
Setelah mendapat telpon dari mama nya,Lala kembali terdiam.
"Huuuuuffftt....Minggu depan status ku berubah, Ya Tuhan....apa aku sedang mimpi" lirih nya dalam hati
Menikah adalah impian setiap orang ,apalagi jika menikah nya dengan orang yang kita cintai pasti bertambah lah kebahagiaan. Akan tetapi bagaimana dengan seseorang yang menikah tanpa adanya cinta ,bahkan calon nya saja pun tak tahu seperti apa wajah nya.
Di sepanjang jalan Lala hanya diam sambil memperhatikan jalanan. Selalu ada saja penampakan yang ia lihat ,namun gadis itu tak ingin menghiraukan nya.
Suara teman-teman nya di belakang pun sudah tak terdengar , nampak nya mereka sudah terlelap. Lala menegakkan tubuh nya lalu menoleh ke belakang ,namun ia terkejut ketika ternyata Azzam juga melihat pada nya.
Deg'
"Astaga "kejut nya
Azzam mengernyit melihat Lala yang terkejut,ia pun bertanya tanpa suara
"Kenapa ?"
Lala pun menggeleng sambil meringis.Tak mungkin ia jujur kalau dirinya terkejut karena Azzam.
"Huuuuuffftt....astaga aku fikir dia juga sudah tertidur " lirih nya pelan
Merasa tak puas dengan jawaban Lala yang hanya menggeleng,Azzam pun mengirimi nya pesan.
Lala segera melihat nya ,kemudian ia menggigit bawah bibir nya ketika membaca pesan tersebut.
( kamu kenapa ? kok kaya kaget gitu )
"Gak kenapa-kenapa kok "
( beneran )
"Iya ,beneran "
( kok kamu gak tidur )
"aku gak ngantuk "
( sama , aku juga gak ngantuk )
Mereka pun akhirnya bertukar pesan selama perjalanan ,hingga tak terasa bis mulai memasuki area perkampungan.
Hingga bis pun berhenti barulah kedua nya tersadar jika mereka sudah sampai.
"Kita sudah sampai?" tanya salah satu penumpang
"Bagus ,bangun! Kita sudah sampai "ucap Lala sambil mengguncang tubuh teman nya itu
"Oh iya kah " Bagus mengerjap-ngerjap kan mata nya lalu merentang kan kedua tangan nya ,namun ia sedikit usil ketika Lala hendak beranjak tiba-tiba ia merangkul Lala hingga gadis itu pun duduk kembali karena tarikan Bagus
"Aduh... kamu ih " seru Lala seraya mendorong Bagus dan memukul lengan nya
"Hahaha....sorry....bercanda " ucap nya
__ADS_1
"Becanda apa cari masalah heh?" tanya Lala dengan tatapan tajam nya
"Wohoho....becanda ,La...ampun,galak bener " ucap Bagus sedikit merasa ngeri melihat ekspresi Lala yang seakan ingin menelan nya hidup-hidup
"Hahaha....kamu baru gitu saja udah takut,tenang aja aku juga becanda kok, tapi lain kali kalau gitu lagi tahu sendiri akibatnya"
"Iya iya , janji gak lagi-lagi deh " ucap Bagus
Azzam tentu saja dapat melihat apa yang terjadi di depan nya,ia ingin marah tapi sadar jika marah nya pasti akan jadi pertanyaan.
Setelah itu Bagus pun menginteruksi semua penumpang untuk turun dengan tertib dan langsung menuju ke penginapan karena pendakian akan dimulai besok pagi.
"Sini aku bawakan " pinta Azzam ketika Lala hendak membawa tas ransel nya
"Ini berat loh , kamu juga sudah bawa tas sendiri apa gak kerepotan nanti nya ?"tanya Lala
"Gak apa-apa,aku bisa kok sini " Azzam mengambil alih tas ransel Lala ,namun begitu tas ransel tersebut sudah di tangan nya , ekspresi nya langsung berubah
"Astaga....kenapa berat banget ,lebih berat dari tas ransel ku ,apa saja isi nya sih " batin nya
"Kenapa,berat ya ? Sudah dibilangin juga " Lala mengambil kembali tas ransel nya
"Loh kalian seperti nya sudah saling kenal ya ,akrab banget seperti nya ?" tanya Bagus
"Ya begitu lah " sahut Lala
"La,kita kan cewek berdua nih ,gimana kalau kita satu kamar aja ,takut aku tidur sendirian" sela Wika menghampiri
"Cewek ? Siapa ? Orang cuman aku doang kok ,kamu ngaco "ucap Wika
"Beneran Zam ?" tanya Lala
"Ya iya ,cewek nya cuman dia doang di tim kami " jawab Azzam
"Ah masa sih,kalian lupa kali "Bagus nampak tak percaya dengan yang dikatakan Azzam dan Wika
"Orang aku lihat kok ,duduk nya juga di dekat kamu " ucap Bagus lagi
Azzam, Lala dan Wika pun jadi saling bertukar pandang.
"Kamu serius lihat cewek lain di dekat aku ?" tanya Wika
"Ya serius lah ,masa aku bohong ,kamu juga lihat kan La ?" tanya nya menoleh pada Lala
"Hm....gimana ya ,tadi pas berangkat sih memang aku gak lihat tapi setelah bis melaju dari rest area aku juga melihat nya ,dia juga masih ada tuh di tempat duduk nya " ucap Lala
"Hah ,jangan bilang kalau cewek itu ....hantu "Bagus ketakutan sampai merangkul lengan Lala
"Ish...apa an sih " seru Lala sambil menggeplak lengan Bagus,namun bukan nya melepaskan rangkulan nya Bagus malah semakin erat melingkar kan lengan nya
Azzam yang tak bisa melihat nya pun menepis lengan Bagus dan berdiri di antara Lala dan Bagus.
"Kamu beneran La ? Kok aku gak lihat ?" tanya Azzam
__ADS_1
"Tapi bohong " ucap Lala sambil tergelak
"Hahaha.....ya ampun Bagus...Bagus badan aja gede tapi baru ditakutin gitu aja udah blingsatan, kamu salah lihat kali,kalau memang ada hantu aku pasti udah bisa ngerasain ,ya udah ah ,yuk kita ke penginapan " Lala lalu menarik lengan Wika dan berjalan bersama meninggalkan Azzam dan Bagus yang melongo karena dikerjai Lala
"Masa iya aku salah lihat sih ?" gumam Bagus
Hari beranjak petang ,Lala dan Wika tengah menuju kedai makanan , sementara Bagus ,Azzam dan teman-teman nya yang lain sudah berada di kedai sejak setengah jam yang lalu.
"Pantas saja pada sepi ,gak taunya kalian udah di sini ,tega ya kalian ninggalin kita para cewek berdua " ucap Lala lalu duduk di samping Bagus
Azzam merasa panas hati nya melihat Lala duduk di samping pria lain ,padahal hanya itu kursi yang tersisa,sedangkan Wika sedang mengambil kursi tambahan di belakang.
"Hehe....sorry La,abis nya kalian lama banget mandi nya ,ya udah karena kita udah lapar ya kita duluan " sahut Bagus
"Kirain kamu mau balas dendam karena aku kerjai tadi " ucap Lala mencebik
Beberapa saat kemudian para laki-laki beranjak dari duduk nya karena sudah selesai makan, bertepatan dengan itu makanan Lala pun siap ,hanya Azzam yang terlihat masih duduk di tempat nya.
"Kamu gak keluar ?" tanya Bagus
"Nanti lah masih mau di sini, baru saja masuk makanan ke perut ,nunggu turun dulu lalu jalan" sahut Azzam sambil memainkan ponselnya
"Ya Allah La,kamu lapar apa gimana ,makan kok gak ada anggun-anggun nya ,kamu itu cewek loh" cetus Bagus
"Memang nya makan harus dengan gaya apa , gaya punggung,apa sambil kayang ? memang nya ada yang salah dengan cara ku makan ,perasaan biasa aja deh" jawab Lala
"Ya gak sambil kayang juga lah ,ya minimal punggung tegap dan makan secara perlahan ,biasa nya kan cewek makan kaya gitu ,gak grasa grusu kaya orang kelaperan" ucap Bagus
"Lama ah ,aku kan gak sedang makan di depan presiden jadi gak perlu jaga image " sahut Lala lagi
"Terserah lah sakarep mu" Bagus nampak kehabisan kata-kata untuk menimpali ucapan Lala kemudian ia juga menoleh pada Wika
"ini juga sama aja "
"Jangan berisik " ucap Wika. Ia yang memang tomboy sampai menaikan satu kaki nya pada kursi yang ia duduki
Bagus sampai menggeleng-gelengkan kepala melihat nya
"Ya ampun ,dia sama sekali gak berubah " lirih Azzam membatin
Baginya Lala sangat berbeda dengan gadis mana pun ,jika gadis lain pasti akan berusaha terlihat rapih dan berhati-hati agar makanan nya tak merusak riasan di wajah nya ,namun berbeda dengan Lala ,ia seolah tak takut kotor. Bahkan tak jarang makanan nya suka berpindah ke wajah nya ,entah itu di pipi atau di kening ,dan itu sangat lucu menurut Azzam.
Lala yang tak sengaja melirik Azzam pun menjadi salah tingkah karena Azzam terus memperhatikan nya ,ia pun sampai tersedak.
"Uhhuukk... Uhhuukk...."
"Makanya pelan-pelan makan nya " cetus Bagus,kemudian ia menyodorkan air minum nya
"Ih uhhuukk.... uhhuukk.... gak sopan ,itu kan uhhuukk...bekas kamu" seru Lala tak ingin menerima nya
Namun entah sadar atau tidak ,Lala malah meraih air minum milik Azzam yang jelas-jelas letak nya agak jauh di depan nya. Hal itu pun membuat Azzam tersenyum.
bersambung ....
__ADS_1