Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Gak jadi pergi


__ADS_3

Lala meyakinkan pria tua di depan nya jika ia benar-benar ingin pulang. Pria itu pun akhirnya mengizinkan Lala untuk pergi.


"Baiklah...kamu boleh pergi dari tempat ini,kamu berjalan lah terus hingga menembus air terjun itu "Ucap pria itu menujuk air terjun


Lala mengangguk ,"terima kasih tuan,saya pamit. Assalamualaikum " pamit Lala mengucapkan salam


"Waalaikumsalam warahmatullahi wa barakatuh...."


Lala pun segera membalikkan tubuh dan berjalan menuju air terjun. Lala turun perlahan ke air ,namun ia terkejut karena kaki nya tak nampak masuk ke dalam air. Air itu seolah berubah menjadi beku saat Lala memijakkan kaki nya padahal sebelum nya air itu biasa saja bahkan Lala sempat membasuh wajah dan meminum air nya.


Pria tua itu nampak tersenyum melihat raut bingung nya Lala ,ia pun berkata,"Lanjutkan saja ,jangan takut tercebur"


Lala menoleh,meski ia merasa bingung, namun tetap menuruti ucapan pria itu. Perlahan Lala memijakkan sebelah kaki nya ,hingga ia kini dapat berdiri tegak di atas permukaan air. Pelan tapi pasti Lala berjalan semakin mendekati air terjun. Aneh nya meski air di aliran sungai yang dipijak nya membeku ,namun air terjun di depan nya nampak seperti air terjun pada umum nya yang meluncur deras dari ketinggian dan menghantam permukaan air hingga percikan air nya mengenai tubuh nya.


Lala hendak menoleh namun suara pria itu meminta agar ia tak menoleh ke belakang.Karena jika Lala menoleh ke belakang maka itu akan dianggap sebagai keraguan.


"Jangan lihat ke belakang jika kamu benar-benar yakin untuk pergi ,akan tetapi jika kamu merasa ragu maka tinggal lah di sini " Ucap nya


Lala pun tak jadi menengok ,ia sudah sangat yakin untuk pergi dari tempat itu dan kembali pada keluarga nya. Pria itu tersenyum lalu bibirnya berkomat-kamit ketika Lala sudah sampai di depan air terjun. Tanpa berlama-lama Lala pun segera berjalan menembus air terjun.


***


Lala tersenyum kala melihat Azzam,dan keluarga nya memasuki ruangan. Azzam merasa sangat bersyukur melihat istri nya sudah siuman dan tersenyum pada nya. Rasanya beban dipundak terasa lega ,hatinya bahagia ,ia pun segera melakukan sujud syukur. Dengan berderai air mata kebahagiaan,pria yang kini berstatus ayah itu terus mengucap rasa syukur,tak lupa ia juga berterima kasih pada Sang Pencipta karena sudah mengembalikan istri tercinta nya. Orangtua dan mertuanya yang melihat pun terharu melihat nya.


Setelah itu Azzam segera berjalan cepat menghampiri istrinya.


"Sayang ....terima kasih sudah kembali untuk kami " lirih Azzam dengan tenggorokan tercekat. Azzam segera memeluk Lala sambil terus menciumi pucuk kepala nya


"Memang nya ,aku habis darimana ?" Tanya Lala pelan ,wajah nya masih terlihat pucat


"Kamu masih lemas ,jangan banyak bicara dulu. Alhamdulillah,papa senang kamu sudah siuman nak "Ucap Banu setelah meletakan istri nya di sofa


"Mama kenapa ?" Tanya Lala ketika melihat Sri tak sadarkan diri


"Mama kamu hanya kecapean " Sambar Susi. Ia tak ingin membuat menantunya merasa khawatir


"Bayi aku ..." Lirih Lala melihat bayi yang dibawa Susi

__ADS_1


"Iya,sayang. Ini bayi kamu,lihat lah dia tampan sekali " Susi mendekatkan baby Azlan yang sedang tidur


"Masha Allah,ibu benar bayi aku tampan sekali " Lala sampai terharu ,matanya berkaca-kaca


"Aku mau gendong" pinta Lala lirih


"Tapi kamu baru saja siuman nak "Ucap Banu


"Aku bisa kok,aku akan hati-hati " pinta Lala memelas


"Gak apa-apa pah,biar aku bantu "Azzam membantu Lala untuk menggendong baby Azlan


"Namanya Azlan Muzzaki" Ucap Azzam pelan ketika baby Azlan sudah dipangkuan Lala


"Nama yang bagus. Hai sayang,maaf ya mama baru bisa gendong kamu " Lala menatap penuh haru bayi nya


Tiba-tiba baby Azlan menggeliat lalu menangis,di saat itu pula kedua p*ydara Lala terasa kencang. Beberapa saat kemudian asi nya merembes membasahi bagian dada nya.


Oeeekkkk....


"Sayang, Azlan kenapa?" Lala mendadak panik mendengar suara tangisan bayi nya


"Loh,ini basah kenapa ?" Tanya Lala ketika melihat bagian dada nya basah , Susi yang sudah hendak membuatkan susu pun menoleh


"Wah,asi kamu penuh itu,ya sudah susui saja Azlan , seperti nya dia ingin minum asi mama nya " Ucap Susi


"Memang nya gak apa-apa Bu,Lala kan baru siuman " Tanya Azzam


"Gak apa-apa,Lala bisa menyusui sambil makan " Ujar Susi


"Ya sudah kita keluar dulu,sambil nunggu kamu nyusuin kita cari makan " Ucap Damar seraya mengajak Banu


"Kamu mau kemana ?" tanya Susi ketika melihat Azzam hendak ikut pergi


"Ikut bapak dan papa " jawab nya


"Ngapain. Udah kamu di sini saja bantu Lala ,suapin istri kamu ,ibu mau sadarin mertua kamu " Ucap Susi

__ADS_1


"Oh,iya baiklah " Ucap Azzam segera meraih makanan di meja nakas. Makanan tersebut sudah disiapkan perawat sebelum nya


Sementara Lala sedang berusaha menyusui bayinya meski ia kesusahan. Susi yang melihat menantunya kesulitan pun membantu nya. Maklum itu adalah pengalaman pertama baginya.


"Biar gak pegel kamu taruh bantal buat ganjal bayi nya,tapi kamu jangan sampai ketiduran ya,bisa bahaya entah itu bayi nya jatoh atau hidung nya ketutupan pyd*ra kamu,karena ibu menyusui biasanya memang gampang ngantuk " Tutur Susi seraya meletakan bantal di atas pangkuan Lala. Posisi Lala kini duduk bersandar. Meski masih lemas dan pusing tapi Lala tetap bersikeras,sementara bayi nya diletakkan di atas bantal tersebut


"bisa gak keluarin pyd*ra nya ?" tanya Susi


"Bisa Bu " jawab Lala malu-malu


"Kalau gak bisa minta bantuan Azzam buat keluarin,tapi ingat jangan sampai bapak nya yang nyusu,suruh bapak nya ngalah dulu minimal sampai dua tahun ke depan " Cetus Susi ,hal itu sontak membuat Lala merona dan Azzam menjadi kikuk


"Ah ibu,bisa aja " lirih Lala


Susi terkekeh,ia segera menghampiri sofa dimana besan nya masih tak sadarkan diri. Lala pun segera memberikan asi ke bayi nya , sementara Azzam membantu Lala untuk makan dengan menyuapi nya,akan tetapi matanya tak bisa ia kondisi kan. Azzam diam-diam menelan ludah nya ketika melihat ukuran pyd*ra istri nya yang semakin membesar dan terlihat keras. Bahkan sesuatu dalam tubuh nya bereaksi hingga celana nya terasa semakin menyempit.


"Ah,s*al ! Kenapa otak aku kotor banget sampai berfikiran kemana-mana. Ingat Zam, istri mu baru saja melahirkan dan sadar dari koma. Tahan sampai waktunya kek " Ia memarahi dirinya sendiri dengan membatin


"Sayang,kamu kenapa kok muka kamu merah gitu ? Kamu juga terlihat gelisah ,kamu sakit ?" tanya Lala yang ternyata memperhatikan gerak gerik suami nya


"Enggak kok,gak apa-apa. Ayo aaa lagi biar kamu gak lemes " Ucap Azzam tak ingin mengatakan yang sebenarnya,Lala pun tak banyak bertanya lagi ,selain dirinya yang masih lemas mulut nya juga penuh dengan makanan hingga ia tak bisa berbicara banyak


Sementara Susi ,ia sudah membawa minyak angin di tangan nya


"Ini orang ,pingsan apa tidur ya. Anteng banget gak bangun-bangun " Gumam Susi heran


Mertua Lala pun segera meletakan minyak angin yang sudah dibukan penutup nya di bawah lubang hidung Sri. Beberapa saat kemudian Sri mengerutkan kening nya. Perlahan ia membuka kedua matanya. Namun tiba-tiba ia terisak dengan terus menyebut nama putri satu-satunya.


"Huuuhhuu...hiks....Lala....kenapa kamu pergi secepat ini nak,kamu masih muda belum lama merasakan surga dunia ,bahkan bayi kamu baru saja dilahirkan,masa kamu udah pergi sih... huuuhhuuu.....Lala....."


"Mama kenapa ?" Tanya Lala sambil meringis menahan geli dan perih pada p*ting pyd*ra nya yang di hisap bayi nya


Deg'


Sri langsung berhenti menangis ,ia lalu menoleh,


"LALA....KAMU GAK JADI PERGI ! "Pekik nya terkejut

__ADS_1


"Shyuuutt.....jangan keras-keras,bayi aku mau bobo. Emang nya aku mau pergi kemana mah ?"


Bersambung....


__ADS_2