
Malam hari,ketika Azzam tengah mengaji baby Azlan tiba-tiba menangis.
Oeeekkkk......
Oeeekkkk......
Azzam pun menghentikan ngaji nya dan segera menghampiri box bayi yang tak jauh dari tempat tidur Lala.
Banu, Sri dan besan nya juga menginap di kamar tersebut. Berhubung kamar itu besar dan luas juga memiliki satu kamar lain selain kamar pasien. Sri dan Susi tidur di kamar sementara Banu dan Damar bersama Azzam di kamar pasien. Di sana terdapat satu sofa panjang dan kasur lipat. Banu di sofa Damar dan Azzam di kasur lipat. Namun Azzam sama sekali belum tidur ,ia lebih memilih untuk mengaji di samping tempat tidur istrinya.
"Cup.... cup....sayang,kenapa hem haus ya ? Lapar ya ? Sebentar ya papa buatin susu dulu" Sambil menggendong baby Azlan ,Azzam pun mencoba membuat susu. Saat itu Susi dan Sri terbangun dan segera keluar mereka melihat Azzam yang kerepotan
Susi dan Sri segera mengambil alih. "Sini biar ibu saja yang gendong Azlan" ucap Susi
"Ibu kok bangun sih " ucap Azzam
"Mana bisa ibu tidur nyenyak,sini berikan Azlan pada ibu " Pinta Susi ,saat itu baby Azlan masih terus menangis
Azzam pun memberikan bayi nya.
"Kamu istirahat saja,kamu belum tidur kan. Biar mama yang lanjut bikin susu " Ucap Sri
"Gak apa-apa mah,biar aku saja " Tolak Azzam
"Kamu tuh jangan ngeyel ,nanti kalau kamu juga sakit karena kurang istirahat Lala juga sedih ,nanti siapa yang jagain Lala dan Azlan . Sudah jangan protes kamu istirahat sana" Ucap Sri
"Mertua mu bener Zam ,sana istirahat " Ucap Susi sambil menenangkan cucu nya
"Tapi aku belum ngantuk Bu " lirih Azzam
"Atau aku ngaji lagi saja deh,daripada bengong gak ada kerjaan " Gumam nya kemudian
"Ya sudah terserah kamu saja,tapi kalau kamu ngantuk langsung tidur saja " Ucap Susi merasa gemas pada putra nya itu
Azzam pun kembali duduk di kursi samping istrinya dan kembali mengaji. Mendengar suara lirih Azzam yang tengah mengaji baby Azlan tiba-tiba menghentikan tangisan nya. Saat itu Sri baru selesai membuat susu.
"Udah tidur lagi ?" tany Sri pelan
"Belum ,malah melek dia " Bisik Susi
"Padahal tadi nangis kejer " Lirih Sri, perempuan itu pun memberikan dot susu pada Susi. Susi segera memberikan nya pada cucu nya
Mereka tersenyum melihat baby Azlan segera menyedot susu nya dengan kencang ,terlihat sekali jika bayi itu sedang lapar
"Ya ampun....kamu lapar sayang. Kasihan sekali kamu nak,semoga mama mu bisa cepet bangun ,biar kamu bisa nyusu sama mama. Doakan mama ya nak " lirih Susi dengan mata yang sudah mulai basah
Azzam yang sedang mengaji nampak fokus pada Al Qur'an,ia tak menyadari jika keringat mulai membasahi wajah istrinya.
Sementara itu,Lala terus berjalan tak tentu arah ,kaki nya bahkan sudah terasa lemas. Keringat bercucuran membasahi tubuh nya.
Tiba-tiba dari kejauhan samar-samar ia mendengar suara orang mengaji disertai lantunan adzan.
Lala memutar tubuh sambil terus memperhatikan sekitar untuk memperjelas darimana arah suara-suara itu,ia bahkan sampai tak bernafas untuk bisa mendengar lebih jelas.
Asholatu khairum minannaum.......
"Sepertinya dari arah sana ,semoga di sana ada rumah penduduk" Gumam Lala dengan nafas tersengah
Lala pun melangkahkan kaki ke arah yang ia yakini adalah pemukiman. Dengan semangat ia langkahkan kaki nya ,meski semakin menggerakan kaki,ia semakin merasa lemas kaki nya. Namun Lala tak mau putus asa dan menyerah begitu saja.
Lantunan adzan terdengar telah berhenti. Hal itu menyulitkan nya untuk mencari arah. Lala mulai kebingungan,ia pun berhenti berjalan.
Bruukk'
Tubuh nya ambruk ke tanah ,kaki nya benar-benar sudah tak dapat menopang tubuh nya. Kaki nya benar-benar mati rasa.
"Ya Allah....kenapa lagi ini,kenapa kaki aku lemas sekali " Lirih nya
"Kalau seperti ini bagaimana aku bisa cepet-cepet pulang " Lala mulai terisak ,dada nya terasa sesak saat teringat suami dan bayi nya
__ADS_1
Lala masih ingat betul sebelum ia berada di tempat itu,dirinya telah melahirkan ,namun belum sempat ia melihat rupa bayi nya ia sudah tak ingat apa-apa lagi ,selain wajah Azzam.
"Bagaimana kalau aku tidak bisa kembali lagi " Tatapan nya mulai kosong
Akan tetapi setitik cahaya putih nampak memutari tubuh nya,Lala yang awal nya tak menyadarinya merasa sesuatu menyentuh nya. Terasa hangat dan ia segera mengangkat kepala memperhatikan cahaya putih tersebut.
"Cahaya apa ini ,rasanya hangat sekali " gumam nya ,saat hendak menyentuhnya,cahaya itu menjauhi nya
Namun bukan nya semakin menjauh,cahaya itu malah berhenti ,saat Lala hendak menyentuh nya lagi cahaya itu kembali bergerak sedikit menjauh. Nampak nya cahaya itu ingin agar Lala mengikuti nya ,namun rupanya Lala tak menyadari hal itu.
Lala kembali duduk dan memperhatikan sekitar,kembali suara orang mengaji terdengar samar namun kali ini suara tersebut bercampur dengan suara tangisan bayi.
"Sebenarnya dari mana asal suara itu "Gumam nya pelan
Perlahan cahaya itu melayang ke depan wajah Lala. Saat Lala hendak menyentuhnya cahaya itu kembali menjauh dan menghilang. Selang beberapa menit cahaya itu muncul kembali dengan jarak dua meter. Cahaya itu nampak berkedip-kedip. Di jarak satu meter muncul lagi cahaya putih yang sama.
Lala merasa penasaran,ia beranjak dan berjalan menghampiri cahaya-cahaya putih tersebut. Akan tetapi setelah mendekat cahaya itu nampak menghilang kemudian muncul lagi di jarak beberapa meter di depan nya.
"Apa aku ikutin saja cahaya itu ya,mungkin itu petunjuk untuk ku " Lirih nya membatin
Maka Lala pun berjalan mengikuti cahaya-cahaya putih itu. Setelah beberapa langkah ,Lala merasa udara di sana berbeda dengan udara di tempat tadi.
"Kenapa rasanya di sini lebih hangat "
Lala terus berjalan mengikuti cahaya-cahaya yang terus menghilang ketika didekati dan muncul kembali di depan nya,sampai akhirnya cahaya itu menghilang.
"Kok,hilang ? Kemana cahaya-cahaya tadi ?" Fikir nya bingung ,Lala mengedarkan pandangan nya ke segala arah mencari cahaya putih tadi ,namun nihil ,tak ada satu pun tanda-tanda dari cahaya itu
"Ya Allah,aku harus bagaimana? Kemana aku harus melangkah ?"
Namun tiba-tiba,
DUAAARRRRR'
Sebuah ledakan membuat nya terkejut bukan main ,Lala sampai berjongkok sambil menutup kedua telinganya.
"Astaghfirullah...." Pekik nya memejamkan mata
"Bagaimana mungkin malam berganti siang dalam sekejap " Ucapnya tak percaya
Dari kejauhan terdengar suara air yang jatuh dari ketinggian ,Lala yang merasa sangat haus pun berusaha mencari tempat dimana terdapat air tersebut.
Hingga matanya kembali membola ketika melihat air terjun yang sangat indah dengan semburat warna warni melengkung di area air terjun tersebut.
"Wuaaahhhh.....indah banget. Pelangi nya juga cantik " seru nya takjub ,tak hanya pemandangan air terjun,tempat itu juga di kelilingi beberapa bukit tinggi yang menuiamh indah dengan berbagai pohon dengan dedaunan berwarna merah dan kuning
"Masya Allah,tempat apa ini ? Kenapa indah sekali ? Apa aku sudah berada di surga?" Batin nya
"Tempat yang indah dan damai,pasti aku akan sangat betah berada di sini ,gak ada siapapun yang mengganggu " ucap nya
"Tapi.... aku ingin pulang " lirih nya kemudian
Karena merasa tenggorokan nya makin tercekat ,Lala pun segera turun menuju air. Air yang jernih dan segar memancing siapapun untuk datang mendekat. Saking jernih nya Lala pun sampai bisa bercermin di permukaan air.
"Sungguh jernih dan segar sekali air ini,bahkan ikan-ikan nya pun besar-besar dan unik ,aku belum pernah melihat ikan-ikan seperti itu "
Setelah puas memperhatikan ikan-ikan,Lala pun hendak membasuh wajah nya ,namun tiba-tiba suara lantunan ayat Al-Qur'an kembali terdengar ,kali ini lebih jelas. Lala menoleh ke arah air terjun dimana sebuah gambaran seseorang yang tengah mengaji sambil membawa bayi dalam dekapan nya.
"Azzam ...." Lirih nya
"Itu....bayi aku ....bayi aku " Lala menitikan air mata lalu berlari ke arah air terjun ,akan tetapi seseorang menarik nya
"Bukan kah kamu betah berada di tempat ini ?"
Deg'
Lala terkejut ,ia segera berbalik untuk melihat siapa yang menarik dan bertanya pada nya.
"Maaf,siapa anda ?" Tanya Lala pada seorang kakek-kakek berwajah tampan dengan janggut tipis di dagunya ,kakek tersebut mengenakan pakaian serba putih dengan bagian depan terbuka hingga menampakan dada bidang dan perut nya yang rata ,meski sudah berumur tapi kakek itu nampak terlihat karismatik di tambah dengan ikat kepala berwarna senada dengan pakaian nya ,bagian kaki kakek itu mengenakan sandal yang terbuat dari jerami
__ADS_1
"Aku penjaga di tempat ini,para sahabat ku membawa mu ke tempat ini. Mereka menyelamatkan mu dari hutan itu" Ucap nya
"Mereka ? Siapa ?" Tanya Lala bingung
"Mereka para cahaya yang kau lihat " Jawab kakek itu
"Alhamdulillah,terima kasih saya ucapkan karena telah membantu saya keluar dari hutan aneh itu dan membawa saya ke tempat seindah ini" Ucap Lala tulus
"Hmmm.....tidak masalah. Hanya orang-orang tertentu saja yang dapat melihat sahabat-sahabat ku dalam bentuk cahaya ,jika orang itu bukan orang baik ,maka yang mereka lihat hanyalah penampakan makhluk menyeramkan " Tutur kakek itu
"Orang-orang tertentu?" Gumam Lala
"Ya,hanya orang yang berhati baik dan tulus" Ujar kakek itu lagi
"Kamu kenapa diam ?" Tanya kakek itu karena lala nampak terdiam ketika kakek itu berbicara
"Aku ingin pulang tuan " Jawab Lala jujur
"Memang nya kenapa kamu ingin pulang ? Bukan kaj di tempat mu tidak ada tempat seindah ini ?" Tanya kakek itu
"Aku merindukan suami dan bayi yang baru aku lahir kan ,bahkan aku belum sempat melihat wajah bayi aku " Jawab Lala jujur
"Apa kamu yakin tidak mau tetap tinggal di sini ?"Tanya kakek itu meyakinkan Lala
"Iya kek aku yakin. Aku memang menyukai tempat ini ,tapi aku lebih merindukan keluarga kecil ku. Aku ingin mereka " Jawab Lala penuh keyakinan
Sementara itu
Azzam dibuat panik karena Lala tiba-tiba kejang ,dokter meminta nya untuk menunggu di luar. Azzam pun nampak gelisah segala doa ia panjatkan pada Sang Pencipta agar istri nya cepat pulih dan sadar. Sri dan Susi nampak kewalahan menenangkan baby Azlan yang tiba-tiba menangis disela-sela kekhawatiran mereka terhadap kondisi Lala.
"Astaghfirullah....." Sri terus beristighfar sambil menimang baby Azlan
"Semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk terhadap menantu ku Ya Allah "Lirih Susi
"Papa yakin kamu wanita kuat La....ayo tunjukan jika kamu memang wanita kuat " Lirih Banu dengan air mata yang terus mengalir
"Ya Allah, selamat kan istri ku ,jangan Kau ambil dia " Tangis Azzam berurai air mata ,Damar terus menenangkan putra nya dengan terus mengusap punggung nya
"Sabar nak, istighfar serahkan semua pada Allah,bapak yakin Lala akan baik-baik saja " Ucap nya ,meski hatinya pun dirundung luka melihat kondisi menantu nya,ditambah Azzam yang seperti itu membuat hatinya semakin terluka
Sesaat kemudian pintu ruangan terbuka
"Bagaimana istri saya dok ?" Tanya Azzam
"Huuuuuuuh....." Helaan nafas dokter tersebut membuat mereka menjadi histeris terutama Sri , perempuan itu sampai tak sadar kan diri ,beruntung baby Azlan sudah berada bersama Susi
"Mama " Pekik Banu menangkap istri nya
"Innalilahi wainailaihi raji'un...."Lirih Banu
"Tidak.... itu tidak mungkin " Ucap Azzam menyangkal
"Ya Allah,Lala ....." Susi menutup mulut dengan sebelah tangan sambil menatap nanar bayi di dekapan nya
"Huuuhhuuu......kamu tidak boleh pergi sayang ,...aku masih membutuhkan mu ,apalagi anak kita ,kasihan dia jika kamu meninggal kan nya begitu saja ..... huuuhhuuu.....tega kamu " Tangis Azzam pun pecah dan terdengar sangat menyayat hati
Dokter dan perawat nampak bertukar pandang ,hingga kemudian dokter mengatakan sesuatu yang membuat mereka seketika menghentikan tangisan nya.
"Sepertinya kalian salah faham. Saya belum mengatakan apapun tapi kalian sudah menyimpulkan sesuatu. Padahal tadi saya hanya lelah saja. Pasien bernama Nurmala Fitriyani alhamdulilah sudah siuman "
Set'
Mereka menatap dokter dengan wajah yang sudah kacau.
"Kenapa tidak bilang dari tadi " Ucap Azzam kesal ,ia bangkit dan segera masuk ke dalam ruangan Lala
Semua yang di sana pun ikut dibelakang Azzam. Banu bahkan menggendong Sri.
Dokter dan perawat kembali bertukar pandang ,lalu mereka sama-sama menggelengkan kepala dan pergi.
__ADS_1
Bersambung....