Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Perasaan Sarah


__ADS_3

Satu Minggu kemudian


Kini kondisi Azzam sudah membaik,ia sudah bisa pergi ke kampus. Susi ,Damar ,Banu,juga Sri sudah pulang.Untuk urusan rumah Azzam sudah mempekerjakan asisten rumah tangga. Bi Yati nama nya ,asal Brebes,ia berusia lima puluh tahun lebih.Meski ia orang Brebes namun logat dan cara bicara nya lebih mirip orang Sunda.


"Euleuh euleuh....dasar borokokok ontohod menyon siah,sok kadieu datang deui dibaledog ku sendal siah ,wawanianan " Bi Yati terlihat begitu kesal sambil melempar sapu lidi yang tadi ia gunakan menyapu pekarangan ke arah orang yang berlari terbirit-birit


Azzam dan Lala yang baru keluar dari kamar ,mendengar suara berisik dari luar pun datang menghampiri.


"Ada apa bi ?" Tanya Lala


" Eta non,maenya isuk-isuk tos aya datang nu ngamen,meni maksa pisan ,teu di bere eh malah nyupata nu laen-laen "


(itu non,masa pagi-pagi begini udah datang orang ngamen ,mana maksa banget ,pas gak dikasih eh malah nyumpahin yang enggak-enggak)"


Lala menggaruk kepala nya yang tiba-tiba gatal," bibi ngomong apa sih ?" Bisik nya pada Azzam. Meski ia pernah tinggal lumayan lama di Sumedang tapi kemampuan bahasa Sunda nya masih minim,ia memang mengerti itu pun tak banyak yang dimengerti,hanya sekata dua kata , selebihnya ia sering kebingungan.


Azzam terkekeh ,ia pun menjelaskan apa maksud bi Yati tadi.


"Oh, hehehe....maaf ya bi aku gak ngerti. Ngerti sih tapi dikit ,tapi kalau bibi bicara nya panjang dan cepet kaya tadi saya juga bingung " Lala meringis senyum


"Iya atuh non tidak apa-apa,bibi juga minta maaf kalau suka spontan ngomong Sunda " Ucap bi Yati berbicara Indonesia


"Tapi kok bibi bisa bicara Sunda sih ,fasih banget pula ,bukan nya bibi orang Brebes ?" Tanya Lala ,ia yang membaca profil bi Yati ketika mencari art di sebuah yayasan merasa heran


"Hehehe,biasa lah non ,namanya juga kan pembantu. Bibi sudah pernah jadi pembantu beberapa ras dan suku bangsa ,malah bibi juga pernah kerja sama bule selama tiga tahun ,bibi juga bisa bahasa mereka" Sahut bi Yati bangga


"Oh ya,coba bibi bicara bahasa Inggris" pinta Lala


"Hello mister en sister gud morning,gud day mocachino,veri veri gud. Tuh kan bibi hebat kan " Ucap bi Yati percaya diri


"Hahaha.....aduh bibi,...bibi.... ada-ada saja. Iya ,bibi emang hebat " Lala tertawa sambil mengacungkan jempol nya sementara Azzam menahan diri agar tak tertawa


"Astaga,itu nama kopi kemasan kenapa dibawa-bawa" batin Azzam terkikik


"Ya sudah bi,ayo kita sarapan " Ajak Lala setelah puas tertawa


"Non sama aden saja ,bibi mah sudah "Ucap bi Yati menolak. Selain memang sudah sarapan ia pun merasa malu dan sungkan jika harus ikut sarapan bareng majikan nya.


"Beneran bibi sudah sarapan ?" Tanya Azzam


"Iya den ,bener. Bibi tadi sarapan setelah selesai masak" Jawab bi Yati


"Oh,ya sudah kalau begitu kita sarapan dulu ya bi" Pamit Lala


"Iya non, silahkan "sahut bi Yati lagi


"Duh,mimpi naon nya bisa boga dunungan bageur ,unggal dahar pasti we ngajak babarengan,nu sejen mah boro-boro ngajak bareng ,miheulaan dahar ge ulah ,kudu nungguan sesa seubeuh dunungan "


(Duh mimpi apa ya,bisa punya majikan baik ,tiap makan pasti ngajak barengan ,yang lain boro-boro ngajak bareng ,makan duluan juga gak boleh,harus nunggu sisa majikan )


Lala dan Azzam pun segera menuju ruang makan. Beberapa saat kemudian,mereka sudah selesai dan segera berangkat ke kampus.


"Bi ,kita berangkat ya ,bibi hati-hati di rumah " ucap Lala


"Iya ,non hati-hati juga di jalan "

__ADS_1


Setelah mengucapkan salam,Azzam dan Lala pun berangkat.


"Sayang,bi Yati ternyata lucu juga ya,tiap hari ada aja celotehan nya yang bikin gak nahan tertawa " Ucap Lala


"Iya sayang ,kamu benar. Tapi kalau bisa kita jangan terlalu menertawakan nya ,kasihan walau bagaimanapun kan bi Yati orang tua dan punya perasaan,takut nya tersinggung " Nasihat Azzam


"Tapi susah sih ,orang bi Yati bikin ngakak mulu" Sahut Lala dengan masih terkekeh karena teringat art nya itu


Di tempat lain Iqbal mengantarkan Sarah ke kampus,hal itu kini jadi rutinitas nya setiap hari meski sesibuk apapun dirinya selalu mengusahakan untuk mengantarkan istri nya itu.


Iqbal pun selalu bersikap baik layak nya seorang suami pada istri,namun tetap saja sampai saat ini Iqbal belum menyentuh istri nya itu dikarenakan ia yang belum memiliki perasaan apapun pada Sarah. Ia tidak ingin melakukan nya tanpa cinta begitu katanya.


"Makasih ya bang " Lirih Sarah


"Iya ,belajar yang bener ya,nanti kalau sudah selesai hubungi aku " Sahut Iqbal seraya mengusap kepala Sarah


"Iya " Sarah pun hendak keluar dari mobil ,namun ia teringat sesuatu


"Kamu kan sekarang sudah menjadi seorang istri,jika ingin bepergian atau suami kamu berangkat bekerja raihlah tangan nya lalu cium , insyaallah Allah akan memberi kemudahan ,keselamatan ,dan keberkahan " Begitu lah bunyi nya sebuah pesan dari sang mertua. Sarah pun urung ,ia menatap Iqbal lalu mengulurkan tangan nya ,meminta Iqbal memberikan tangan nya.


Iqbal mengerutkan kening. "Uang jajan?" Tanya nya


"Ih,bukan tapi ini loh " Sarah segera meraih tangan Iqbal lalu mencium punggung tangan nya


Zettttt'


Seakan terkena sengatan listrik di sekujur tubuh nya ,Iqbal segera menarik lengan nya ,sementara Sarah pun terkejut atas reaksi Iqbal.


"Aku ke kelas " Ucap Sarah lirih lalu keluar dari mobil


"Eh,Sarah sudah keluar . Kok dia gak pamitan "


Tanpa ia sadari saat ini Sarah sedang menahan sesak di hati nya. Selama berjalan menuju ruangan kelas ia terus menarik nafas.


"Aku tahu ,kamu gak cinta sama aku ,tapi gak gitu juga ,emang salah kalau istri cium tangan suami nya ,kenapa mesti ditarik seperti itu ,dasar tidak punya perasaan " jerit nya dalam hati


"Sudah tahu gak cinta ,kenapa juga dia nurutin orangtua nya buat nikahin aku,padahal aku sudah katakan untuk tidak menikahi ku tapi dia sendiri yang bujukin aku "Sarah terus saja menggerutu dalam hati


Mila dan Lala yang menyapa nya pun sampai tak disadarinya.


"Tuh anak kenapa sih ,jalan kok kaya ayam nelen karet gitu " Tanya Lala


"Kita ikutin saja " Ucap Mila diangguki Lala. Azzam juga terus menempel pada Lala ,hingga kemana pun Lala pergi Azzam selalu mengikuti


"Sayang,bukan nya kamu juga sebentar lagi ada kelas ,kenapa malah ngikutin aku ?"Tanya Lala


"Cie,sekarang manggil nya udah sayang nih " Goda Mila


"Hehehe....iya dong ,kan gak sopan juga masa sama suami manggil nya nama" Sahut Lala


"Hehe,iya juga ya " Mila nampak kikuk


"Nanti kalau kamu sudah masuk kelas, baru aku juga pergi ke kelas aku " Ucap Azzam


"La,si Azzam kenapa jadi bucin banget gini ,kaya bukan Azzam deh" Mila yang sedari tadi memperhatikan tingkah Azzam yang sama sekali tak mau jauh dari Lala

__ADS_1


"Gak tahu,mungkin karena efek kecelakaan kemarin kali" Bisik Lala karena Mila pun berbisik pada nya


"Tapi lebih bagus begitu sih,daripada hilang ingatan kan " Balas Mila


"Iya kamu bener "


"Ekhem,kalian dari tadi bisik-bisik terus ,ngomongin apa sih ,pasti ngomongin cowok ?" Tuduh Azzam memicingkan mata


"Iya ,katanya Mila lagi naksir seseorang" cetus Lala


"Eh,apaan ?" Tanya Mila yang langsung mendapat sikutan dari Lala


"Benarkah ,siapa ?" Tanya Ovan tiba-tiba


"Ada deh " sahut Mila segera berlalu ke kelas nya yang berada di samping ruang kelas Lala ,Ovan pun mengejar ,Lala dan Azzam menggelengkan kepala melihat nya


"Ya udah ,aku masuk ya,kamu juga langsung ke kelas kamu " Ucap Lala seraya mencium punggung tangan Azzam


"Iya , nanti kalau udah selesai kamu langsung ke kantin,nanti aku ke sana "


"Ok sayang nya aku ,muach " Lala mengecup pipi Azzam lalu pergi ke dalam kelas. Azzam tersenyum sambil menyentuh pipi nya


"Mila jawab dong ,siapa pria yang kamu taksir ? Jangan bilang si kadal buntung ?" Tanya Ovan


"Mau tahu aja sih ,lagian si Lala cuman bercanda kok " sahut Mila yang tak bisa menjelaskan siapa pria yang ia sukai sebab dirinya pun tak tahu siapa yang ia sukai


"Bercanda?"


"Iya bercanda ,udah sana ,kelas aku sebentar lagi mulai " Mila menyuruh Ovan untuk keluar


Tak ingin bertanya lagi Ovan akhirnya keluar. Mila menoleh pada Sarah." Sarah ,kamu kenapa ?"


"Euh....apa ?" Sarah terkejut


"Ngelamunin apa sih daritadi bengong mulu ?" Tanya Mila


"apa aku cerita saja ke Mila ya ,kali aja perasaan aku bisa sedikit lega " Batin Sarah


"Yee....malah bengong lagi"


"Enggak kok ,nanti aku ceritain deh " Ucap Sarah


"Bener ya cerita,kalau punya masalah cerita lah ,meski aku gak bisa bantu setidaknya dengan bercerita perasan mu jadi lebih lega" Ucap Mila


"Iya "


Sementara itu ,di tempat lain.


"Ayolah bantu aku ,kalau gak sama kamu sama siapa lagi aku minta tolong ,kamu kan punya teman geng motor pasti bisa lah bantuin aku " pinta seorang wanita setengah memaksa


"Aduh Veena ,....maaf nih ya ,bukan nya aku gak mau bantu kamu ,tapi dia itu teman nya bos Alex. Bos Alex saja takut sama tuh cewek "


"Halah ,cewek kaya gitu apanya yang mesti ditakuti coba.Payah kamu,sepupu gak guna" Maki Veena segera pergi meninggalkan sepupu nya itu yang ternyata anak geng motor naungan Alex


"Aku saranin buat gak macem-macem sama dia ,dia bukan tandingan mu " teriak pria itu entah Veena mendengar nya atau tidak

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2