
Sejenak Lala melupakan niatnya ketika meminta korek. Ia malah bertanya sesuatu pada Azzam.
"Sejak kapan kamu merokok ? Rokok gak baik buat kesehatan kamu " Cetus nya
"Loh siapa yang merokok. Memang nya cuman perokok yang suka bawa korek begitu? aneh-aneh saja ,mana mungkin aku merokok" Ucap Azzam
"Kamu sendiri buat apa minta korek segala ?" Tanya Azzam balik
"Lah iya aku lupa " Lala menepuk kening nya hendak bangkit ,namun ia kemudian mengeluh kesakitan
"Aaww...aduh " Rintih nya seraya memegangi kaki nya yang terkilir
"Eh, hati-hati ! Kamu mau kemana?" Tanya Azzam
"Aku mau ke luar ,ayo bantu aku !" Pinta Lala
"Terus itu gimana ?" Tanya Azzam menunjuk kuntilanak yang masih duduk di atas tubuh Wika dengan dagu nya
"Biarkan saja ,dia gak mungkin kemana-mana,dia akan pergi jika celananya kita bakar " Sahut Lala
"Celana? Celana apa sih ,kenapa mesti dibakar?"
"Aduh nanti saja deh jelasin nya ,sekarang bisa gak bantu aku jalan " Pinta nya
"Ok " Azzam pun membantu Lala untuk keluar dari dalam tenda.
"Awas, awas kalian minggir !" Seru Lala
"Ada apa sih ?" Tanya Bagus
"Tolong kamu dan yang lain jagain Wika ,jangan sampai dia keluar sebelum kami kembali" Ucap Lala meminta pada Bagus
"Memang nya kenapa?" Tanya Hamdan
"Nanti saja jelasin nya,ayo Zam " Ajak Lala lagi
"Emang nya kalian mau kemana?" Tanya Robin
"Gak usah banyak tanya deh,kalau mau tahu ikut saja " Sahut Lala
"Ck ,cewek kok nyebelin banget " Gumam Robin yang sedikit tersinggung dengan ucapan Lala,meski begitu ia tetap mengikuti Lala dan Azzam karena penasaran
"Sudah Zam,makasih " Ucap Lala ketika ia sudah berada di tempat Wika melupakan celana nya
"Mana ya " Lala celingukan mencari nya
"Kamu nyari apa sih?" Tanya Azzam
"Celana "Sahut Lala tanpa menjelaskan celana apa yang ia maksud
Padahal kalau Lala menjelaskan nya sedari tadi Azzam sudah melihat celana yang dimaksud. Hanya saja letak nya yang terhalang rumput membuat Lala tak melihat di posisi nya saat ini.
"Celana seperti apa ?" Tanya Azzam lagi. Ia mulai curiga jika celana yang dimaksud adalah ****** ***** yang ia lihat
"Kalian ngapain ke sini? Mojok ya?" Celetuk Robin
"Jangan sembarangan ,kita gak lagi mojok! Lebih baik kamu bantu kita mencari ****** ***** punya Wika " Sentak Lala
"HAH....****** ***** ! "
Seru Robin
"Apa ****** ***** itu yang kamu maksud ?" Tunjuk Azzam
"Mana ?" Tanya Lala langsung menoleh pada Azzam
"Itu " Tunjuk nya lagi ,Lala pun segera mendekati nya
"Nah iya bener " Seru Lala , kemudian gadis itu mencari ranting. Tentu nya ia tak mau menyentuh nya langsung.
"Aduh ya ampun ,lihat kotoran haid sendiri saja aku jijik ,lah ini kotoran orang " Batin Lala seraya menahan mual
Setelah berhasil menemukan ranting,Lala meraih celana ituenggunakan ranting. Kemudian mengarahkan nya pada Azzam.
"Ayo Zam bakar ! "
__ADS_1
"Kok aku ? " Tanya Azzam bergidik
" Aku jijik,kamu saja " Ucap Lala
" Lah,apalagi aku " Kata Azzam pula ,namun kemudian Lala dan Azzam menoleh pada Robin
Robin yang sadar pun segera memutar tubuh nya lalu pergi begitu saja mengabaikan teriakan dari Azzam dan Lala.
"Yaaah...terus ini gimana ?" Tanya Lala menghentak-hentakan kaki nya
Melihat Lala yang seperti itu bukan nya il feel ,Azzam justru merasa gemas.
"Ya sudah biar aku saja yang bakar " Ucap Azzam kemudian
"Nah,gitu dong daritadi kek " Lala kembali mengarahkan celana itu kehadapan Azzam
"Jangan terlalu deket juga dong La,nanti kena aku gimana "
"Hehehe...maaf " Cengir Lala
"Tapi kamu bacain doa dulu ya ,biar tuh Kunti kabur ,kasihan Wika ditempeli terus "
"Iya ,aku ngerti kok "
Sebelum membakar nya terlebih dahulu Azzam membaca doa,lalu setelah nya ia membakar celana itu.
Butuh waktu untuk bisa terbakar karena konsidi celana nya yang basah terkena embun. Hingga akhirnya celana itu berhasil dibakar dengan dibantu dedaunan kering juga ranting.
Setelah itu,mereka pun kembali ke dalam tenda dimana Wika saat ini mulai membuka mata nya.
"Gimana keadaan kamu ?" Tanya Lala
"Emang nya aku kenapa ?" tanya Wika merasa tak ada yang aneh dengan nya
"Gak kok gak apa-apa "
Sementara itu para petugas kembali melakukan pencarian terhadap Wahyu dan Didin. Bagus ,Hamdan ,Yogi ,dan Robin pun ikut mencari. Hanya Lala ,Azzam dan Wika yang tinggal di tenda.
"Gimana kaki kamu ?" Tanya Azzam duduk di depan Lala
"Minyak gosok. Sini aku bantu urut kaki nya " Ucap Azzam
"Memang nya bisa?" Tanya Lala ragu
"Insya Allah. Tapi kalau masih sakit dan tambah parah nanti aku bawa ke rumah sakit deh "
"Ya udah gak usah deh " Lala langsung menarik kaki nya kembali
"Hehehe ... becanda kali La ,sini aku bisa kok. Percaya deh " Ucap Azzam lagi
"Beneran kamu bisa?" Tanya Lala lagi
" Iya "
"Diem ya,santai aja ,lemesin dan jangan tegang " Ucap Azzam seraya menggulung ujung celana nya Lala
"Aww....sakit Zam !" Pekik Lala sedikit menarik kaki nya
"Hey ,diem malah ditarik "
"Ya abis nya sakit " Lirih Lala
"Haduh La,begitu doang mah kecil,aku dulu pernah patah kaki, gara-gara jatuh pas manjat pohon mangga " Ucap Wika
"Seriusan?" Tanya Lala
"Ya iya serius ,sampe tiga bulan gak bisa jalan "Sahut Wika
"Ih serem juga ya "Gumam nya pelan
Kreekkk'
"Aaakkkhh...."
"Sudah ,jangan teriak-teriak " Cetus Azzam lalu membenarkan celana Lala yang ia gulung tadi
__ADS_1
"Eh ,kok jadi gak sakit lagi ya" Ucap Lala menghapus air mata nya yang tak sengaja keluar lalu menggerakkan kaki nya yang terkilir
"Kamu tuh berantem ok ,giliran kaki terkilir saja nangis " Ucap Azzam sambil menyentil kening nya Lala
"Iih....kamu mah ngeledek terus "Lala mengerungkan wajah nya sambil mengusap kening nya
"Ngelihat kalian kaya gini kok berasa sweet banget ya ,padahal kalian gak ngapa-ngapain" Celetuk Wika
Sontak saja kedua nya jadi salah tingkah.
"Emang nya kalian udah lama kenal nya ya?" Tanya Wika
"Maaf kepo " Tambah nya
"Kita kenal saat SMK ,kita juga tinggal satu kampung " Jawab Lala
"Tapi kalian akrab banget "
"Masa sih ?" Tanya Lala lagi. Sementara Azzam tak lagi berbicara setelah dibuat salah tingkah
Beberapa saat kemudian Bagus dan yang lain nya datang dengan wajah murung.
"Loh ,kalian kenapa?" Tanya Wika
Namun bukan nya menjawab,mereka malah diam. Bagus menghembuskan nafas kasar.
"Kita bereskan tenda ,lalu kita turun " Ucap Bagus
"Loh ,kok turun? Kita kan belum nyampe puncak ,terus lagi dua kunyuk itu belum ketemu ,masa kita mau pulang ninggalin mereka " Protes Wika
"Omongan itu doa,tapi sebelum itu diucapkan mereka udah jadi kunyuk duluan "Lirih Lala
"Hah ,apa La?" Tanya Azzam yang kebetulan mendengar gumaman Lala
"Kamu lihat ke sana deh " Tunjuk Lala ,Azzam pun mengikuti arah telunjuk nya
"Kamu bisa lihat kan ? Hanya kita yang bisa lihat mereka " Ucap Lala lagi
"Jadi maksudnya?"
"Dua teman mu jadi bagian dari gunung ini,dan itulah wujud mereka sekarang " Lirih Lala. Ia pun menjelaskan ketika ia melihat kedua nya saat di pasar ghaib tadi malam
"Astaghfirullah....." Gumam Azzam ketika melihat dua monyet yang tengah menatap ke arah mereka
"Ayo,kita bereskan tenda-tenda nya " Seru Robin
Tak berselang lama para petugas datang dengan membawa dua tubuh manusia tak bernyawa yang tak lain dan tak bukan adalah Wahyu dan Didin.
"Innalilahi wainailaihi raji'un...." Lirih Azzam
Wika sampai tak bisa berkata-kata melihat jenazah kedua teman nya.
Singkat cerita hari ini mereka pun akan kembali pulang . Azzam berpamitan pada Lala saat hendak menaiki mobil jemputan. Kelompok Azzam tak lagi ikut ke Jakarta ,karena mereka akan langsung pulang ke Sumedang.
"Kamu hati-hati ya ,kabarin aku kalau udah sampai rumah " Ucap Azzam seraya mengacak rambut Lala
"Ehm...kamu juga hati-hati , makasih karena kamu selalu ada saat aku membutuhkan pertolongan "Ucap Lala
"Ini lumayan lah buat kenang-kenangan,biar kamu selalu ingat waktu shalat. Masih baru kok " Azzam memberikan jam tangan nya
"Iya makasih " Lala menerima nya
"Woy Zam ,buruan ! Tuh ambulans nya udah jalan " Seru Robin. Jenazah Wahyu dan Didin di bawa dengan dua ambulan
"Ya sudah, aku duluan assalamualaikum..."
"Waalaikum salam "
Lala menatap kepergian mobil yang ditumpangi Azzam yang semakin menjauh dan hilang setelah melewati tikungan
"Huuuuuffftt.... selamat jalan Zam ,aku akan jaga baik-baik jam tangan nya " Lirih nya
"Mungkin ini adalah akhirnya. Akhir dari sesuatu yang tak pernah dimulai"
Baik Lala maupun Azzam keduanya merasa mereka sudah tak akan lagi bertemu. Meski bertemu pun sudah ada yang berbeda dari keduanya. Tanpa mereka sadari sebuah kejutan sudah menunggu di depan mata.
__ADS_1
Bersambung....