Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Lala yang lupa


__ADS_3

Keadaan rumah sudah sangat sepi saat Mila dan yang lain nya pulang. Mereka segera menuju kamar tamu yang memang sudah disiapkan.


Mila dengan Sarah , sementara Deni dengan Ovan.


"G*la ya ini rumah gede banget,kamar tamu nya juga gede. Ini sih dua kali lipat dari ruang tamu di rumah ku "Cetus Mila yang selalu mengagumi setiap sudut rumah itu


"Iya ,ini baru satu kamar,belum lagi kamar lain nya,tapi aku salut banget sama Lala ,meski ia terlahir dari keluarga sangat mampu dia gak pernah bersikap seenaknya. Dia malah terlihat seperti orang biasa-biasa saja , penampilan nya pun sangat sederhana" Timpal Sarah


"Iya kamu bener " Sahut Mila membenarkan ucapan Sarah


Di kamar lain pun Deni dan Ovan berfikir yang sama seperti Mila dan Sarah. Beberapa saat kemudian Deni sudah masuk ke alam mimpi. Sementara Ovan ia sama sekali tak dapat memejamkan mata. Entah kenapa ia tiba-tiba teringat Mila yang sangat terlihat dekat dengan Alex.


"Argh,...ngapain sih pake inget itu ,gak penting banget "Gumam nya pelan


Saat itu tiba-tiba ponsel nya berdering. Ovan melihat nama di layar ponsel nya.


"ck,ngapain lagi sih ,ganggu orang saja " Dengus nya sebal. Ovan pun mengubah ponsel nya ke mode silent


"Bodo amat mau nelpon ribuan kali pun gak bakal aku angkat ,enak saja ,siapa yang berbuat masa aku yang ketempuhan " Ucap nya lalu menyimpan ponsel nya di bawah bantal nya


"Apa aku pindah kuliah saja ya, gak nyaman banget rasanya terus di teror ,tapi entar dikiranya aku lari dari masalah lagi. Ah ,elah ribet amat ya hidup ku,mau nuntut ilmu biar jadi orang bener cobaan nya berat banget,nyesel malam itu aku datang " Akhirnya Ovan pun uring-uringan sendiri


Keesokan harinya


Azzam membangunkan Lala ketika adzan subuh berkumandang.


"La,bangun yuk,kita shalat " Azzam membangunkan Lala dengan lembut


"Hm... sebentar lagi mah,masih ngantuk "Lirih Lala sambil mengeratkan selimut nya,Azzam pun hanya tersenyum dan kembali mencoba membangunkan Lala


"Sayang , Istri ku ,bangun yuk !" Azzam mencubit gemas pipi nya Lala


Mendengar kata istri membuat nya langsung segera membuka mata dan mengubah posisi tidur menajdi duduk ,tak ayal selimut nya pun tersingkap menampakan dua buah pepaya gantung nya yang lumayan besar. Kesadaran nya belum kumpul membuat nya langsung histeris saat melihat Azzam.


"Azzam ,ngapian kamu di kamar ku ?" Tanya nya menyentak namun kemudian ia menunduk saat merasakan tubuh nya terasa dingin


"Aaakkkhh....."Jerit nya lalu menutupi tubuh nya dengan selimut. Tentu saja hal itu membuat Azzam terkejut ,ia langsung bergerak untuk membekap Lala


"shyuuutttt... jangan teriak-teriak ! Aku suami mu ,kita sudah nikah kemarin. Kamu lupa dengan apa yang terjadi semalam ?" Tanya Azzam panik. Ia panik karena takut suara teriakan Lala terdengar sampai keluar


Seketika Lala terdiam. Memori otak nya kembali teringat dengan apa yang terjadi kemarin dan tadi malam.


"Hehehehe.....iya ,aku lupa " Ucap Lala sambil tertawa pelan


"Ya ampun Lala,aku sudah panik saja , kamu tiba-tiba teriak gimana kalau yang diluar denger suara kamu " Ucap Azzam tanpa melepas dekapan nya

__ADS_1


"Hehe...iya maaf,namanya juga lupa "Cengir nya lagi


"Ya udah ,sekarang lebih baik kamu mandi , aku sudah siapain air hangat " Ucap Azzam sambil mengusap kepala Lala


"Iya ,makasih " Lala kemudian beranjak. Ia tak melupakan selimut yang ia lilitkan ke tubuh nya


"Sudah La,tinggalin saja selimut nya, aku udah lihat semua kok "


"Tapi aku malu " Jawab Lala


"Semalam kamu gak malu kan " Ucapan Azzam malah membuat Lala semakin malu


"Isshh tau ah " Lala mencebik lalu berjalan sedikit tertatih menuju kamar mandi


"ssshhh....kok masih sakit ya " Lirih nya ketika sudah sampai di kamar mandi


Lala membuka selimut nya dan menatap diinya dari cermin.Terdapat banyak tanda kemerahan di sekujur tubuh nya. Lala meremang ketika kembali teringat adegan tadi malam. Pipi nya merona ,milik nya kembali berkedut ketika bayangan saat Azzam berusaha memasuki nya kembali teringat.


"Haisshh...mikirn apa sih aku " Lala memukul pelan kepala nya lalu berjalan menuju bathtub dimana air hangat sudah tersedia di sana


"Ah , Azzam kamu sweet banget sih,pake di siapin segala air nya ,kan aku jadi pengen berendam " Lala tak tahan jika tak berendam. Ia pun masuk dan segera menggosok tubuh nya di sana


Tak lama Lala pun menyudahi mandi nya karena ia teringat hendak shalat subuh. Lala keluar dengan menggunakan jubah mandi dengan rambutnya yang digulung handuk.


Ceklek'


"Maaf lama " Sesal Lala


"Enggak kok,masih keburu juga waktu nya. Kamu udah wudhu kan ?" Tanya Azzam ,Lala pun mengangguk


"Ya udah aku pake baju dulu,tapi kamu ngadep ke sana " Pinta Lala


"Kenapa sih ,gak apa-apa kali,kita kan udah halal,aku juga udah lihat semuanya tanpa terkecuali "Ucap Azzam


"Hiiii,bisa gak ,gak usah bahas itu ,aku malu "Lirih Lala dengan wajah dan telinga nya yang nampak merah


"Hehehe....ya udah iya,sana kamu pakai dulu baju mu "Azzam pun membalikkan tubuh nya membelakangi Lala yang segera berjalan menuju lemari pakaian nya ,ia lantas mengambil baju dan mengenakan nya


"Awas loh jangan ngintip "Seru Lala tanpa menoleh


"Iya " Sahut Azzam menahan senyum ,pasal nya saat ini Azzam dapat melihat Lala yang tengah mengenakan baju lewat cermin rias


"Astaga....aku gak nyangka punya nya segede itu,padahal dari luar kelihatan nya biasa saja " Batin Azzam ketika Lala mengenakan bra nya


Sejatinya Azzam merupakan pria normal yang tak mungkin tak berharap dengan hal seperti itu. Apalagi akhir-akhir ini Mayang yang suka mengumbar auratnya membuat mata nya terkontaminasi hingga fikiran kotor pun sempat terlintas di fikiran nya ,namun ia yang faham agama tak berani menghayalkan apalagi berimajinasi yang bukan-bukan.

__ADS_1


Namun tak munafik ,Azzam pun sering kali tak sadar ketika melihat wanita siapa pun itu ,arah mata nya sering tertuju pada bagian itu.


"Astaghfirullah....kamu kenapa sih Zam,ingat untuk selalu jaga mata ,jaga pandangan " Tegur nya pada diri sendiri. Begitu lah ketika ia khilaf.


Setelah selesai berpakaian,Lala kemudian meraih mukena dan memakai nya. Namun karena rambut nya yang masih basah membuat mukena nya jadi basah juga.


Setelah siap Lala menoleh pada Azzam ,ia ternganga ketika melihat Azzam tengah tersenyum pada nya lewat cermin


"Hiii...Azzam udah aku bilang jangan ngintip !" Seru Lala


"Siapa yang ngintip ,orang aku melihat nya kok " Jawab Azzam mengulum senyum


" Itu sama saja " Ucap Lala gemas


"Hehehe...abis aku suka lihat tubuh kamu " Ucap Azzam jujur


Lala semakin merona dibuat nya.


"Hiii....awas kamu ya nanti ! Ya udah katanya mau shalat ,ayok aku udah siap "Lala membuang muka karena terlalu malu dan gugup saat ditatap seperti itu oleh Azzam


Azzam terkekeh lalu beranjak untuk segera melakukan shalat subuh.


Beberapa menit berlalu ,keduanya sudah selesai shalat,sebelum keluar kamar,Lala terlebih dahulu mengeringkan rambut nya. Ia begitu malu jika terlihat rambut nya basah.


"Kamu duluan saja,aku masih sebentar lagi ,ini belum kering bener "Ucap Lala ketika melihat Azzam sudah duduk di tepi tempat tidur


"Ya udah aku duluan ya,gak enak kalau keluar kamar terlalu siang " Azzam pun memiliki pemikiran yang sama dengan Lala


"Iya "


Sementara itu yang lain sudah berada di meja makan saat Azzam keluar. Ia pun segera menuju ke meja makan.


"Loh Zam,mana Lala ?" Tanya nek Arum yang pertama melihat Azzam. Semua mata tertuju pada nya


Azzam pun jadi kikuk karena ditatap mereka.


"Sebentar lagi datang kok nek" Jawab Azzam


"Ya sudah sini kamu duduk ,selesai makan ada yang mau kita sampaikan "Ucap Banu


Tak lama Lala pun datang


"Kak Lala kok jalan nya gitu?" Celetuk Dika


Sontak saja Lala menghentikan langkah nya.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2