
"La .... tunggu !" Alex menarik lengan Lala namun ditepis oleh gadis itu
"Cukup Le, gw gak mau lihat muka Lo kalau Lo masih bersikap seperti itu ?" Cetus Lala
"Tapi kalau gw gak bersikap seperti itu dimana harga diri gw sebagai ketua geng motor,gw gak akan dianggap sama anak buah gw "
"Harga diri ya " Ucap Lala mendelik
"Dengan merugikan orang lain Lo bilang harga diri ? Gak gitu juga caranya " Tambah nya
"Terus gimana caranya supaya gw ditakuti semua orang ?"
"Kalau gw jadi Lo,gw gak mau orang jadi takut sama gw. Gw ingin orang lain ngehormati gw bukan karena takut tapi karena sungkan,dan bener-bener ngehargai gw. Lo ngerti kan maksud gw ?" Ucap Lala seraya berlalu setelah menyetop taksi
Namun sebelum Lala masuk ke dalam taksi,ia berkata
"Kalo Lo bijak ,Lo pasti ngerti "
Brugh' Lala menutup pintu taksi
"Jalan pak !"
Alex menatap taksi yang melaju menjauh,ia terdiam setelah mendengar kata-kata Lala.
"Berarti apa yang gw lakuin selama ini salah dong " Gumam nya pelan
Sementara itu.
"Si Ale bener-bener deh " Gerutu Lala memijit pelipisnya,ia kesal sekaligus gemas pada temannya itu
"Awas saja kalau dia gak mau merubah sikap nya ,tau sendiri akibat nya " Geram nya
Setelah taksi berhenti di gang,Lala pun turun tak lupa ia membayar taksi sesuai argo.
Ketika Lala tengah berjalan menyusuri gang sempit , sekelompok pemuda nampak tengah berkumpul di teras salah satu rumah. Para pemuda tersebut nampaknya sedang nongkrong-nongkrong sambil sesekali bernyanyi dengan salah satu nya bermain gitar.
Saat Lala melewati mereka,para pemuda yang rata-rata usia tujuh belas dan delapan belasan tersebut nampak menggoda Lala. Bahkan ada dari mereka yang tak segan menyusul dan menghalangi langkah Lala.
"Hai cantik ,mau kemana nih ?" Goda nya
"Heh bocil minggir ! Jangan menghalangi jalan" Ucap Lala
"Wuidih .... galak bener ! "
"Jangan galak-galak nanti gak laku, hahahaha "
Lala tak ingin menganggapi.Gadis itu nampak menggelengkan kepala dengan sikap usil para remaja itu.
"De...de...ini ada uang jajan,lumayan buat beli permen,belikan juga buat teman-teman mu yang lain nya ya " ucap Lala seraya meraih pergelangan tangan remaja itu dan meletakan uang dua puluh ribu di telapak tangan nya
Remaja tersebut nampak melotot ketika Lala berlalu begitu saja.
"Ada ada saja ....dasar anak ABG " Gumam nya
Sementara itu.
Azzam yang sedang memangku Arkan mendapat sebuah telpon jika dirinya diminta untuk datang ke kampus untuk membahas sesuatu.
"Bu aku berangkat dulu ya" Azzam pun mencium punggung tangan ibu nya lalu mencium gemas Arkan yang kini sudah dipangkuan ibu nya
"iya Zam , kamu hati-hati,bawa motornya jangan ngebut-ngebut "
__ADS_1
"iya Bu, assalamualaikum "
"Waalaikum salam "
Setengah jam berkendara Azzam pun sampai ,ia langsung memarkirkan motornya di parkiran kampus.
Setelah itu Azzam berjalan menuju ruangan tempat rapat diadakan. Azzam memang introvert namun untuk kegiatan di kampus nya ia cukup aktif. Apalagi jika berhubungan dengan kemanusiaan dan alam.
Azzam pun pernah beberapa kali ikut menjadi tim relawan ketika ada bencana, terakhir ia menjadi tim relawan saat gempa di salah satu kota beberapa waktu lalu.
Begitu Azzam memasuki ruangan,nampak orang-orang memperhatikan pada nya.
"Maaf terlambat "ucap Azzam
"Iya tak masalah.... kita juga baru mau mulai kok "
"Ok ! Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya,kalau kita akan melakukan pendakian di gunung Slamet dan akan mendirikan kemah selama satu malam di sana dan paginya kita akan turun "
"Maaf , apa semua nya wajib ikut?" Tanya Azzam
"Memang nya kamu gak ikut?"
"Kegiatan ini tidak mewajibkan setiap anggota nya untuk ikut,tapi berhubung kegiatan ini untuk memperingati hari Bumi dan Lingkungan Hidup,maka kegiatan ini akan digabung dengan tim Mapala dari salah satu universitas Jakarta,jadi sebaiknya ya ikut,tapi tergantung diri masing-masing jika ingin ikut hayu,jika tidak juga tidak apa-apa" tutur Robin
Azzam terdiam untuk beberapa saat ,hingga kemudian ia kembali bertanya
"Kapan acara pendakian dilaksanakan?"
"Bulan depan" Jawab Robin
"Bulan depan ya...ya sudah nanti jika bisa,aku usahakan untuk ikut " Sahut Azzam yang tak bisa menjanjikan
"Baiklah , kita bahas ini agar kalian yang akan ikut bisa mempersiapkan diri ,dan menjaga kesehatan kalian " Ucap Robin lagi
"Baiklah diskusi kita akhiri sampai di sini,jika ada yang masih ingin ditanyakan hubungi saja saya " Ucap Robin lalu mereka pun bubar
Azzam berjalan menuju motor nya yang berada di parkiran. Tiba-tiba seseorang memanggilnya.
"Kamu mau pulang? " Tanya Mayang
"Iya " Sahut Azzam singkat
"Jangan pulang dulu dong ,gimana kalau
kita nongkrong dulu di kafe " Ajak Mayang
"Maaf gak bisa " Azzam kembali melanjutkan langkah nya sementara Mayang nampak menghentak kan kaki nya karena kesal
"Ih bener-bener ya " Gemas nya
Mayang sudah mengetahui jika bayi yang waktu itu dilihat nya bukan anak Azzam . Karena benar-benar merasa penasaran Mayang menanyakan nya pada tetangga Azzam yang saat itu tak sengaja melintas ketika Mayang mengintip Azzam.
"Awas saja kalau nanti dia sudah kudapatkan,tak akan aku lepaskan " Ucap nya dengan menyunggingkan senyum
Mayang pun pergi setelah melihat motor Azzam keluar dari area kampus.
Keesokan harinya.
Lala tak sengaja ketiduran setelah melaksanakan shalat subuh. Ia nampak pulas namun sedetik kemudian tiba-tiba ia terbangun dengan nafas tersengal.
"huuuuuffftt.....tadi itu mimpi apa ya?" Gumam nya
__ADS_1
Jantung nya berdebar dengan perasaan yang mendadak tidak enak. Dalam mimpi nya Lala melihat sebuah pasar namun berada di tengah hutan. Terdengar suara jeritan minta tolong dan orang-orang di sekitar nya menghilang.
Lala terdiam beberapa saat hingga akhirnya ia beranjak ke kamar mandi untuk mencuci wajah setelah degupan jantung nya kembali normal.
Matahari semakin merangkak naik,Lala memgunci pintu kontrakan lalu berangkat ke kampus. Namun saat sudah keluar dari gang Alex nampak sudah duduk manis di atas motor nya.
Lala mengabaikan pria itu dan berjalan melewati nya ,namun Alex menarik lengan Lala hingga Lala mau tidak mau menghentikan langkah nya.
"Mau ngapain Lo ?" Tanya Lala menatap datar
"Ekspresi Lo gitu banget sih La ,gak enak tahu dilihat nya "
"Ya jangan dilihat lah " Ketus Lala
"Lo masih marah? Sorry deh ,gw sadar gw salah ,makanya gw mau nebus kesalahan gw, kata-kata Lo kemarin udah ngebuka hati gw,Lo bener gw gak perlu jadi kejam hanya karena ingin di hargai" Ucap Alex panjang lebar
"Terus .... Lo mau ngapain kesini?" Tanya Lala
"Mau minta maaf " Jawab Alex
"Kenapa minta maaf ke Gw? " Tanya Lala heran
"Ma... maksud gw ,gw mau minta dianterin buat minta maaf sama mereka yang udah gw bikin susah " Sahut nya meringis
"Mereka? Berarti banyak dong yang udah jadi korban Lo?" Tanya Lala sedikit terkejut
"Hehehe....iya " Alex nyengir sambil menggaruk tengkuk nya
"Kenapa Lo gak pergi sendiri saja sih , kenapa mesti ngajak gw ?" Tanya Lala
"Ya...biar nanti kalau gw ada salah ngomong kan ada Lo yang benerin kata-kata gw,ya mau ya...please....."
"Hiiih....ok tapi gak sekarang,gw ada kelas pagi ,udah ah nanti gw telat " Lala hendak pergi namun kembali Alex menarik lengan nya
"Ck. Apa lagi?"
"Ayo gw anterin"
"Ya sudah ,tapi cepetan ya ! Ini udah mepet banget soalnya"Ucap Lala yang langsung setuju diantar oleh Alex
"Ok ! Pegangan kalau gitu"
Alex pun melajukan motor nya dengan kecepatan penuh,hingga tak beberapa lama mereka pun sampai.
"G*la ! Lo kaya orang kesurupan aja bawa motor nya ,untung gw udah biasa "Ucap Lala seraya turun dari motor
"Hehe...kan katanya mau cepet "
"Ya udah thank ya " Lala menepuk pundak Alex
"Jam berapa selesai nya ?" Tanya Alex
"Nanti lah gw kabari lagi , soal nya gak tentu waktu nya kadang satu jam juga udah beres,tapi kadang juga bisa sampai tiga jam " Sahut Lala
"Mau ngabari pake apa , gw aja gak tahu nomor telpon Lo"
"Eh iya ,ya udah cepetan catet nomor gw "
"Bentar " Alex pun mengambil ponsel di saku jaket nya ,Lala segera menyebutkan angka-angka nya . Setelah Alex mencatat nomor ponsel nya , Alex pun pergi
"Huuuuuffftt.... ada-ada saja ,dia yang berulah,gw yang ikut kena getah nya"
__ADS_1
bersambung...