
Pukul 13:45 ayah nya Azzam sudah sampai Bandung. Ia datang bersama ayah nya Wina. Ayah nya Wina sendiri merupakan anak dari kakak kakek nya.
Beruntung ayah Azzam masih mengingat jalan menuju rumah anak mantan majikan nya itu,yang berarti rumah calon besan nya.
"Beneran ini rumah nya?" Tanya ayah Wina yang bernama Aji
"Seharusnya iya " Jawab ayah Azzam
"Kok seharusnya ?" Aji nampak heran
"Ya kalau mereka gak pindah seharusnya memang ini rumah nya,lagi pula ini banyak banget yang berubah , dulu gak ada pohon manggis nya depan rumah ,kok sekarang ada ya,apa aku salah rumah " Ucap nya ,kemudian ia pun merasa ragu
"Lah ,gimana sih ?"
"Ya maklumlah namanya juga lupa ,lagian sudah lama banget " Sahut ayah Azzam
"Terus gimana ?"Tanya Aji
"Kita tanya saja dulu, mudah-mudahan benar " Ucap ayah Azzam
"Kalau salah?"
"Ya kita cari " Jawab ayah Azzam enteng
Keduanya pun turun dari mobil hendak menuju rumah yang dimaksud. Akan tetapi baru beberapa langkah nya, seseorang nampak memanggil. Merasa namanya ada yang memanggil ayah Azzam pun menoleh.
"Pak Damar ,apa kabar ?" Tanya nya,ayah Azzam yang ternyata bernama Damar pun mengiyakan ,lalu ia bertanya
"Alhamdulillah kabar saya baik ,maaf kalau boleh tahu anda ini siapa ya?" Tanya Damar
"Ya ampun pak , segitu nya sampean ,moso lupa karo aku,coba diinget-inget pasti gak bakal inget " Cetus nya
"Kok berasa ada yang aneh dengan ucapan nya " Batin Aji menatap pria paruh baya yang seusia dengan Damar
"Hmmm.....gimana ya ,maaf lupa " Ucap Damar tak enak hati
"Nah kan bener apa kata aku ,pak Damar pasti gak bakal inget " Ucap nya
"Hehehe....maklum sudah lama ,dan sudah semakin tua " Sahut Damar
"Lha ya emang gak bakal inget ,orang kita ketemu nya saja baru kali ini kok ,hehehe...." Ucap nya tanpa dosa
"Heh......" Damar dan Aji saling lirik
"Saya tahu sampean itu dari ibu Sri tadi saya cuman menebak kalau sampean itu jenengane pak Damar ,eh ternyata benar hehehe....,mari beliau sudah menunggu " Pria itu pun berjalan mendahului Damar dan Aji
"Kampret ! Kita dikerjain "Damar nampak mendengus pelan
"Ah itu sih kamu yang dikerjain bukan kita" Sahut Aji
"Eh iya juga ya. Lah kok dia ke sana ? Bukan nya ini rumah nya ya" Bingung Damar ketika melihat pria tadi berjalan menyebrang jalan
Merasa Damar dan Aji tak mengikuti nya , pria itu pun menoleh.
"Lah kok pada meneng bae. Pak Damar ! Sini !" Seru pria itu sambil melambaikan kan tangan nya
"Ya sudah ayo kita ikutin orang itu" Ucap Damar
"Nih orang SKSD banget sih ,sok kenal sok deket" Batin Aji
"Ayo silahkan masuk ibu Sri sudah menunggu di dalam " Ucap pria itu setelah sampai di depan sebuah rumah besar dengan dua lantai
"Ah iya aku inget ini rumah nya , berarti tadi aku salah rumah ,untung aku belum ketuk pintu tadi" Batin Damar setelah mengingat bentuk rumah calon besan nya
"Loh bukannya rumah nya yang itu?" Bisik Aji menujuk rumah tadi
"Hehehe....aku lupa ,ini rumah nya,bukan yang itu "Damar menggaruk tengkuknya
__ADS_1
"Hm....dasar pikun "
"Ya kan sudah lama aku tak ke sini, terakhir itu waktu Azzam usia satu tahunan ,sekarang si Azzam udah dua puluh tahun" Tutur Aji
"Cukup lama juga ya,pantas saja kamu lupa "Ucap Aji kemudian
Obrolan mereka terhenti setelah sang empu nya rumah keluar.
"Assalamualaikum Bu...." Ucap Damar
"Waalaikum salam....loh ini cuman berdua saja ?" Tanya Sri
"Iya Bu ,maaf sebelum nya anak dan istri tidak bisa ikut ,sebagai gantinya saya bawa saudara sepupu " Jawab Damar
"Oh iya tak apa ,saya juga hanya didampingi pengacara,suami saya masih mengurus surat izin cuti ,ayo silahkan masuk " Ajak Sri dengan ramah
Begitu memasuki rumah Aji dibuat terkagum-kagum dengan interior nya,semua nya terlihat klasik dan elegan.
"Sebelum kita membicarakan inti nya ,kita makan terlebih dahulu,kalian pasti lapar kan ,mari " Ucap Sri mengajak Damar dan Aji ke ruang tamu
"Ah tidak usah repot-repot Bu "Tolak Damar
"Enggak repot kok ,kan yang siapin bibi,mari " Ajak Sri lagi
"Waduh jadi tidak enak , datang-datang langsung makan" Lirih Damar sungkan
Damar dan Aji pun mau tidak mau menerima jamuan makan nya. Setelah selesai pengacara keluarga pun datang. Mereka langsung menuju ruang kerja.
"Sebenarnya akan lebih baik saya memberitahu kan apa alasan almarhum pak Sugandi menginginkan perjodohan ini di depan mereka yang hendak dijodohkan,agar semua nya jelas ,akan tetapi karena mereka tak hadir tidak apa-apa saya akan menjelaskan secara detil nya,apa alasan beliau akan perjodohan ini" Tutur sang pengacara
"Sebentar pak,bagaimana kalau penjelasan bapak direkam saja ,agar nanti saya berikan hasil rekaman nya pada putri saya " Ucap Sri
"Boleh-boleh , begitu lebih baik " Sahut pengacara
Sementara itu Lala yang sudah selesai mata kuliah nya hendak pulang ,sedangkan Mila dan Sarah langsung berangkat menuju mall untuk kembali bekerja.
Tiba-tiba sebuah motor berhenti tepat di samping nya ,Lala merasa tak punya urusan dengan siapapun hanya cuek dan terus berjalan tanpa menghiraukan nya ,namun setelah orang di motor itu membunyikan klakson Lala pun berhenti berjalan dan menoleh.
"Ale ! Kirain siapa " Ucap Lala
"Sendirian saja ,mana kedua teman Lo itu?" Tanya Alex
"Mereka kerja " Sahut Lala singkat
"Kerja? kok Lo enggak kerja ,katanya Lo juga kerja kan?" Tanya nya lagi
"Gw udah berhenti "
"Why ?"
"Hm...dalam waktu dekat Gw mau pulang dulu ke Bandung " Sahut Lala
"Ada acara memang nya ?"
"Hm..." Lala mengangguk
"Terus sekarang Lo mau kemana ?"
"Pulang lah,mau kemana emang nya " Jawab Lala
"Jangan pulang dulu lah ,mending kita makan dulu yuk , gw laper nih" Ajak Alex
"Hm.....oke lah ,makan dimana ?" Tanya Lala setuju
"Ada deh ,pokok nya tempat makan nya ini enak ,itu langganan gw,Lo pasti gak akan nyesel makan di tempat itu "Cetus Alex percaya diri
Lala pun ikut dengan Alex menuju tempat makan yang dimaksud nya.Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di sebuah rumah makan.
__ADS_1
"Di sini?" Tanya Lala
"Iya , Lo gak suka tempat nya ?" Tanya Alex khawatir
"Suka kok,gw mah dimana saja yang penting makan " Sahut Lala
"Bagus kah kalau gitu. Ayo kita masuk ! "
Keduanya pun masuk ke dalam rumah makan tersebut. Melihat Alex pemilik rumah makan menghela nafas,ia nampak tak suka terhadap Alex.
"Bang,biasa hidangkan yang enak-enak "Perintah Alex
Lala diam memperhatikan Alex dan pelayan.
Melihat ekspresi si pelayan membuat Lala khawatir akan sesuatu,namun ia tak ingin berkomentar dulu sebelum tahu apa yang terjadi diantara mereka.
"Semoga tebakan ku salah " Batin nya
Tak lama beberapa makanan dihidangkan,terlihat si pelayan nampak datar ketika menyajikan makanan nya.
"Ayo La dimakan !" Ucap Alex setelah pelayan pergi
"Lama-lama bisa bangkrut kalau gini caranya " Lirih pemilik rumah makan itu
"Sabar pak,anggap saja sedekah , insyaallah Allah akan menggantikan nya dengan yang lebih banyak dan berkah" Ucap si pelayan membesarkan hati bos nya
"Amiiin...."
Beberapa saat kemudian makanan pun sudah habis, Alex mengajak Lala pergi begitu saja tanpa ingin membayar nya.
"Loh kok Lo gak bayar ?" Tanya Lala menghentikan langkah nya
"Ngapain mesti bayar,udah untung gw gak acak-acak nih tempat makan " Sahut Alex
Lala kemudian mengangkat tangan nya ,lalu menyentuh kening Alex dengan punggung tangan nya.
"Anget nya sama " Gumam nya seraya menyentuh kening nya juga
"Lo ngapain La ,emang Lo fikir gw sakit ?"Tanya Alex bingung
"Gw aneh saja sama Lo ,sejak kapan Lo jadi kurang ajar kaya gini ?" Tanya Lala ,ia merasa teman nya itu sudah banyak berubah
"Maksud Lo ?"
"Apa setiap kali Lo makan di sini Lo gak pernah bayar ?" Tanya Lala menyelidik
"Dia memang gak pernah mau bayar,jangankan bayar dia malah menghajar pelayan nya " Sosok hantu perempuan berpakaian kasual mengadukan perlakuan Alex
Lala menghela nafas "Jangan bilang iya ya " ucap nya lagi
Namun yang ditanya nampak enggan menjawabnya.
"Ternyata Lo sekarang udah banyak berubah Le. Tak hanya dari penampilan ,tapi dari sikap Lo juga gue hampir gak kenal dengan Lo yang sekarang ,Lo sadar gak sih ...apa yang Lo lakuin ini ngerugiin orang" Gadis itu merasa tak habis fikir kenapa teman nya bisa berubah drastis seperti itu
Dulu mereka memang pernah dan sering melakukan kenakalan tapi tidak sampai merugikan orang. Mereka pernah mencuri mangga tetangga pun juga cuman satu buah yang mereka ambil setelah itu mereka meminta maaf, namun untuk kali ini Lala menganggap sudah keterlaluan. Kalau cuman Ale sendiri yang makan masih bisa ditolerir ,kalau semua teman-teman nya juga makan dan gak bayar ,gadis itu gak bisa membayangkan berapa kerugian yang dialami pemilik rumah makan itu.
"Gu....
"Gw tahu , Lo itu ketua geng motor tapi bukan berarti Lo bisa bersikap seenaknya seperti ini,gw kecewa sama Lo Le" Sambar Lala tak memberi Alex kesempatan untuk berbicara
Lala pun berjalan menuju kasir "mas , jadi total nya berapa?" Tanya Lala
"Tiga ratus dua puluh lima ribu non " Sahut kasir nya
"Ini untuk makanan yang tadi ,dan ini anggap saja sebagai uang ganti rugi,maaf atas kelakuan teman saya ,jika dia dan teman-temannya masih tak mau bayar kalau makan di sini kasih tahu saya di nomor ini,kalau begitu saya pamit " Setelah itu Lala pun pergi meninggalkan rumah makan itu ia bahkan mengabaikan Alex yang terus memanggil nya
bersambung...
__ADS_1