Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Melongo


__ADS_3

Dengan menahan malu ,Lala segera mengambil kain segitiga milik nya. Gara-gara terburu-buru ia jadi melupakan benda penting itu.


"Kenapa bisa ada begituan di dapur ? Jangan bilang kalian abis nganu nganu di dapur ?" Todong Ovan menatap Azzam dan Lala bergantian. Wajah keduanya sudah semerah kepiting rebus karena malu


"Tadi,mungkin terjatuh pas mau di cuci " Kilah Lala ,sedikit gugup


"Owh,jatuh " Ovan nampak mengangguk. "Tapi beneran nih kalian gak habis nganu nganu di dapur?" Tanya nya


"Ih kamu tuh. Ya biarin saja lah mereka mau ngapain udah halal ini,lagian ini rumah mereka ,bebas mau ngapain juga " Ucap Mila menepuk lengan Ovan yang langsung cengengesan


"Udah jangan dengerin orang ini,gak penting ,kita lanjut masak mendingan " Ucap Mila lagi ,ia tak ingin Lala menjadi semakin malu ,apalagi melihat Azzam yang hanya bisa diam tak berkutik di tempat nya


"Maaf ya La " Ucap Sarah jadi merasa tak enak hati


"I...iya tidak apa-apa,bukan salah kamu,aku nya saja yang kurang hati-hati. Lagian kalian sih datang pas kami sedang hemph....." Azzam segera membungkam mulut Lala ,ia yakin istri nya itu hendak mengatakan kegiatan nya yang terganggu tadi


Lala sadar jika dirinya hampir keceplosan pun hanya nyengir.


"Sedang apa ?" Tanya Ovan


"Enggak ,bukan apa-apa. Oh iya kamu bantu gulung daun pisang buat bikin lontong nya,beras nya udah aku cuci tinggal masukin saja " Ucap Azzam mengalihkan perhatian


"Oh,ok "


"Kalian kenapa gak ajak Deni sekalian,ini kan hari Minggu,dia juga libur kerja di hari Minggu kan ?" Tanya Azzam yang memang sudah tahu jika Deni berada di Jakarta


"Dia mah sibuk terus,aku udah telpon,katanya dia gak bisa ,tau deh sibuk apa " Sahut Sarah


Mereka pun kembali fokus pada kegiatan memasak mereka. Hingga waktu pun berlalu begitu cepat ,kini sudah ada berbagai masakan yang sudah siap untuk di kemas. Azzam akan mengemasnya dalam kemasan kotak dus.


"Ini,segini cukup ?" Tanya Sarah ketika memasukan opor ayam pada plastik ukuran setengah kilo


"Udah cukup" Sahut Azzam yang memasukan yang sudah dibungkus plastik ke dalam kotak nasi


Setelah semua terkemas rapih,mereka akan bersiap untuk mengantar kan makanan-makanan itu ke setiap rumah. Sebelum nya mereka sudah makan terlebih dahulu.


Pada saat hendak berangkat,ponsel Sarah berbunyi,ada panggilan masuk dari Iqbal. Sarah segera mengangkat nya namun kini ia tak menghindar seperti tadi


"Iya ,hallo "


"Gimana udah selesai?" Tanya nya


"Mama aku maksa banget ,katanya kalau sampai satu jam aku gak bawa kamu ke rumah,aku mau langsung dinikahkan "


"Ya udah aku pulang dulu ke kosan buat ganti baju " Ucap Sarah


"Jangan kemana-mana biar aku jemput ,kirimkan saja alamat nya " Setelah itu Iqbal pun mematikan panggilan telpon nya


Mau tidak mau Sarah pun mengirimkan alamat rumah Lala.


"Guys,maaf ya aku harus pergi ,gak bisa bantuin ngasih makanan nya " Sesal nya


"Iya tidak apa-apa,makasih loh udah bantuin tadi " Ucap Lala


"Emang mau kemana sih , buru-buru amat kaya nya " Tanya Ovan


"Kamu tuh bisa gak sih satu kali saja gak kepo urusan orang ?" Tanya Mila gemas


"Gak bisa " sahut Ovan cepat


"Tapi tadi siapa yang nelpon ?" Tanya Mila


"Nah kan ,ngatain orang pinter banget ,sekarang sendiri nya yang kepo " Cebik Ovan


"Apa sih "Mila nampak mencebik


"hihihi.....kalian ini lucu,aku doakan kalian jodoh "Ucap Sarah sambil cekikikan


"Amiiin " sambung Lala dan Azzam ,Ovan pun ikut mengamini dalam hati


"Idih main amin amin saja ,gak ! Gak ada jodoh-jodohan ya,gak mungkin juga kita jodoh "Seru Mila

__ADS_1


"Loh ,kenapa gak mungkin ,jodoh kita itu sudah ada dari semenjak kita brojol,mau sejauh mana pun pergi kalau jodoh nya yang deket pasti ketemu juga,jodoh gak bisa dihindari ,apalagi ibu kalian berdua kan besti sejati dari orok ,siapa tahu mereka yang tadinya besti jadi besan " Timpal Azzam


"Tau nih ,kaya nya ogah banget sama aku ?" Sambung Ovan


"Emang kamu mau sama Mila ?" Tanya Lala ,Ovan pun sedikit salah tingkah


"Ya ... Kalau kita memang jodoh ya mau gimana lagi ,bener kata Azzam tadi ,jodoh gak bisa dihindari ,daripada menghindar bikin capek ,kenapa gak dijalani saja ,iya kan " Ucap Ovan


"Bener tuh " Kata Sarah


"Tau ah " Mila pun enggan membahas nya lagi memilih pergi ke luar sambil membawa beberapa kotak nasi untuk di masukan ke dalam gerobak


Mereka akan berjalan kaki berkeliling komplek.


Saat Mila sudah sampai di teras sebuah mobil berhenti,ia mengerutkan kening saat tahu siapa yang datang.


"Bang Iqbal mau apa datang ke sini,dia kan tahu kalau Lala sudah nikah,tapi kenapa datang ?" batin nya


"Hai ,Mila ! Sarah mana?" Tanya Iqbal setelah menyapa nya


"Euh ...Sarah ?" Tanya nya terkejut


"Iya Sarah,katanya di sini. Jadi ini rumah baru nya Lala ?" Tanya Iqbal


"Iya ,ini rumah Lala " Sahut Mila lagi


"Eh bang Iqbal sudah sampai " Ucap Sarah yang baru keluar bersama yang lain


Azzam menatap tak suka pada Iqbal ,berbeda dengan Iqbal yang bersikap biasa saja ,meski ia sudah dapat menebak kenapa Azzam bisa ada di sana.


"Jadi benar dugaan ku kalau Lala nikah sama Azzam " lirih nya membatin


Bohong jika ia tak sakit hati,sampai detik ini nama Lala masih bertahta di hati nya,entah ia bisa melepas nama Lala yang terpatri di hati nya itu atau tidak,yang pasti sampai saat ini rasa itu masih ada. Namun Iqbal tak ingin memaksa ia tak mau Lala tak bahagia jika bersama nya.


"Loh bang Iqbal " Ucap Lala


"Hai La,Azzam. Maaf kedatangan aku ke sini untuk menjemput Sarah "ucap Iqbal kikuk


"Oh iya ,ya sudah Sarah sana kamu pergi saja sama bang Iqbal ,makasih ya udah bantu " Ucap Lala sangat senang ,ia berharap hubungan mereka akan lebih serius


"Iya ,kalau gitu kamu pamit ya , assalamualaikum"


"Waalaikumsalam "


Sepeninggalnya Sarah dan Iqbal ,Lala ,Azzam, Mila dan Ovan mereka mulai menghampiri satu persatu rumah tetangga nya dimulai dari yang terdekat.


Beberapa rumah sudah di datangi ,karena merasa lelah mereka akhirnya istirahat sejenak di bawah pohon kersen di pinggir jalan.


"Capek juga ya ternyata" Ucap Mila dengan mengipasi dirinya menggunakan tangan nya


"Sini aku tiupin, fuuuhhh....fuuuuhh....."


"Ih,kamu jorok ! Bau jigong tau " pekik Mila seraya menjauhkan wajah Ovan dari nya


"Enak aja bau jigong ,aku rajin sikat gigi tiga kali sehari kok , ini juga aku makan permen mint masa iya bau sih , sembarangan "Ovan tak terima dibilang bau jigong lalu meniup kan udara pada telapak tangan nya lalu mencium nya


"Tuh gak bau kok ,malah wangi permen " Ucap nya


"Sudah-sudah,yuk lanjut lagi keburu sore nanti " Azzam mengajak mereka kembali berjalan


"Masih kuat kan ?" Tanya Azzam pada Lala


"Masih kok ,kamu kaya gak tahu aku saja ,jangan kan seperti ini,main sampai lima ronde pun sanggup aku " ceplos nya


"Wuiiihh ....mantap ! Pengantin baru mah bebas ya " Ovan mendelik seraya terkekeh


"Hehehehe....enggak kok bercanda " Ucap Lala sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal


"Beneran juga gak apa-apa kali " Ucap Ovan lagi


"Apa sih ,udah ah yuk lanjut lagi " Cetus Azzam

__ADS_1


Mereka pun kembali melanjutkan pekerjaan mereka. Hingga sampailah mereka di sebuah rumah minimalis berlantai dua ,mereka melihat ada tiga anak kecil usia balita bermain di halaman tanpa pengawasan orang tua.


"Ini orangtua nya kemana sih ,masa anak-anak di biarin main sendiri " Gumam Mila


"Sendiri gimana ,orang mereka bertiga gitu kok" sahut Lala


"Ih maksud aku tuh kok gak ditemani orangtua nya ,bahaya loh mereka masih balita gitu " Ucap Mila meluruskan ucapan nya


"Oh,iya juga ya ,kalau misalnya ada culik kan bahaya juga " Gumam Lala


"Ini mataku yang salah atau gimana ya,kok aku lihat mereka pada dekil gitu " Celetuk Ovan


"Bukan salah lihat dodol ,emang mereka dekil " Seru Mila gemas


"Huss....gak boleh terlalu diperjelas juga ngomong nya ,gak enak kalau ada yang dengar " seru Azzam menahan suara nya


Apa yang dilihat mereka memang benar adanya ,ketiga anak itu nampak kotor dengan keadaan baju yang juga basah rambut mereka juga terlihat kumal dan kusam.


"Assalamualaikum adek-adek " Sapa Azzam ,ia yang menyukai anak-anak pun merasa miris melihat nya. Padahal di usia segitu anak-anak sedang dalam lucu-lucu nya , anak-anak itu juga sangat cantik-cantik dan tampan kalau mereka bersih mungkin Azzam akan merasa gemas.


"Waikumcalam" Salah satu anak perempuan menjawab salam nya meski dengan bicara nya yang cadel,usia nya memasuki tiga tahun


"Mama nya ada ?" Tanya Azzam


"Ekhem " Lala berdehem,ia merasa cemburu karena yang ditanya malah keberadaan ibu nya ,Azzam menoleh sekilas


"Dek,mama nya ada gak ?" Tanya Azzam lagi


"Ekhem....ekhem...." Lagi ,Lala berdehem


"Kamu kenapa?" Tanya Azzam ,ia tak mengerti dengan gelagat istri nya tersebut


"Enggak,ini tenggorokan aku kering " jawab nya asal


"Ini minum dulu "Azzam mengambil air minum dalam kemasan gelas yang sengaja di bawa dan ditaruh di gerobak lalu memberikan nya pada Lala


"Hm,makasih " Dengan ekspresi datar Lala meminum air tersebut


"Dek,mama nya ada ?" Tanya Azzam lagi karena anak itu belum menjawab pertanyaan Azzam


"Kenapa nanyain mama nya terus sih " Ucap Lala akhirnya ,melihat ekspresi Lala yang sudah tak bersahabat kini Azzam pun mengerti ,ia kembali bertanya pada anak itu


"Dek,di rumah ada siapa ,ini om ada makanan ,bawa masuk ke rumah ya " Azzam memberikan tiga box kotak makanan itu ,sebab ia merasa si rumah itu banyak penghuni nya


"Mamacih om,bental aku panggil mama dulu " anak itu berlari tanpa membawa box kotak makanan tersebut


Tak lama anak itu sudah kembali bersama seorang wanita muda yang berpakaian bak sosialita.


"Ada apa ini?" Tanya nya menatap satu persatu yang di depan nya


"Maaf ,mengganggu. Saya beserta istri dan teman-teman saya datang untuk memberikan ini,hanya sekedar makanan untuk perkenalan ,kami warga baru di sini" Ucap Azzam mengutarakan maksud nya


"Oh ,begitu. Iya terima kasih ya,kalau begitu perkenalkan nama saya Windi " Ucap wanita muda itu mengulurkan tangan ,namun Azzam hanya menangkup kan kedua tangan di depan d*da


"Saya Azzam dan ini istri saya Nurmala " Ucap nya, perempuan bernama Windi nampak tersenyum kecut


"Oh,itu istri nya.Tapi kok biasa banget ,sangat jauh jika dibandingkan dengan ku,mereka terlihat tidak cocok ,tapi kalau dengan ku pasti akan seimbang deh ,cowok nya ganteng aku cewek nya cantik" Bisik nya dalam hati


"Mama ,aku mau makan ini ya " Ucap salah satu anak menunjukan kotak makanan yang dipegang nya


"Iya ,sana bawa masuk , jangan lupa cuci tangan dulu,abis makan kalian mandi ya yang bersih ,awas kalau tidak sampai bersih "Ucap nya


"Maaf , anak-anak itu semuanya anak nya mbak Windi ?" Tanya Mila


"Eh,maaf. Perkenalkan nama ku Mila,ini Ovan " Ucap nya memperkenalkan diri


"Iya ,mereka anak-anak aku ,mereka hanya terpaut satu tahun" Jawab nya


"Tapi kok wajah nya beda-beda" celetuk Ovan yang sedari tadi memperhatikan ketiga anak itu


"Memang. Karena tiap anak bapak nya berbeda "Jawaban Windi membuat Lala dan yang lain melongo

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2