
Semakin di dengar suara gamelan Jawa itu malah menghilang. Akan tetapi ketika tak di dengar suara itu malah semakin kuat di telinga nya.
"Aneh , sebentar-sebentar suara nya hilang terus ada lagi saat aku mencoba mendengarkan nya"
"Sebenarnya aku di mana ? Aaww " Pekik nya ketika ia merasa sakit pada pergelangan kaki nya
"Duh sepertinya kaki ku terkilir deh" Lirih nya
Gadis itu mencoba berjalan meski rasa sakit di kaki nya membuat langkah nya sedikit terganggu.
"Aku harus kemana ? Mana gelap lagi " Gumamnya
Saat berjalan Lala menemukan ranting kayu segenggaman tangan nya ,ia pun menjadikan ranting itu sebagai tongkat untuk membantu nya berjalan.
Sementara itu Azzam terus berjalan sambil berteriak memanggil Lala dan Bagus.
"LALA.....BAGUS....."
"Ya Allah,kemana aku harus mencari mereka" Lirih nya
Set'
Tiba-tiba sekelebatan bayangan hitam melintas di belakang nya. Azzam menoleh namun tak ada apapun.
Set'
Kembali bayangan hitam melintas dan Azzam kembali menoleh namun lagi-lagi tak ada apapun yang nampak di mata nya.
"Astaghfirullah halazim......Ya Allah tolong lindungilah hamba ,tiada tempat untuk ku meminta pertolongan selain pada Mu " Ucap Azzam pelan ,tak lupa Azzam pun merapalkan beberapa surah sembari terus berjalan.
Di sisi lain,Bagus yang semakin jauh dari tempat nya semula pun dibuat kebingungan sebab ia merasa seolah dirinya hanya berputar-putar saja.
"Apa mungkin perasaan ku saja kali ya ,kok rasanya aku pernah melewati tempat ini" Gumam nya
"Tapi apa mungkin pohon seperti ini ada banyak ? letak nya juga sama persis di sana. Atau jangan-jangan aku hanya muter-muter di sini " Gumam nya lagi
Karena merasa lelah Bagus pun beristirahat sejenak di bawah pohon yang ia maksud tadi.Tanpa terasa Bagus pun tertidur. Namun tiba-tiba telinga nya menangkap sebuah suara derap langkah kaki ,ia pun membuka mata da terkesiap ketika melihat banyak sekali orang-orang berjalan di depan nya.
Orang-orang itu berjalan dengan kepala yang menunduk ,hingga kemudian ia membelalak kan mata saat melihat dua orang yang tak asing.
"Hah ,mereka kan yang hilang itu "Seru nya
"Kalau gak salah nama nya Didin dan Toto eh Toto apa Wahyu ya ?" Gumam nya pelan
__ADS_1
Bagus merasa bingung karena memang Toto sering di panggil Wahyu. Itu karena nama lengkapnya adalah Wahyu Hartanto. Nama Toto merupakan panggilan kesayangan kedua orang tuanya sementara Wahyu nama yang sering dipanggil teman-teman nya.
Secara perlahan Bagus pun bangkit dan memanggil kedua nya,namun Wahyu dan Didin nampak seperti tak mendengar seruan dari Bagus.
"Wahyu....Didin...! "
Bagus pun mengikuti keduanya ,akan tetapi baru saja ia melangkah nampak salah satu dari orang-orang yang berjalan bersama Wahyu dan Didin mencegah nya.
"Pergilah biarkan mereka tetap di sini "
Sedetik kemudian orang-orang tadi lenyap tak berbekas , termasuk Didin dan Wahyu.
"Hah ... mereka ke mana ?"
**
Azzam begitu mengkhawatirkan Lala ,hingga ia sama sekali tak merasa lelah setelah berjalan begitu jauh. Di fikiran nya hanya Lala,Lala dan Lala. Ia takut terjadi sesuatu yang buruk terhadap nya.
"Hutan ini begitu luas ,ke arah mana aku harus berjalan ,Ya Allah La ... semoga kamu baik-baik saja ,semoga Bagus bisa menjagamu " Perasaan nya sudah tak karuan,ia takut ,cemas , khawatir ,jantung nya pun terus berdetak dengan cepat
Azzam mengira jika Lala saat ini bersama Bagus , jadi ia masih bisa merasa kalau Lala akan baik-baik saja. Namun entah bagaimana reaksi nya jika ia tahu mereka berdua terpisah. Apalagi keadaan Lala yang saat ini kaki nya terkilir.
Azzam terus menerobos semak dan meneriaki Lala juga Bagus.
"Loh kamu kenapa ada di sini, sebaik nya kembali ke perkemahan ,bahaya " Ucap salah satu petugas
"Pak dua teman saya yang lain juga tiba-tiba hilang ,saya mana bisa berdiam diri menunggu petugas sementara saya sendiri tak tahu bagaimana keadaan mereka " Ucap Azzam yang menolak ketika diminta kembali
"Tapi ini sudah sangat larut,kami pun akan melanjutkan pencarian besok pagi "
Azzam pun menghela nafas mendengar nya. Ia tak mungkin membiarkan Lala sendirian di dalam hutan meski ia yakin Lala bersama Bagus.
"Tapi pak saya.....
"Mengertilah untuk mematuhi peraturan-peraturan yang ada. Ini sudah larut malam ,besok pagi-pagi sekali kami akaj kembali melakukan pencarian. Sekarang ayo kita kembali dan beristirahat " Ajak petugas itu
Mau tidak mau Azzam pun menurut dan kembali ke perkemahan. Akan tetapi tiba-tiba Bagus muncul dari balik pohon besar.
"Alhamdulillah akhirnya aku ketemu kalian " Ucap Bagus nampak lega
"Kamu dari mana saja ,terus mana Lala ?" tanya Azzam
"Itu dia Zam ,aku kehilangan jejak nya " Ucap Bagus lirih
__ADS_1
"Apa... kamu kehilangan jejak nya ? Kenapa bisa sampai kehilangan jejak nya , kalau terjadi sesuatu pada nya gimana ?" Seru Azzam seraya mencengkram kerah baju Bagus dan menarik nya
"Aku juga gak tahu , tiba-tiba ada ular dan kita terpisah " Ucap Bagus
"Jangan membuat keributan di hutan,lebih baik kita cepat kembali " Tegur petugas
"Silakan saja kalian jika ingin kembali. Aku akan tetap mencari nya " Azzam hendak beranjak namun dicegah petugas
"Jangan ngeyel , kami lebih tahu bagaimana keadaan hutan ini ,jadi menurut lah jika tidak ingin terjadi hal yang tak diinginkan"
"Maaf pak ,tapi aku harus tetap mencari nya." Ucap Azzam yakin
"Tapi apa yang kamu lakukan akan sangat membahayakan "
"Bagaimana jika orang yang bapak sayangi berada di hutan sendirian? Apa bapak bisa duduk dengan tenang sementara bapak sendiri tak tahu bagaimana keadaan orang yang bapak sayangi di hutan ? Bapak jangan khawatir ada Allah yang akan menjagaku " Terlihat sekali tidak ada keraguan dari wajah nya,Bagus pun sampai dibuat tercenung saat mendengar kata-kata Azzam
Tanpa ingin mendengar larangan lagi dari para petugas,Azzam pun pergi untuk mencari Lala. Meski ia sendiri tak tahu kemana ia akan melangkah kan kaki nya. Namun ia yakin untuk tetap mencari Lala.
"Lalu ini gimana pak?" Tanya Bagus ,ia terlupa untuk memberi tahu apa yang ia lihat sebelum bertemu mereka
"Apa boleh buat kita harus membantu nya " Ujar salah satu petugas
Sementara itu Lala yang terus berjalan tertatih-tatih seolah tanpa tujuan. Keadaan gelap membuat nya tak bisa melihat dengan jelas. Ia pun harus berhati-hati melangkah.
Tiba-tiba suara musik gamelan Jawa terdengar kembali ,namun kali ini suara itu terdengar sangat keras seakan ada di depan mata.
"Allahu Akbar ! Ya Allah lindungilah aku " Lirih nya pelan
Lala mencoba untuk menghiraukan suara musik tersebut,namun tiba-tiba nampak beberapa orang berjalan melewati nya ,tanpa jelas darimana asal orang-orang itu.
"Loh kok ,banyak orang " Gumam nya
Di detik kemudian Lala terpaku di tempat nya ketika tiba-tiba saja di depan nya terdapat pasar yang cukup ramai.
"Di tengah hutan begini ada pasar "
Namun salah satu pedagang di sana menoleh. Wajah nya penuh borok keluar d*rah juga nanah ,kedua bola mata nya pun nampak bolong dan hitam.
Deg'
"Astaga....."
bersambung
__ADS_1