Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Keguguran


__ADS_3

Azzam membuka mata. Hanya keheningan yang ia rasakan ,ia mengedarkan pandangan ke sekeliling nya,lalu ia menatap lurus pada pohon Kepuh yang tumbuh tinggi menjulang.


"Pohon itu harus ditebang " gumam nya pelan


Azzam pun beranjak lalu berlari ke arah dapur,dilihat nya tubuh Lala tergeletak di lantai.


"Lala "Seru Azzam lalu meraih tubuh nya ,ia terkejut karena melihat darah pada lantai


"Astaghfirullah " Azzam pun panik karena darah semakin deras mengalir pada kaki istri nya ketika Azzam hendak menggendong nya ,keadaan Lala pun tak sadarkan diri


Tanpa memikirkan apa pun ,secepat nya Azzam segera membawa Lala ke rumah sakit.


Sepanjang perjalanan Azzam tak fokus menyetir ,bahkan beberapa kali ia hampir menabrak pengendara lain.


Hingga akhirnya ia sampai di sebuah rumah sakit. Azzam segera menggendong Lala sambil berteriak memanggil petugas.


"Tolong ! Dokter ,suster !" Teriak nya pada dokter dan perawat yang saat itu ada di pintu masuk


Dua perawat dengan sigap membawa blankar ,Azzam pun segera meletakan Lala di blankar. Setelah itu blankar segera didorong menuju UGD.


"Anda tunggu di luar " Cegah seorang perawat menahan Azzam yang ingin ikut masuk


"Selamat kan istri saya sus !" Lirih Azzam dengan berurai air mata


"Sebaiknya anda isi data pasien dan bayar administrasi terlebih dahulu,sembari menunggu istri anda diperiksa ,agar istri anda segera mendapat penanganan ,permisi " perawat tersebut pun segera masuk ke ruang UGD setelah mengatakan hal itu


Degan lemas Azzam pun pergi ke bagian administrasi untuk melakukan pembayaran dan pengisian data Lala. Namun saat hendak melakukan transaksi pembayaran ia terdiam karena teringat tidak membawa uang sepeser pun.


"Maaf mbak ,apa saya bisa bayar nya nanti saja,saya tidak membawa uang " Ucap Azzam pada petugas admin


"Maaf pak,tidak bisa. Kebijakan rumah sakit harus membayar administrasi terlebih dahulu sebelum pasien ditangani ,jika tidak maka kami tidak akan melakukan penanganan apapun " tutur petugas itu


"Seharusnya sebelum berangkat ke rumah sakit anda sudah menyiapkan uang terlebih dahulu ,agar hal seperti ini tidak terjadi,tentunya istri anda akan segera ditangani" Tambah petugas itu


"Tapi saya sangat panik mbak ,saya sama sekali tidak kefikiran" ucap Azzam


"Maaf pak ,sekali lagi saya tekan kan,agar anda membayar uang administrasi terlebih dahulu "Kata petugas itu tetap tak ingin memberi kelonggaran


"Ya Allah " Azzam tak mampu berkata-kata,mau kembali ke rumah ia justru sangat menghawatirkan istrinya, takut terjadi sesuatu dan ia tak ada di sisi nya


"Mbak ,tolong lah saya janji akan bayar ,tapi tidak sekarang,uang nya di rumah dan saya tidak mungkin kembali dulu ke rumah " Pinta Azzam

__ADS_1


"Maaf,tidak bisa " Tolak petugas itu ketus


"Gak ada uang pake sok sok an bawa istri nya ke rumah sakit "Gumam petugas itu membatin


Azzam terduduk lemas,tak ada pilihan lain selain ia harus pulang dulu mengambil uang.


"Tak apa,mungkin aku harus ngebut agar bisa sampai rumah dengan cepat " Bisik hati nya ,saat ia hendak beranjak seseorang menyentuh pundak nya


Azzam menoleh


"Deni ,sedang apa kamu di sini?" Taya Azzam


"Sedang ada urusan ,kamu sendiri sedang apa ,siapa yang masuk rumah sakit? Apa Lala ?" tanya Deni yang sebenarnya sudah tahu siapa yang ia tanyakan ,soalnya sedikit banyak nya ia sudah mendengar ucapan Azzam pada petugas administrasi tadi


"Iya "Jawab Azzam singkat,namun Deni tiba-tiba saja memberikan uang pada petugas administrasi seraya berkata


"Dalam keadaan panik tentu siapa pun tak akan berfikir hal yang lain ,termasuk membawa uang. Ini pergunakan uang ini untuk biaya administrasi nya,apa masih kurang ?" Tanya Deni


Si petugas segera menghitung uang nya. "Ini ada lebih nya satu juta setengah" Ucap petugas itu menyerahkan kelebihan nya


"Ok,segera katakan pada dokter untuk segera menangani pasien bernama Lala ,jika tidak kamu dan dokter itu yang akan menanggung akibat nya " Setelah mengatakan itu Deni pun segera mengajak Azzam pergi


"Makasih ya Den,nanti aku akan ganti uang nya " Ucap Azzam yang benar-benar merasa tertolong dengan keberadaan sahabat nya itu


"Lala mungkin terjatuh,aku menemukan nya sudah tergeletak di lantai dengan darah yang seperti nya keluar dari ...." Azzam seketika terdiam ,hatinya benar-benar terasa pilu jika saja apa yang ia takut kan terjadi


"Apa Lala mengandung ?" Tanya Deni ,seolah tahu apa yang menjadi kekhawatiran sahabat nya itu


"Aku juga tidak tahu " Lirih Azzam


"Kamu yang sabar ,semoga semua nya baik-baik saja " Hibur Deni


"Iya ,terima kasih " Azzam tak dapat berbicara banyak , perasaan nya tengah kalut ,sementara Lala sendiri masih mendapat penanganan medis.


Beberapa menit berlalu tapi belum ada tanda-tanda pintu UGD terbuka ,Deni pun senang sabar masih menemani Azzam. Tak lupa ia juga menghubungi teman-teman nya lewat pesan group ,agar Azzam tak merasa sendiri.


Mendapat pesan yang berisikan berita masuknya Lala ke rumah sakit tentu saja membuat Mila ,Sarah juga Ovan heboh dan panik. Mereka pun segera meluncur ke rumah sakit.


"Padahal tadi sore Lala baik-baik saja " ucap Mila cemas


"Kan jatuh nya juga sesudah kita pulang ,ya kita juga kan gak tahu " Sahut Ovan yang saat itu langsung datang menjemput menggunakan motor nya

__ADS_1


"Tapi Sarah gimana ,masa kita naik motor bonceng tiga ,kan gak boleh ,nanti kena tilang " Ujar Ovan setelah memacu motor nya


"Dia katanya mau naik ojek online " Jawab Mila


"Owh,ya sudah ,kalau gitu kita langsung saja ke rumah sakit " Ovan langsung menggerakkan motor nya menuju rumah sakit


Dalam beberapa menit mereka pun sampai ,Sarah sudah sampai terlebih dahulu.


Kini mereka sudah bersama Azzam dan Deni di depan ruang UGD.


"Kenapa lama sekali Ya Allah" Lirih Azzam. Ia sudah merasa tak sabar menunggu kejelasan kondisi istri nya


Deni ikut gelisah, dari tadi ia terus saja tak diam. Sebentar-sebentar dia duduk di kursi lalu berdiri,berjalan mondar-mandir seperti setrikaan,duduk lagi,berdiri lagi,duduk lagi begitu terus hingga Mila merasa kesal dan menegurnya.


"Kamu bisa diam gak sih Deni? Aku pusing lihat nya ! "


"Maaf,tapi aku khawatir banget sama Lala " Ucap nya seraya menghentikan gerakan nya


"Kita juga sama khawatir nya , tapi alangkah lebih baik nya kamu mendoakan Lala ,bukan malah bikin pusing seperti itu " Ucap Mila


"Iya,maaf "lirih Deni


"Kamu yang sabar ya Zam,kita di sini akan terus mendoakan Lala"Ucap Sarah. Azzam yang hanya terduduk lemas pun hanya mengangguk


Ingin rasanya Sarah menanyakan kronologi kejadian nya,tapi melihat kondisi Azzam ia mengurungkan niat nya.


"Kamu sangat beruntung La,banyak yang sayang pada mu. Semoga kamu baik-baik saja " Bisik Sarah membatin


Beberapa menit kemudian pintu pun terbuka ,seorang dokter keluar bersama perawat.


"Dokter bagaimana dengan istri saya ?" Tanya Azzam langsung berdiri


"Anda suami nya ?" Tanya dokter


"Iya dok ,bagaimana keadaan nya ?" Tanya Azzam lagi. Dokter itu tak langsung menjawab hanya helaan nafas nya yang terdengar nampak nya ada sesuatu yang hendak di utarakan dokter itu


"Dokter bagaimana teman kami dok ?" Kini giliran Mila yang bertanya


"Istri anda baik-baik saja ,hanya saja .... mungkin karena benturan keras membuat nya harus kehilangan janin yang masih berusia dua mingguan " Suara dokter pun terdengar lirih


Deg'

__ADS_1


"A...apa... dok? Istri saya hamil dan keguguran ?"


Bersambung....


__ADS_2