Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Nasihat Banu


__ADS_3

"Ekhem " Lala berdehem membuat kedua nya terkesiap


"Kalian kok ada di sini ?" tanya Sarah setelah mengendalikan diri nya


"Kamu yang kenapa ada di rumah bang Iqbal " canda Lala


"Jadi...ini rumah bang Iqbal?" tanya Sarah


"Iya , gimana keadaan kamu ?" tanya Iqbal menatap Sarah


"Aku baik-baik saja ,jadi semalam pak Iqbal yang nolongin aku?" tanya Sarah lagi


"Iya , kebetulan aku lewat jalan itu "


"Makasih ya pak ,aku gak tahu jika tidak ada bapak bagaimana keadaan aku saat ini " ucap Sarah yang benar-benar merasa beruntung karena ia bisa selamat


"Iya ,tak masalah "


Sementara itu Azzam baru pulang dari kampus ,ia menghela nafas ketika melihat beberapa barang hantaran sudah dikemas sedemikian rupa hingga sedap dipandang mata.


"Assalamualaikum " ucap nya


"Waalaikum salam "sahut ibu Tini yang tengah menghias hantaran nya


"Eh Azzam udah pulang "ucap ibu nya yang baru keluar dari dapur


"Iya Bu ,mana Arkan Bu?"tanya nya


"Lagi tidur ,sana kamu ganti baju dulu nanti kalau sudah gak capek kamu pergi ke rumah Mbah Arum ya, tadi pagi ibu pesan lontong dan gorengan,pasti sekarang sudah selesai menggoreng nya " ucap ibu nya


"Iya Bu " Azzam pun berlalu ke kamar nya untuk mengganti pakaian nya


"Gak nyangka ya Azzam udah mau nikah aja , perasaan baru kemarin dia lari-lari gak pakai celana " celetuk Bu Tini


"Iya Bu ,Azzam semakin dewasa , lah kita semakin tua " sahut ibu nya Azzam


"Tapi ngomong-ngomong Azzam nikah sama siapa ,orang mana,kok gak pernah kelihatan diajak main ke sini?" tanya Bu Tini penasaran


Mendapat pertanyaan seperti itu membuat ibu nya Azzam gelagapan. Masalah nya ia sendiri tak tahu seperti apa wajah calon istrinya itu.


"Calon nya Azzam orang Bandung Bu " hanya itu yang bisa ibu nya katakan


"Oalah....pantas saja gak pernah lihat. Tapi cantik gak? Pasti cantik dong ,Azzam nya aja ganteng gitu kaya aktor Korea yang namanya Mimin ho Mimin ho itu" celetuknya


"Hehehe.... insya Allah calon nya Azzam tak hanya cantik tapi baik dan akhlak nya pun bagus " ucap ibu nya Azzam


"Amiin...."


Azzam yang mendengar percakapan nya pun hanya bisa menghela nafas nya.

__ADS_1


"Mudah-mudahan apa yang ibu ucapkan benar adanya " batin nya


"Bu, aku berangkat ke rumah Mbah Arum dulu ya "


"Iya"


Setelah itu Azzam pun pergi dengan berjalan kaki.


Beberapa saat kemudian Azzam pun sampai di depan rumah Mbah Arum.


"Kalau aku ke sini suka inget Lala , dia sedang apa ya sekarang"gumam nya


"Eh Azzam ,mau ambil pesanan ya ?" tanya Nining


Mendengar suara Nining Azzam pun menoleh


"Iya bi"


"Yuk masuk , nunggu nya di dalam ,bibi mau ambilkan dulu pesanan nya " ucap Nining


"Tak usah bi,aku nunggu di sini saja " tolak Azzam ,ia menolak karena tak ingin kembali teringat akan sosok gadis tengil yang selalu mengganggu hati dan fikiran nya


"Ya sudah,tunggu sebentar ya " Nining pun segera pergi ke dapur untuk mengambil pesanan ibu nya Azzam , tak lupa Mbah Arum juga menambahkan beberapa sebagai bonus


"Ya Allah... tolong hapus lah ingatan ku tentang nya,aku tak mampu jika terus seperti ini " lirih nya membatin


Sebentar lagi status nya akan berubah dan akan berdosa jika ia masih memikirkan gadis lain sementara pernikahan sudah di depan mata. Azzam pun sudah menerima sebuah tulisan yang mana isinya merupakan kalimat untuk ijab kabul nanti ,ia diminta untuk menghafal nya agar nanti tidak ada kesalahan saat ijab kabul dilaksanakan. Namun sampai saat ini pun Azzam tak pernah membaca apalagi menghafal nya.


"Waduh ,makasih banget kalau gitu bi,terus nenek nya kemana bi? kok gak kelihatan?" tanya Azzam


"Tadi selesai menyiapkan pesanan mu ,nenek langsung pergi ke kebun " jawab Nining


"Oh gitu ,ini sudah kan uang nya bi?" tanya Azzam


"Udah "


"Kalau gitu aku pamit pulang , assalamualaikum "


"Waalaikum salam "jawab Nining


"Mereka udah dewasa saja , sebentar lagi Lala menikah ,gak sangka aku dia udah mau nikah" Nining dan nek Arum baru mendapat kabar jika Lala akan menikah kemarin malam ,mereka pun nanti akan dijemput sebelum pernikahan Lala berlangsung


Rupanya baik Nining maupun nek Arum, keduanya belum mengetahui perihal perjodohan itu ,entah bagaimana reaksi mereka jika tahu Lala menikah karena dijodohkan.


Kembali ke Lala


Setelah cukup puas mengobrol Lala , Mila ,dan Sarah berpamitan. Tentunya mereka pulang diantar oleh Iqbal.


"Makasih ya pak " ucap Sarah dan Mila bergantian ketika mereka sudah diturunkan di depan kosan mereka

__ADS_1


"Iya sama-sama,oh iya jangan panggil pak lah ,kesan nya aku tua banget, kalian panggil abang saja biar sama kaya Lala " ucap Iqbal


"Ok " sahut keduanya mengacungkan jempol


Setelah itu Iqbal pun melajukan mobil nya menuju kontrakan Lala.


"Aku kira kalian satu kos san " ucap Iqbal


"Enggak ,saat itu udah gak ada kamar kosong,jadi aku cari kos san lain saja,dan nemu kontrakan dengan satu kamar dan ruang tamu ,kamar mandi nya juga ada jadi gak perlu antre dengan penghuni kontrakan lain nya " tutur Lala


"Bagus dong kalau gitu "


Tak lama mobil pun menepi setelah Lala memberi tahu jika mereka sudah sampai di depan gang.


"Jadi kontrakan kamu masuk gang?" tanya nya


"Iya bang,Abang mau mampir ?" tanya Lala


"Mau nya sih mampir,tapi sepertinya enggak bisa ,Abang harus kembali ke kantor" tolak nya


"Oh ya udah ,eh emang Abang sejak kapan pindah ke Jakarta? maaf baru nanya lupa " ucap Lala cengengesan


"Sudah dari tiga Minggu lalu ,kalau kerja baru dua mingguan "jawab nya


"Oh "Lala pun melihat mobil orang tuanya berhenti


"Ya sudah kalau gitu makasih ya bang udah diantar"


"Iya dengan senang hati "


Setelah itu Lala pun keluar ,Iqbal lalu melajukan mobil nya.


"Diantar sama siapa lagi kamu?" tanya Banu


"Sama temen "


"Cewek apa cowok ?" tanya Banu lagi


"Ih papa ,kenapa baru sekarang papa nanya gitu , biasanya juga cuek-cuek aja mau teman aku cewek apa cowok " ucap Lala


"Kan sebentar lagi kamu nikah La,kamu harus sudah membatasi pergaulan kamu apalagi sama cowok ,kamu harus menghargai perasaan suami kamu nanti " ucap Banu menasehati


"Iya iya..."jawab Lala


Mereka pun berjalan menuju kontrakan Lala


"Besok mama sama papa mau pulang ke Bandung,kita mau siap-siap buat acara nanti ,kamu mesti jaga diri jaga kesehatan juga dan jangan lupa nanti mendekati hari H kamu minta izin cuti beberapa hari " ucap Sri


"Iya mah " sahut Lala

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2