Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Sang Sutradara Hidup


__ADS_3

Lala tercenung setelah mendengar penjelasan dokter. Fikiran nya menerawang jauh ,ia memikirkan segala kemungkinan yang dokter ucapkan tadi. Sementara Azzam saat ini sudah masuk ruang operasi.


"Aku mohon ,tetap lah menjadi Azzam ku ,yang selalu ada untuk ku,yang mencintai ku apa ada nya " Batin nya


Kemudian Lala teringat akan orang tua nya juga mertua nya ,ia ingin memberi tahu kondisi Azzam tapi ia teringat jika ponsel nya tertinggal di dalam mobil.


"Maaf,aku bisa meminjam ponsel mu?" Tanya Lala pada perempuan yang menabrak Azzam


"Tentu saja boleh,nama ku Veena" Ucap nya seraya memberikan ponsel nya


"Aku Lala ,makasih " Lala menerima ponsel nya , kemudian ia mengetikan beberapa nomor


"Ck,dari semua nomor telpon ,kenapa malah nomor nya yang aku ingat "Gumam nya ketika hanya nomor Alex tak tiba-tiba teringat


"Ya udahlah telpon sia saja " Gumam nya lagi


telpon terhubung


"Assalamualaikum Lex"


"Waalaikumsalam,ini elo La ?" Tanya nya yang ternyata mengenali suara nya


"Iya,Lex ini gue. Lex gue minta tolong kasih tahu Sarah dan Mila kalau gue di rumah sakit ,suami gue kecelakaan,kasih tahu ke Mila dan Sarah suruh kasih tahu mertua gue" Ucap Lala dengan suara bergetar


"Hah, kecelakaan gimana maksudnya? Terus laki Lo parah gak ?" Tanya Alex nampak terkejut


Namun alih-alih menjawab ,Lala malah terisak ,mendengar tangisan nya Alex jadi tak tega,apalagi ia yang sama sekali tak pernah melihat Lala bersedih apalagi menangis.


"Ya udah ,tenangin diri Lo,nanti gue ke sana ,sekarang Lo di rumah sakit mana ?"Tanya nya


"Di rumah sakit Suka Sehat " Jawab Lala


"Waduh kirain rumah sakit Jakarta ,untung nanya " Gumam nya


"Ya udah ya,gue mau kasih tahu Mila sama Sarah dulu,Lo tunggu saja entar gue ke sana "


"Iya ,makasih ya Lex " setelah itu panggilan telpon pun terputus


"Ini,makasih ya " Ucap Lala seraya menyerahkan ponsel milik Veena


"Iya , sama-sama "

__ADS_1


Sementara itu Alex segera menghubungi Sarah.


"Apa ,Azzam kecelakaan? Ok aku kesana sekarang,Mila juga ada sama aku ini " ucap Sarah ketika menerima telpon dari Alex


"Azzam kecelakaan?" Tanya Mila


"Iya ,yuk kita ke sana ! Alex juga udah ngasih alamat rumah sakit nya " Ajak Sarah malam itu juga


"Tapi kita ke sana mau naik apa ? Ini sudah lewat tengah malam loh ?" Tanya Mila ,saat ini Mila menginap di kamar Sarah di rumah Iqbal


"Iya juga ya ,aku telpon Alex lagi saja deh ,minta dijemput,dia kan banyak teman nya,gak apa-apa kan kita naik motor ke sana ?" Tanya Sarah


"Nanti kalau bang Iqbal nanya gimana , bisa-bisa nanti dia cemburu kalau kamu dijemput cowok lain "Cetus Mila ,hingga membuat Sarah yang tengah berganti pakaian mengehentikan gerakan nya


"Gak mungkin dia cemburu,orang dia juga gak cinta sama aku,dia mau nikah sama aku juga karena orangtua nya bukan karena cinta " jawab nya dalam hati


"Ih kok malah bengong sih " Mila juga mengganti pakaian nya dengan pakaian yang ia kenakan pada saat datang ke rumah itu


"Eh,enggak kok. Nanti aku akan jelasin ke bang Iqbal ,dia pasti ngerti " Ucap Sarah


"Gimana kalau kita minta bang Iqbal saja yang anterin kita ,biar cepet jadi gak harus nunggu kalau kita minta Alex yang jemput " Mila memberi saran


"Ya sudah kita minta Alex saja yang jemput " Mila pun akhirnya setuju dengan keputusan Sarah


Pada saat mereka baru keluar kamar ,Ratmi yang saat itu terbangun karena kehausan pun keluar dari kamar nya hendak ke dapur ,ia melihat Sarah dan Mila keluar dari kamar.


"Loh ,kalian mau kemana ?" Tanya nya


"Eh,ini mah,tadi aku dapat kabar kalau teman ku dan suami nya terkena musibah,mereka kecelakaan. Kasihan orangtua dan mertuanya jauh,teman ku pasti sedang butuh seseorang untuk menemani nya ,apa boleh aku ke rumah sakit mah ?"tanya Sarah ragu-ragu,ia takut jika calon ibu mertua nya itu melarang nya pergi


"Tapi ini sudah sangat malam Sarah ,kalian perempuan,bahaya pergi malam-malam" Ucap Ratmi khawatir


"Mama tenang saja, teman-teman aku akan datang menjemput kok " Ucap Sarah ,ia sudah menghubungi Alex sebelum keluar dari kamarnya


"Baiklah ,tapi kalian hati-hati ya "


Tak lama terdengar suara deru mesin motor membuat malam yang sepi menjadi bising karena suara knalpot yang berisik apalagi bunyi knalpot nya lebih dari satu.


"Nah ,itu mereka datang mah,kami pamit ya , assalamualaikum" Sarah pun pergi setelah mencium punggung tangan Ratmi


"Tunggu mama ikut ke depan ,mau tahu gimana teman-teman kamu " Ucap nya lalu tanpa persetujuan Sarah , perempuan paruh baya itu sudah berjalan terlebih dahulu

__ADS_1


Begitu ia membuka pintu, tiba-tiba matanya membola.


"Astaga,apa benar mereka teman-teman nya Sarah ? Kenapa Sarah bisa berteman dengan anak-anak motor itu" batin nya terkejut


Pada saat bersamaan sebuah mobil datang.


"Mau apa anak-anak geng motor itu datang ke sini " gumam Iqbal yang baru mematikan mesin mobil nya ,ia kemudian keluar dari dalam mobil


"Alamak, itu kan teman polisi nya Lala " Alex nampak menelan saliva nya


"Ada apa ini? Kenapa kalian datang malam-malam ke rumah ku?" Tanya nya


"Aku yang minta Alex dan teman-teman nya datang bang,Lala dan Azzam kecelakaan,kami mau pergi ke rumah sakit,kasihan Lala dia pasti sendirian saat ini,dia butuh kita " Ucap Sarah


"Apa ,Lala kecelakaan? "Seketika Iqbal pun mematung


"Bukan Lala ,tapi Azzam " Timpal Mila


"Ya sudah kita kesana sekarang ,kalian masuk mobil" Ucap Iqbal pada Sarah dan Mila


"Dan kalian kembali lah " tambah nya pada Alex and the geng


"Ya gak bisa gitu dong pak,secara Lala itu kan sahabat kami,kami juga ingin ada untuk mensupport nya " Seru Alex yang tak terima diminta pergi begitu saja


"Ya sudah terserah kalian saja " Ucap Iqbal akhirnya. Ia yang begitu mengkhawatirkan Lala tak ingin berdebat.


Akhirnya malam itu mereka pergi beramai-ramai ke rumah sakit dimana Lala berada saat ini.


Di dalam mobil tak ada yang berbicara ,ketiga nya larut dalam perasaan masing-masing.


"Semoga tidak terjadi sesuatu yang fatal ya Allah " Batin Mila ,ia berniat untuk memberi tahu kedua orangtua Azzam besok pagi.


"Kamu wanita kuat La,kamu harus sabar dan tabah ,aku berdoa semoga Azzam baik-baik saja ,aku tak ingin melihat mu bersedih" lirih Iqbal membatin,jika pria lain pasti akan berharap yang bukan-bukan untuk dapat mendapatkan wanita yang ia cintai,tapi berbeda dengan Iqbal.Ia ingin melihat wanita nya selalu bahagia meski tak bersama nya.


Di samping nya Sarah pun terdiam,sesekali ia menoleh pada Iqbal.


"Terlihat sekali kamu sangat mengkhawatirkan nya ,apa sedalam itukah perasaan mu pada nya,hingga tak mampu melihat sekitar mu?" lirih Sarah membatin


Sementara itu di rumah sakit,saat ini Azzam sudah selesai di operasi. Akibat benturan keras di kepala nya tak hanya membuta luka robek saja ,namun terjadi pendarahan di otak nya ,makanya Azzam harus dioperasi. Karena hal itu pula yang membuat dokter harus menyampaikan kemungkinan yang terjadi pasca operasi yaitu amnesia atau hilang ingatan, Entah itu lama atau sebentar yang jelas orang yang terkena amnesia tak dapat diprediksi kapan ia akan mengingat lagi ,sebab manusia hanya bisa memprediksi, sementara ketentuan nya hanya milik Allah ,Sang sutradara hidup. Sementara kemungkinan lain nya ,nyawa Azzam tak dapat tertolong.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2