Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Terjatuh di kamar mandi


__ADS_3

Azzam menatap Lala yang kini sudah tak memeluk nya lagi.Tempat tidur yang sempit membuat nya harus tidur dengan posisi miring. Meski pegal tapi ia juga tak ingin beranjak.


Saat itu pintu ruangan tiba-tiba terbuka,seorang perawat wanita masuk untuk memeriksa cairan infusan yang tinggal sedikit untuk di ganti. Seketika Azzam pura-pura tidur. Ia malu jika harus langsung beranjak dari tempat tidur.


"Ya ampun , istri nya baru saja keguguran malah langsung ditempeli begitu. Di mana hati nurani nya " Bisik perawat itu dalam hati


Memastikan jika pria di tempat tidur terlelap ,perawat itu pun berjalan perlahan,lalu segera mengganti tabung cairan infus. Namun matanya malah melirik ke arah tempat tidur. Cepat-cepat ia menyelesaikan pekerjaan nya lalu pergi dari ruangan itu.


" Huuuuuffftt.. ... akhirnya" gumam nya lega


"Mereka yang tidur satu ranjang,kok malah aku yang malu,gimana sih " Ia terus bergumam sambil berjalan. Perawat itu pun masih lajang meski usia nya tak lagi muda,tu sebab nya ia merasa kikuk melihat Azzam dan Lala tidur satu ranjang.


Sementara itu,Mila baru sampai di kosan nya .


"Makasih ya Den, Alina " Ucap Mila lalu ia turun dari mobil.Tadi mereka sudah berkenalan


"Iya Mila,tak masalah " Setelah itu Deni pun pergi


"Dia beneran teman kamu ?" Tanya Alina


"Iya ,kita berteman dari masih anak-anak. Masih ada teman-teman aku yang lain nya ,nanti kalau ketemu aku kenalkan" Ucap Deni


"Deni ,terima kasih untuk hari ini. Kamu sudah bela-belain cuti hanya untuk menemani aku " Ucap Alina seraya melihat ke arah Deni yang tengah menyetir


" Iya , sama-sama. Lagi pula selama ini aku tak pernah ambil cuti,kalau lagi libur pun kadang masih masuk kerja ,jadi sekali-kali lah aku istirahat dari kerjaan " Ujar Deni


Hari ini Deni memang sibuk menemani Alina. Seharian pria itu bersama Alina. Deni pun tak lagi merasa canggung. Alina sendiri sering mendatangi hotel tempat Deni bekerja hanya untuk bertemu ataupun melihat Deni. Sejak pertama pertemuan nya dengan Deni di malam itu,gadis itu sering teringat dengan wajah Deni yang penuh dengan luka lebam. Awal nya ia merasa bersalah merasa berhutang budi pada Deni ,namun karena keseringan ia memperhatikan Deni , benih-benih cinta mulai tumbuh di hati nya. Makanya ia selalu mencari alasan untuk bertemu dengan Deni.


Kebetulan Alina pernah mengalami trauma dan harus menemui psikolog keluarga nya ,ia pun meminta Deni untuk mengantar nya bertemu psikolog di rumah sakit. Dan pada saat Alina berada di ruangan dokter pada saat itulah Deni bertemu Azzam.


Alina sendiri merupakan gadis blasteran Indonesia-Jerman ,ibu nya berasal dari Indonesia sementara ayah nya Jerman. Sejak kecil Alina memang tinggal di Jerman , hingga akhirnya ia memutuskan untuk tinggal di Indonesia untuk menyembuhkan luka trauma nya. Jika saat itu Alina tinggal di apartemen,saat ini ia tinggal di rumah kedua orangtuanya.


"Kamu gak nginap ?" Tanya Alina saat mobil berhenti di depan gerbang rumah nya


Deni terkesiap," Enggak lah ,masa aku nginap,apa kata orang nanti. Sudah ya,aku mau pulang ,besok aku mau kembali bekerja,takut kesiangan dan terlambat ke hotel " Ucap Deni cepat. Alina sendiri merasa tak ada yang salah dengan ucapan nya ,karena ia terbiasa hidup di luar negeri.


"Lama-lama bisa khilaf aku ,berduaan dengan nya saja seperti ini udah bikin aku keringat dingin ,gimana kalau sampai nginap " Batin Deni menjerit. Maklum saja Alina saat ini mengenakan baju pres body yang memperlihatkan setiap lekuk tubuh nya ,apalagi di bagian depan nampak dua bola besar yang membusung seakan menantang siapa saja untuk menyentuh nya.


"Tapi nanti kita bertemu lagi kan ?" Tanya Alina seakan tak rela berpisah dengan Deni

__ADS_1


"Kita lihat saja nanti ,ya sudah ini kunci mobil nya ,aku pulang dulu" Deni memberikan kunci mobil itu namun Alina segera menolak nya


"Terus kamu pulang naik apa ? Kamu bawa saja mobil nya,biar besok aku ke hotel" Ucap Alina


"Enggak ah,gak enak. Aku pulang naik ojek saja ,tadi aku lihat di depan masih ada yang mangkal " Tolak Deni


"Kok gak enak? sudah seperti makanan saja gak enak " Celetuk Alina mengerutkan kening


Deni menepuk kening.Ia lupa jika apa yang diucapkan nya seringkali disalahartikan oleh Alina.


"Maksud aku itu,aku malu jika harus bawa pulang mobil kamu,dikira orang aku manfaatkan kamu " Ucap Deni sabar


"Oh....tapi kan orang lain tidak akan tahu yang sebenarnya. Sudah ini bawa saja gak apa-apa,jangan dengarkan apa kata orang" Ucap Alina kekeh


"Tapi orang tua kamu nanti nanyain mobil nya " Ucap Deni yang masih berkeras untuk menolak


"Daddy aku di Jerman gak akan tahu,kalau mommy tinggal bilang mobil nya dipinjam teman ,mommy gak akan marah kok " Alina tetap bersikukuh agar besok ia bisa bertemu dengan pria itu


"Yah ....sudah deh kalau gitu,aku bawa mobil kamu " Deni pun menyerah ,sudah terlalu lama juga ia di sana,tak ingin debat lagi karena percuma saja tetap Alina yang keluar jadi pemenang nya


Setelah kepergian Deni,Alina nampak bersorak riang,ia bahkan berjalan dengan meloncat-loncat seperti anak kecil yang habis mendapat hadiah.


"Bertemu siapa ?" Tanya Jeni mommy nya Alina


"Eh mommy,Alina jadi kaget " ucap gadis itu lalu kembali berucap


"Mommy sini deh aku mau cerita sesuatu" Alina menarik lengan mommy nya


"Apa sih ?"


"Jadi gini mommy ,aku menyukai seseorang,rencana nya besok aku mau datang lagi ke hotel tepat nya bekerja, mommy gak marah kan kalau aku suka dengan laki-laki yang hanya bekerja sebagai pegawai biasa di hotel" tanya nya hati-hati


"Loh ,ya mommy sih senang-senang saja ,mommy gak masalah siapa pun,apa pun pekerjaan nya dan dari mana pun asal pria yang kamu sukai asal dia baik dan bertanggung jawab" Ucap Jeni. Ia dan suami nya sudah sepakat untuk tidak mempermasalahkan siapa yang kelak menjadi menantu nya. Asal putrinya bahagia mereka pun bahagia.


"Thanks mommy,mommy all the best " Alina memeluk Jeni dengan hati yang berbunga-bunga


"Tapi apa dia suka juga pada mu?" Tanya Jeni membuat Alina melepaskan pelukan nya


"I will try to make him like me to " Ucap Alina yakin

__ADS_1


"Huh, dasar.Ya sudah sana kamu tidur"


Keesokan harinya


Lala sudah terbangun dari tidur nya. Ia tak melihat Azzam di sana. Lala kemudian menengok pada pintu kamar mandi saat terdengar suara percikan air di dalam nya. Lala berfikir jika Azzam berada di kamar mandi.


Lala kemudian meraih air minum di meja samping nya dengan tangan nya yang tak di infus.


Glek' .... glek'.....glek'.....


Satu dua tegukan hingga air minum tinggal setengah,pintu terbuka.


"Selamat pagi, sudah bangun rupanya " Ucap Azzam baru datang dari luar


"Loh ,kamu darimana ? Aku kira kamu di kamar mandi " Tanya Lala nampak bingung


"Aku habis beli makanan ,ini aku belikan bubur ayam aku tahu kamu pasti gak suka makanan rumah sakit " Sahut Azzam seraya membuka makana yang ia beli. Tak lupa ia juga membeli piring sekali pakai


"Nanti kalau ada perawat nganterin makanan gimana ?" Tanya Lala


"Gampang lah ,nanti aku yang makan ,mubazir kalau gak dimakan " Ucap Azzam


"Kamu ngeledek aku ya "Lala mencebik ,sebab ia merasa kalau dirinya yang banyak makan ,apalagi kalau belum bertemu nasi membuat nya selalu tak puas


"Siapa yang ngeledek sayang,enggak kok.Yuk cuci muka dan tangan nya dulu sebelum makan " Azzam pun membantu Lala untuk bangkit dan berjalan ke kamar mandi


Sesampai nya di kamar mandi,Lala dan Azzam melihat sosok perempuan yang langsung menghilang ketika keduanya masuk kamar mandi.


"Rupanya dia yang mandi tadi " gumam Lala membatin


"Sudah jangan dilihatin ,udah pergi juga hantu nya " Ucap Azzam membuyarkan lamunan Lala


Setelah selesai cuci wajah dan tangan,Lala dan Azzam hendak beranjak keluar kamar mandi,namun baru saja mereka berbalik terdengar suara seperti sesuatu yang terjatuh.


Bruukk'


"Aduh "


Azzam dan Lala pun menoleh." Ya Allah,mbak ....mbak lagi ngapain ?"

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2