Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Pulang ke Bandung


__ADS_3

" Bismillahirrahmanirrahim....." Gumam Lala ketika ia hendak naik bis


"Hati-hati ya La ,nanti kita nyusul " Ucap Sarah


"Iya ,aku berangkat ya. Assalamualaikum"


"Waalaikum salam ..."


Sebenarnya bisa saja gadis itu menggunakan jasa taksi online bahkan orang tuanya saja sudah menyiapkan jemputan untuk nya ,tapi gadis itu menolak. Ia lebih tertarik naik angkutan umum.


"Emang agak lain si Lala ,orang mah dikasih enak mau ,dia mah malah milih yang ribet. Apa susah nya sih pesan taksi online,atau pake jasa mobil travel" Gumam Sarah tak habis fikir dengan sahabatnya itu


"Yah, namanya juga Lala,dia mah agak unik orang nya " Balas Mila


"Eh iya Mil,si Lala sama Azzam kan sama-sama mau nikah tuh,apa hari nya gak bentrok ya ,masalah nya aku udah janjian sama yang lain kalau mau ngehadiri nikahan nya Azzam " Ucap Sarah


"Iya juga ya. Eh tapi bentar deh,kalau gak salah calon nya Azzam orang Bandung juga kan? Seandainya hari nya bentrok kita kan masih bisa datang,meski telat daripada enggak sama sekali kan " Ucap Mila


"Ya udah deh kita lihat saja nanti" Sahut Sarah


Sementara di tempat lain.


Azzam menatap lirih pada para tetangga nya yang sedang membantu mendirikan tenda di depan rumah nya. Ia merasa orangtua nya tak perlu melakukan hal itu sebab pernikahan nya pun karena dijodohkan. Bukan semata-mata keinginan nya. Namun berbeda dengan yang di fikirkan kedua orangtuanya. Bagi mereka melakukan hajatan meski sederhana harus dilakukan ,sebab selama ini mereka sering pergi kondangan,masa sekarang mau menikah kan anak nya diam-diam saja,apalagi Azzam anak mereka satu-satunya.


Azzam pun pasrah saja ketika orangtua nya tetap pada keinginan mereka. Semua teman-teman di kampus nya pun tahu tentang rencana pernikahan nya dari mulut-kemulut.


Ada yang mengucapkan selamat,adapula yang cuek karena merasa tak penting. Tapi tak sedikit juga yang merasa kepo mengenai siapa calon istri nya. Pasal nya mereka tak pernah melihat Azzam dekat dengan wanita manapun.


Tak terkecuali dengan Mayang. Perempuan itu sampai marah-marah sendiri ketika mendengar kabar tersebut. Ia tak terima jika dirinya kalah oleh wanita yang hendak dinikahi Azzam.


"Ok ,kita lihat saja , dia fikir aku bakalan nyerah gitu saja. Aku adalah Mayang apapun yang aku ingin kan harus aku dapatkan,termasuk merebut Azzam dari wanita itu "


"Kamu yakin Mayang,kamu gak takut dibilang pelakor?" Tanya teman nya


"Gak apa-apa jadi pelakor yang penting sukses " Jawab nya


Semua teman-teman nya nampak menggeleng-gelengkan kepala mereka.


"Emang apa sih yang bikin kamu ngebet banget sama Azzam ? Memang sih dia ganteng, sebelas duabelas lah sama aktor Korea Lee Min Ho tapi dia tuh datar banget,dingin gak ada ekspresi nya sama sekali loh,pasti yang jadi cewek nya bakal


bosen parah" Tanya teman nya


"Hey ,jangan salah ya ,justru cowok yang seperti itu yang bikin greget " Sahut Mayang

__ADS_1


sambil tersenyum membayangkan jika dirinya berhasil mendapatkan Azzam


"Huh...mimpi aja sono,aku yakin si Azzam juga ogah sama dia. Azzam kan alim banget nah dia bentukan nya kaya gini. Aurat di umbar kemana-mana,cuman cowok mata keranjang doang yang mau itu pun cuman buat main-main" Gumam teman nya yang lain dalam hati


Kembali ke Azzam


Pria yang baru berusia dua puluh tahun bulan lalu itu ,berjalan menuju kamar nya. Arkan yang sedang tidur di kamar nya itu terbangun dan menangis. Karena ibu nya sedang repot maka ia yang ngemong aduk angkat nya. Dari mulai memandikan ,memberi susu dan menidurkan ia yang kerja kan.


Hal itu tak luput dari perhatian para tetangga nya. Mereka sampai bergibah ria saat bekerja. Apalagi para ibu-ibu. Sambil memasak untuk para bapak-bapak yang mendirikan tenda mereka menggibahi Azzam seolah tak ada Azzam di sana.


"Gak salah kalau Azzam mau nikah ,lihat saja dia udah seperti ayah nya , telaten banget ngurus bayi "


"Iya ya,beruntung sekali calon istri nya "


"Tapi kenapa jauh banget ya jodoh nya ,kaya gak ada gadis lain saja di sini " Ia yang memiliki anak gadis seusia Azzam sempat berharap punya mantu seperti Azzam dan hendak mendekatkan mereka ,namun karena anak nya tak ada sedang bekerja jadi niat nya itu tak pernah terealisasi hingga akhirnya ia mendengar bahwa Azzam mau menikah ia sangat kecewa


"Ya namanya jodoh kan gak tahu " sahut ibu lain menyahuti


Azzam hanya menggeleng kan kepala mendengar obrolan ibu-ibu itu.


Hingga tiba-tiba nek Arum datang membawa sesuatu.


"Assalamualaikum..."


"Waalaikum salam nek,silahkan masuk " Jawab Azzam segera mempersilahkan nek Arum masuk


"Eh,ibu. Ayo Bu masuk ! " Ibu nya Azzam keluar dan segera mengajak nek Arum ke dalam rumah


"Ini,ada sedikit lah buat nambah-nambahin " Ucap nek Arum seraya memberikan beras juga beberapa bungkus makanan kering


Hal seperti itu sudah jadi tradisi di tempat itu ,jika ada yang hajatan selain amplop tentunya warga juga membawa beras barang dua sampai tiga liter bahkan bisa lebih bagi yang mampu ,juga makanan seperti kue atau mie mentah yang diketahui di atas beras tersebut.


Ketika pulang pun mereka tak pulang dengan tangan kosong,si pemilik hajat juga memberikan isian seperti masakan dan nasi ,atau mie instan dan minuman. Isian nya pun tergantung dari yang punya hajat.


"Aduh gak apa-apa Bu,jadi ngerepotin "Ucap ibu nya Azzam


"Ah enggak repot kok kan ini sudah biasa seperti ini " Mereka pun terkekeh


"Oh iya , ibu minta maaf ya gak bisa ikut kumpul masak di sini ,nanti sore ini mau dijemput. Si Lala juga mau nikah " Ucap nek Arum


"Oalah,mau nikah juga ternyata,iya Bu tidak apa-apa,semoga nikahan nya Lala lancar,memang nya kapan nikah nya ?" Tanya ibu nya Azzam sambil melirik Azzam di luar. Meski tak ada hubungan apa-apa antara Azzam dan Lala ,melihat kedekatan mereka membuat nya merasa mustahil jika diantara mereka tak ada apa-apa. Jadi ia ingin melihat bagaimana reaksi putra nya itu


"Empat hari lagi "

__ADS_1


"Waduh ,kok sama ya " Gumam nya


"Lah iya ya "


Azzam yang mendengar nya pun tentu merasa terkejut,ia tak menyangka jika mereka akan menikah di hari dan tanggal yang sama.


Sementara di Bandung


"Ini si Lala gimana sih ,di telponin hp nya gak aktif,udah sampe mana dia. Dasar anak bandel udah dikasih jemputan malah naik angkutan umum ,ya ampun .... anak siapa sih itu " Gerutu Sri yang kesal dan gemas dengan putri nya


"Kenapa sih mah ,dari tadi kok heboh sendiri?" Tanya Banu menghampiri istri nya


"Itu loh pah,anak mu ,udah tinggal pulang saja,malah naik angkutan umum " Adu nya


"Anak mu juga lah itu,masa anak papa sendirian " Ucap Banu


"Ih ,orang lagi kesel juga "


"Ya udah sih ,biarin saja. Biarkan dia merasa bebas dulu sebelum nanti sudah jadi istri orang. Yang penting dia sampai Dengan selamat " Ucap Banu


"Sudah jangan terlalu difikirkan,nanti kamu stress dan sakit lagi, gak lucu kan ibu hajat malah jatuh sakit " Banu mencoba mengajak istrinya bercanda


"Huuuuuffftt....ya gimana gak difikirin ,punya anak satu-satunya kita dibuat keder mulu,heran ngidam apa ya aku dulu"


Beberapa jam kemudian Lala pun sampai.


"Assalamualaikum "


"Waalaikum salam ,nah ini dia nih calon manten nya ,ayo kamu sini ,kamu cobain gaun-gaun nya ,pilih mana yang cocok ,untuk akad juga "


"Nanti lah mah,aku baru saja sampai, istirahat dulu napa "Protes Lala


"Ya sudah kamu istirahat dulu, lima belas menit lagi mama tunggu "


"Lah sama aja bohong , lima belas menit mana cukup buat istirahat " Keluh Lala


"Daripada enggak sama sekali " Ucap Sri lagi


"Ya udah ,iya " Lala pun segera masuk ke dalam kamar nya


Ketika Lala memasuki kamar nya ia membelalakan mata nya.


"Astaga..... apa-apa an ini?" Gadis itu sontak berteriak

__ADS_1


"MAMAAAAA......"


bersambung...


__ADS_2