Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Sosok nenek


__ADS_3

Lala,Azzam,dan bi Yati terkejut mendengar suara benda jatuh.


"Apa tuh bi,yang jatuh ?" Tanya Lala


"Waduh,non,bibi juga gak tahu " sahut bi Yati


"Aku lihat dulu" Ucap Azzam


"Ikuuutt" Seru Lala mengikuti Azzam yang sudah melangkah terlebih dahulu


Bi Yati pun mengikuti kedua majikan nya menuju dapur.


"Apa yang jatuh,sayang ?" Tanya Lala


"Gak ada apa-apa yang jatuh kok " Jawab Azzam


"Tapi tadi kok kaya ada suara yang jatuh gitu ?" Tanya Lala lagi


Azzam menoleh pada bi Yati yang kini sudah berada di sana.Azzam kemudian menghela nafas.


"Gak ada apa-apa kok ,ya udah yuk kita ke kamar saja ,aku mau mandi,gerah rasanya "Ucap Azzam mengajak Lala ke kamar nya


"Ya udah deh ,bi kami ke kamar dulu ya " Ucap Lala


"Iya non "sahut bi Yati


"Kalau gak ada suara apa-apa terus tadi yang jatuh apa dong? Duh ,perasaan ini rumah teh meni pika sieuneun ih,meni takut pisan ,horor " Gumam bi Yati bergidik


Lantas bi Yati pun beranjak pergi dari dapur.


"Mending angkatin jemuran ah di belakang ,pasti udah pada kering " Ucap bi Yati sambil berjalan menuju belakang rumah ,padahal baru dua jam yang lalu bi Yati menjemur pakaian,tapi karena mencuci nya menggunakan mesin cuci juga sudah dikeringkan terlebih dahulu,pekerjaan mencuci sampai menjemur jadi terasa lebih cepat


Di kamar nya Lala bertanya pada Azzam."Sayang,kamu ngerasa gak sih kalau di dapur tadi ada yang aneh ?"


"Iya,kamu benar. Tadi aku ingin langsung mengatakan tapi takut nya bi Yati malah jadi takut,jadi aku ngajakin kamu ke sini" Tutur Azzam


"Tapi dari aura nya aku merasa itu bukan hal yang berbahaya deh" Ucap Lala


"Aku juga ngerasa begitu sih " Sahut Azzam membenarkan


Ketika itu sosok nenek muncul di depan jendela kamar.Kebetulan Lala menoleh ke arah jendela,namun sosok nenek itu segera menghilang.


"Tadi kok kaya ada yang berdiri " Gumam Lala


"Kenapa?" tanya Azzam

__ADS_1


"Gak tahu, mungkin cuman perasaan aku saja. Oh iya aku lupa kan aku punya rujak " Jawab Lala ,lalu kemudian ia teringat akan rujak milik nya


Mereka berdua pun akhirnya menikmati kembali rujak mereka di kamar.


"Kaya nya kalau ditambah mangga muda enak kali ya ,seger " celetuk Azzam


"Nah,cocok itu. Tapi dimana kita dapat mangga muda nya coba ,emangnya sekarang udah musim nya,belum kan ?" Tanya Lala


"Iya juga ya,kalaupun ada juga yang udah matang, itupun di minimarket" Lirih Azzam


"Ya udah kita abisin saja ini dulu,nanti kita cari "Ucap Azzam seraya memasukan rujak ke dalam mulut nya


"Cari kemana?" Tanya Lala ikut memakan rujak nya


"Ya,kemana saja,di sekitar sini kan masih banyak pohon mangga tumbuh depan rumah ,kita cari pohon yang berbuah nanti kita minta deh sama yang punya ,kalau perlu beli" tutur Azzam dengan mulut penuh


"Kamu tuh makan kaya anak kecil saja,sayang.Sampai belepotan begini " Azzam mengusap bumbu rujak di sudut bibir Lala menggunakan jempol tangan nya ,lalu ia menjilat nya


"Sengaja,biar kamu usapin" Ucap Lala sambil tersenyum


"Hm....manis banget sih istri nya aku " Ucap Azzam sambil mencubit pipi Lala gemas


"Sayang kamu ngerasa gak kalau aku tuh gemukan sekarang?" Tanya Lala


"Iiih,...aku serius juga "Cebik Lala merasa sebal,sebab hampir setiap malam Azzam mengatakan jika dirinya makin seksi


"Aku serius sayang,apalagi di bagian yang ini jadi makin kenyal saja " Ucap Azzam sambil meremas bagian belakang Lala


"Kalau yang ini?"Tanya Lala sambil membusungkan dada


"Pasti sangat suka dong, apalagi dari awal kan udah besar ,dan sekarang jadi makin besar ,jadi main kuat dan kenceng aku nyus* nya " Sahut Azzam genit


"Dan yang ini ?" Kini Lala malah membuka lebar kedua paha nya


"Sayang,kamu nantangin aku nih ?" Tanya Azzam


"Enggak. Siapa yang nantangin " Kilah Lala


"Nah itu ,kamu ngapain kaya gitu ,kan aku jadi pengen " Azzam memelas


"Ya sudah kalau gitu mau mandi " Dengan gerakan cepat,Lala pun segera pergi ke kamar mandi dan mengunci pintu nya dari dalam


"Sayang ! Awas kamu ya ngerjain aku !" Teriak Azzam sambil menggedor pintu kamar mandi


"Hihihi....." Lala terkikik di dalam

__ADS_1


"Awas saja keluar nanti aku gak akan ngasih ampun " gumam Azzam seraya berjalan ke arah tempat tidur


Beberapa saat kemudian Lala pun selesai mandi,ia masih mengenakan handuk saat keluar dari kamar mandi. Lala melirik pada Azzam yang sudah memejamkan mata nya.


"tidur ternyata " gumam Lala pelan ,lalu ia berjalan menuju lemari.


Akan tetapi baru saja tangan nya hendak meraih pintu lemari,Azzam sudah memeluk nya dari belakang,Lala pun terperanjat.


"Astaga ! Sayang kamu kok bangun sih?" Tanya Lala


"Iya ,aku kebangun karena mencium aroma sabun " Sahut Azzam sambil menciumi tengkuk dan pundak telanjang Lala. Padahal ia sama sekali tidak tidur, ia hanya memejamkan mata ketika rasa pusing tiba-tiba ia rasakan,namun setelah mencium aroma sabun mandi membuat rasa pusing nya seketika hilang


"Ssstttthhhhh.......ahhh....." Des*ah Lala ketika ciuman Azzam beralih pada leher jenjang nya.Tangan Azzam pun tak mau diam saja ,ia menarik handuk yang dikenakan Lala hingga jatuh dan segera ia mainkan kedua bukit kembar nya dengan tangan kirinya sementara tangan kanan ia lakukan untuk merengkuh tubuh Lala


"Ahhh.....Az....zam...." Pekik Lala lirih ketika salah satu jari Azzam sudah berada di dalam inti nya


"Sebagai hukuman karena kamu sudah mengerjaiku maka puaskan aku " bisik Azzam dengan suara yang sudah serak


"Hm....dengan senang hati ,tapi....pintu nya kunci dulu " Ucap Lala terbata


"Sudah ku kunci dari tadi ,bahkan jendela pun sudah aku pagari agar hantu itu tak mengganggu kita " Sahut Azzam lalu menggendong Lala dan merebahkan nya di tempat tidur


"Hantu? "Tanya Lala dengan mata yang sudah berkabut


"Nanti aku jelaskan ,sekarang aku menginginkan mu "


Tak membutuhkan waktu lama mereka pun segera memulai ritual penyatuan cinta mereka.Tak perduli jika saat ini ada sosok hantu nenek-nenek yang membutuhkan pertolongan mereka.


"Dasar anak muda ,matahari masih menggantung saja udah ***-***,kenapa gak nunggu nanti malam saja sih ,bikin iri saja,sayang nya aku sudah jadi hantu ,mana udah nenek-nenek lagi,siapa yang mau sama aku ?"Gerutu hantu nenek itu lalu menghilang karena ia tak dapat masuk ke dalam kamar bahkan hanya untuk sekedar melihat di jendela saja,matanya terasa perih,karena pagar ghaib yang dibuat Azzam.


Sementara di tempat lain,Sarah yang saat ini sedang duduk di kursi ruang tv nampak tertidur dengan mulut menganga. Di saat bersamaan Iqbal yang baru saja pulang mengalihkan langkah nya menuju ruang tv saat mendengar suara musik dari siaran tv.


Iqbal terkekeh geli melihat Sarah. Perlahan ia melangkah mendekati nya.Ia berjongkok menatap wajah Sarah.


"Maafin aku ya Sarah,jika selama ini aku menyakitimu" Lirih Iqbal seraya menyentuh kepala Sarah. Meski ia tak tahu bagaimana perasaan Sarah terhadap nya ,tapi ia yakin jika Sarah akan terluka karena memang pernikahan mereka yang tidak didasari cinta.


Merasa ada yang menyentuh kepala nya,Sarah membuka mata.Akan tetapi kesadaran Sarah yang belum kumpul membuat apa yang ia lihat seakan mimpi bagi nya.


"Maaf,aku sudah mengganggu tidur mu"


"Bang Iqbal "lirih nya


Bersambung....


Maaf beribu maaf aku jarang up.Aku sibuk banget ngurusin baby, apalagi yang gede merajuk terus ,dah gitu kerjaan rumah aku kerjain sendiri jauh dari ortu juga mertua,jadi repot banget say,kadang aku ngetik baru dapet puluhan kata malah ketiduran 🙏. Siang kalo baby tidur niat nya mau setor bab ,tapi karena kerjaan rumah menumpuk jadinya ngerjain kerjaan rumah dulu ,belum kelar udah bangun lagi ,jadinya gak ada waktu buat ngetik ,malam nya baru jam delapan udah tepar 😅jadi maafin ya🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2