
Kondisi Lala yang tengah tak baik-baik saja juga perasaan nya yang terlalu kalut membuat nya tak bisa mengontrol diri ketika terkejut hingga akhirnya ia pun pingsan.
Pingsan nya pengantin wanita membuat para tamu menjadi heboh dan juga terkejut. Begitupun dengan Azzam. Meski terkejut ia sigap menangkap tubuh Lala hingga gadis itu tak sampai jatuh ke lantai.
"Ya Allah Lala " Lirih Azzam
"Ayo bawa ke kamar "Ucap Sri ,namun Sri meminta Azzam membawa Lala ke kamar tamu yang berada di lantai satu
Azzam pun merebahkan tubuh Lala dengan perlahan di tempat tidur. Nining memberi kan minyak angin yang segera diraih Sri. Karena Lala memakai makeup,dan ia takut merusak riasan putri nya ,ia hanya menaruh minyak angin itu tepat dibawah lubang hidungnya.Sementara Nining mengipasi.
Azzam terlihat sangat mengkhawatirkan gadis yang kini sudah sah menjadi istri nya.
"Ini si Lala bandel sih ,disuruh makan dia ogah-ogahan jadinya pingsan kan" Cetus Nining
"Lala belum makan?" Tanya Azzam terkesiap
"Iya Zam , istri mu ini loh tadi pagi hanya makan roti dan susu. Itu juga pagi-pagi sekali " Tutur Nining lagi
"Ya Allah La,kenapa sampai tak makan " Gumam Azzam. Ia yang sangat tahu jika Lala tak bisa kalau tak makan nasi pun hanya menggelengkan kepala nya
Sementara di luar ,Mila ,Sarah , Deni dan Ovan sedang temu kangen. Di tengah kekhawatiran mereka terhadap Lala, mereka saling bertukar cerita mengenai pengalaman mereka masing-masing.
"Terus gak apa-apa kalau kamu cuti nya lama?" Tanya Mila pada Deni
"Gak apa-apa sih ,hanya saja mungkin gaji aku kena potong ,atau aku kena SP " Jawab nya
"Lah kaya gitu dibilang gak apa-apa,aneh " Ucap Mila lagi
"Eh iya ,kok bisa ya si Azzam nikah nya sama Lala " Cetus Ovan
"Ya bisa lah ,orang sudah direncanain orangtuanya " Sahut Sarah
"Tapi kok si Azzam bisa gak tahu gitu. Lala juga pas ditanya siapa calon suami nya jawab nya gitu mulu " Ucap Ovan lagi
"Itu karena Lala juga gak tahu bakal nikah nya sama Azzam ,dia shock pas tau yang nikah dengan nya adalah Azzam ,ditambah dia yang belum ketemu nasi dari pagi jadi tepar deh " Tutur Mila
"Kalau difikir-fikir mereka tuh lucu juga ya. Sama-sama dijodohkan tapi sama-sama gak tahu siapa pasangan nya " Timpal Deni
"Ya gitu deh. Tapi aku tadi sempet gak tega sama Lala "Ucap Sarah
"Gak tega kenapa ?" Tanya Ovan
"Karena gak mau nikah dia sampai nangis-nangis malah sempet pengen kabur , untung di luar banyak pasukan papa nya Lala"Jelas Sarah
"Kok gak mau nikah?" Tanya Ovan
"Kan dia nya gak tahu siapa cowok yang bakal dia nikahi " Gemas Mila
"Biasa aja kali Mil,gak perlu nge gas " ucap Ovan mencebik
"Abis nya kamu tuh ,udah tahu mereka sama-sama gak tahu calon masing-masing,gimana sih "
"Hehehe...." Ovan menggaruk kepala nya gak gatal
"Gak kebayang kalau Lala beneran kabur ,pasti heboh deh " Cetus Ovan
__ADS_1
Lala yang baru membuka mata nya memindai seluruh isi kamar. Tatapan nya terhenti pada Azzam yang juga menatap nya.
"Huuuhuuu.....kenapa seolah-olah ini nyata , huaaa...."Semua yang di dalam kamar dibuat terperanjat karena Lala tiba-tiba menangis kejer
"Ya Allah ini anak kesurupan kali " Celetuk Sri
"Istighfar La "Ucap Azzam
"Kamu beneran Azzam bukan sih ? Kenapa mirip banget ? Atau aku hanya berhalusinasi ?" Tanya Lala sesegukan
"Kamu nih aneh-aneh saja ,dia beneran Azzam,suami kamu " Ucap Sri menegaskan
"A...apa...su...suami" Lirih nya ,lalu kembali menoleh dan memperhatikan Azzam
"Iya ,Lala ! Sekarang Azzam adalah suami mu " Tegas Nining
"Bagaimana mungkin ?" Tanya Lala masih belum mempercayai apa yang baru saja terjadi
"Baiklah, kalau gitu kalian ngobrol saja dulu berdua , nanti kalau kamu sudah fit kamu kembali ke luar. Di luar masih banyak tamu " Ucap Sri ,lalu mengajak Nining keluar dari kamar dengan mengedip kan sebelah mata nya , Nining mengerti dan tersenyum lalu meninggal kan Lala dan Azzam berdua si kamar itu
"Gimana kondisi Lala ?" Tanya Banu
"Iya gimana kondisi nya ?" Timpal nek Arum
"Anak itu gak apa-apa. Mungkin karena belum makan ,aku mau ambilkan makanan dulu buat nya" Jawab Sri lalu beranjak mengambil makanan
Di kamar nampak kecanggungan menghiasi keduanya. Lala yang masih tak percaya dengan kenyataan,sementara Azzam yang kesenengan hingga tak tahu bagaimana cara nya mengekspresikan perasaan nya.
Keduanya nampak terdiam dengan fikiran masing-masing.Hinga akhirnya Lala bersuara.
"Kenapa kamu ada di sini? "
"Kamu beneran Azzam kan ,bukan Azzam jadi-jadian ? " Tanya Lala lagi
"Ngaco kamu. Ya ini beneran aku lah masa jadi-jadian ,siluman dong aku " Sahut Azzam gemas. Namun kemudian tangan Lala bergerak mencubit lengan Azzam
"Aww...sakit La ! Belum apa-apa udah kdrt aja " Pekik Azzam ,karena Lala mencubit nya tak kira-kira
"Jadi kamu beneran Azzam "Lirih Lala lagi ,air mata nya pun kembali luruh. Ia tak tahu harus berkata apa lagi,dia senang juga shock
"Hey,malah nangis. Harus nya aku yang nangis ,kan aku yang dicubit " Azzam terkejut melihat Lala yang kembali menangis sesegukan
"Habis nya aku bingung, tapi juga senang,karena ternyata aku nikah nya sama kamu ,bukan sama orang yang gak aku kenal "Sahut Lala sesegukan
"Jadi kamu senang nikah sama aku ?" Tanya Azzam tersenyum
"Ya iya lah ,karena aku tahu kamu orang baik, jadi aku tahu kamu gak akan nyakitin aku " Jawab Lala
"Bukan karena cinta ?" Tanya Azzam ,namun tiba-tiba Lala menyantap Azzam. Mendapatkan pertanyaan itu mendadak membuat Lala salah tingkah. Ingin dia bilang iya namun bibir nya terasa kelu mengangguk pun kepala nya terasa berat
Azzam mengulurkan tangan nya untuk menghapus air mata nya.
"Untung bedak nya bagus ,jadi gak luntur " Ucap Azzam pelan,namun ia kembali tersenyum ketika melihat di pergelangan tangan nya Lala terdaoat jam tangan nya yang pernah ia betukam tempo hari
"Gak perlu di jawab , seperti nya aku tahu apa jawaban nya "Ucap Azzam. Ia tak ingin Lala merasa tertekan dengan pertanyaan nya barusan. Melihat dari gelagat dan mata nya saja Azzam sudah tahu jika ada cinta pada gadis itu terhadap nya
__ADS_1
Saat itu pintu kamar diketuk. Setelah Azzam membuka kan pintu , rupanya Sri yang datang membawa nampan berisi makanan.
"Eh ibu " Ucap Azzam
"Jangan ibu lah ,mamah saja " Ucap Sri yang tak terbiasa dipanggilnya ibu
"Ini ,kamu bujukin Lala biar dia mau makan ya " Pinta Sri
"Oh iya mah,sini aku yang bawa " Azzam iun mengambil alih makanan tersebut ,setelah itu Sri pun keluar
"Kenapa kamu belum makan ?" Tanya Azzam seraya mendekat
"Aku udah kok makan ,tapi cuman roti dan susu " Jawab Lala
"Tapi itu kan cuman ganjel perut beberapa jam saja. Pantas kamu pingsan ini udah hampir tengah hari loh " Omel Azzam ,Lala tak menyahuti omelan Azzam. Seakan Mash belum percaya jika Azzam benar-benar di hadapan nya,gadis itu terus saja menatap Azzam
"Ayo buka mulut kamu, biar aku suapin " Pinta Azzam
"Biar aku sendiri saja " Ucap Lala lalu merebut sendok dan piring di tangan Azzam
"Udah sini ,sama aku saja,tangan kamu masih gemeteran gitu kok ,nanti makanan nya tumpah-tumpah ke baju kamu gimana,sayang kan udah cantik-cantik begini baju nya kotor kena makanan.
Blus
Seketika wajah Lala terasa panas ,untung saja ia menggunakan makeup hingga perubahan warna pada wajah nya tak terlihat jelas.
"Aaaa " Ucap Azzam
Mau tidak mau Lala pun menerima suapan dari suami nya itu. Cieee.....suami.
Tak terasa kini makanan nya sudah habis tak bersisa.
"Minum dulu" Azzam memberi kan air minum dengan menggunakan sedotan
"Makasih "Lirih Lala
Sekarang gimana ,udah agak enakan badan nya ,gak gemetaran lagi ?" Tanya Azzam ,Lala mengangguk
"Syukurlah , sebentar lagi kita keluar ya ,gak enak diluar masih banyak tamu-tamu ,masa kita udah ngamar aja " Azzam tersenyum , tubuh nya meremang karena ucapan nya sendiri yang mengatakan 'ngamar'
"Iya. Sepertinya aku harus melakukan protes pada mama dan papa "Cetus Lala
"Protes kenapa ?"
"Kenapa mereka gak bilang kalau orang yang mau nikah sama aku tuh kamu,mereka malah main rahasia-rahasia an "
"Sepertinya mereka juga gak tahu deh, tadi saja setiba nya aku di sini mereka juga sama-sama terkejut " Tutur Azzam
"Oh ya ? Kok bisa ya ,padahal kan waktu itu mereka pernah bertemu sebelumnya"
"Mungkin karena yang bertemu hanya mama kamu dan bapak aku " Ucap Azzam benar ada nya. Lala mengangguk .
"Ini Lala nya aku atau bukan sih ,kenapa cantik banget " Ucap Azzam sambil menatap Lala
Serrr
__ADS_1
Lala merinding di puji seperti itu tapi juga senang,ia jadi salah tingkah,rasanya ia ingin salto saat itu juga.
bersambung...