Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Rujak


__ADS_3

Sesuai permintaan Lala ,Azzam pun pergi membelikan rujak.Awal nya Lala melarang Azzam untuk pergi tapi Azzam bersikeras kalau dirinya baik-baik saja, akhirnya Lala pun membiarkan suami nya itu yang pergi membelikan rujak nya.


"Tumben kamu mau rujak La,biasanya juga kamu kan gak suka ?" Tanya Mila


"Ho'oh "timpal Ovan


"Ish,kamu mah nimbrung saja " Cebik Mila


"Biarin " Sahut Ovan


Lala menggeleng kan kepala,lalu berucap "Gak tahu nih, mungkin karena udara panas jadi ngebayangin makan rujak pasti enak " Jawab Lala


Beberapa saat kemudian Azzam pun kembali. Beruntung di rumah makan itu tak melarang pengunjung nya membawa makanan dari luar,karena ada sebagian rumah makan tak memperbolehkan pengunjung yang membawa makanan dari luar untuk dimakan di sana.


"Pesanan sudah sampai"Ucap Azzam lalu membuka tutup cup isi rujak tersebut


"Terima kasih suami ku " Ucap Lala tersenyum


"Sama-sama istri ku " Sahut Azzam membalas senyuman


"Lebay banget sih " cibir Ovan


"SYIRIK AJA ! "Entah sengaja atau apa mereka semua secara kompak berucap bersama hingga kemudian Ovan pun mendengus sebal


"Hm...bisanya maen keroyokan " lirih nya


"Hahaha....." Mereka tergelak bersama ,namun kemudian Sarah yang melihat Lala dan Azzam begitu harmonis jadi teringat dengan suami nya. Ia kemudian membuang nafas kasar


"Huuuuuhhh,.....apa aku dan bang Iqbal bisa seperti itu ?" lirih nya membatin


"Hm....ini rujak nya enak banget ,apalagi ini kedondong nya juga manis banget ,nanti pulang nya kita beli ya buat di rumah " ucap Lala yang sudah menghabiskan rujak itu hampir setengah nya


"Iya " Sahut Azzam


"Tapi aku mau nya cuman rujak kedondong jangan pakai buah lain nya " Tambah Lala


"Ok " Sahut Azzam lagi


"Idih ,La...aku lihat nya aja ngilu tau,kedondong kan asem mana ada yang manis " Mila mengomentari ucapan Lala,apalagi melihat cara Lala memakan rujak tersebut sudah seperti orang kelaparan


"Iya La ,aku aja ikut ngeces lihat nya ,gak kebayang asem banget pasti itu " ucap Sarah menimpali


"Gak asem kok ,nih kalian cobain " ucap Lala seraya menyodorkan rujak tersebut


"Enggak ah ,nanti asam lambung aku naik kalau makan yang asem " Tolak Sarah


"Iya aku juga gak mau " tolak Mila juga

__ADS_1


"Ya udah aku saja deh ,aku penasaran beneran manis apa enggak ,kalau manis aku juga mau beli" Sambar Ovan yang memang merasa penasaran.Melihat cara Lala memakan rujak tersebut membuat nya ngiler


"Ya udah nih coba " Ucap Lala ,Ovan pun mencoba memakan kedondong yang dikatakan manis oleh Lala


Akan tetapi baru satu gigitan ekspresi wajah Ovan seketika meringis dengan kedua mata terpejam.


"Hueeekkk.....anjirrrr,ini mah sih asem gila" seru Ovan seraya mengelap mulut nya yang sudah basah dengan liur nya


"Hidih jorok " Mila bergidik geli melihat nya


"Tuh kan asem,kok bisa-bisanya kamu bilang manis sih " heran Mila


"Mana sini aku coba " Ucap Azzam yang ikut merasa penasaran


"Hm....manis kok " ucap Azzam ,Ovan ternganga


"Lah,kalian ngerjain aku ya" tuduh nya


"Enak saja ,siapa juga yang mau ngerjain kamu ,kurang kerjaan banget "Sahut Lala


Perdebatan mereka pun terhenti karena pesanan mereka sudah datang.


"Awas kena capit La,gede banget tuh kepiting" Celetuk Ovan


"Diem jangan ganggu ! "Tegas Lala


"Hm" Ovan hanya berdehem dan memilih fokus pada makanan nya


"Terima kasih Tuhan ,engkau masih memberikan ku kesempatan untuk bertemu dengan cucu semata wayang ku" Lirih Kusuma menitipkan air mata


"Kakek kenapa?" Tanya Deni yang duduk di samping nya


"Kakek bahagia akhirnya kakek bisa menemukan cucu kakek satu-satunya,kakek tak pernah menyangka jika akhirnya kakek bisa bertemu dengan cucu kakek.Cucu yang selama ini dicari-cari. Pantas saja kakek selalu merasa aneh terhadap mu,rasanya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata " Tutur Kusuma


"Begitupun dengan ku kek,aku yang selama ini tahunya hanya seorang anak tukang beras ternyata adalah cucu dari konglongmerat seperti kakek,ini seperti mimpi,tapi aku sedih karena ternyata aku bukan lah anak kandung mereka.Meski begitu aku tetap menyayangi mereka karena mereka aku bisa sampai seperti saat ini" Ucap Deni lirih


"Kakek benar-benar berhutang budi pada mereka,maka dengan sepantas nya kakek ingin memberikan sebagian harta kekek untuk mereka ,tapi mereka malah menolak nya " Sesal Kusuma


"Itu karena ibu dan bapak adalah orang baik dan sangat tulus menyayangi ku kek,sedari kecil tak pernah sama sekali bapak atau pun ibu meninggikan suara nya pada ku,sebandel apapun aku dulu tapi mereka selalu dengan sabar menasehati dan menghadapi kenakalan ku. Tapi bukan berarti mereka tak pernah marah. Namun marah mereka berbeda dari marahnya orangtua kebanyakan "Tutur Deni


"Alhamdulillah,kakek senang karena ternyata kamu berada dengan orang-orang yang baik dan menyayangi mu dengan tulus" Ucap Kusuma seraya menggenggam tangan Deni


Namun tiba-tiba Kusuma menanyakan sesuatu pada Deni.


"Bagaimana kabar gadis bule itu,apa dia tidak masalah kamu tinggal jauh ?" Tanya nya


Deni terkesiap,"Bu...bule ?" Tanya nya

__ADS_1


"Iya ,kakek tahu hubungan kalian,dan kakek rasa kalian cocok "Ucap nya


"Kakek tidak keberatan?" Tanya Deni ragu


"Tentu saja tidak.Siapa pun gadis pilihan mu kakek akan setuju ,apalagi selama ini kakek tidak pernah ada bersama mu ,kakek tidak tahu bagaimana kamu belajar berjalan ,tidak tahu senakal apa kamu dulu,tidak ada di setiap pembagian raport kamu,tidak tahu tumbuh kembang mu,jadi kakek merasa tidak ada hak untuk keberatan dengan pilihan mu,bagi kakek bisa bertemu dengan mu di sisa usia kakek yang mungkin sedikit lagi saja,kakek sudah merasa bahagia" Tutur Kusuma


"Kakek tidak boleh berbicara seperti itu , kakek harus berumur panjang agar kelak bisa melihat aku menikah punya anak sampai nanti aku punya cucu ,aku ingin terus bersama kakek untuk menebus dua puluh tahun perpisahan kita " Lirih Deni


"Amiiin,semoga Allah memberikan kakek umur panjang " Lirih Kusuma mengaminkan


Sementara itu ,kini Lala dan Azzam sudah pulang ke rumah.


"Assalamualaikum "Lala mengucap salam ketika baru memasuki rumah


"Waalaikumsalam, alhamdulilah non dan aden sudah pulang" Ucap bi Yati lega


"Bibi kenapa ,kok seperti orang ketakutan begitu ?"Tanya Lala


"Iya ,bibi sakit ?" Tanya Azzam menimpali


"I...itu non ,den,masa tadi bibi kan lagi nyapu lantai ,eh tiba-tiba teh ember nu tadina di belakang bibi malah pindah tempat atuh,bibi teh meni nyari-nyari ember nya eh gak tahu nya teh tuh aya di pojok itu ,tuh masih di ditu. Bibi teu wani nyandak nage ah ,sieun " bi Yati bergidik takut


"Kok bisa pindah sih bi ember nya?" Tanya Azzam


"Bibi juga gak tahu atuh den,kalau tahu mah ya gak mungkin bibi bingung titadi.jeung deui tadi di dapur asa aya sora nu masak meni tangtengtrong ,pas ditingali teh teu aya sasaha,pokok namah sieun weh " Adu bi Yati lagi


Lala melirik pada Azzam."Masa sih bi?" Tanya Azzam


Namun sekelebatan bayangan nampak melintas ke arah dapur ,Lala hendak melihat nya namun ditahan oleh Azzam. Meski hanya dengan isyarat mata ,Lala mengerti jika suami nya itu tak mengizinkan nya pergi.


"Biarkan saja dulu" Ucap Azzam pelan ,Lala mengangguk


"Itu mungkin cuman perasaan bibi saja kali ,ya sudah kalau begitu bibi istirahat saja dulu ,pekerjaan rumah biar dikerjakan nanti saja. Oh,iya aku punya rujak ,bibi mau gak ?"Tawar Lala


"Hm...." bi Yati nampak malu dan sungkan ,padahal ia mau


"Ah,bibi pake malu-malu meong segala,nih bi buat bibi " Ucap Lala lalu ia memberikan rujak yang sengaja ia belikan untuk art nya


"Terus non Lala nya gimana?" Tanya bibi ragu


"Aku juga punya kok ,itu sengaja aku pesankan buat bibi ,masa aku makan rujak bibi enggak sih " Tutur Lala


"Alhamdulillah,terima kasih non,den" Ucap nya senang


"Iya bi, sama-sama "


Namun tiba-tiba

__ADS_1


Prannggh'


Bersambung...


__ADS_2