Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Selalu ada hikmah


__ADS_3

Bak tersambar petir di siang bolong,tubuh Azzam seketika membeku. Apa yang ia khawatir kan ternyata benar ada nya.Mila ,Sarah , Ovan dan Sarah mereka pun sama terkejut nya. Azzam pun terduduk lesu di lantai setelah dokter pergi.


"Yang sabar ya Zam,mungkin Allah belum mempercayakan kalian memiliki bayi " Ucap Sarah


"Hm,...iya. Aku akan berusaha tegar kehilangan calon bayi ku,tapi aku khawatir Lala akan sedih jika tahu kalau dia keguguran,sebisa mungkin kalian jangan bahas masalah ini di depan nya " Ucap Azzam. Bukan ia tak sedih tapi ia berusaha mengikhlaskan nya. Lagipula mungkin masih terlalu dini untuk mereka memiliki momongan disaat kegiatan kuliah mereka yang pasti akan semakin padat dan sibuk


"Apa Lala tahu kalau dia sudah mengandung?" Tanya Ovan


"Seperti nya belum deh ,dia gak pernah cerita soal nya ,kan kalian tahu sendiri seperti apa Lala. Dia gak pernah bisa gak cerita kalau yang menyangkut kebahagiaan nya,kecuali kalau yang sedih-sedih dia gak pernah mau cerita " Timpal Mila


"Iya,seperti nya dia belum tahu" Sambung Sarah


Setelah itu mereka pun beranjak ,karena suster mengatakan Lala sudah dipindah ke kamar rawat.


Sementara itu,Lala saat ini masih terbaring lemas di tempat tidur. Ia sudah membuka mata sejak beberapa menit yang lalu. Saat ini ia sudah berada di ruang rawat inap.


Air mata nya tiba-tiba mengalir saat mengingat mimpi nya tadi.Dalam mimpi nya itu,ia bertemu dengan seorang anak kecil usia balita ,namun sudah pandai berbicara.


"Nama nya siapa dek? Terus mama kamu mana? Kok kamu sendirian di sini ?" Tanya Lala sambil berjongkok menyamakan tinggi tubuh nya dengan si anak


"Kenapa melihat wajah nya seperti aku melihat Azzam " Batin Lala


"Aku belum punya nama,karena mama papa aku belum sempat memberi ku nama "Sahut anak itu


"Duh,lucu nya. Gemes banget sih , pinter udah bisa ngomong ya " Ucap Lala gemas sambil mencubit pelan pipi anak itu


"Kamu sedang apa di sini dek ,mama nya mana ?" Tanya Lala lagi


"Mama aku ada kok,di sini " Jawab anak itu


"Mana ,di sini gak ada siapa-siapa selain kita berdua loh "tanya Lala lagi seraya mengedarkan pandangan nya


"Di sini,di depan aku. Mama Lala dan papa Azzam adalah orangtua aku" Ucap si anak sambil tersenyum manis menatap Lala


"Kamu jangan bercanda dek,kakak belum hamil masa udah punya anak ,anak nya kamu pula " Sangkal Lala


"Beneran mah,mama Lala adalah mama aku ,aku sudah ada di perut mama,tapi aku harus sudah pergi,mama jangan sedih ya ,aku sayang mama " Ucap anak itu tiba-tiba memeluk Lala


Ada getaran aneh yang Lala rasakan saat anak itu memeluk nya ,sejenak ia terdiam untuk meresapi rasa aneh itu ,hingga kemudian ia membalas pelukan anak itu.


"Mamah jangan sedih ya,aku sayang mama ,titip salam buat papa ya mah" Ucap anak itu. Lala tak menyahut ia hanya bisa menangis tanpa suara


Pintu terbuka membuat lamunan Lala buyar ,ia segera menghapus air mata nya. Azzam tersenyum lalu melangkah menghampiri nya.


Cup'


Lala memejamkan mata saat suami nya itu mengecup kening nya.


"Syukurlah kamu sudah sadar. Bagaimana,apa yang kamu rasakan ,pusing?" Tanya Azzam lembut


Lala menggeleng. " Aku haus " Jawab Lala dengan suara yang serak

__ADS_1


"Sebentar ,aku ambilkan dulu " Azzam beranjak ke luar ruangan ,tadi Ovan sudah membelikan makanan juga minuman. Ovan dan yang lain pun kini ikut masuk bersama Azzam


"Assalamualaikum " Ucap Mila dan yang lain bersamaan


"Waalaikumsalam salam " Jawab Lala pelan


"Sini aku bantu " Azzam membantu Lala untuk duduk lalu membantu Lala untuk minum


"Makasih " ucap Lala


"Kamu bikin kita kaget dan khawatir saja deh La " Ucap Mila


"Tapi sekarang apa yang kamu rasakan ?"Tanya Sarah


"Hanya lemes saja ,makasih kalian udah datang ,maaf ya udah bikin kalian khawatir " Lirih Lala


Mereka pun berbincang sebentar setelah itu Mila dan yang lain pamit pulang karena malam sudah sangat larut. Lala pun harus segera istirahat.


"Zam "Panggil Lala pelan ,Azzam yang baru menutup pintu pun menoleh lalu menghampiri


"Kenapa?"


"Peluk " Minta nya manja


"Ini sempit loh " Ucap Azzam


"Gak mau ya,ya udah deh " Lala yang merasa kecewa segera membalikan tubuh memunggungi Azzam. Azzam tersenyum lalu perlahan ia naik ke tempat tidur


"Kenapa hem,kok tiba-tiba jadi manja begini?" bisik Azzam tepat di telinga Lala


"Maafin aku "Lirih nya tanpa mengubah posisi nya


"Kenapa minta maaf,emang kamu salah apa ?" Tanya Azzam bingung


"Maaf,karena aku tidak bisa menjaga nya,aku sudah lalai.Seandainya aku tau dari awal ,mungkin aku akan lebih berhati-hati " Terasa tarikan nafas Lala tak beraturan, tubuh nya pun bergetar karena menahan tangis


Azzam mengerutkan kening. " Kamu bicara apa sih? Sudah malam lebih baik kamu tidur " Ucap Azzam seraya mencium kepala Lala


"Tadi aku bermimpi bertemu anak kecil. Dia lucu sekali,cantik,dan manis. Dia mirip sekali dengan mu...." Lala mengatakan apa yang ada dalam mimpi nya itu pada Azzam.


"Apa itu artinya aku baru saja keguguran ? Karena aku sempat merasa sakit pada bagian perut aku ketika tubuh ku terpental dan membentur sesuatu " Lirih Lala dengan berurai air mata


"Huuuuuffftt....."Azzam menghela nafas


"Kita harus ikhlas. Mungkin ini ujian pertama pernikahan kita " Ucap Azzam semakin mengeratkan pelukan nya


"Maaf karena sudah membuat mu kecewa " Lala semakin terisak


Azzam menggeleng "Enggak ,aku sama sekali tidak kecewa ,bukan tidak sedih,aku juga merasa sedih sebenarnya. Tapi mau gimana lagi ,teriak ,nangis atau apapun cara untuk meluapkan kesedihan itu berarti aku sudah membuat diriku rugi "


"Rugi?" Tanya Lala menoleh

__ADS_1


"Iya ,rugi Jawab Azzam seraya mengusap air mata Lala


"Aku akan sangat rugi karena harus menyia-nyiakan waktu ku hanya untuk meratapi. Apa yang terjadi adalah takdir. Kita sebagai manusia harus bisa menjalani takdir yang Allah berikan" Sahut Azzam seraya menggenggam tangan Lala yang bebas dari jarum infus.


"Tadi kamu bilang anak kita perempuan?" Tanya Azzam ,Lala mengangguk,ada rasa aneh dalam dirinya ketika Azzam menyebut 'anak kita


"Tapi kenapa tadi kamu bilang mirip aku ,berarti laki-laki dong "


"Dia memang mirip kamu ,tapi dia perempuan dan sangat cantik juga manis" Ujar Lala ,ia kembali teringat wajah anak perempuan yang ia temui di dalam mimpi nya


"Jadi apa itu artinya aku cantik ?" Tanya Azzam dengan mimik wajah dibuat seimut-imut nya


"Dih,aneh aku lihat kamu kaya gitu " Menahan senyum


"Kalau mau senyum, senyum saja ,gak usah ditahan-tahan kaya gitu ,idung nya jadi mekar gini nanti angin nya masuk semua loh "Kelakar Azzam sukses membuat Lala tersenyum dan tertawa


"Kamu ih ,di saat seperti ini masih sempet-sempet nya bercanda " Keluh Lala yang tak dapat lagi menahan senyum nya


"Kehilangan sesuatu memang sangat menyedihkan,tapi jangan sampai kita terus meratapi hingga akhirnya terpuruk,kita doakan saja agar anak kita mendapat tempat terindah di sisi Allah SWT " Tutur Azzam


"Amiiin "


"Jadi ,untuk sekarang dan kedepan nya jangan sedih lagi ya,jadikan kejadian ini sebagai pelajaran ,biar ke depan nya jika kelak kamu hamil lagi bisa lebih berhati-hati,dan di setiap kejadian pasti ada hikmah nya" Tutur Azzam


"Apa hikmah nya ?"Tanya Lala


"Hikmah nya,kita masih bisa terus berduaan kalau kita udah punya bayi kan waktu berduaan kita pasti gak banyak,gak bisa kelonan tiap malam lagi,dan yang pasti aku udah gak bisa 'nen lagi karena udah ada yang lebih membutuhkan "


"Azzam " Lala merasa malu mendengar nya ,ia langsung memalingkan wajah nya yang sudah merona ,Azzam segera menarik Lala agar melihat lagi pada nya


"hehehe,tapi bener kan " Azzam menaik turun kan alis nya


"Tau ah " Lala mencebik kesal karena malu


"Oh iya ,tiket bulan madu hadiah dari polisi itu masih ada kan ?" Tanya Azzam yang enggan menyebut nama rival nya itu


"Iya ada,aku simpan. Takut dibuang sama kamu " Jawab Lala jujur


"Jujur banget sih " Azzam merengut


"Hihihi.....kenapa memang nya ?" Tanya Lala


"Kamu mau ngajak aku bulan madu?" Tanya Lala lagi


"Hem...,kamu mau kan ?"


"Mau dong ,masa enggak " jawab Lala cepat


"Tapi gimana dengan kuliah kita,kamu juga kan baru pindah ,masa mau cuti lagi ?"Tambah nya


"Nanti akan aku usahakan agar kita bisa pergi bulan madu "

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2