
Tanpa menunggu lama, Asep pun segera mencabut pohon bunga yang sudah layu itu dengan sekuat tenaga. Namun yang terjadi tubuh Asep malah terjengkang karena ternyata pohon itu tak ada akar nya
Bruukk'
"Mamang !" Seru Agung
"Mamang tidak apa-apa?" Tanya nya menantu Asep berdiri
"Mamang tidak apa-apa" Sahut Asep yang masih terkejut,namun ia menjadi sangat curiga melihat pohon bunga yang ia cabut tidak ada akar nya ,maka tanpa menunggu lama Asep bergegas menggali tanah tersebut
"Aduh,gimana ini " lirih Desi cemas
Azzam ,Lala,dan Agung pun nampak memperhatikan tanah yang sedang digali.Melihat mereka lengah Desi menggunakan kesempatan itu untuk kabur ,akan tetapi Lala yang dapat melihat dari ujung matanya bergerak cepat menghalangi langkah nya.
"Mau kemana ?" Tanya nya ,Azzam menoleh ,ia terkejut melihat istri nya sudah berada jauh dari jangkauan nya
"Jangan menghalangi ku,minggir !" Desi mendorong Lala hingga Lala hampir saja terjatuh jika Azzam tak menahan nya
"Sayang,kamu tidak apa-apa?" Tanya Azzam dengan menahan tubuh Lala
"Aku tidak apa-apa,kan ada kamu yang nangkap aku ,tapi dia berhasil lari " Tunjuk Lala pada Desi yang sudah hilang dari pandangan
"Biar nenek yang tangani dia " Ujar nek Esih mengejar Desi. Meski nenek Esih tidak tahu apa yang harus ia lakukan ,karena jangan kan menyentuh Desi ,menampakan dirinya saja ia tak bisa tanpa bantuan Lala dan Azzam,namun nenek Esih tetap mengejar Desi.
"Astaghfirullah halazim......mbak !" Seru Asep terkejut melihat tubuh kakak nya yang sudah bercampur tanah
"I...ibu,ibu...ini tidak mungkin,ibuuuuu....." tangis Agung pun pecah kala melihat tubuh ibunya yang sudah menjadi mayat ,bau menyengat pun langsung menguar membuat siapa pun mual
Seketika itu , para tetangga mulai berdatangan. Saat itu ada salah satu warga yang berinisiatif untuk memanggil petugas kepolisian. Maka dalam waktu beberapa menit saja area tersebut sudah penuh sesak dengan warga yang merasa penasaran ,polisi yang datang pun menjadi kesusahan untuk menuju lokasi.
"Sayang,aku melihat mereka kok jadi pusing sih " Keluh Lala lemas
"Iya ,sayang. Aku juga "Sahut Azzam yang sama pusing nya dengan yang dirasakan Lala
"Kita pulang saja yuk ,udah ketahuan juga " Ucap Lala memelas
Azzam pun mengiyakan permintaan istri nya,namun saat ia beranjak seorang petugas polisi datang dan meminta mereka untuk tak pulang dulu.
"Permisi " Ucap nya
"Iya ,pak " Sahut Azzam
"Menurut pak Agung,anda berdua yang memberi tahu beliau tentang kasus ini,bisa minta waktu nya sebentar untuk dimintai keterangan ?" Tanya nya
__ADS_1
Azzam menoleh pada Lala. Lala pun mengangguk meski ia sudah merasa pusing dan mual.
"Kalau begitu mari ikut kami ke kantor polisi !" Ucap petugas polisi tersebut. Desi sendiri kini sudah diaman kan polisi setelah tadi sempat kabur.Sementara kekasih nya Desi masih dalam pengejaran.
"Loh,gak di sini saja pak ?" Tanya Azzam
"Tidak bisa ,karena nanti keterangan kalian akan segera kami proses demi memudahkan penyelesaian kasus ini" Tutur polisi itu
"Gimana sayang,apa kamu kuat ?" Tanya Azzam menoleh pada Lala
"Insyaallah aku masih kuat ,asal berada terus bersama mu aku kuat masih bisa kuat kok "jawab Lala
"Gombal nya istri ku " Azzam mengusap kepala Lala ,melupakan petugas polisi yang menjadi kikuk melihat nya
"Jadi pengen pulang deh " gumam polisi itu membatin ,melihat pasangan di depan nya mengingat kan nya pada istri nya di rumah
Beberapa saat kemudian di kantor polisi.
"Jadi waktu itu kami berdua memang mengantarkan nenek Esih sampai ke rumah itu ,tanpa kami tahu bagaimana nasib beliau setelah kami tinggalkan" Tutur Azzam
"Lalu , bagaimana kalian bisa tahu tentang jenazah nya yang di kuburkan di belakang rumah nya ,juga mengenai pelaku nya, bagaimana kalian bisa tahu kalau pelaku nya adalah art dan pacar nya ?" Tanya polisi itu lagi
Lala dan Azzam nampak menggaruk kepala nya ,mereka bingung untuk menjelaskan nya ,karena mereka yakin jika polisi tak akan mempercayai cerita yang berhubungan dengan mistis.
"Hm....gini saja ,saya mau tanya dulu sama bapak , sekiranya bapak percaya tidak dengan hal-hal mistis?" Tanya Lala
"Tidak !" Jawab nya yakin
"Ck,kalau begitu percuma kita cerita kalau bapak tidak percaya " Ucap Lala
"Jangan bertele-tele ! Ceritakan saja, bagaimana kalian bisa mengetahui nya ?" Ucap polisi itu nampak kesal ,pasalnya ia merasa waktu nya terbuang percuma jika dua orang di hadapan nya tak secepat nya menjawab pertanyaan nya.
"Bapak kok kasar ?" Cetus Lala. Azzam meraih tangan Lala agar istri nya itu tak lepas ke kendali
"Sabar sayang" bisik nya
"Memang nya aku kenapa ,aku gak lagi emosi kok " ucap Lala polos
"Malah ngobrol berdua.CEPAT KATAKAN SAJA YANG SEBENARNYA!" Bentak polisi itu ,hingga Lala maupun Azzam terperanjat dibuat nya
"Astaghfirullah" lirih Azzam mengusap dada
"Maaf ,pak ! Kami datang ke sini untuk memberi keterangan,itu pun atas perintah polisi ,kenapa anda memperlakukan kami seolah kami adalah tersangka nya,anda terus mendesak kami , sementara kami tengah mencari kalimat yang tepat agar polisi tidak bingung dengan keterangan kami " Ucap Azzam setelah ia merasa tenang
__ADS_1
"Makanya ,cepat ceritakan saja ,jangan berbelit-belit,atau nanti kalian yang akan menjadi tersangka nya " cetus polisi itu geram
"Loh,gak bisa gitu dong pak " seru Lala tak terima
Ketika mereka tengah berdebat ,Iqbal pun datang.Ia tadi datang ke lokasi setelah Lala dan Azzam pergi. Dan kini Iqbal ke kantor polisi karena ada dokumen yang harus ia bawa di ruangan nya.
"Lala ,Azzam !" Ucap nya
"Abang "
Mendengar wanita di depan nya memanggil Abang pada atasan nya membuat polisi tadi menelan ludah, tiba-tiba ia jadi gugup dan berkeringat dingin.
"Hah, Abang? Dia siapa nya pak Iqbal ?" Tanya polisi itu dalam hati nya
"Kalian sedang apa di sini ?" Tanya nya
"Kami sedang dimintai keterangan,tapi kamu bingung harus menjelaskan nya seperti apa " Ucap Azzam menyahuti
"Oh,jadi kalian yang jadi saksi nya?" Tanya Iqbal yang tak terkejut ,karena ia sudah menduga jika apa yang pasangan itu katakan pasti akan ada hubungan nya dengan gak gaib.
"Iya bang ," Sahut Lala
Iqbal pun menoleh pada petugas polisi yang tadi membentak Lala dan Azzam.
Gluk'
Lagi-lagi polisi itu menelan ludah nya gugup.
"Tolong catat saja apa yang mereka katakan ,nanti hasil nya serahkan pada ku " Perintah Iqbal
"iya pak ! Siap laksanakan " sahut polisi itu patuh
"Kalian segera selesaikan,aku tunggu di ruangan " Ucap Iqbal menatap Lala dan Azzam
"Iya bang," Sahut Lala
Akhirnya Lala dan Azzam pun menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewat. Meski tak percaya,polisi itu mencatat setiap kata yang keluar dari mulut Azzam juga Lala ,tanpa menyela
Ketika sudah selesai,Lala dan Azzam segera beranjak namun ponsel Lala tiba-tiba berdering.
Foto Banu terpampang jelas di layar ponsel nya. Banu melakukan video call. Saat Lala mengangkat panggilan video itu ,petugas polisi itu tertegun sambil memperhatikan ke arah ponsel Lala ,ia mengerutkan kening ketika melihat seragam yang dikenakan Banu.
"Kenapa pria itu mengenakan seragam seperti itu?"
__ADS_1
Bersambung....