Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Hari pernikahan


__ADS_3

Rona bahagia Azzam nampak jelas di wajah nya. Hal itu tak luput dari perhatian kedua sahabat nya.


"Nah loh ,dia kenapa? Tadi sepertinya diem-diem bae,dia juga terlihat biasa saja,eh sekarang kelihatan seneng banget tuh " Bisik Deni pada Ovan


"Iya. Udah lah biarin saja , suka-suka dia,ditanya juga pasti jawab nya gak ada apa-apa" Balas Ovan berbisik


Meski Azzam sudah mencoba meyakinkan dirinya jika nama itu bisa saja hanya kebetulan,namun ia tak bisa memungkiri jika ia sangat berharap dan yakin dengan tebakan nya.


"Arkan anteng gak ya sama Bu Laiya" Tanya ibu nya Azzam


"Insyallah Arkan anteng Bu,dia kan gak pernah rewel sama siapapun " Jawab Damar


"Iya ya "


Sementara itu tak jauh dari kediaman Lala,Alex dan teman-teman geng motor nya nampak datang ,namun mereka tak berani mendekat apalagi masuk ke area rumah Lala. Meski mereka sudah mengenakan pakaian sopan dan rapih , seperti batik dan kemeja. Alex tetap tak berani sebab sudah banyak para aparat yang berjaga di sana. Aparat tersebut merupakan rekan dan bagian dari Banu.


"Wah g*la ! Acara nya pake di jaga tentara segala ,udah kaya acara nikahan anak presiden cuy " Ucap salah satu teman nya Alex


"Ya kali anak tentara merit gak di kawal tentara " Ucap Alex


"HAH ! Anak tentara ! Seriusan si Lala anak tentara?" Seru mereka terkejut


"Iya ,jadi kalian jangan macam-macam pada nya. Lala bukan hanya anak tentara tapi dia juga jago bela diri. Salah-salah nanti kalian bisa jadi dendeng "


"Wah,kacau dunia permogean. Pantas saja dia saat itu mudah banget lolos" Gumam salah satu yang saat itu pernah ikut ngeroyok Lala


Di kamar nya Lala masih terisak,air matanya pun terus mengalir. Mila dan Sarah sampai kewalahan terus menghapus air matanya menggunakan tisu.


"Ya ampun La,nenek tahu kamu terharu ,tapi sudah dong jangan nangis terus ,untung bedak nya bagus jadi gak luntur " Celetuk Nek Arum


"Lala bukan terharu Nek,tapi sedih" Ucap Mila


"Kenapa sedih? Bukan nya kalau mau nikah itu harusnya seneng kan?" Tanya nek Arum


Lala tidak menyahuti,hatinya begitu kalut. Tak seperti kemarin-kemarin ia bisa bersikap santai dan yakin dengan keputusan nya. Kali ini hatinya benar-benar berontak dan ingin rasanya ia lari dari pernikahan nya yang akan terjadi beberapa saat lagi. Namun ia tahu tak akan mudah ia keluar dari rumah itu. Sebab Banu sudah mengerahkan semua pasukan nya untuk menjaga agar putri nya tak bisa kabur. Mereka merasa was-was karena Lala sempat mengatakan ingin kabur tadi.


Lala berfikir jika ia berhasil kabur,ia akan mendatangi acara pernikahan nya Azzam dan mengatakan jika ia mencintai nya,persetan dengan kacau nya pernikahan orang ,yang jelas ia ingin Azzam tahu perasaan nya. Namun ia berfikir lagi untuk pergi ke mana, alamat rumah nya saja ia tak tahu,meski sama-sama di kota yang sama namun Bandung sangatlah luas. Hal itu pun membuat nya dilema dan frustasi.


"La sebaiknya kamu makan dulu ya ,katanya kamu belum makan !" Ucap Nining den membawakan nasi beserta lauk nya,tak lupa dengan minum nya


"Tadi kan aku udah makan roti dan susu,masih kenyang" Jawab Lala pelan


"Sejak kapan perut mu akan kenyang tanpa nasi ?" Tanya Mila. Lala tak menyahut


"Aku suapin,mau? " Tawar Sarah


"Gak usah ,aku beneran masih kenyang "Jawab Lala


Melihat Lala yang seperti itu membuat mereka saling bertukar pandang , hingga tiba-tiba saja Dika masuk kamar dan mengatakan jika rombongan pengantin pria sudah sampai.


Semakin ketar-ketir saja Lala dibuat nya.


"Ya Allah...ini beneran aku mau nikah dengan orang asing" Batin Lala dengan d*da yang bergemuruh


Mila dan Sarah pun berlari menuju jendela,jika saja pintu balkon tidak di kunci oleh Sri mungkin mereka akan ke balkon untuk melihat rombongan pengantin pria.

__ADS_1


"Kok berasa familiar dengan mereka " Guamm Mila hampir sama seperti apa yang difikirkan Sarah


Sementara itu


"Wuih...ini rumah nya ? Wah ini sih mewah banget Zam, " Seru Ovan


"Duh ,banyak tentara nya juga. Keluarga calon kamu orang penting mungkin sampai di jaga tentara gitu "Ucap Deni menimpali


"Iya ,calon mertua nya Azzam memang tentara,kalau gak salah pangkat nya Kolonel. Baru naik pangkat satu tahun yang lalu " Ucap Damar sembari memarkirkan mobil nya di bahu jalan


"Wuihhh..... keren,awas Zam , hati-hati loh jangan ngecewain anak nya , nanti kau di Dor " Ucap Ovan sambil memperagakan tangan nya membentuk sebuah pistol lalu ia arahkan ke d*da nya


"Ya enggak lah ,mana mungkin " Sahut Azzam yakin.Ia semakin yakin jika gadis yang akan ia nikahi adalah Lala , setelah mendengar penuturan ayah nya


Mereka yang ikut tak kalah takjub nya melihat penampakan rumah calon besan Damar.


"Buset ,si Azzam pinter banget cari jodoh,gak nanggung-nanggung anak gedongan "


"Iya mana dijaga banyak tentara pula,berapa bayar nya ?"


"Pasti makanan nya juga enak-enak"


"Huu...kamu mah yang di fikiran nya cuman makanan mulu"


"Biarin. Eh tapi aku jadi penasaran sama calon istrinya "


"Eh ayo baris ,tuh udah diarahin didepan "


Mereka pun segera berbaris sesuai arahan.


"Lah kamu !" Ucap Banu dan ibu nya Azzam bersamaan


Sontak saja musik tradisional yang mengiringi para penari berhenti.


Suara musik yang tiba-tiba berhenti juga terdengar sampai ke kamar Lala.


"Kok berhenti?" Tanya Mila , Sarah mengedikan bahu. Nek Arum dan Nining sudah keluar daritadi


Kembali pada acara di luar


"Kalian saling kenal?" Tanya Sri


"Iya mah ,dia man...eh teman satu kampung aku" Jawab Banu hampir keceplosan


Kemudian tatapan nya beralih pada Azzam


"lah jadi Azzam anak nya kamu Susi ?" Tanya Banu lagi


"Iya " Jawab ibu nya Azzam yang rupanya bernama Susi


"Oalah....jadi ternyata kamu yang mau nikah sama Lala, Masha Allah Zam...." Seru nek Arum


"Si Lala udah nangis aja daritadi ,terharu mungkin dia " Ucap nek Arum lagi. Ia sampai saat ini tak mengetahui perihal perjodohan itu


"Ya ampun ternyata dunia memang tak selebar daun kelor ya " Kekeh Banu

__ADS_1


Ia merasa lucu karena dulu ia dan Susi pernah menjalin hubungan meski ia serius namun rupanya Susi malah mempermainkan perasaan nya dengan menikah dengan pria lain.Namun meski begitu ia sama sekali tak memendam dendam walau pernah sakit hati. Dan kini malah anak-anak mereka lah yang melanjutkan kisah orangtuanya.


Di belakang Azzam ,nampak Deni dan Ovan pun sama terkejut nya ,mereka tak menyangka jika yang dinikahi Azzam adalah Lala.


"Ya sudah ayo silahkan duduk " Ucap Banu mempersilahkan mereka duduk di tempat yang seharusnya. Banu juga memberi kode agar acara kembali dilanjutkan


Beberapa saat kemudian tibalah saat nya Azzam melakukan ijab qobul. Lala tak diperkenankan untuk keluar sebelum kata 'SAH ' terucap.


"Ijab qobul nya udah mau mulai " Ucap Sarah


Deg'


Perasaan Lala sudah tak menentu. Aliran darah nya terasa mengalir lebih cepat ,jantung nya seakan berhenti berdetak,disertai rasa mulas dan keringat dingin mulai membasahi kening nya,tengkuk nya pun terasa kian berat.


Melihat Lala yang seperti itu membuat Sarah dan Mila tak tega. Namun mereka tak bisa melakukan apa-apa selain menenangkan sahabat nya itu.


"Tangan kamu dingin banget La "Lirih Mila


"Maaf ya kami gak bisa bantuin kamu,kau lihat sendiri kan di luar anak buah papa kamu banyak " Timpal Sarah


"Iya ,gak apa-apa, mungkin ini sudah takdir aku untuk nikah sama orang yang sama sekali aku gak cinta ,makasih karena kalian udah ada di sini menemani aku " Sahut Lala


Sarah dan Mila pun memeluk Lala. Lala kembali terdiam angan nya kembali menerawang jauh. Bayangan Azzam kembali terlihat di pelupuk mata nya ,seakan pria itu benar-benar ada di depan nya.


Lala yang tengah melamun itu pun tak sadar ketika kalimat ijab qobul sudah selesai diucapkan. Azzam dapat menyelesaikan ijab qobul hanya dengan satu tarikan nafas. Kata 'SAH' pun serentak di ucapkan oleh para saksi dan keluarga.


Mila dan Sarah terkesiap ketika mereka mendengar penghulu menyebutkan nama mempelai pria sebelum proses ijab qobul terjadi.


"Mil,aku gak salah denger kan ?" Tanya nya pelan


"Enggak ,aku juga denger tadi penghulu menyebut nama Ahmad Muazzam kan?" Tanya Mila balik


"Iya , jangan-jangan....itu artinya ...." Sarah menoleh pada Lala yang sedari tadi hanya diam dengan tatapan kosong nya. Mereka saling lirik dan tersenyum


"La ,ayo kita keluar,ijab qobul nya udah selesai "Ucap Mila,Lala pun terkesiap


"Heeuh....i..iya " Jawab Lala pelan


"Ayo dong ,yang semangat La,udah jadi istri orang loh ,pasang senyum nya " Gemas Sarah


Dengan terpaksa Lala pun tersenyum. Mereka lalu keluar dari dalam kamar. Lala berjalan perlahan dengan Mila dan Sarah di sisi kiri kanan nya.


"Masya Allah..." Gumam semua orang ketika melihat Lala ,termasuk Azzam


Lala enggan mengangkat kepala ketika berjalan. Hingga sampai lah ia di depan pria yang ia yakini sudah jadi suami nya.


"Assalamualaikum.....Nurmala Fitriyani "


Deg'


Seketika Lala pun mengangkat kepala namun tiba-tiba pandangan nya menggelap hingga akhirnya


Bruukk'


"Astaghfirullah, Lala....! "

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2