Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Senewen


__ADS_3

Cukup lama keduanya saling bertatapan hingga suara Bagus terdengar membuyarkan nya.


"La ngomong,malah bengong "


"Eh...i..iya iya...sampai mana tadi ?" tanya Lala yang gagal fokus ,ia sampai mengatur pernafasan nya untuk menenangkan hati nya


Saat ini bis sudah melaju.


"Kamu baru saja memperkenalkan diri " ucap Bagus


"Oh ,ok . Aku ingat " ucap Lala


"Huuuuuffftt.....,ayo La,kamu bisa" batin nya


"Ok seperti yang di ucapkan teman kami Bagus,aku akan menjelaskan apa-apa saja pantangan dan larangan selama kita di sana,tapi mohon maaf karena sebenarnya juga aku kurang faham apalagi berpengalaman. Ini juga aku baru searching dari Mbah Google " ucap Lala jujur


"Lah si Lala jujur nya kebangetan " lirih bagus


"Gunung Slamet sama hal nya seperti gunung-gunung lain yang pastinya memeram misteri dan mitos. Jika ingin mendaki ke puncak nya kita harus dan wajib bersih-bersih diri terlebih dahulu. Jiwa yang bersih menjadi syarat utama agar bisa turun dengan selamat "ucap nya sambil sesekali melirik pada Azzam ,Lala jadi salah tingkah karena Azzam terus memperhatikannya meski tanpa ekspresi tapi itu cukup membuat lutut nya lemas ,Lala pun berusaha untuk kembali berbicara,lebih tepat nya membaca artikel tentang gunung Slamet dari ponsel nya


"Selain pendaki ,warga juga tidak boleh menggunakan mata air sembarangan juga menebang pohon. Warga lereng Slamet percaya gunung ini dijaga oleh tujuh penjaga yang tak kasat mata. Yaitu Mbah Renti,Mbah Atas Angin,Mbah Tapak Angin,Mbah Semput, Mbah Brantayuga,Mbah Sapujagat,dan Mbah Raga "


"Secara nalar semua pantangan dan mitos itu merupakan sebuah rambu-rambu bagi siapapun untuk tidak merusak lingkungan...."


Lala pun terus membacakan isi dari artikel tersebut


"Jadi kita bisa menarik kesimpulan jika kita dilarang merusak tanaman,berbicara kotor ,menjaga kebersihan diri terutama hati,dan terakhir jangan melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri juga orang lain,kalian faham kan ?" tanya Lala


"Ok faham "


Setelah itu Lala pun kembali duduk di kursi nya


"Kenapa dia ngeliatin aku kaya gitu,bikin nervous saja " batin nya


Tiba-tiba ponsel nya berbunyi ,Lala melihat ada pesan masuk ke ponsel nya. Tak sadar ujung bibir nya tertarik saat melihat siapa yang mengirim pesan tersebut.


( kok gak bilang ikut juga kegiatan ini)


"Siapa anda sampai aku harus bilang segala " balas nya dengan menambahkan emot tertawa


( kita kan sahabat )


Seketika senyuman nya pun memudar


"Iya ,dia benar hubungan kita tidak lebih dari sekedar sahabat " lirih nya


Lala kemudian memejamkan mata nya dan bersandar pada sandaran kursi. Azzam yang sedang menunggu balasan pun bingung kenapa sudah beberapa menit gak dibalas juga pesan nya.Ia pun kembali mengirim pesan.


Merasa ponsel nya kembali bergetar,Lala pun membuka mata lalu melihat ponsel nya.


( kok gak dibales? )


"Hehehe...maaf aku ketiduran "bohong nya


( oh ya sudah kamu tidur lagi saja ,perjalanan kan masih sangat jauh )

__ADS_1


"Ya "


"Singkat amat bales nya ,udah ngantuk banget kali "gumam Azzam lalu menyimpan memasukan kembali ponsel nya pada saku jaket nya


Selama perjalanan nampak yang lain saling lempar candaan ,mereka sudah berkenalan sebelum menaiki bis.Hanya Azzam dan Lala saja yang terlihat diam tak bersuara ,sampai Bagus yang di samping nya merasa bingung.


"Tumben nih anak anteng,biasanya kan dia paling pecicilan "gumam nya dalam hati


Meski tak berteman dekat, Bagus maupun teman-teman nya yang lain sangat tahu bagaimana sikap dan sifat nya Lala. Lala pun tak pernah pandang bulu dalam berteman,sama siapa pun ia selalu bisa membuat orang di sekitar nya merasa nyaman berteman dengan nya.


Di rest area bis menghentikan laju nya untuk beristirahat sekaligus mengisi bahan bakar. Semua penumpang turun untuk pergi ke toilet juga membeli makanan.


Melihat Lala turun Azzam pun hendak ikut turun,Lala keluar lewat pintu depan sedangkan Azzam pintu belakang. Pada saat baru turun,Lala mendapat telpon dari Iqbal.


"Ini baru berhenti di rest area,kenapa bang?" tanya Lala, Azzam yang berada di belakang nya pun tak jadi menyapa nya


"Cuman mau mastiin saja keadaan kamu "


"Oh kirain apa,aku baik-baik saja kok , Alhamdulillah perjalanan nya cukup lancar,nanti aku kabarin lagi kalo udah sampai ya bang ,aku mau ke toilet dulu,udah kebelet "ucap Lala


"Iya "


Panggilan telpon pun terputus. Lala segera pergi menuju toilet , sementara Azzam masih terdiam di tempat nya sambil mperhatikan punggung gadis itu.


Lala sendiri bukan nya tak mau menghiraukan Azzam ,hanya saja ia ingin membatasi dirinya agar tak kembali terbawa suasana ,ia tahu Azzam di belakang nya.


"Apa dia sedang menghindari ku ?" lirih Azzam dalam hati


Saat Lala sedang berjalan seseorang memanggilnya


"Iya ? "sahut Lala


"Kenalin aku Wika " ucap ya seraya mengulurkan tangan nya


"Oh iya "


"Mau ke mana ?" tanya Wika


"Ke toilet "jawab Lala singkat


"Kalau gitu kita barengan aja ,aku juga mau ke toilet "ucap Wika


"Oh ya udah Yuk "


Mereka pun pergi ke toilet bersama


"Kamu itu paranormal ya?" tanya Wika


"Hah....hahaha....bukan kok,astaga darimana kamu bisa menyebut ku paranormal, ada-ada saja " Lala terkekeh


Keduanya sedang mencuci tangan setelah selesai buang air kecil.


"Teman-teman kami bilang seperti itu " ucap Wika


"Hahaha....jangan dengarkan mereka ,aku bukan paranormal hanya kebetulan saja aku sedikit peka dengan hal-hal ghaib " ucap Lala

__ADS_1


"Oh gitu "


Setelah itu mereka pun keluar dan berjalan menuju stand makanan siap saji. Akan tetapi belum juga mereka sampai Azzam memanggil Lala.


"La ! "


"Haisshh....kenapa pake manggil sih" gumam nya pelan namun masih bisa didengar oleh Wika


"Kamu kenal Azzam ?" tanya Wika ,Lala hanya tersenyum menanggapi nya


"Hai Zam " ucap Lala menyapa


"Hai,apa kabar ?" tanya Azzam mendadak lupa akan apa yang akan dia ucapkan sebelumnya


"Baik,kamu sendiri?" tanya Lala balik


"Dih ,mereka kok kaya yang gugup gitu ,apa karena ada aku " ucap Wika membatin


"Aku duluan ke sana ya " ucap Wika


"Eh tunggu ,kita bareng lah ,yuk Zam sekalian kita beli makanan ,mumpung bis nya belum jalan " ucap Lala


"Oh iya " Azzam pun mengikuti Lala dan Wika di belakang


Setelah membeli makanan mereka kembali menuju bis karena mereka akan kembali melanjutkan perjalanan.


Sedari tadi Azzam selalu memperhatikan Lala. Bohong jika dirinya tak merindukan gadis itu,tadinya ia ingin membatasi diri agar tak terlalu larut dengan perasaan nya,namun rupanya ia tak bisa.


Saat hendak naik bis,Bagus memberi kan minuman dingin bersoda pada Lala.


"Thanks ya Gus" ucap Lala


"Ok tak masalah "Bagus pun berlalu ke dalam bis


"Gak baik minum minuman bersoda,perut bisa kembung" ucap Azzam ketika Bagus sudah naik duluan


"Baru juga sekarang " ucap Lala


"Iya tapi jangan jadi keseringan gak baik buat kesehatan "ucap Azzam lagi


"Iya iya...aku juga tahu kok " Lala kemudian berjalan menuju pintu depan


Azzam menghela nafas lalu beranjak ke pintu belakang.


Beberapa saat kemudian bis pun kembali melaju. Perut yang kenyang membuat mereka lebih cepat mengantuk , keadaan dalam bis pun tak seriuh saat bis pertama kali melaju. Hanya beberapa saja yang terlihat masih membuka mata dan mengobrol,namun ada juga yang sibuk dengan gudget nya.


Di saat situasi sedang sepi, tiba-tiba terdengar suara ponsel. Rupanya ponsel milik Lala yang berbunyi.


"Assalamualaikum mah" ucap Lala , ternyata yang menelpon nya adalah mama nya,Azzam pun segera melihat ke arah Lala,meski tak terlihat oleh sandaran kursi ,tapi ia tahu letak tempat duduknya


"Waalaikum salam ,kamu itu bandel banget sih ,udah dibilang kamu gak boleh pergi,malah pergi juga, Minggu depan kan kamu mau nikah ,kalau terjadi sesuatu sama kamu saat di sana gimana?" Sri nampak gemas dan kesal sama putri nya itu,hingga ia langsung nyerocos memarahi putrinya ,Lala pun sampai menjauhkan ponsel dari telinga nya


"Insyaallah aku akan baik-baik saja mah,mama doakan saja ya supaya aku bisa pulang dengan selamat " ucap Lala


"Astaghfirullah La,kamu tuh bikin mama senewen tau gak, mau jadi manten bukan nya luluran ,malah naik gunung "

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2