
Lala dan Azzam jadi bingung dengan situasi saat ini. Kedua nya saling tatap.
"Maaf sebenarnya ini ada apa ? Calon mempelai apa maksud nya ?" Tanya Azzam
"Loh ini bagaimana sih ,kamu kan mau menikahi putri pak Samsul,terus keluarga mu mana ? Jangan bilang jika kalian hendak membatalkan pernikahan nya ,kita kan sudah sepakat "Ujar salah satu kerabat pak RT yang bernama Samsul
"Menikah? Bapak jangan asal ya,dia itu suami saya " Cetus Lala yang dari tadi hanya diam
"Suami ? Kalian jangan main-main ya , sebelumnya orang tua mu sudah datang melamar putri saya ,dan malam ini pernikahan akan dilangsungkan "Ucap pak Samsul
"Siapa yang main-main sih,orang kita memang suami istri kok" Ucap Lala lagi
"Maaf , sepertinya terjadi kesalah pahaman di sini. Maaf sebelum nya saya boleh tanya ,siapa nama calon menantu bapak ?" Tanya Azzam
"Azzam"
Lala dan Azzam terkesiap
"Kamu sendiri namanya siapa ?" Tanya kerabat pak Samsul
"Nama saya Azzam "
"Nah,berarti benar kamu calon nya ,kenapa ngaku sudah menikah dan ini istrinya?" Sambar pak Samsul
"Maaf pak,mungkin nama mereka sama ,tapi orang nya beda,dia memang suami saya pak "Ucap Lala
"Ini gimana sih,masa sama calon menantu sendiri gak tahu wajah nya , bisa-bisa nya mereka nyangka Azzam calon suami anak nya " Lirih Lala dalam hati
"Lalu dimana keluarga mu ?"tanya kerabat pak Samsul yang lain
"Keluarga saya ya di Sumedang " Jawab Azzam apa adanya
"Sedang apa di Sumedang,bukan nya mereka harus datang ke sini? Jangan-jangan keluarga mu sengaja ingin mempermainkan kami,kenapa hanya kamu saja yang datang " Tuduh salah satu orang di sana
"Huuuuuffftt...,memang nya untuk apa orangtua ku datang ke sini,lagipula saya sudah menikah dan ini istri saya,kalian salah orang "Ucap Azzam tapi tak ada yang percaya
"Jelas kalian ingin mempermainkan kami. Baiklah dengan atau tanpa keluarga mu, pernikahan ini akan tetap terlaksana "
"Loh kok,gak bisa pak saya keberatan,dia suami ku aku gak rela jika harus berbagi suami dengan wanita lain " Seru Lala protes
"Memang nya kami percaya "
"Istri saya benar ,kami sudah menikah dan saya tak mau menikah lagi dengan siapa pun ,kalian salah orang " Tegas Azzam seraya berdiri ,ia sudah malas berada di sana dan ingin segera pergi namun orang-orang itu nampak nya tak ingin Azzam pergi mereka malah memegangi Azzam dan membawa nya ke dalam menuju meja pennghulu yang di sana sudah ada seorang perempuan mengenakan kebaya pengantin , perempuan tersebut mengenakan cadar
"Ganteng juga orang nya ,beruntung aku gak nolak " Batin si wanita
"Duduk lah " Azzam di dudukan di samping wanita itu ,Lala yang melihat nya tentu saja tak terima,namun apa boleh buat ia tak bisa masuk sebab ketika ia hendak menghampiri lengan nya ditarik dan dibawa kembali ke ruang tamu
"Pak ,dia beneran suami saya , kalian tidak boleh menikahkan nya "Protes Lala ,namun tak ada yang berani bersuara di sana
Di dalam nampak Azzam enggan mengikuti ucapan penghulu. Sebenarnya Azzam sudah sangat geram dan marah saat ini ,tapi ia masih ingin menghadapi nya dengan kepala dingin,ia yakin memang ada kesalahpahaman di sini
"Ayo nak Azzam ,cepat ikuti pak penghulu" Ucap pak Samsul
"Maaf pak ,saya tidak bisa " mendengar penolakan dari Azzam membuat wanita di sampingnya merasa sakit hati
"Kalau kamu tidak mau menikahi ku,kenapa kamu datang ,mana keluarga mu?" Tanya wanita itu akhir nya bersuara
"Sebelum nya saya mau meminta maaf,maaf mungkin saya datang di saat yang tidak tepat ,dan sial nya nama saya sama dengan nama calon suami mu,tapi sungguh saya bukan pria yang dimaksud kalian. Kalian tentu tak ingin berdosa kan karena menikahkan pria yang sudah beristri " Tutur Azzam
__ADS_1
"A...apa maksud mu?" Wanita itu nampak terkejut
"Kalian salah faham,aku dan istri ku tadinya datang hendak bersilaturahmi sekalian berkenalan dengan RT di sini,sebagai warga baru kami wajib lapor kan ,tapi aku urung karena melihat banyak orang di sini,tapi saat ingin pergi seseorang malah membawaku ke sini,mereka tak percaya dengan ucapan ku yang mengatakan jika aku pria beristri" Lanjut Azzam
Mereka yang di sana tentu saling tatap,ada yang mulai percaya namun ada pula yang malah menganggap Azzam sengaja berpura-pura untuk mempermalukan keluarga pak RT.
Pada saat bersamaan terdengar deru mobil di halaman tak lama kemudian suara ramai nampak memenuhi di sertai ucapan salam.
"Assalamualaikum......."
"Waalaikum salam.....nah , akhirnya kalian sampai ,mari akad akan segera dilaksanakan,calon mempelai pria sudah tiba dari tadi" Ucap kerabat pak Samsul
"Loh ,gimana maksudnya,ini anak saya loh masih di sini" Ucap ibu dari pria yang hendak melangsungkan pernikahan malam ini
"Hah "pria itu tercenung menatap pria dengan cambang tipis dan peci hitam
Singkat cerita kini kesalahpahaman itu sudah terselesaikan dengan datang nya calon mempelai pria yang asli. Pak RT serta orang-orang yang di sana pun sudah meminta maaf pada Azzam dan Lala. Usut punya usut pernikahan itu terjadi karena unsur perjodohan. Perjodohan nya pun hampir sama dengan yang terjadi pada Lala juga Azzam yang tak tahu sama sekali wajah calon nya. Hanya tahu nama tanpa tahu seperti apa rupa wajah nya.
Sementara itu
Mila baru pulang setelah diantar Ovan. Setelah menemui dosen genit bernama Jamilah,Ovan mengajak Mila makan dan nonton. Awal nya Mila menolak tapi Ovan memaksa dengan mengiming-imingi akan membantu tugas kuliah Mila yang Mila sendiri bingung mengerjakan nya.
"Makasih ya udah dianterin pulang " Ucap Mila saat sudah turun dari motor matic milik Ovan
"Iya ,makasih juga udah mau anterin ketemu Bu Jamilah" Sahut Ovan
"Kapan kamu bantuin buat tugas kuliah aku ?" Tanta Mila
"Ya nanti lah ,masa sekarang udah malem ,entar kena grebek lagi "Ovan terkekeh
"Ish,siapa juga yang minta sekarang" Mila mencebik
"Udah ah sana pulang ,udah malam juga " Ucap Mila meminta Ovan untuk segera pergi
"Ok ,aku pulang,besok aku jemput " Ucap Ovan ,Mila mengerutkan kening nya namun kemudian ia mengangguk saja
Setelah Ovan benar-benar pergi, Mila pun masuk.
"Si Ovan benar-benar aneh deh ,apa cuman perasaan ku saja kali ya ,rasanya dia udah jarang bikin aku kesel dan ngajak debat" Gumam Mila seraya merebahkan tubuhnya
"Gak apa-apa deh gak mandi juga,udah malem ,takut ke kamar mandinya,cuci muka juga pakai air galon saja hihihihi...." Gadis itu pun segera memasukan air galon pada ember kecil tempat peralatan mandi nya lalu mulai mencuci wajah nya
"Tapi kalau tiba-tiba mau pipis gimana,masa pipis di ember ini sih. Semoga saja gak sampai mau pipis deh "Ucap nya lagi
Keesokannya...
Azzam dan Lala sudah sibuk berkutat di dapur. Setelah selesai shalat dan mandi kedua nya langsung menuju ke dapur.
"Ini bawang nya langsung di kupas ya ?" Tanga Lala sambil menyentuh bawang merah
"Iya ,masa mau langsung di potong " Jawab Azzam tersenyum, sementara Lala hanya cengengesan
"Untung ya ,semalam mereka datang ,coba kalau enggak mungkin sekarang kamu udah jadi menantu pak RT" Lala nampak cekikikan
"Emang nya boleh ?" Tanya Azzam mengangkat alis nya
"Enak aja ,ya enggak lah " Jawab Lala cepat
"Kirain boleh " Gumam Azzam sambil melengos
__ADS_1
"Kamu bilang apa tadi ?"
"Enggak ,gak bilang apa-apa " kilah Azzam ,Lala memicingkan mata menatap suami nya itu
"Aku gak mungkin mau nikahi wanita lain,dapet kamu saja rasanya pengen salto terus,bagi aku gak ada wanita yang bisa membuat hati aku bergetar selain kamu La, lagipula aku juga belum memberikan apapun buat kamu masa iya mau nambah istri " Ucap Azzam yang mengerti arti tatapan nya itu
"Kata siapa kamu belum ngasih apa-apa buat aku" Ucap Lala menghentikan sejenak kegiatan nya mengupas dan memotong bawang
"Apa memang ?" tanya Azzam
"Cinta. Kamu sudah memberikan cinta kamu buat aku saja ,aku sudah bahagia kok "
"Emang cinta saja bisa kenyang,?kamu tuh pagi-pagi udah gombalin suami " Azzam terkekeh
"Ih orang aku serius juga " Lala mencebik kesal , tiba-tiba
Tak'
"Aww...." Pekik nya
"Kenapa?" Azzam nampak terkejut dan segera meraih tangan Lala lalu memperhatikan nya
"Mana yang terluka ?" Tanya nya
"Tuh bawang nya kepotong "Ucap Lala sambil tersenyum
"Hm,dasar ya nakal " Azzam mencubit hidung Lala gemas
"Hahaha..... kena kamu aku kerjain " Lala tertawa senang
"Akhh.....hahaha.....aduh ampun ,geli ...." Teriak Lala ketika Azzam mendekap Lala dan menggelitik nya
"Adududuh....sudah,hentikan aku mau pipis " rengek Lala ,Azzam pun segera mengakhiri aksi menggelitik nya
"Aku ke kamar mandi dulu" nafas Lala terengah lalu ia pun pergi ke kamar mandi yang berada dekat dengan dapur ,Azzam terkekeh lalu kembali pada pekerjaan nya
Beberapa menit kemudian Lala sudah keluar dari kamar mandi.
"Sudah?" tanya Azzam menoleh
"Iya ,kamu tuh, hampir saja aku pipis di celana "
"Ya abisnya kamu iseng banget,aku udah panik saja tadi ,tau nya cuman ngerjain" Sahut Azzam sambil memisahkan sayuran yang akan lebih dulu dimasak
"Ini udah di cuci belum ?" Lala menyentuh beberapa sayuran pada wadah
"belum ,kamu cuci in ya " pinta Azzam
"Ok "
Lala membawa sayuran itu ke wastafel lalu mencuci nya satu persatu. Azzam yang tengah menyiapkan bumbu menoleh pada Lala ,tiba-tiba ia tercenung melihat cara istri nya itu mencuci terong ungu.
"Astaga La,bisa gak nyuci nya jangan seperti itu,bikin ngilu saja " keluh nya,Lala mencuci terong itu dengan setengah menggenggam lalu di tarik dan dorong seperti tengah mengurut dan mengocok 'sesuatu'
"Apa ?"Tanya Lala menghentikan aktivitas nya dan menoleh
"Nah tuh kan ,jadi tegang begini "
Bersambung....
__ADS_1