"


"Jadi kalian beneran gak mau tinggal di sini,gratis loh gak usah bayar " Lala masih mencoba membujuk


"Maaf ya Lala,tapi kita gak mungkin tinggal di sini ,bukan hanya alasan tadi tapi jarak dari mall tempat kita kerja ke rumah ini tuh jauh banget dari mall ke kosan kan deket cuman lima belas menit , sementara ke sini udah jauh jalanan juga macet ,tadi aja kita kejebak macet hampir dua jam loh,ngeselin banget kan " Ucap Sarah


"Ya udah deh iya , tapi kalau kalian ada waktu senggang main lah ke sini " Ucap Lala akhirnya pasrah dengan keputusan mereka


"Ok " sahut Mila dan Sarah berbarengan


Malam pun menyambut


Keheningan malam ini sungguh sangat terasa. Jika biasanya ada sosok Azzam yang menghangatkan suasana,kini terasa dingin dan hampa. Di kamar nya Lala tak bisa tidur. Miring kiri,miring kanan ,telentang , tengkurap tetap saja mata nya tak ingin terpejam.


"Astaga Lala , kenapa gak kefikiran sih ,kenapa gak telpon saja " Ia menepuk kening nya lalu mencari ponsel nya


"Duh dimana lagi tuh hp,kok bisa lupa naro" Lala sudah kelimpungan mencari ponsel nya ,ia benar-benar lupa dimana meletakan nya


Sementara itu Azzam berkali-kali menghubungi Lala namun sudah panggilan ke lima tak juga diangkat.


"Nih anak kemana sih ,kok gak diangkat-angkat " Azzam bergumam kecil sambil ngemong baby Arkan


Baby Arkan habis imunisasi dan rewel hingga ibu dan ayah nya pun kewalahan karena baby Arkan yang tak mau berhenti menangis. Namun entah bagaimana begitu tangan Azzam meraih tubuh mungil itu suara tangis nya sontak berhenti dan kini tengah tertidur. Azzam pun sengaja menidurkan baby Arkan di kamar nya ,sebab jika letakan di kamar orangtua nya baby Arkan akan langsung terbangun dan nangis , berbeda ketika Azzam menidurkan nya di kamar nya baby Arkan langsung terlelap.


Mungkin karena Azzam yang menemukan bayi itu pertama kali,dan Azzam yang mendekap nya ,bayi tersebut langsung nyaman berada di dekat Azzam karena merasa aman dan nyaman.


"Masha Allah lelap sekali tidur mu dek" Azzam bahkan sampai hati-hati naik ke tempat tidur nya karena tak ingin mengganggu tidur adik nya


Setelah berbaring di samping baby Arkan ,Azzam kembali menghubungi Lala. Namun lagi-lagi telpon nya gak diangkat.


"Huuuh,...ya sudah lah ,mungkin sudah tidur"Azzam pun menyerah dan meletakan ponsel nya lalu memejam kan mata nya


Keesokan harinya

__ADS_1


"Pagi Bu,pak " Sapa Azzam saat menghampiri meja makan


"Pagi juga, adik kamu masih tidur Zam ?" Tanya ibu nya


"Tadi udah bangun Bu,tapi tidur lagi " Sahut Azzam sambil meraih pisang goreng


"Kalau kamu di sini bagaimana dengan Lala Zam,masa kalian hidup berpisah-pisah ?" Tanya Damar


"Aku sudah mikirin semuanya pak,rencana nya aku mau pindah kuliah,gak apa-apa kan ?" Tanya Azzam


"Yah ,gak apa-apa,tapi nanti kalian gimana ,kalian sibuk kuliah Lala mau diberi makan apa ? " Tanya Susi


"Ibu tenang saja ,aku biar terlihat gak ada kerjaan ,uang ku ada kok buat biaya makan sehari-hari, nanti juga aku akan buat usaha kecil-kecilan tapi masih akan di runding kan terlebih dahulu dengan Lala " Sahut Azzam


"Uang dari mana Zam ? Kamu kan gak kerja ?" Tanya Damar


Yang ditanya malah tersenyum sambil mengunyah pisang goreng.


"Kamu main judi online?" Tuduh Damar membuat Azzam terbatuk-batuk


"Uhhuukk....bapak ! Kenapa bapak bisa berfikiran seperti itu ,enggak lah mana mungkin aku main gituan ,apa gunanya shalat aku kalau aku melakukan nya" Seru Azzam


"Lalu uang darimana?" Tanya Damar penasaran


"Aku iseng bikin sebuah desain interior lalu di share di media sosial,eh ada yang tertarik dan menggunakan jasa ku untuk mendesain semua ruangan rumah nya , Alhamdulillah hasil nya pun memuaskan, tapi meski begitu aku tak mematok harga" Tutur Azzam menjelaskan


"Loh bukan nya kuliah mu jurusannya perguruan kok jadi melenceng ke desain interior?" Tanya Susi


"Anggap saja sebagai usaha sampingan diluar profesi ku sebagai guru nanti nya, insyaallah jika memang Allah memberi ku jalan rezeki dari hobi ku ,mana mungkin aku menyia-nyiakan nya kan " Tutur Azzam


"Alhamdulillah kalau begitu,bapak lega mendengar nya ,itu artinya kamu bisa menafkahi istri nu meski kalian masih sama-sama kuliah, tapi satu pesan bapak ,jangan karena pekerjaan kamu jadi lalai dengan kuliah mu ,sebisa mungkin kamu harus atur waktu agar semua berjalan dengan semestinya" Nasihat Damar


"Iya pak "


"Pantesan ibu kok heran ,kamu gak pernah minta uang ke bapak atau ibu tapi uang mu ada saja buat beli sesuatu" ucap Susi terkejut mendengar penuturan putra nya


"Jadi kapan rencana nya kamu pindah kuliah ?" Tanya Damar


"Secepatnya,semua nya sudah aku urus "


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2