
Setelah satu jam kemudian, akhirnya pria itu pun sadar. Saking lama nya menunggu Lala dan Azzam sampai makan di depan pria itu dengan beralaskan tikar.
"Akhirnya sadar juga " Ucap Lala ketika melihat orang itu membuka mata
"Aku dimana ? Kenapa aku diikat ?" Tanya nya pelan
"Kamu di rumah aku ,kenapa kamu diikat bair gak kabur "Jawab Lala sambil nyengir
"Lepaskan saya " pinta nya
"Baik , akan aku lepaskan ,tapi jawab dulu pertanyaan ku" Ucap Lala menjeda ucapan nya
"Siapa yang menyuruh mu ?" tanya Azzam
"Gak ada yang nyuruh " jawab pria itu tak mau mengaku
"Yakin ?" Tanya Lala pelan kemudian ia meraih kemoceng yang berada di atas meja
"Sayang ,ruangan ini seperti nya harus dibersihkan deh ,masa baru satu jam dia disini udah berdebu saja " Ucap Lala seraya mengimbas-ngibaskan kemoceng pada wajah pria itu
"Haacciiiihhhh....."
Di luar bi Yati yang tengah melintas nampak terperanjat mendengar suara bersin dari dalam ruangan.
"Aduh,meni reuwas pisan. Tapi eta sora bersin saha eung, da siga lain sora den Azzam atuh ?" ( Aduh,kaget banget. Tapi itu suara bersin siapa ,seperti bukan suara den Azzam )
"Tapi kok suara na di ruangan eta ,apanan ruangan eta teh kosong ,maenya jurig. Hiiiihh sieun ah mending kabur " (tapi kok suaranya dari ruangan itu,kan ruangan itu kosong ,masa iya hantu.Hiiiiih....takut mending kabur ) Bi Yati nampak lari terbirit-birit
"Hahahaha....." pria itu tertawa karena mendapat gelitikan di pinggang nya
"Aduh , ampun....saya mau pipis , hahahaha...."Teriak nya
"Jadi siapa yang nyuruh kamu ?"Tanya Lala
"gak ada " pria itu tetap tidak mau mengaku
"Hm,....ok kalau masih gak mau ngaku juga" Lala lalu menghentikan aksi nya ,sementara Azzam hanya duduk diam menyaksikan,ia sendiri awal nya merasa khawatir,takut jika istrinya melakukan hal yang tak diinginkan,tapi setelah melihat jika istri nya hanya membuat pria itu kegelian ,ia pun diam saja
"huh ..huh..." Pria itu nampak menghela nafas lega
"Jangan senang dulu " Lala kembali dengan membawa jarum beserta benang nya
Gluk'
__ADS_1
"Mau apa dia ?" Batin nya
"Sayang kamu mau apa ?" Tanya Azzam was-was
"Gak mau apa-apa,cuman mau menjahit bibir nya ,karena dia gak mau ngaku jadi aku mau buat dia gak bisa ngomong lagi " Jawab Lala enteng ,namun dengan tatapan nya yang tajam
"Sayang ,jangan aneh-aneh " Cegah Azzam
"Gak aneh ,kok " Sahut Lala enteng ,ia lalu berjalan mendekat
"Ibu....tolong ..." jerit pria itu dalam hati ,bibir nya terasa berkedut melihat jarum yang nampak panjang dan besar.Terang saja karena jarum tersebut merupakan jarum yang sering digunakan untuk menjahit karung
"Jawab saja ,siapa yang sudah nyuruh kamu ,jika mau jawab maka aku akan melepas kan mu,tapi kalau tetap tak mau ngaku kamu tanggung sendiri akibat nya" Ucap Lala terlihat sangat serius ,padahal ia hanya menggertak dan menakuti nya saja
"Jadi.... siapa? Dibayar berapa kamu hingga kamu sangat setia tak mau mengatakan nya pada ku? Apa menurut mu dia akan menyelamatkan mu ,apa menurut mu dia akan merasa iba dengan apa yang terjadi pada mu,tentu tidak bukan. Justru saat ini dia pasti sedang duduk santai dan menikmati hidup nya , sementara kamu nyawa mu ada pada ku ,jika aku mau saat ini juga aku akan menghabisi mu,kau lihat sendiri bukan di sana terdapat banyak senjata tajam " Apa yang dikatakan Lala memang kah benar ,tak jauh dari tempat mereka terdapat beberapa senjata tajam diatas meja ,ada celurit,pisau lipat ,golok ,gunting rumput juga beberapa jenis senjata tajam lain nya. Tanpa pria itu ketahui jika senjata tajam itu hanyalah sebuah mainan.
Lala menemukan benda-benda tersebut di dalam gudang beberapa hari yang lalu,ia merasa benda-benda tersebut sangat unik hingga ia berencana untuk menjadikan nya sebuah pajangan nanti.
"B...baik lah ,sa...saya ...mengaku ,saya memang di suruh ,tapi saya tidak tahu nama nya ,tapi dia perempuan cantik " Ucap pria itu terbata
Lala menoleh pada Azzam yang mengerut kan kening nya.
"Benar kan aku bilang " Ucap Lala sambil menatap Azzam
"Tapi siapa sayang ?" Tanya Azzam
"Kalau bukan dia bagaimana ?" Tanya Azzam masih ragu
"Huuuuuffftt...." Lala menghela nafas
"Kamu perhatikan baik-baik" Lala beralih menatap pria yang masih terikat lalu meraih ponsel nya
"Apa dia yang sudah nyuruh kamu ?" Tanya Lala seraya menujukan foto Veena
"Sayang ,kok kamu punya foto nya ?"Tanya Azzam heran
"Lala gitu loh" Sahut nya bangga. Lala mendapatkan foto tersebut dari sebuah media sosial milik Veena. Lala yang saat itu merasa bosan iseng melihat media sosial nya yang jarang ia buka ,hingga tak sengaja akun Veena nagkring di beranda nya. Lala pun penasaran dan melihat-lihat postingan terbaru nya tanpa memfollow nya.
"I...iya ,dia yang sudah membayar saya " Ucap pria itu akhirnya mengaku juga
"Berapa dia membayar mu ?" Tanya Azzam
"Apa saja yang dia perintahkan ?" Tanya Azzam lagi tanpa memberi kesempatan pria itu menjawab
__ADS_1
"Dia memperintahkan untuk menculik nya ,dan meminta kami melakukan apapun pada nya ,termasuk menghabisinya" Jawab pria itu mengatakan yang sebenarnya
Mendengar hal itu tentu saja membuat Azzam kalap
Buk'
Tiba-tiba Azzam memukul wajah pria itu.
"Ampun , saya sudah katakan yang sebenarnya,kenapa dipukul?" Rintih pria itu
"Sekarang begini saja,aku akan bebaskan kamu,tapi aku ingin kamu memberi pelajaran untuk perempuan itu. Tak perlu ada kekerasan cukup membuat nya shock saja ,terserah apa yang akan kamu lakukan ,tapi ingat jangan sampai dia celaka apalagi sampai mati " Ucap Lala seraya memotong tali yang mengikat kedua tangan dan kaki nya
"Dan ini makan lah,kamu pasti lapar bukan ,nanti akan aku beri kamu bayaran dua kali lipat yang sudah dia bayar " Ucap Lala tanpa perhitungan
"Sayang ,kamu yakin ?" Tanya Azzam
"Iya ,kamu tenang saja aku akan menggunakan uang ku ,sedangkan uang dari mu akan aku gunakan untuk pengganti uang ku yang ku berikan pada nya " cengir Lala
"Hm,...sama aja bohong " Ucap Azzam gemas
Hari sudah gelap saat pria itu keluar dari rumah Lala. Ia merasa beruntung karena ia hanya di ikat dan digelitiki meski sempat mendapat pukulan dari Azzam.
Dengan membawa tas berisi uang ,ia berjalan menuju jalan raya. Dalam hati ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatan nya. Masih beruntung yang menangkap nya pasangan suami istri yang baik ,coba kalau polisi atau orang yang lebih kejam ,sudah pasti ia kini hanya tinggal nama saja.
Sementara di tempat lain ,saat ini Deni tengah bingung karena tiba-tiba saja datang beberapa pria berjas hitam ke kontrakan nya.
"Ada apa ya,dan siapa kalian ?" Tanya nya
"Saya Ken,tangan kanan nya tuan besar ,besok saya aka menjemput anda jam delapan pagi ,saya harap anda tidak menolak " Ucap nya
"Ke heula ,kamu kan yang waktu itu ngasih saya kunci emas ?" Tanya Deni
"Iya tuan" Sahut nya
Di sisi lain nampak Alena memperhatikan dari dalam mobil nya.Sampai saat ini ia belum menemui Deni namun sering diam-diam memperhatikan nya.Deni sendiri seperti orang linglung semenjak Alena tak menemui nya.Kadang ia suka lupa hari , pekerjaan nya pun sering tidak fokus,hingga akhirnya Deni cuti kerja dan memilih istirahat,namun rasa gelisah nya malah terus ia rasakan. Entah sadar atau tidak Deni merindukan bule itu.
"Siapa orang-orang itu ?" Gumam Alena
"Apa jangan-jangan mereka orang jahat" gumam nya lagi
"Aduh, bagaimana ini,apakah aku harus menghubungi polisi ?"
Ketika Alena hendak menghubungi polisi, pria-pria berjas hitam akhirnya pergi ,dan Alena tak jadi menghubungi polisi. Di tempat nya,Deni diam termenung,ia yang hendak masuk pun mendadak terdiam ketika merasakan sesuatu yang aneh pada diri nya.
__ADS_1
"Ya Allah ada apa dengan ku,kenapa jantung ku berdebar seperti ini?" Lirih nya seraya meraba dada nya
Bersambung...