
Deni masih terus memperhatikan sebuah kunci di tangan nya.Kunci yang unik berlapis emas.
"Ini kunci dilapisi emas apa dibuat dari emas ya? Unik banget,tapi ini kunci apaan , kunci pintu, kaya nya bukan deh,apa kunci brankas ? Ah masa iya ada kunci brankas seperti ini " Gumam nya
Di tempat lain
"Sudah kamu berikan kunci itu pada nya ?" Tanya seorang pria paruh baya pada anak buah nya
"Sudah tuan "Jawab nya seraya menundukkan kepala tanda ia sangat menghormati atasan nya
"Maaf sebelum nya Tuan,apa tuan yakin akan menjadikan nya sebagai pewaris anda?" Tanya anak buah nya lagi
"Ya ,aku yakin dia orang yang tepat untuk mengamankan seluruh harta ku, lagipula cucuku sampai saat ini belum jelas dimana keberadaan nya. Semoga jika saat nya cucu ku ditemukan dia bisa bekerja sama dengan cucu ku mengelola perusahan nantinya " ucap pria itu sambil menerawang jauh ke depan
Ia teringat saat dua puluh tahun yang lalu ,dimana ia harus kehilangan anak dan menantu semata wayang nya karena sebuah kecelakaan. Saat kecelakaan itu juga terdapat cucu nya yang masih berusia beberapa bulan. Saat kecelakaan itu terjadi hanya jenazah anak dan menantu nya saja yang ditemukan sementara cucu nya hilang. Entah siapa yang sudah mengambil cucu nya itu. Seluruh kota bahkan di setiap pelosok sudah ia telusuri dengan mengerahkan seluruh pasukan nya juga para polisi pun ikut turun tangan ,akan tetapi cucunya bagai hilang ditelan bumi. Hingga saat ini pun cucu nya masih belum ditemukan,tapi ia berharap siapa pun yang membawa cucu nya akan merawat cucu nya dengan penuh kasih sayang.
"Dimana pun kamu berada semoga kamu selalu ada dalam keadaan sehat dan tercukupi segala kebutuhan mu" lirih nya membatin
Sementara itu Lala yang baru saja masuk ke dalam rumah melihat orangtua nya langsung memeluk mereka satu persatu.
"Mama,papa...kalian kapan sampai kok gak bilang dulu kalau mau datang ?" Tanya Lala
"Kami baru saja datang dua jam yang lalu,gimana acara pernikahan nya lancar?" Tanya Banu
"Alhamdulillah,lancar " Sahut Lala
"Huuu....aku kangen banget sama kalian " Lala beralih memeluk Sri
"Kami juga kangen,mama turut sedih atas apa yang menimpa kalian,semoga kalian bisa melewati nya dengan sabar ya" Ucap Sri membelai kepala putri nya itu
"Iya ,mah amin.Oh iya ,itu di depan mobil siapa?Terus ibu sama bapak mana ?" Tanya Lala karena di sana hanya ada Banu dan Sri,kedua mertua nya tidak nampak ,juga tanda-tanda orang asing yang mungkin pemilik mobil di depan tidak ada di sana
"Oh, itu tadi katanya teman nya Azzam " Ucap Banu
"Teman Azzam ,siapa "Gumam Lala
"Papa juga gak tahu ,tapi dia perempuan"
"Terus sekarang dia dimana ?" Tanya Lala cepat
"Di belakang ,Azzam tidak mau teman nya itu masuk kamar ,mertua kamu juga ikut menemani " Ucap Sri ikut menjawab
"Ya sudah aku ke sana dulu,jadi penasaran deh siapa teman nya Azzam itu ,mana perempuan lagi,katanya dia gak punya teman perempuan selain Sarah dan Mila " Gerutu Lala sambil berjalan menuju halaman belakang
Di belakang,nampak Azzam sedang duduk di kursi roda. Azzam yang masih merasa lemas saat berjalan pun memilih menggunakan kursi roda daripada merepotkan orang lain untuk membantu nya berjalan.
"Sekali lagi aku mau minta maaf ,aku tidak sengaja ,tapi aku sudah bertanggung jawab dengan membiayai seluruh perawatan mu di rumah sakit termasuk biaya operasi aku yang bayar " Ucap Veena yang kembali mengungkit apa yang sudah ia lakukan
"itu memang sudah menjadi kewajiban mu untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mu"Ucap Azzam dingin
Lala berdiri di ambang pintu. Entah kenapa ia merasa jengah dengan kedatangan Veena ke rumah nya.Susi dan Damar pun hanya dapat mengawasi tak jauh dari tempat Azzam berada.
"Jika di izinkan,aku ingin merawat mu sampai keadaan mu benar-benar pulih , itu aku lakukan demi menebus kesalahan ku " Cetus Veena tak tahu malu,ia sangat yakin dengan apa yang ia ucapkan,ia berfikir Azzam maupun Lala akan sangat berterima kasih pada nya , apalagi ia tahu jika Lala tak mungkin ada di rumah selama 24 jam menemani Azzam.
__ADS_1
"Jangan modus deh " Celetuk Lala lalu berjalan menghampiri Azzam ,ia lalu meraih tangan Azzam dan mencium nya, begitu pun dengan Azzam yang segera mencium kening Lala
"Assalamualaikum "Ucap Lala
"Waalaikumsalam,kok kamu udah pulang sih ,kan acara nya belum selesai?" Tanya Azzam
"Aku BeTe di sana kalau gak ada kamu. Apalagi ada beberapa pria godain aku. Aku tuh suka risih kalau di godain gitu "Adu nya
"Ya gak apa-apa lah digodain ,itu artinya istri aku ini sangat cantik,asal jangan kamu terkena godaan nya" Ucap Azzam
"Emang kamu gak cemburu istri nya digodain cowok lain ?" Tanya Lala mencebik
"Ya cemburu lah , aneh saja kalau aku gak cemburu" Sahut Azzam seraya meraih tangan Lala dan mengecup nya
Veena yang menyaksikan pun hanya bisa menundukkan kepala.
"Oh ,iya tadi kamu bilang ingin merawat suami ku ?" Tanya Lala menatap Veena
"I..iya,itu pun jika kamu mengizinkan , sungguh aku tidak ada maksud apa-apa,itu murni sebagai bentuk penyesalan dan tanggung jawab ku" Sahut Veena
"Aku jela tidak mengizinkan. Tapi keputusan ada pada suami ku , bagaimana sayang kamu mau di rawat oleh nya ?" Tanya Lala menatap tegas suami nya itu
"Yang benar saja ,jelas gak mau lah,aku hanya ingin dirawat istri ku bukan perempuan lain ,apalagi aku baru mengenal nya " Jawab Azzam tegas. Lala menarik bibir.
"Kamu dengar sendiri kan ,suami ku menolak nya " Ucap Lala
"Tapi ,aku benar-benar akan merasa bersalah jika tidak melakukan nya,aku mau memastikan jika suami kamu benar-benar pulih ,itu saja " Ucap Veena kekeh
"Ekhem ,maaf menantu saya harus segera istirahat,sebaik nya kamu segera pergi " Ucap Banu. Ia dari tadi mendengarkan merasa kesal jadinya ia pun ikut berbicara.
"Maaf ,jika niat baik saya kurang mengenakan " Lirih Veena
"Iya ,tidak apa-apa, kami hargai niat baik mu ,tapi kamu juga harus tahu batasan.Ok kalau anak saya masih lajang ,kami tidak akan mempermasalahkan,tapi kini anak kami sudah menikah maka akan tidak pantas bagi siapapun mendekati nya ,terlepas dari niat mu yang merasa bertanggung jawab " Ujar Samar ikut menimpali
Mendapatkan penolakan itu tak membuat Veena gentar ,ia malah semakin meyakin kan mereka. Entah niat nya benar tulus atau ada niat lain yang terselubung, hanya wanita itu saja yang tahu.
"Saya mohon,beri saya kesempatan untuk menebus kesalahan saya dengan merawat nya,saya janji jika kondisi nya benar-benar sudah pulih saya akan pergi " Ucap nya memelas
"Tapi tidak janji,siapa tahu nanti dia malah terkesan dengan ku lalu tak mengizinkan aku tuk pergi " bisik hati nya
"Maaf ,tapi aku tidak mau" Ucap Azzam
"Cih,belum apa-apa udah nolak duluan ,sok jual mahal " Kembali hati nya berguman
Ting Nong
Tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi.
"Siapa lagi yang datang ?" Lirih Susi lalu beranjak melihat dia yang datang
Beberapa saat kemudian Susi kembali sambil membawa sesuatu
"Apa itu ?" Tanya Sri
__ADS_1
"Gak tahu ,tadi ada kurir nganter "Jawab nya
"Coba sini aku buka " Ucap Banu lalu membuka bungkus nya
"Kamu tenang saja ,aku gak bakal mau dirawat sama dia,aku hanya mau dirawat sama kamu " Bisik Azzam
"Tentu saja hanya aku yang harus merawat kamu ,bukan wanita lain " balas Lala berbisik
Banu menatap benda yang sudah terbuka bungkusan nya itu. Seakan mendapat jakpot ia langsung tersenyum.
"Ini kamu yang pesan La ?" Tanya nya
"Lah iya ,kok baru sampai sekarang ya,kan aku pesan nya udah dari Minggu lalu kalau gak salah " Jawab Lala segera mendekat dan mengangkat benda itu
"Buat apa benda seperti itu La ,apa kamu mau latihan tinju Zam ?" Tanya Susi menatap menantu dan anak nya
"Justru aku gak tahu kalau istri aku pesan samsak " Jawab Azzam
"Aku kan udah lama gak ngelatih otot-otot aku Bu ,samsak yang lama udah rusak ,makanya aku beli lagi yang baru "Jawab Lala seraya menggantung kan samsak tersebut pada tiang yang memang sudah di sediakan
"Perempuan kok mainan nya begituan ,nanti tangan nya berotot ,dan nonjol-nonjol ,kan gak bagus keliatan nya " cetus Veena
"Apa salah nya ,aku dari dulu udah seneng mukul samsak kok. Kalau dulu aku ninju samsak sambil membayangkan wajah orang-orang yang ngebully aku ,tapi kini aku akan ninju samsak ini sambil membayangkan jika samsak ini adalah pelakor yang mencoba mengusik rumah tangga ku" Ucap Lala lalu meninju samsak itu sekuat mungkin
Susi dan Damar nampak terkejut ,melihat menantu nya dapat meninju samsak yang keras tersebut sampai samsak tersebut terguncang cukup keras ,padahal Lala melakukan nya dengan tangan kosong tanpa sarung tinju. Begitupun dengan Veena ,gadis itu juga terkesiap.
"G*la ,kuat banget tenaga nya " batin nya
"Ini baru samsak yang aku tinju loh ,bagaimana kalau orang yang aku tinju " Ucap Lala seraya terus meninju samsak itu
Buk buk buk
Gluk'
Veena menelan ludah,ia tak dapat membayangkan jika dirinya akan benar-benar dihajar oleh Lala. Ia tak menyangka jika tenaga nya sangat kuat untuk perempuan mungil seperti Lala. Bila dibandingkan dengan dirinya yang memiliki tubuh jauh lebih tinggi dari Lala.
"Bener itu La,jangan biarkan para pelakor mengusik hidup kalian,bila perlu musnahkan "Timpal Sri mengompori
"Tentu, saja. Aku akan mempertahankan keutuhan rumah tangga ku bagaimanapun caranya ,bahkan jika harus melempar bibit pelakor ke laut juga aku mampu " Ucapan Lala membuat Susi tertegun
"Ya Allah,dia ini beneran nekad apa hanya pura-pura untuk menakuti perempuannya itu " gumam Susi salam hati
"Kok aku merasa horor dengan menantu ku ya" batin Damar
"Apa aku salah jika ingin lebih dekat dengan nya ,tak masalah jika aku tidak bisa merebut hatinya ,tapi minimal aku bisa terus ada di samping nya meski hanya sebagai seorang perawat pun tak mengapa " lirih Veena membatin ,tentu ia sangat tahu kemana arah pembicaraan Lala.
"So.... kenapa kamu masih berada di sini? Maaf ya Veena , bukan maksud aku mengusir mu,tapi jujur kedatangan mu membuat ku membencimu karena teringat peristiwa yang dialami suami ku. Jika kamu terus mengingat kan tentang biaya rumah sakit maka aku akan mengganti uang mu. Aku tidak mau kita terus berhubungan jika ada niat mu yang lain yang merugikan ku. Aku perempuan bisa peka dan mengerti dengan kedatangan mu. Aku harap ini kali terakhir aku melihat mu , permisi suami ku harus istirahat " Lala lalu mendorong kursi roda Azzam dan membawa nya masuk
Susi nampak tak bisa berkata-kata,ia pun ikut masuk ke dalam ,namun berbeda dengan Sri. Ia tak bisa tinggal diam melihat rumah tangga putri nya diganggu hama. Begitu ia menyebut nya.
"Jangan berlaku seperti hama wereng yang akan datang di saat tanaman tengah subur-subur nya ,cukup diam di zona mu,jangan mengusik kebahagiaan orang lain"Kata-kata tajam Sri sontak membuat Veena mengangkat kepala
"Tapi aku menyukai nya "
__ADS_1
Bersambung......