
Ovan segera keluar setelah selesai dengan urusan nya di kamar mandi. Ia tertegun ketika mendengar suara banyak orang di luar. Dari suara obrolan tersebut terdengar suara Mila juga membuat nya mengerutkan kening.
"APA ! MENIKAH !"
Ovan mengerutkan kening mendengar nya."Siapa yang nikah ?" Gumam nya
Karena penasaran pria itu pun melangkah keluar.
"Nah ini dia nih ,bener kan yang aku bilang ,dia udah masukin cowok ke kosan nya " Cetus salah satu warga
"Bu ,dia teman aku ,dia tadi habis numpang ke kamar mandi ,sumpah Bu kami tak melakukan apa-apa " Ucap Mila membela diri
"Tapi kenapa ku juga berasa di dalam? Harusnya tadi kami tunggu di luar " Ucap orang itu lagi
"Tadi aku sedang mengambil kan minum ,dia masuk ke kamar mandi ,belum sempat aku keluar kalian sudah datang " Tutur Mila menjelaskan
"Halah alasan saja ,sudah pak segera nikahkan saja mereka,bisa sial tempat kami kalau ada pasangan mesum "Kata orang itu lagi seolah terus ingin memojokkan Mila
"Mas Andre,kok mas Andre gitu sih ,aku sama teman aku gak ngapa-ngapain,sumpah demi Allah " Ucap Mila pada pria bernama Andre. Ia juga lah yang melaporkan kedatangan Ovan pada ibu kos dan pak RT,termasuk penghulu yang juga tinggal di sana
"Jangan bawa-bawa nama Allah ! Sudah keciduk baru ingat Allah "Cibir teman Andre
"Maaf ini ada apa ya?" Tanya Ovan ,ia yang dari tadi hanya diam tak mengerti pun memberanikan bertanya
"Ada apa kamu bilang? Sudah jelas-jelas kalian ini pasangan mesum masih tanya ada apa ?" Seru Andre sambil menunjuk tepat di wajah Ovan
"Mesum apa nya ,saya hanya numpang e'e kok dibilang mesum ,kalau ditahan kan bahaya bisa e'e di celana tau " Ucap Ovan tak terima disebut mesum
"Ovan ,bisa gak ngomong nya jangan e'e,jijik tau" Geram Mila ia jadi kembali teringat suara sumbang dari dalam kamar mandi
"Loh emang nya harus bilang apa ,buang air besar ? Aku kan pernah bilang gak setuju dengan istilah buang air besar ,itu berarti artinya buang-buang air dalam jumlah banyak dong,kan sayang buang-buang air ,air tuh buat dihemat bukan dibuang-buang" Ucap Ovan ,Mila sampai menahan nafas saking kesal nya
"Lagian lebih simpel bilang e'e daripada buah air besar "Tambah nya
"Iya lah suka-suka mu saja " Dengus Mila sebal
"Maaf Bu , bapak-bapak ,saya keberatan kalau harus nikah sama orang gila ini ,kami benar-benar tidak melakukan apa-apa ,jika kalian memaksa saya lebih baik angkat kaki dari sini sekarang juga. Gak apa-apa kosan masih banyak saya bisa mencarinya " Ucap Mila tegas ,ia melirik sekilas pada Ovan yang melotot
"Enak saja orang gila " Gumam Ovan tak terima
Bu Ida dan para laki-laki itu saing lirik.
"Jadi gimana ini Bu , apa kita pulang saja , seperti nya mereka memang tak melakukan apapun " Ujar pak RT
"Pak jangan percaya sama mereka ,bisa saja mereka hanya pura-pura tak melakukan apapun agar terbebas dari kita " Cetus Andre
Mereka kembali saling lirik karena mulai kembali terprovokasi.
"Eh mas Andre ,kok gitu sih ? Kok kesan nya mas Andre pengen banget jatohin aku ? Kenapa mas,apa karena aku pernah nolak mas Andre ,jadi mas Andre dendam sama aku ,gitu?" Tuduh Mila
Ovan terkesiap
"huh,jangan Ge Er ! Aku hanya tak ingin tempat tinggal kami , lingkungan kami jadi tercemar gara-gara kamu dan pacar kamu itu "
"Maaf mas ,bukan aku Ge Er,tapi daritadi mas Andre yang selalu menyudutkan ku,aku tak terima karena aku dan dia tidak melakukan apa-apa" Mila menatap tajam pria yang hanya terpaut tiga tahun lebih tua dari nya itu
__ADS_1
"Dan tadi apa mas Andre bilang? tak ingin lingkungan ini tercemar karena perbuatan ku? Perbuatan yang mana yang mas Andre maksud? Apa tidak kebalik ? Seharusnya kata-kata itu ditujukan ke mas Andre. Jangan fikir aku gak tahu kelakuan mas Andre " Tambah nya
"Apa maksud mu?"
"Tanpa harus aku jawab mas Andre pasti mengerti apa maksud ku. Atau aku katakan saja biar orang-orang tahu ,apalagi ada pak RT di sini" Sedikit pun tak ada gurat ketakutan di wajah gadis itu
"Apa jangan-jangan sia tahu sesuatu tentang ku? Bisa gawat ini kalau mereka semua tahu " batin Andre mulai gentar
"Jadi Bu Ida ,pak RT dan bapak-bapak sekalian ,mohon maaf atas ketidak sopanan saya. Saya dan teman saya memang tak melakukan apapun,tapi jika bapak dan ibu tetap menginginkan pernikahan ini,dengan tegas saya menolak. Malam ini saya pamit ,untuk uang kos yang sudah masuk dua bulan ke depan tak usah dikembalikan,anggap saja sedekah dan rezeki buat ibu. Saya tidak bisa tinggal di lingkungan yang jangan kan masyarakat nya,tapi RT nya mudah di hasut dan terprovokasi,saya permisi untuk beres-beres barang saya " Setelah mengatakan itu Jika pun pergi ke dalam kamar nya
Ia sudah tak merasa nyaman tinggal di sana,karena ia yakin setelah ini Andre akan terus mengganggu nya karena ia tahu keburukan pria itu.
Ovan masih berdiam di sana , sementara orang-orang itu malah saling menyalahkan.
"Wah,gak nyangka aku ,si Mila bisa ngomong setegas dan seberani itu " Batin Ovan memuji
Beberapa saat kemudian Mila pun keluar dengan membawa tas ransel, dan dua kardus mie instan yang berisikan pakaian dan perlengkapan kuliah nya.
"Kamu kok masih di sini?" Tanya Mila pada Ovan
"Kalau aku pergi siapa yang angkat tuh barang-barang? Emang bisa sendiri?" Tanya Ovan
"Iya juga ya" gumam Mila
"Ya udah deh ,nih kamu angkat !"
"Semuanya?" mata Ovan melotot
"Ya iya semua nya ,katanya mah bantu. Kalau mau bantuin itu jangan setengah-setengah " Jawab Mila
"Ck ,tas nya berat ,jadi kamu saja yang gendong tas nya. Aku bawa satu kardus ini" Ucap Mila pada kardus dengan ukuran sedang
"Hm....dasar curang "
"Biarin "
"Nak Mila , ibu minta maaf,jangan pergi. Apa yang akan ibu katakan nanti pada orang tua mu ,mereka kan sudah menitip kan mu pada ibu "Ucap Bu Ida ketika Mila sudah siap untuk pergi
"Maaf Bu , keputusan ku sudah bulat,untuk orangtua ku biar aku yang jelaskan,ibu tenang saja aku gak akan buat nama ibu buruk di mata kedua orang tua ku ,karena mu bukan tipikal orang yang suka ngumbar keburukan orang"
"Assalamualaikum " Mila melirik pada Ovan yang saat itu langsung mengerti dan segera mengangkat kardus nya , sementara tas ransel sudah berada di punggung nya
"Waalaikum salam " jawab Bu Ida lirih ,dalam hati ia menyesal karena sudah termakan hasutan Andre. Bukan nya menanyakan nya terlebih dahulu ia malah langsung menodong anak kos nya untuk menikah
Di jalan
"Kamu mau kemana ?" Tanya Ovan
"Gak tahu " Jawab Mila singkat
"Lah terus ini gimana ?" Tanya Ovan lagi
"Ya gak tahu "jawab Mila lagi
Ovan sampai ingin menggaruk kepalanya namun tak bisa karena kedua tangan nya sedang membawa kardus.
__ADS_1
Saat itu juga mereka bertemu dengan Sarah yang baru pulang.
"Mila ,Ovan ?"
Di tempat lain
Di saat kedua pasangan pengantin baru itu hendak tidur , mereka mendengar suara Arkan yang menangis. Azzam pun beranjak dari tidur nya.
"Kamu tidur saja ,aku mau lihat Arkan dulu" Ucap nya
"Ikuuuuttt " Ucap Lala manja
"Ya udah yuk !" Azzam tersenyum. Ia merasa gemas dengan sikap Lala yang manja yang baru ia lihat kemanjaan nya setelah mereka menikah. Dulu yang nampak di mata nya ,sosok Lala merupakan sosok gadis yang mandiri,apa adanya ,kuat ,penyayang ,dan ceria ,meski sedikit bar-bar dan pecicilan. Namun itu yang membuat nya terus mematri sosok Lala di hati nya.
Sampai di ruang tv ,terlihat ibu nya Azzam tengah mencoba menenangkan Arkhan dengan menimang-nimang nya , Damar pun terlihat tengah menghibur Arkhan dengan menunjukan mainnya ditangan nya.
"Kenapa Bu?" Tanya Azzam
"Gak tahu Zam , tiba-tiba nangis kejer padahal sebelum nya sedang tidur pules " Jawab ibu nya
"Mimpi kali " Ucap Azzam
"Sini ,biar aku yang gendong " Azzam meminta Arkan yang langsung berhenti ketika sudah berpindah ke tangan Azzam
"Tuh ,sama pawang nya saja langsung berhenti nangis " Celetuk Damar
"Bhaaa....adek kenapa nangis hem,kangen kakak ya ,mau gendong kakak? Iya ? Ini kakak udah gendong,jangan nangis lagi ya ,ini sudah malam waktunya bobo ,nangis nya dilanjut saja nanti ok ganteng !" Ucap Azzam yang langsung direspon oleh baby Arkan
Usia nya sudah menginjak lima bulan,baby Arkan sudah bisa merespon ucapan seseorang dengan tersenyum bahkan membuka mulut seperti ingin berbicara namun yang keluar hanya kata A dan O.
"Mungkin kangen keluarga nya " Celetuk Lala , sontak Azzam yang tengah mengajak adik nya itu berbicara pun menoleh
"Kami keluarga nya ,tidak ada keluarga lain " Ucap Azzam dingin. Sorot matanya menunjukan jika ia tak suka dengan ucapan Lala
Deg'
"Zam "Tegur Susi
"Ma...maaf ,aku hanya...."
"Sudahlah lebih baik kamu tidur,nanti aku nyusul kalau Arkan sudah tidur " Ucap Azzam memotong ucapan Lala. Ia pun kembali menoleh pada Arkan
"Kalau gitu aku duluan " Lala beranjak sambil meremas d*da nya ,ia merasa sakit ketika melihat tatapan Azzam yang tak sehangat biasa nya
"Zam ,bapak tahu kamu sangat menyayangi Arkan,tapi benar apa kata Lala mungkin adik mu merindukan orang tua nya. Atau orangtua nya yang teringat Arkan ,dan menyesali perbuatannya yang sudah membuang nya,jadi batin mereka sampai pada Arkan " Ucap Damar
"Setelah beberapa bulan mereka akhirnya menyesal ? Aku rasa bukan itu penyebab Arkan rewel " Azzam menyangkal
"Jangan lupakan kuasa Allah Zam,Dia Maha pembolak- balikan hati umat nya,kamu akan mengerti bagaimana perasaan anak dan orangtua jika kamu sudah memiliki anak " Sambung Susi
"Cepat susul istri mu,dia pasti sakit hati dengan sikap mu tadi "Ucap Damar segera meraih Arkan yang sudah tidur. Ia tadi melihat perubahan raut wajah menantu nya yang terlihat kaget dan sedih
"Astaghfirullah....." Lirih Azzam ketika menyadari kesalahan nya
bersambung....
__ADS_1