
Azzam meminta Lala untuk tetap di dalam sementara dirinya yang keluar. Namun bukan Lala nama nya jika dalam keadaan seperti itu akan diam saja. Diam-diam Lala keluar.
"Ada apa ini? Siapa kalian dan mau apa?" Tanya Azzam
"Dia nanya tuh ,jawab gak?" Ucapan pria bertato itu sontak jadi gelak tawa rekan nya
"Hahaha....sudah jangan banyak bacot,mumpung jalanan lagi sepi sikat saja!" Seru pria berkepala botak
"Wuiiihhh ada cewek cantik nya cuy,gak sia-sia kita nargetin mobil ini dari tadi " Ucap pria satu nya
Rupanya mereka sudah menargetkan mobil Azzam dan Lala saat keluar dari pintu tol.
Azzam menoleh " Hm,dasar bandel. Disuruh diem juga" lirih nya sambil menunduk. Ia sudah tahu jika Lala tidak akan menuruti perkataan nya
"Kalian jangan coba-coba menyentuh nya ,jika tidak ingin menyesal "Azzam mengancam mereka. Namun yang diacam malah tertawa mengejek
"Hahaha.....apa katanya? Menyesal? Hahaha.....yang ada kamu yang menyesal karena sudah banyak bicara! Ayo kita habisi dia lalu bawa mobil dan cewek itu untuk kita bersenang-senang!"
Azzam menggertakan rahang nya mendengar ucapan pria di hadapan nya. Rasanya ia ingin segera meninju orang itu jika saja suara nyaring Lala tak menginterupsi pendengaran nya.
"Oh, jadi kalian ingin bersenang-senang dengan ku ? Dengan senang hati aku akan melayani kalian " Cetus Lala
Azzam menepuk kening nya ,ia mengerti arti melayani yang Lala maksud ,akan tetapi berbeda dengan yang para pria itu artikan. Mereka berfikir melayani dalam artian lain.
"Hahaha,....lihat lah ,cewek mu saja dengan senang hati mau menyerahkan dirinya untuk kami,jadi kamu kalau masih ingin hidup maka pergi lah tinggalkan cewek itu juga mobil nya " Hardik salah satu dari pria itu yang paling kekar tubuh nya
"Hey...! Siapa bilang dia boleh pergi ,kita akan bersenang-senang bersama ,bukan begitu sayang " Ucap Lala berjalan perlahan ke arah Azzam lalu bergelayut manja di lengan nya
"Astaga "Lirih nya pelan
"Ayo,katanya kalian mau bersenang-senang,jangan buang waktu ku ,waktu sangat berharga ! "Seru Lala menantang
Para pria yang lebih mirip preman itupun saling lirik ,kemudian pria yang berkepala botak yang merupakan pimpinan kelompok itu menganggukkan kepala.
Saat salah satu tangan pria itu hendak menyentuh Lala,ia segera berseru
"Sekarang Zam !"
Lala berpegangan pada Azzam yang segera meraih tubuh nya. Lala sedikit melompay agar Azzam tak merasa terbebani oleh berat tubuh nya ,azz pun memutar tubuh istri nya itu
Jebret'
Jebret'
Jebret'
Kaki mungil yang mengenakan high heels itu mengenai bagian kepala para pria itu.
"Aargghhh "
Mereka mengerang kesakitan sambil memegangi kepala masing-masing.
"Kurang ajar ! Kalian cepat habisi mereka !" Teriak pria botak
__ADS_1
"Kamu hati-hati " Peringat Azzam
"Iya,kamu juga " Sahut Lala
Kini keduanya sudah saling menempelkan punggung. Para pria itu berdiri mengelilingi keduanya.
"Hiaaaattt......" mereka menyerang secara bersamaan
Buk'
Bak'
Buk'
Perkelahian terlihat sangat sengit ,apalagi lawan yang tak sebanding. Lala dan Azzam hanya berdua sementara lawan mereka berjumlah lima orang. Namun tak butuh waktu banyak untuk Lala mengalahkan mereka. Dalam hitungan detik kelima orang itu sudah terkapar di atas aspal. Azzam sendiri selalu dibuat terkesima ketika melihat istri nya beraksi. Ia yang melawan dua orang saja merasa kesusahan tapi Lala seperti sudah bisa membaca gerak gerik lawan nya. Tiga orang sekaligus seakan tak ada apa-apanya bagi nya ,padahal dari postur tubuh nya saja dua kali lipat dari tubuh mungil istrinya,tapi dengan mudah nya Lala menumbangkan mereka. Bahkan dua orang yang tengah menyerang Azzam pun ikut di sikat juga oleh Lala.
"Ayo ! Katanya Ingin bersenang-senang dengan ku ,segini doang kemampuan kalian. Badan aja menang gede" cibir Lala sambil menatap kelima orang itu yang sudah bergelimpangan di jalan
Lala lalu mengambil ponsel nya yang ia simpan di dalam tas di dalam mobil.
"Kamu mau apa ?" Tanya Azzam
"Buat mereka kapok " Lala merekam satu persatu wajah pria itu ,lalu mengirimkan rekaman itu pada seseorang
"Sudah,yuk kita pergi " Ajak Lala
"Tapi itu gimana ?"Tanya Azzam
"Kok orang sibuk ?" Tanya Azzam
"Iya orang sibuk. Sibuk lari dari kejaran polisi. Hahaha....."
"Ya ampun La " Azzam sampai tak habis fikir dengan kelakuan istri nya itu
Mendengar kata polisi,mereka yang tadinya terlihat sangat garang dan menakutkan kini malah terlihat seperti anak kecil yang merengek minta mainan nya dikembalikan.
"Tolong ampuni saya ,saya masih ada anak balita ,akan seperti apa nasib nya jika saya mendekam di penjara "
"Iya,saya juga punya istri sedang mengandung , bagaimana perasaan nya jika tahu saya dipenjara "
"Apalagi saya ,orang tua saya sudah tua "
"Hey,kalian tidak memikirkan mereka ketika kalian melakukan hal seperti tadi ,harus nya kalian sadar akan hal itu sebelum kalian melakukan nya,sekarang tanggung sendiri akibat nya " Ucap Azzam
"Sudah lah Zam,kita harus segera pergi, sebentar lagi kelas ku dimulai "Ucap Lala menarik lengan Azzam
Keduanya pun segera memasuki mobil tanpa menghiraukan teriakan orang-orang itu.
"Memang kamu udah kirim rekaman tadi ke polisi?" Tanya Azzam setelah mereka sudah jauh dari lokasi tadi
"Iya udah " Jawab Lala tanpa memberi tahu pada siapa ia mengirimkan rekaman tadi
"Owh " Sahut Azzam sambil terus melajukan mobil nya
__ADS_1
Beberapa saat kemudian mereka pun sudah sampai di depan kampus Lala. Lala segera keluar dari mobil dan menuju bagasi untuk mengambil perlengkapan kuliah nya ,beruntung ia sudah memasukan nya sebelum kemarin ia berangkat ke Sumedang. Azzam pun sudah memasukan semua perlengkapan kuliah nya di kursi penumpang ,tanpa Lala ketahui jika Azzam mulai kuliah besok di kampus yang sama dengan nya.Sampai saat ini Azzam belum memberitahu kan nya , biarlah itu jadi kejutan untuk istri nya besok.
"Aku masuk dulu ya ,kamu pulang lah dulu biar nanti aku pesan taksi buat pulang "Ucap Lala yang tak ingin suami nya itu menunggu nya dan merasa bosan ,lebih baik di rumah beristirahat, begitu fikir nya
"Gak apa-apa aku tunggu kamu sampai selesai,sekalian aku mau lihat-lihat kampus kamu ,boleh kan ?" Tanya Azzam
"Ih kamu tuh ngaco saja ,ini kampus punya orang ,bukan punya aku ,mana bisa kamu bilang ini kampus ku "Ucap Lala tersenyum
"Ih, kamu tuh gemesin , sudah sana masuk katanya udah telat" ucap Azzam mencubit kesua pipi Lala gemas
"Hehehe...iya iya ,aku masuk ,tapi beneran gak apa-apa kamu nunggu ,nanti malah bosan,atau gini saja kau tunggu aku di kantin ,biar bisa sambil makan nunggu nya " Usul Lala
"Ok " jawab Azzam singkat
"Ya sudah kalau begitu " Lala pun beranjak tapi sebelum pergi Azzam mencium kening Lala terlebih dahulu,tentu saja hal itu dilakukan di dalam mobil hingga orang lain tak melihat nya tadi ketika Lala sudah mengambil keperluan nya di bagasi ,ia kembali masuk untuk berpamitan pada Azzam.
Azzam menatap punggung Lala yang semakin menjauhi nya
"Kenapa aku baru sadar dengan penampilan nya ,sejak kapan dia pakai baju feminim seperti itu " Gumam nya ,ia tak habis fikir dengan dirinya ,tanpa ia sadari jika pakaian yang dikenakan Lala adalah pakaian yang ia belikan dan ia siapkan di lemari nya
"Lah,nanti Azzam gimana ke kantin nya ,dia kan gak tahu dimana letak kantin nya" Gumam Lala ketika ia sudah sampai di depan kelas nya
"Duh mana ponsel aku tertinggal di mobil lagi ,gimana mau ngasih tahu Azzam coba,mau balik lagi juga tuh dosen udah depan mata " Lirih nya ketika melihat dosen pembimbing nya sedang berjalan ke arah nya
"Huuuuuffftt.....biarlah ,Azzam kan cerdas dia pasti tanya orang " Lala pun akhirnya masuk ke dalam kelas diikuti sang dosen
Sementara itu Azzam yang sudah tahu letak kantin ,sebab sebelum nya ia sudah melihat denah tata letak setiap ruangan di dekat pintu masuk.
Pada saat Azzam berjalan ,semua mata tertuju pada nya ,terutama pada kaum hawa. Azzam sadar jika dirinya jadi pusat perhatian tapi ia tetap seperti setelan pabrik nya , sikap dingin dan cuek nya malah jadi daya tarik dan membuat para kaum hawa penasaran. Sungguh sangat berbeda dengan kampusnya terdahulu.
Kini Azzam sudah sampai di kantin ,ia langsung menuju meja kosong yang terletak di pojokan.
"Eh itu siapa ,ganteng banget jir "
"Tau, mahasiswa baru kali "
"Sepertinya iya deh "
Azzam tak mendengar suara mereka yang membicarakan nya ,sebab letak nya yang cukup jauh juga Azzam yang mengenakan headset di telinga nya membuat ia terlihat semakin cuek bebek akan sekitar nya.
Azzam tak langsung memesan makanan atau minuman. Perhatian nya teralihkan pada ponsel milik Lala yang kini ditangan nya.
Bibirnya tersenyum saat melihat foto dirinya yang jadi wallpaper. Saat itu juga muncul satu pesan masuk membuat senyuman Azzam pudar.
"Ternyata mereka masih berhubungan dekat"
"Dia bahkan sampai menanyakan keadaan nya segala "
"Dan apa ini,ternyata dia ngirim rekaman itu pada nya,kenapa dia tak mengatakan nya "
Nafasnya tersengal ,rasa cemburunya kembali hadir ,saking kesal nya ia sampai mengepalkan tangan nya.
bersambung....
__ADS_1