
Entah feeling seorang ibu yang begitu kuat atau memang sengaja,ibu Iqbal yang bernama Ratmi itu meminta Iqbal untuk segera menikahi Sarah. Tentu saja hal itu membuat kedua nya terkesiap.
"Kamu tuh ya,kenapa gak bilang dari dulu kalau kamu udah punya pacar,kan mama jadi gak perlu jodoh-jodohin kamu ke anak teman-teman mama"
"Ya ,kan kami juga perlu mengenal dulu satu sama lain mah,jadi aku gak mau terburu-buru ngenalin Sarah ke mama " alasan Iqbal
"Kalau gitu kalian nikah saja,mama setuju, seperti nya Sarah perempuan baik-baik " Ucap Ratmi dengan menyunggingkan senyum
"Mah,menikah itu butuh banyak persiapan lagipula Sarah belum siap " Ucap Iqbal
"Loh kok aku " ceplos Sarah ,Iqbal segera menatap Sarah lalu mengedipkan mata nya. Sarah pun jadi gelagapan.
"Kenapa belum siap ? Gak baik loh pacaran lama-lama nanti kalian khilaf" Sambar Budiono ,papa nya Iqbal yang baru datang
"Ini toh calon mantu ku, Masha Allah,pinter kamu cari pacar Bal "Tambah nya ,Sarah semakin kikuk dengan kedatangan papa nya Iqbal yang langsung memuji nya
"Tapi kan Sarah masih harus fokus kuliah "Iqbal mencari alibi yah menurut nya tepat
"Bukannya kuliah bisa sambil nikah ya? Kakak kamu dulu juga nikah pas masih kuliah loh " Ucap Budiono lagi
"Lihat tuh kakak mu saja sudah punya dua anak ,masa kamu adik nya masih bujang saja ,umur udah kelewat mateng,jadi bujang lapuk tau rasa kamu ,apalagi Sarah nya cantik gini,gak takut ditikung orang. Saran mama kalian cepet-cepet nikah " Cerocos Ratmi
"Iya papa juga setuju "Sambar Budiono
Iqbal menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Kok jadi gini " lirih nya sementara Sarah hanya menunduk
"Ya udah kita makan saja dulu,nanti kita bicarakan lagi " Budiono mulai meraih piring ,istrinya pun sigap mengambilkan nasi dan lauk nya
Iqbal pun mengambil makanan bukan untuk dirinya saja ,ia juga mengambilkan untuk Sarah.
"Makasih " lirih nya
"Kamu fikir mama gak tahu kalau kalian hanya pura-pura.Mama ikuti permainan kamu " Batin Ratmi seraya menahan senyumnya sambil mengunyah makanan
"Oh iya ,Sarah mama minta jangan panggil Tante ya panggil saja mama,kamu kan calon istri nya Iqbal " Cetus Ratmi
"Uhhuukk.... uhhuukk....." Tiba-tiba Sarah tersedak ,Iqbal reflek memberikan minum pada nya
"Ya ampun Sarah, pelan-pelan makan nya"Ucap Iqbal
"Hm....te...terima kasih " Lirih Sarah setelah batuk nya reda
__ADS_1
Selesai makan ,Ratmi mengajak Sarah ke ruang keluarga ,Iqbal hanya bisa membuntuti kedua wanita itu.
"Jadi kamu masih kuliah ,jurusan apa?" Tanya Ratmi
"Saya mengambil jurusan keperawatan tante" Jawab Sarah
"Wah calon perawat ya,tapi bisa gak manggil nya mama saja jangan tante terus "
"Maaf Tan,eh ma..ma "
"Kamu pasti masih sungkan ya,gak apa-apa kok,nanti lama-lama juga terbiasa " Ucap Ratmi
"Oh iya Sarah ,mama mau minta nomor telepon orangtua mu boleh? Boleh dong masa tidak " Pinta Ratmi setengah memaksa
"Mah,ngapain minta nomor telpon orangtua Sarah segala ?" Tanya Iqbal mulai ketar-ketir
"Ya mama mau bahas rencana pernikahan kalian lah,mau ngapain lagi memang nya " Jawab Ratmi
"Mah ,kami belum ada rencana menikah ,Sarah harus fokus ke kuliah nya mah"
"Kamu itu kalau di suruh nikah aja susah banget sih ,umur sudah hampir kepala empat juga,lagian calon nya sudah ada mau nunggu apa lagi, kemarin-kemarin mama masih bisa toleransi saat kamu nolak menikah karena dijodohkan ,sekarang sudah ada calon nya kok masih nanti-nanti saja" Gemas Ratmi
"Mah umur aku baru tiga satu masih lama ke empat puluh kok " protes Iqbal ketika di bilang usianya hampir kepala empat
"Kamu gak mikir gimana perasaan mama saat kamu dibilang gak laku lah,ini lah itu kah ,bahkan yang bikin mama sakit hati omongan orang-orang yang mengatakan kamu gay,mama gak terima "Ucapan mama nya membuat Iqbal terskesiap
"Hah...gay ?" Tanya Sarah ikut terkejut
"Karena kamu selalu menolak mama jodoh kan dengan beberapa anak gadis teman-teman mama,mereka nganggap kamu gak normal karena menolak anak-anak gadis mereka. Sakit hati mama tahu gak" lirih Ratmi yang kini sudah terisak
"Maafkan aku mah ,ada alasan kenapa aku selalu menolak nya " Lirih Iqbal seraya meraih tangan ibu yang sudah melahirkan nya
"Karena di hati kamu cuman ada Lala bang " Gumam Sarah di dalam hati nya
"Iya ,mamah ngerti sekarang,kamu nolak karena sudah ada Sarah kan. Kenapa kamu gak bilang dari dulu,mungkin mama gak bakal jodoh-jodohin kamu " Iqbal tersenyum getir
"Bukan karena aku ,tapi karena teman ku " lirih Sarah membatin
"Jadi ,berapa nomor telpon orangtua mu ?" Pertanyaan itu keluar dari mulut Budiono ,Sarah menoleh pada Iqbal
Iqbal pun menghela nafas
"Baiklah nanti aku akan diskusikan terlebih dahulu bersama Sarah" ucap Iqbal
__ADS_1
"Enggak,papa gak percaya pada mu. Sarah sini ,coba sebutkan nomor telpon orangtua mu "
Akhirnya mau tidak mau Sarah pun memberikan nomor telpon orangtua nya.
"Kita shalat Maghrib dulu,lalu setelah itu papa akan hubungi orang tua mu " Ucap Budiono seraya berlalu dengan bibir tersenyum,Ratmi pun melakukan hal yang sama ,namun berbeda dengan Sarah dan Iqbal. Keduanya merasa bingung dengan situasi yang sama sekali melenceng dari perkiraan nya.
"Kok jadi gini ?" Tanya Sarah pelan
"Aku juga gak tahu " Jawab Iqbal
Sementara kedua paruh baya itu melakukan 'tos dengan tawa tanpa suara di balik tembok pilar.
Beberapa saat kemudian di rumah pasangan Lala dan Azzam. Mila dan Ovan sudah pulang beberapa saat yang lalu. Kini keduanya sudah melaksanakan sholat isya.
"Mau kemana ?" Tanya Azzam ketika melihat Lala beranjak
"Mau ke dapur " Jawab nya
"Sudah nanti saja beres-beres nya ,aku mau kelonan,yuk ke tempat tidur " Ajak Azzam seraya menarik lengan Lala
"Ih, kamu tuh masih sore juga,lagian siapa yang mau beres-beres dapur ,aku cuman mau ambil air minum kok ,tuh air minum aku udah abis " Tunjuk Lala pada sebuah tempat minum yang nampak kosong
"Kirain mau beres-beres" Lala pun menggelengkan kepala lalu pergi ke dapur
"Ya Allah,ternyata berantakan banget ,mana selesai dikerjakan sendirian,sehari juga belum tentu bersih bener ini mah " Gumam nya ketika Lala sudah sampai di dapur ,ia menatap kekacauan yang ada di dapur nya , beberapa piring kotor ,wajan ,panci dan peralatan masak lain nya nampak penuh berdesakan di wastafel, potongan-potongan sayuran nampak berceceran di lantai ,minyak ,bumbu ,dan masih banyak noda masakan lain nya ikut menyemarakan kekacauan yang ada membuat kepala Lala tiba-tiba pusing
"Baru lihat saja sudah bikin pening kepala ,apalagi kalau sudah dikerjakan "Gumam nya
Setelah memasukan air minum pada tempat minum ,Lala kemudian beranjak menuju kamar nya. Akan tetapi pada saat ia hendak membuka pintu kamar nya ,ia melihat sosok laki-laki yang ia kenali melintas di samping nya. Lala menoleh dan memperhatikan sekitar.
"Azzam bukan ya ,tapi kok dia ke sana ,mau ngapain ?" Gumam nya pelan
Penasaran Lala pun urung ke kamar nya ,ia mengikuti sosok yang sangat mirip dengan Azzam.
"Zam ! " Panggil nya pelan namun sosok itu tak menoleh ,ia justru terus berjalan membuat Lala semakin jauh mengikuti nya
"Eh,kok aku sudah di sini saja , perasaan tadi aku masih di dalam rumah " Ia bingung kenapa tiba-tiba ia sudah berada di sebuah kebun jagung,entah kebun jagung siapa
Brugh'
Tiba-tiba sesuatu terasa menghantam tubuh nya ,hingga Lala pun jatuh terpental menghantam sebuah pohon.
Bersambung.....
__ADS_1