Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Tuyul di kedai buah


__ADS_3

Setelah agak siangan , akhirnya Lala dan Azzam memutuskan untuk check out,sebelumnya mereka sudah sarapan.


"Sayang,kita tak langsung pulang kan ?" Tanya Lala melirik pada Azzam yang baru masuk ke dalam mobil


"Kenapa memang nya ,kamu mau kemana dulu?" Tanya Azzam


"Aku mau pulang ke rumah ibu ,kangen nenek " Jawab Lala manja


"Kangen nenek kok pulang nya ke rumah ibu?"


"Ya,kan sebelum ke rumah ibu kita mampir dulu ke rumah nenek ,gitu loh " Tutur Lala


"Ooohhh.... seperti itu ,baiklah tuan putri " Ucap Azzam lalu menghidupkan mesin mobil nya


Perlahan Azzam melajukan mobil nya keluar dari basemen.


"Nanti kita beli makanan dulu ya buat oleh-oleh" Ucap Lala


"Oya tentu dong,masa kita jauh-jauh datang dengan tangan kosong,malu lah " Sahut Azzam


Azzam mengambil jalan lain agar lebih cepat sampai ,juga agar lebih teduh karena jalan yang akan ia lewati merupakan jalanan sepi banyak pepohonan yang menghalangi cahaya matahari ke jalan. Namun bukan berarti jalanan tersebut hutan,karena masih terdapat beberapa rumah meski jarak nya sedikit berjauhan.


Ketika mobil mulai memasuki kawasan tersebut,udara dingin khas hutan langsung terasa ,ditambah suara tonggeret yang bersahutan.


Tin tin tin


Azzam membunyikan klakson sebanyak tiga kali. Hal itu ia lakukan sebagai bentuk rasa penghormatan terhadap makhluk ghaib tak kasat mata. Suara klakson tersebut juga jadi tanda permisi untuk melewati jalur tersebut. Apalagi di kawasan itu terdapat beberapa makam keramat yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Banyak orang yang enggan melewati jalur tersebut karena sering nya terjadi kecelakaan. Dan entah benar atau tidak konon katanya jalur itu terus meminta tumbal karena setiap terjadi kecelakaan di daerah itu jarang ada korban selamat. Hal itulah yang menyebab kan jalan itu nampak sepi meski di sana juga ada beberapa rumah warga. Namun aneh nya meski di sana ada rumah ,Lala maupun Azzam sama sekali tidak melihat adanya tanda-tanda kehidupan,karena tak satu pun manusia yang mereka lihat kecuali mereka yang tak kasat mata.


Di sepanjang jalan,mata Lala dan Azzam tak pernah absen melihat makhluk halus. Ada hantu wanita dengan mulut yang terus mengeluarkan darah ,hantu pria yang berjalan terseok-seok ,bak zombie di film-film luar negeri,ada pula hantu perempuan yang berjalan dengan membungkuk,bahkan hantu anak-anak pun terlihat saling berlarian ,ada yang kepala nya bolong,tangan nya putus ,ada juga yang kepala nya hampir terlepas.Sungguh pemandangan yang sangat mengerikan.


"Seperti nya penghuni di sini kebanyakan mereka deh daripada manusia "Ucap Lala


"Ya, begitulah. Aku dulu setiap pulang pergi kampus sering melewati jalan sini kalau siang ,kalau malam mana berani " Ucap Azzam dengan melajukan mobil nya perlahan karena jalanan nya banyak yang berlubang


"Penakut juga rupanya " Lala mencibir suami nya


"Bukan takut sayang,tapi lebih ke menghindari hal-hal yang tidak diinginkan " Ucap Azzam menyangkal cibiran istri nya


Lala menganggukkan kepala,ia membenarkan ucapan suami nya ,sebab siang hari saja sudah nampak horor apalagi malam hari.Dirinya saja yang sudah terbiasa melihat mereka yang tak kasat mata terkadang suka merasa takut,apalagi jika membayangkan berada di tempat itu malam-malam sendirian. Hiiiyy.....mendadak Lala jadi merinding.


Tak ada lagi obrolan dari keduanya.Keheningan pun membuat suasana menjadi semakin sunyi ,hanya suara deru mesin mobil saja yang terdengar bercampur dengan bising nya suara tonggeret.


Selama perjalanan pula,tak nampak kendaraan lain. Benar-benar hanya mobil mereka saja yang melewati jalan itu. Hingga tiba-tiba Azzam harus menghentikan laju mobil nya ,sebab di depan nya ada ular jenis sanca kembang dengan ukuran sangat besar dan panjang tengah melintas.


"Astaghfirullah,itu beneran ular ?" Tanya Lala terkesiap


"Iya , sayang.Kita tunggu ular nya nyebrang dulu ya ,gak apa-apa kan nunggu sebentar " Ucap Azzam,ia yang sudah terbiasa melewati jalan itu seakan sudah tahu dan tak aneh melihat nya


"Iya gak apa-apa,mending kita tunggu ular nya lewat , daripada kita turun dan bawa ular nya kepinggir. Hiiiiyyy....takut aku tuh,nanti kalau ular nya matuk kan bahaya " Ucap Lala seraya terus memperhatikan ular tersebut

__ADS_1


"Ular sanca tidak matuk,tapi kalau sudah membelit akan meremukkan tulang hingga mangsa nya berhenti bernafas " Jelas Azzam


"Ih,serem juga ya " Lirih Lala


"Ya makanya sayang,kita harus hati-hati jangan sampai kita punya konflik dengan hewan ,karena apapun jenis hewan nya pasti akan sangat berbahaya jika hewan itu tak nyaman dengan keberadaan kita. Sebisa mungkin kita menghindar " Tutur Azzam


"Termasuk cicak dan kecoa ?" Goda Lala


"Aku geli sayang ,bukan takut " Kilah Azzam


"Masa ?"


Azzam tak lagi menyahut,ia harus kembali melajukan mobil nya karena ular sanca itu sudah melintas dan menghilang di balik semak-semak.


Sementara itu,pasangan Mila dan Ovan saat ini sedang berada di kantin kampus.


"Mau nambah lagi ?"Tanya Ovan saat melihat piring milik Mila sudah kosong


"Enggak ah,udah kenyang aku " Tolak Mila


"Oh, iya.Katanya Lala dan Azzam pulang kampung?" Tanya Ovan


"Kata siapa ?" Tanya Mila mengerutkan kening


"Lihat dari status wa nya" Jawab Ovan


"Status wa nya siapa?" Tanya Mila lagi


"Oya? Wah aku belum sempat lihat hp " Mila pun segera mengecek ponsel nya


"Oh iya ya " gumam Mila setelah ia melihat status Lala yang menunjukan jika ia sedang dalam perjalanan


"Kira-kira dalam rangka apa mereka pulang ya?" Tanya Mila pelan


"Gak tahu,mungkin ada sesuatu "


Pada saat itu Sarah pun datang dan langsung bergabung dengan mereka.


"Hai,aku ganggu kalian gak ?" Tanya nya


"Hai ,Sarah.Ya enggak lah ,kamu tuh aneh-aneh aja pertanyaan nya " Ucap Mila


"Ya kan sekarang kalian udah pacaran ,kali aja kalian ngerasa keganggu gitu " Ucap Sarah


"Hehehe.....dikit " canda Ovan yang langsung mendapat tendangan kecil dari Mila


"Canda Mil...." lirih Ovan meringis


Sementara itu ,Iqbal yang saat ini tengah berada di lokasi kecelakaan tiba-tiba teringat Sarah ,ia pun mengirimkan pesan singkat pada istri nya.

__ADS_1


Ting'


Sarah segera membaca pesan tersebut,bibir nya tersenyum meski pesan yang dikirimkan Iqbal hanya berupa emoticon bergambar love.


"Bang Iqbal apa sih ,masa ngirimin pesan gini doang " batin nya dengan bibir yang terus tersenyum


Ting'


Ada pesan lain masuk dan langsung terbaca oleh nya , lagi-lagi senyuman nya kembali merekah.


"Ya ampun bang Iqbal. Apa ini artinya dia udah buka hati untuk aku " batin nya seraya menatap pesan tersebut


Iqbal : Jangan nakal selagi aku bekerja ,nanti aku jemput lagi ,miss you.


"Cieee....ada yang senyum-senyum dapet chat dari suami nih" Ucap Ovan meledek Sarah


"Biarin syirik aja " ucap Sarah tanpa menoleh ,ia pun segera membalas chat tersebut


Sarah : Kapan aku pernah nakal ?


Iqbal : Syukurlah kalau kamu gak pernah nakal,nakal nya sama aku saja ya.


Namun Sarah hanya membalas dengan emoticon hati membuat senyuman Iqbal terbit saat membaca pesan nya.


Di tempat lain,Lala dan Azzam sudah keluar dari kawasan itu,kini Azzam menghentikan mobil nya di depan sebuah kedai buah sederhana.


"Mau beli buah apa saja ?" Tanya Azzam ketika mereka sudah keluar dari mobil ,mereka berjalan menghampiri kedai buah tersebut


"Hm,...jeruk dan apel saja gimana ,eh tapi aku mau kedondong juga deh ,boleh ya" Lala tiba-tiba berbinar ketika matanya melihat buah kedondong yang sudah matang,tercium juga aroma buah tersebut di indera penciuman nya ,hingga air liur nya terasa ingin menetes


"Tentu saja boleh ,buat kamu apa sih yang enggak " Ucap Azzam menatap Lala dengan penuh cinta


"Makasih sayang " Ucap Lala manja


Penjaga kedai yang melihat pasangan itu pun jadi salah tingkah sendiri.


"Kamu mau beli berapa kilo sayang ?" Tanya Azzam sambil memilih buah jeruk yang akan ia beli


"Jeruk dan apel dua kilo sama kedondong nya satu kilo " Sahut Lala


"Banyak bener sayang,emang nya mau buat jualan lagi ?" Tanya Azzam heran


"Ya kan nanti buat nenek dan ibu,aku cuman mau buah kedondong nya saja " Jawab Lala lagi


"Oh,gitu kirain " ucap Azzam pelan


Ketika itu sosok anak kecil berkepala botak menghampiri mereka. Lala mengusap perut seraya berucap ," Amit-amit.... amit-amit...jangan ikut-ikutan ya dek utun "lirih nya pelan


Sosok itu hendak mengambil sesuatu dari dalam tas nya Lala,sontak saja Lala menjitak kepala botak nya.

__ADS_1


Pletak'


Bersambung ....


__ADS_2