
"Apa nya yang tegang ?" Tanya Lala yang tidak ngeh ,ia justru malah melanjutkan mencuci terong-terong itu dengan cara yang sama
"Astaga,bisa keluar asap kepala ku kalau dibiarkan begini" Keluhnya yang sudah merasa tak karuan
Azzam lantas beranjak untuk mengunci pintu rumah serta menutup rapat jendela di dapur nya. Sementara Lala tak menyadari apa yang suami nya lakukan .Dengan nafas yang sudah berat Azzam langsung memeluk Lala dari belakang.
"Eh " Lala tersentak ,apalagi saat tiba-tiba Azzam mencium tengkuk nya , rambut nya yang digulung membuat Azzam lebih leluasa menciumi tengkuk nya
"Aaahhhh..... Azzam,kamu ...."
"Sshhhttt....jangan protes ,siapa suruh kamu mancing-mancing hem,kamu harus tanggung jawab "
"Mancing apa maksud kamu ,terus tanggung jawab apa ?" suara Lala terdengar lirih
"Cara kamu mencuci terong itu membangunkan sesuatu dari tubuh ku " suara Azzam terdengar semakin berat ,deru nafas nya pun menyapu permukaan kulit hingga membuat Lala meremang
"Ahh,...Zam,ini di dapur " Des*h Lala ketika tangan Azzam mulai merambat di paha nya ,Lala yang saat itu mengenakan dress selutut membuat tangan nakal Azzam bisa dengan mudah mengeksplor bagian itu
"Kenapa ? Disini hanya ada kita berdua,aku sudah menutup dan mengunci semua akses keluar masuk di rumah ini "
"Ternyata kamu sudah basah,aku semakin tak tahan " Azzam membalikan tubuh Lala ,dan langsung menyatukan bibir nya
Dengan rakus Azzam mencumbu Lala ,disertai dengan kedua tangan Azzam yang tak diam membuat Lala semakin kelojotan dibuat nya,apalagi saat jari jemari nya mulai menyusup di area terlarang nya ,Lala semakin semaput.
"Oh,Azzam " rengek Lala,nampak nya ia sudah tak tahan lagi , penampilan nya pun sudah acak-acakan,namun Azzam belum melancarkan aksi nya
Azzam membimbing Lala untuk menuju sofa yang tak jauh dari meja makan ,hingga pada saat keduanya sudah siap naik ke puncak nirwana, suara ketukan di pintu depan membuat kegiatan mereka terhenti ,mereka saling tatap.
Tok tok tok
"Siapa sih yang datang ,ganggu saja " Ucap Azzam kesal
"Zam,..." Rengek Lala
"Tapi itu ada tamu " Ucap Azzam frustasi
"Biarin saja ,ayo lanjut " rengek Lala lagi
"Tapi itu bagaimana,aku gak bisa konsentrasi kalau ada yang ganggu " Ucap Azzam
"Tapi aku udah terlanjur pengen ,kalau enggak nanti malam gak boleh tidur di kamar " mendengar ancaman tersebut tentu saja Azzam tak mau jika nanti malam ia tak tidur bersama istri nya
"Ya sudah tapi jangan lama-lama ya " Azzam pun mengiyakan keinginan Lala,sebab jika menolak ancaman nya sungguh membuat nya takut
"Iya " Sahut Lala cepat
"Aakkhhh...... siapa sih pagi-pagi sudah datang "Lenguh Azzam ketika ia memasukan benda pusaka nya
"Hm.....aahhh.... Azzam,pelan....pelan...."
Hanya dalam hitungan menit permainan mereka pun selesai,meski ada rasa kecewa dalam diri masing-masing tapi mereka tak bisa saling menyalahkan ,baik Lala maupun Azzam keduanya sama-sama belum merasa puas.
"Maaf ya " Lirih Azzam segera memasukan benda milik nya
"Iya ,gak apa-apa,lumayan lah dari pada enggak tersalurkan sama sekali,bikin pusing " Lala kemudian terkekeh
Tok tok tok
Suara ketukan itu masih terdengar mengganggu pendengaran mereka.
"Gara-gara tamu tak diundang ,ibadah kilat deh,kamu bersihkan diri kamu gih , aku lihat dulu siapa yang datang " Ucap Azzam membantu Lala bangun dan merapikan pakaian nya
"Iya " Lala pun segera berlari ke kamar nya ,Azzam menggeleng dan terkekeh sendiri mengingat kelakuan mereka barusan
Tok tok tok
"Ck,siapa sih gak sabaran banget ,ada bel juga kenapa gak pencet bel saja " Gerutu Azzam sambil berjalan menuju pintu
Cklek'
"Akhirnya dibuka juga pintu nya,lama banget sih " Azzam menatap datar ketiga teman nya
"Datang-datang ngomel ,ucap salam kalau bertamu " Ucap Azzam datar
__ADS_1
"Tau nih ,minta digetok kali kepala nya " Ucap Mila
"Enak saja main getok-getok ini kepala bukan kelapa "sahut Ovan
'krik krik krik ' tiba-tiba terdengar suara jangkrik di halaman
"Garing " Cetus Mila dan Azzam bersama
"Hihihi....." Sarah nampak terkikik
"Kamu kenapa Sarah ?" Tanya Mila
"Enggak ,gak kenapa-kenapa. Lala mana ? Apa kita tidak diperbolehkan masuk ?" Tanya Sarah
"Ada di dalam ,ayo masuk " Azzam pun mempersilahkan ketiga teman nya masuk
"Kebetulan kalian datang,aku lagi butuh bantuan nih " Ucap Azzam tiba-tiba memiliki sebuah ide
"Apa ?" Tanya ketiga nya
"Yuk ikut ! " Ajak Azzam tak ingin memberi tahu dulu,ia malah berjalan meminta ketiga nya untuk mengikuti
"Loh kok ke dapur ?" Tanya Sarah
"Hari ini kami mau bikin makanan buat dibagi-bagi ke tetangga terdekat ,berhubung kalian datang boleh lah kalian bantu " Ucap nya tanpa beban
"Kalian datang di saat yang tepat " Ucap Lala saat ia baru datang lalu duduk di kursi meja makan
"Hm....tau begini kita gak ke sini tadi ,kamu sih pagi-pagi udah ngajak ke sini " Keluh Ovan menyalahkan Mila
"Dih,bukan nya kamu yang ngasih ide,aku sih cuman iya in saja" Kilah Mila tak ingin disalahkan
"Sudah sih udah terlanjur juga ,kalian mau masak apa saja ini ,bahan nya banyak banget?" Tanya Sarah sambil memperhatikan bahan-bahan masakan ,namun mata nya tak sengaja melihat sesuatu di dekat sofa
"Kain lap mungkin " gumam nya pelan
"Bikin ayam serundeng, capcai ,sambal kentang ,sayur opor ,juga lontong ,sisa nya kita masak buat makan kita " Jawab Azzam
"Banyak banget" gumam Ovan
"Ok "
Mereka pun mulai sibuk mengerjakan bagian masing-masing.Lala dan Mila mengupas kentang,Sarah setelah selesai membersihkan potongan ayam ,segera memotong kentang ,Ovan mengumpulkan bumbu sesuai arahan Azzam , sementara Azzam sendiri yang memasak.
Saat itu ponsel Sarah berbunyi.
"Banh Iqbal " Gumam nya membatin
Gegas gadis itu segera mengangkatnya namun ia beranjak sedikit menjauh. Lala hanya diam memperhatikan tanpa ingin tahu siapa yang menelepon nya.
"Iya bang ,kenapa ?" Tanya Sarah pelan
"Kamu di mana ? Ini aku sudah di depan kosan kamu kata tetangga kamu ,kamu pergi "
"Aku di rumah nya Lala ,lagi bantuin masak-masak,ada apa yang bang?"Tanya Sarah
"Oh ,enggak kok. Tadinya aku mau ngajak kamu ketemu orang tua aku ,mereka sudah sampai tadi ,mereka buru-buru ingin bertemu sama kamu " Tutur Iqbal
Gluk'
Sarah menelan Saliva , tiba-tiba ia jadi gugup.
"Kenapa juga aku harus gugup ,kan itu hanya pura-pura" batin nya
"Halo Sarah,kamu dengar aku kan ?" Tanya Iqbal karena Sarah tiba-tiba diam
"Eh ,iya bang aku denger kok. Gimana kalau selesai bantu Lala saja ,gak enak juga rasanya kalau ketemu sekarang " Lirih Sarah pelan
"Iya aku ngerti kok ,maaf ya udah libatin kamu dalam masalah aku,tapi aku gak tahu mesti minta tolong sama siapa lagi " Ucap Iqbal merasa tak enak
"Iya tak apa "
"Kalau gitu nanti kamu kabarin lagi kalau sudah selesai nanti aku jemput ,jangan lupa kasih alamat nya ya " Ucap Iqbal lalu menutup telepon nya setelah terdengar Sarah mengucapkan iya
__ADS_1
"Huuuuuffftt..... ,tak seharusnya rasa ini hadir dan tumbuh begitu saja. Mana mungkin dia akan balas perasaan ku,karena aku tahu siapa yang ada di hati nya. Dan sampai saat ini pun aku masih melihat cinta dimatanya untuk Lala " batin Sarah
Meski begitu ia tak bisa membenci Lala ,karena Lala sendiri tak mau membalas perasaan Iqbal apalagi Lala kini sudah menikah dan bahagia bersama Azzam.
Perasaan cinta memang tak dapat di cegah siapa pun ,ketika cinta itu hadir maka benih-benih itu akan tumbuh semakin lebat apalagi dengan seringnya bertemu. Begitupun dengan yang Sarah rasakan saat ini. Dari semenjak Iqbal menolong nya malam itu , gadis itu tak bisa sedetik saja melupakan wajah pria yang sudah menolong nya. Ditambah perlakuan Iqbal yang selalu baik padanya membuat perasaan nya kian membuncah. Tapi sekuat apa pun ia mencoba menyangkal tetap hati nya tak bisa berbohong.Meski harus memendam rasa itu sendiri,itu lebih baik menurut nya daripada nanti Iqbal mengetahui namun tetap tak akan terbalas.Itu justru akan membuat perasaan nya terluka. Sarah memilih mencintai pria itu diam-diam.
Setelah selesai,Sarah kembali ke dapur.
"Siapa yang nelpon sih ,kenapa mesti menghindar ?" Tanya Mila kepo
"Mau tau saja " Sarah mengabaikan keingintahuan Mila dengan kembali pada pekerjaan nya
Suara minyak goreng panas yang terkena bumbu halus memenuhi ruangan.Aroma yang keluar dari bumbu halus tersebut membuat perut mereka serentak keroncongan.
"Wangi banget ,jadi lapar " Cetus Ovan
"Maaf lupa ngasih makanan " cengir Lala lalu beranjak menuju lemari es lalu membuka nya
"Ini ,makan dulu yang ada ,lumayan buat ganjel perut " Lala meletakan satu piring besar kue bolu yang sudah dipotong dengan aneka kue kering dalam toples ,tak lupa Lala juga memberikan beberapa minuman segar
"Nah ,dari tadi kek " Ucap Ovan langsung meraih kue bolu dan memasukan nya ke dalam mulut
Lala beranjak mendekati Azzam.
"Udah mateng ?"Tanya nya
"Sebentar lagi ,nunggu meresap bumbu nya,kamu mau coba ?" Tawar Azzam ,yang langsung di jawab anggukan
Azzam meraih sendok lalu menyendok masakan di wajan,ia meniup nya pelan sebelum diberikan pada Lala.
"Sini ,biar aku saja " Pinta Lala
"Gak usah " Tolak Azzam
"Ayo,'aaa " lanjut nya. Mau tidak mau Lala pun membuka mulut nya
"Gimana? Enak ?" Tanya Azzam
"Enak banget ,sumpah ! Kamu kok bisa masak seenak ini sih "
"Siapa dulu dong " Ucap Azzam percaya diri
"Kalau gitu gimana kalau kita buka rumah makan saja ,aku yakin bakal laku " Lala tiba-tiba memiliki ide
"Boleh juga tuh,tapi kamu nanti bosan gak ,kan aku pasti bakal sibuk masak ?"
"Ya kan aku juga ikut bantu lah ,biar aku yang melayani pembeli " Ucap Lala
"Gak ! Gak boleh !"
"Kok gak boleh ?" Tanya Lala bingung
Mila,Sarah ,dan Ovan memperhatikan keduanya.
"Karena kamu hanya boleh melayani aku di atas ranjang " Ucap Azzam sambil tersenyum dan mengedipkan satu mata nya
"Ekhem.....ekhem....kalian lupa ada kami di sini " Celetuk Ovan membuat keduanya salah tingkah
Sumpah demi apapun keduanya memang terlupa dengan keberadaan teman-teman nya.
"Dasar ya kalian ini, mentang-mentang udah halal " Lirih Mila yang ikut malu mendengar ucapan Azzam. Ia baru tahu jika seorang Azzam yang biasa terlihat dingin dan cuek bisa berbicara segenit itu , sementara Sarah ,gadis itu memilih menulikan telinga nya. Namun lagi-lagi netra nya melihat sesuatu tergeletak di dekat sofa. Penasaran Sarah mengambil nya
"Astaga ! Ini kan ....."
Deg'
Sarah menoleh pada Lala yang juga menoleh ke arah nya. Sontak mata nya melotot begitu pula dengan Azzam.
Rasanya ia ingin masuk ke dalam lubang semut agar tak terlihat oleh teman-temannya.
"Kenapa aku lupa membawa nya tadi " Lirih Lala membatin
"Kalau begini kan aku yang malu " Tambah nya
__ADS_1
Bersambung...