
Azzam menoleh pada nek Esih.
"Bilang saja saudara jauh nya Agung "Ucap nek Esih
"Saya saudara jauh nya mas Agung mbak " jawab Azzam
"Saudara nya mas Agung ya,baiklah mari mas" Wanita bernama Desi itu membawa Azzam menemui Agung,anak nek Esih tanpa merasa curiga sama sekali
"Wanita ini yang sudah membunuh nenek " lirih nek Esih
Azzam menahan geram menatap punggung Desi. Hingga akhir nya ia sudah sampai di ruang tamu.
"Permisi pak,ada tamu " ucap nya. Agung menoleh kan kepala termasuk tamu yang juga merupakan kerabat nya
"Iya, maaf.Siapa ya,ada keperluan apa ?" Tanya Agung menatap bingung pada Azzam
"Loh,bukan nya mas ini saudara nya pak Agung ?" Tanya Desi heran
"Saudara?" Agung nampak bingung
"Maaf ,sebelum nya sudah membuat anda merasa bingung dan bertanya tentang siapa saya. Saya datang ke mari atas permintaan nek Esih.Beliau ingin di makam kan secara baik " Ucap Azzam tanpa berbasa basi
Dengan ucapan Azzam yang seperti itu tentu saja membuat mereka terkejut termasuk Desi.
"Apa maksud kamu ?" Tanya Agung sementara Desi , wanita itu kini nampak mematung dengan jantung yang sudah bertalun-talun
"Siapa dia,kenapa dia bisa berbicara seperti itu " Batin Desi menatap Azzam dengan wajah yang sudah pucat
"Kamu jangan bicara sembarangan ya,ibu saya masih hidup.Mungkin saja ibu saya hanya tersesat karena ia sudah tua " Agung menggertakan gigi nya menatap Azzam
"Saya hanya menyampaikan amanat beliau,jika anda tak berkenan dengan ucapan saya ,saya minta maaf ,permisi "Azzam kemudian berbalik hendak pergi ,namun seorang pria yang merupakan keluarga nek Esih mencegah nya
"Tunggu " Azzam pun kembali berbalik
"Tadi malam mamang bermimpi mbak Esih berpamitan,entah mau pergi kemana,ia menyampaikan pesan agar kamu pergi ke halaman belakang rumah " Ucap Asep yang merupakan adik dari nek Esih
"Itu kan cuman mimpi mang " ucap Agung
"Justru itu,mimpi tersebut merupakan sebuah petunjuk" cetus Azzam
"Petunjuk ?" Tanya Asep
Desi menjadi semakin keringat dingin mendengar nya.Dengan perasaan gugup ia membalikkan tubuh nya hendak kabur,namun Azzam yang melihat gerak-gerik nya segera menegur nya.
"Kamu mau kemana ?" Tanya Azzam ,Desi berjengkit kaget
"Apa kamu bisa ceritakan yang sebenarnya,atau aku yang akan berbicara " Ucap Azzam menatap tajam Desi
"Ada apa ini? Apa yang perlu dijelaskan?" Tanya Agung bingung
"Anda tanya sendiri saja padanya "
Dengan perasaan takut ,wanita itu berusaha untuk terlihat tenang.Beberapa kali ia terlihat menghela nafas.
__ADS_1
"Maaf pak,saya tidak tahu apa-apa" kilah nya
"Maling mana ada yang mau ngaku " Cetus Lala yang tiba-tiba datang. Ia yang merasa bosan menunggu dan penasaran dengan apa yang dilakukan suami nya,lalu ia pun memutuskan untuk keluar dari mobil dan mengintip ke dalam rumah ,namun ia merasa gemas karena ia merasa Azzam terlalu lama menyelesaikan masalah itu
"Sayang kamu kenapa ke sini ?" Tanya Azzam
"Aku bosan " Ucap Lala manja
"Maaf ,ini sebenarnya ada apa ,siapa kalian kenapa tiba-tiba kalian datang dan membuat saya bingung ?" tanya Agung menatap Lala dan Azzam bergantian
"Kami datang untuk membantu anda pak,anda sedang mencari ibu anda kan ?" Tanya Lala
"Iya,kalian tahu ibu saya dari mana ?" Tanya nya
"Iya ,saya tahu,nenek Esih ada di belakang rumah bapak " Ucap Lala
"Di belakang rumah? Kamu jangan mengada-ada,jika ibu saya memang ada dibelakang sudah pasti ibu saya sudah datang ke sini"Seru Agung
"Ya sudah kalau gak percaya ,orang kita mau kasih tahu kok. Asal bapak tahu nek Esih meninggal karena dibunuh seseorang" Ucap Lala seraya menatap sinis pada Desi
Wanita itu terkesiap dan menjadi salah tingkah karena gugup ditatap seperti itu oleh Lala.
"Jangan asal bicara !" sentak Agung
Lala terperanjat,sedetik kemudian kedua mata nya berkaca-kaca. Lala yang tengah mengandung membuat nya jadi lebih sensitif.
"Nek,dia gak percaya " lirih nya menatap nek Esih yang kini berada tepat di samping Agung
"Jaga nada bicara anda pak,!" ucap Azzam yang tak terima istrinya dibentak
"Sayang,mana tangan kamu ,bantu aku buat kasih lihat " pinta Lala pada Azzam dengan menjulurkan tangan nya ,Azzam pun meraih tangan Lala dan menggenggam nya
"Bapak lihat mata saya " ucap Lala kemudian
"Sudah lah jangan main-main,saya harus mencari ibu saya " tolak Agung
Namun mamang nya,Asep merasa apa yang dikatakan Lala memang sebuah kebenaran,entah kenapa feeling nya mengatakan jika kakak nya memang sudah meninggal.
"Turutin saja Gung,mamang yakin kedatangan mereka memang berhubungan dengan ibu mu" ucap nya
Dengan malas Agung melihat kedua mata Lala seperti yang dikatakan Lala.
"Sekarang coba bapak lihat ke sebelah kiri bapak" ucap Lala
Agung menoleh ,ia terkesiap ketika ibunya sudah berada di samping nya , namun wujud nya seperti sebuah hologram yang tembus pandang juga tak dapat di sentuh.
"I...ibu " kejut nya
"Ibu? Mana ,dimana ?" Tanya Asep yang tak dapat melihat keberadaan kakak nya
"Tolong ibu nak,ibu kedinginan, kuburkan ibu dengan layak " lirih nek Esih
"Kalian jangan bercanda ! Mana ? Dimana kalian meletakan proyektor nya ?" Seru Agung sambil mencari alat proyektor yang ia yakini ada pada Lala ataupun Azzam
__ADS_1
"Tidak ada proyektor apa pun pak,apa yang bapak lihat memang benar nek Esih,ibu nya bapak" Lala kemudian menceritakan pertemuannya dengan nek Esih saat mengantar kan nya hingga ke depan rumah Agung
"Itu tidak mungkin !" Agung nampak tidak percaya ,namun lain hal nya dengan Asep.
"Jangan-jangan mereka bukan orang sembarangan. Jangan-jangan mereka bisa melihat arwah nenek-nenek itu" lirih Desi cemas
"Aku harus bagaimana ini,jika aku kabur pasti mereka pasti akan langsung tahu yang sebenarnya,tapi kalau aku diam rasanya sama saja " lanjut nya membatin
"Tadi kalian bilang kakak saya ada di belakang rumah ini? Dia dikubur di belakang?" Tanya nya dengan suara bergetar
"Iya Sep....tolong mbak mu ! Agung,mereka benar ibu sudah meninggal,jenazah ibu dikubur di belakang rumah mu ,dan wanita itu dan pacarnya lah yang paling bertanggung jawab atas kematian ibu " tunjuk nek Esih pada Desi yang tengah *******-***** jemari tangan nya
Agung menolehkan kepala melihat ke arah Desi yang nampak gugup di tempat nya.
Bagai terkena puluhan peluru di dada nya ,seketika Agung merasa sesak mendengar penuturan Lala dan Azzam juga ibu nya
"Desi !" Panggil nya dengan emosi
Deg'
Wanita itu menggigil ketakutan melihat ekspresi Agung yang belum pernah ia lihat sebelum nya.Selama ia bekerja di rumah itu, Agung selalu memperlakukan nya dengan baik,bahkan karena melihat sikap Desi yang terlihat seperti gadis baik-baik, diam-diam Agung menaruh hati pada nya ,dan hendak menikahi nya jika sudah tiba saat nya. Namun ia tak pernah menyangka jika gadis yang ia anggap perempuan baik-baik sudah memiliki kekasih dan yang paling membuat nya terkejut ketika mengetahui jika wanita itu dan pacarnya yang sudah membunuh ibu nya. Agung sendiri seorang duda tanpa anak ,karena istri nya sudah meninggal dalam keadaan hamil lima bulan karena kecelakaan beberapa tahun yang lalu.
"I...iya pak " sahut nya
"Apa salah ibu ku terhadap mu ? Kenapa kamu bisa setega itu ?" Tanya nya dengan kedua mata yang memerah kedua tangan nya pun ia kepalkan kuat-kuat
"A...apa maksud bapak ,aku tidak mengerti?"Ucap Desi berusaha terlihat tenang meski sangat terlihat ketakutan dari raut wajah nya
"Kelamaan pak,kalau nunggu dia cerita ,lebih baik kita segera ke belakang rumah , seperti nya aku tahu dimana nenek di kuburkan " Cetus Lala yang memang sudah ingin segera pergi dari tempat itu
"Dia benar,ayo kita kesana sekarang !" Ucap Asep membenarkan ucapan Lala
Desi semakin cemas dibuat nya,namun ia tidak bisa berbuat apa-apa selain diam dan mengikuti majikan nya menuju halaman belakang.
"Udah ,kamu diem-diem di sini !" Ucap Lala saat melihat Desi hendak pergi
"Di sini ,mereka berdua menguburkan nenek di sini " Ucap nek Esih di atas permukaan tanah yang nampak berbeda dari permukaan tanah di sekitar nya
"Di sana pak !" Tunjuk Lala
"Yuk ,sayang ke sana !" Ajak Azzam
"Kenapa aku baru sadar kalau di sebelah sini tanah nya berbeda " lirih Agung ketika melihat permukaan tanah tersebut ,di atas nya terdapat pohon bunga kertas yang nampak layu dengan daun yang sebagian sudah berguguran
"Waktu itu saya menanam bunga kertas tapi seperti nya bunga nya gagal tumbuh " Ucap Desi yang sedari tadi diam saja. Ia masih berusaha mengalihkan perhatian majikan nya agar tak menggali tanah tersebut
"Yakin ?" Cetus Azzam
"I...iya ,yakin " Ucap Desi
"Kita gali saja " Ucap Asep yang tak sengaja dilihat nya tergeletak tak jauh dari tempat itu,ia pun segera mengambil dan langsung menggali tanah tersebut
Bola mata Desi membelalak sempurna."Mati aku "
__ADS_1
Bersambung....