Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Sarah yang bawel


__ADS_3

Di lorong rumah sakit,seorang pria berseragam polisi tengah berjalan tergesa menuju ruang bersalin. Saat mendapat kabar jika istrinya akan melahirkan,pria itu langsung meninggalkan pekerjaan nya.


Dengan wajah panik pria itu terus berjalan cepat , beberapa orang yang berpapasan dengan nya mengira jika polisi tersebut tengah mencari penjahat.


"Duh,bikin ngeri saja kalau lihat polisi lari-larian gitu " Lirih seorang wanita paruh baya ,ia segera memberi jalan ketika Iqbal menuju ke arah nya


"Bang Iqbal. Akhirnya Abang datang juga " Ucap Mila lega. Ia ,Ovan dan Deni berada di luar ruangan


"Bagaimana Sarah ,apa bayinya udah lahir ?" Tanya Iqbal dengan nafas memburu


"Belum,kata dokter masih pembukaan dua " lirih Mila


Tanpa berkata apa-apa lagi,Iqbal langsung masuk begitu saja ke dalam ruangan bersalin. Hal itu tentu saja membuat dokter,bidan ,juga perawat dan para asisten dokter terkejut.


"Maaf pak ,anda tidak boleh masuk "Ucap salah satu dokter


"Tapi saya suami nya " Ucap Iqbal


"Oh,ya sudah silahkan " Sahut dokter akhirnya membolehkan Iqbal untuk menemani Sarah


Iqbal pun segera menghampiri Sarah yang sedang merintih kesakitan.


"Sayang..." lirih Iqbal ,ia merasa tak tega melihat istrinya yang kesakitan


Iqbal pun menggenggam tangan Sarah seraya mengusap peluh di kening nya.


"Abang .... sakiiiit...."Sarah merengek


"Sabar ya sayang ,Abang yakin kamu pasti kuat. Kamu pasti bisa " Ucap Iqbal menyemangati


"Aku takut seperti Lala " lirih Sarah


"Enggak akan sayang,kamu gak akan seperti Lala, kondisi setiap orang melahirkan berbeda,mungkin karena Lala melahirkan sendiri hingga terjadi hal seperti itu, sementara kamu lihat lah banyak yang membantu,ada dokter,bidan juga para suster,kamu tidak sendiri sayang ,ada aku juga bersama mu " kata Iqbal terus menyemangati


"Ayo sayang , bantu mama berjuang ya nak ,jangan lama-lama kasihan mama " Bisik Iqbal di perut istrinya


"Adduuhhh....dokter ini kapan dikeluarin bayi nya ,sakit banget dok ?" Tanya Sarah pada dokter


"Sabar ya Bu,nanti kalau sudah waktunya juga pasti keluar ,baru juga pembukaan dua ,masih harus bersabar. Atau ibu coba bangun dan berjalan-jalan sedikit biar pembukaan nya cepat naik " Ucap dokter dengan sabar


"Memang lama banget ya dok ?" Tanya Sarah lagi sambil terus meringis


"Ya tergantung,kalau pembukaan nya cepet naik nya insyaallah proses lahiran nya juga cepet" Tutur dokter


"Tapi gimana mau jalan dok ,begini saja sakit nya kebangetan " Protes Sarah


"Sayang ,lebih baik kamu tarik nafas dan buang perlahan,agar rasa sakit nya sedikit berkurang " Ucap Iqbal


Pria itu merasa sangat aneh terhadap istri nya yang menjadi bawel. Ketika hamil Sarah yang tadinya kalem berubah jadi cerewet tapi kini Sarah jadi bawel dengan terus komplain pada dokter yang menangani nya,bahkan tak jarang Sarah juga mengomeli nya.


Sarah mengikuti arahan suaminya dengan terus menarik nafas dan membuang nya perlahan.


"Mana ,katanya sakit nya akan berkurang ,ini tetap saja terasa sakit ,kamu bohong " Sarah merasa kesal karena merasa telah dibohongi


"Loh,siapa yang bohong sayang,aku cuman...."


"Udah lah bang,Abang diem deh,Abang malah nambah-nambahin sakit saja ,ssshhh.....haaaahhh......" Potong Sarah ketika Iqbal hendak menjelaskan ucapan nya ,akan tetapi Sarah yang merasa kesakitan enggan mendengar nya

__ADS_1


"Duuhhh..... dokter....sampai kapan begini terus sih dok....lama banget "Rengek nya


Iqbal menghela nafasnya,sementara dokter hanya tersenyum karena hal seperti ini sudah sering terjadi bahkan pernah ada yang menyiksa suami nya sendiri karena rasa sakit yang tak tertahan. Para perawat nampak menggelengkan kepala ,hingga salah satu dari mereka merasa gemas dan berceletuk,


"Bikin nya enak ya Bu,giliran udah mau lahiran heboh bener,ups...." perawat itu menutup mulut nya ,rekan nya langsung menyikut lengan nya


"Hehe ... keceplosan" cengir nya ,namun seketika perawat itu terperanjat ketika Sarah tiba-tiba membentak nya sambil mendesis kesakitan


"Ngomong jangan sembarangan ya sus ! kamu gak ngerasain sih gimana rasanya di posisi aku makanya bisa ngomong seperti itu,aduh....ssshhh..... "


"Sayang....." Lirih Iqbal mengusap lengan nya


"Gini-gini saya juga udah pengalaman melahirkan loh Bu,udah tiga kali malah " Sahut perawat itu


"Terserah kamu saja sus,aaawww.....aduh huuuhhuuu.....sakit...." Sarah terus merengek hingga menangis


"Hadeuuhh....biarin saja sih sus,jangan ditanggepin ,namanya juga orang mau lahiran " Bisik bidan,ia tak merasa aneh dengan yang terjadi pada Sarah,sebab ia sudah sering dihadapkan pada situasi seperti itu


"Hehehe....abis ini mulut suka gak ada rem nya,pengen nya nyamber aja ,gemes aku Bu " Cengir perawat itu


"Maaf ya Bu,kita periksa lagi sudah bukaan berapa " ucap bidan segera bergeser dari tempatnya


"Buka lagi kaki nya " Perintah nya


Sarah pun mengikuti arahan bidan tersebut ,namun tiba-tiba ia merapatkan kaki saat sadar jika dokter nya seorang pria.


"Tunggu ! kenapa dokter nya laki-laki? Aku gak mau sama dokter itu ,aku mau sama ibu bidan saja " Pinta Sarah


"Tapi beliau yang akan membantu proses lahiran nya Bu " Ucap bidan


"Gak mau ,bukan muhrim ,aku malu dan risih"Tolak Sarah


"Ya sudah aku saja yang ngalah ,nanti aku pinta dokter Prita yang gantiin aku di sini " Karena tak ingin ada perdebatan apalagi berdebat dengan orang yang hendak melahirkan,dokter pria itu pun segera pergi meninggalkan ruangan ,Iqbal hanya diam ,dalam hati ia juga merasa keberatan dengan dokter itu ,walau bagaimanapun ia tak rela jika bagian sensitif istri nya dilihat pria lain ,meski pria itu merupakan seorang dokter,melihat respon dan penolakan Sarah membuat Iqbal merasa lega.


"Memang nya kenapa dengan ku,sorry meski aku pria normal gak selera aku sama yang mau melahirkan " gerutu dokter itu sambil bergidik ngeri


"Dokter bagaimana teman saya ,apa sudah melahirkan? Kok gak kedengaran suara bayi ya?" tanya Mila begitu pintu terbuka


"Belum " Jawab dokter itu singkat lalu pergi begitu saja


Sementara di ruangan lain nampak Lala sedang menyusui bayi nya.


"Semoga proses melahirkan nya lancar ya sayang ,gak sabar lihat bayi nya Sarah deh,cewek apa cowok ya "Ucap Lala


"Amiiin,jadi ada temen nya ya ,nanti main sama-sama"Sahut Azzam sambil mengusap pipi baby Azlan dengan punggung telunjuknya,namun bagian jari nya yang lain malah mengusap-usap p*ydara Lala yang dihisap baby Azlan


"Itu tangan nya tolong di kondisi kan pak " ledek Lala memicingkan mata


"Apa ,aku gak ngapa-ngapain kok " Sangkal Azzam


"Sabar Zam,tunggu 40 hari " Celetuk Banu yang baru memasuki ruangan


"Eh,papa..." Azzam mendadak kikuk


"Pada kemana ,kok sepi ?" tanya Sri


"Itu mah, Sarah perutnya sudah terasa sakit seperti nya mau melahirkan deh " Jawab Lala

__ADS_1


"Sarah mau lahiran? " Tanya Susi


"He'em" Lala mengangguk


"Kalau gitu kita kesana yuk pak !" Ajak Susi pada Damar


"Kalian gak apa-apa ibu sama bapak pergi? "Tanya Damar


"Gak apa-apa kok pak ,lagian ada aku yang stay di sini ,maka sama papa kalau mau ke sana juga gak apa-apa " Ucap Azzam


"Beneran kalian gak apa-apa?" tanya Damar lagi


"Enggak " Jawab Lala dan Azzam


"Ya sudah kami pergi dulu "


Akhirnya mereka pergi untuk melihat Sarah yang hendak melahirkan,meski nantinya mereka hanya akan berada di luar . Di ruangan itu kini kembali sepi hanya ada Lala ,Azzam dan bayi nya yang selesai nyusu.


"Sini,aku taro di box lagi " Pinta Azzam ketika melihat bayi nya sudah kembali terlelap


"kalau aku tetap pangku seperti ini ,gak apakan " Nampak nya Lala merasa enggan menyimpan kembali bayi nya di box ,ia merasa gemas dan ingin terus mendekap bayi mungil nya


"Ya jangan lah sayang ,kasihan mending tidur kan di box ,nanti keenakan dipangku begitu Azlan jadi rewel gak mau lepas dari gendongan ,nanti kamu jadi gak bisa ngapa-ngapain "Ucap Azzam


"Emang nya aku mau ngapain ,kan kata ibu aku cukup istirahat dan bobo syantik ,ada kamu yang urus bayi kita " Cengir Lala


"Iya,ada aku yang bantu urus Azlan ,tapi nanti kalau kamu mau mandi atau buang air kecil kan jadi repot sendiri kalau Azlan gak mau lepas dari kamu,masa mau dibawa ke kamar mandi ,kan gak mungkin "jelas Azzam


"Iya,juga ya" gumam Lala membenarkan ucapan suami nya , akhirnya baby Azlan pun di tidurkan di box,namun setelah itu Azzam malah naik ke tempat tidur,hingga Lala dibuat kebingungan


"Loh kamu ngapain sayang ,kok naik ? Ini loh sempit " Bingung Lala


"Ssstttthhhhh.....jangan protes,mumpung gak ada siapa-siapa,aku kangen pengen meluk kamu " ucap Azzam lalu menarik Lala hingga tidur di samping nya,Azzam pun langsung memeluk istrinya


Tempat tidur itu sebenarnya lumayan besar untuk ditiduri dua orang ,itu hanya alasan Lala agar Azzam turun.


"Sempit apa nya ,orang ini muat kok. Jangan kan berdua bertiga aja bisa" Ucap Azzam


"Sayang,ih....kamu apaan sih ,nanti kalau ada yang masuk gimana ?" Lala nampak panik ia pun mendorong Azzam perlahan


"Jangan didorong dong,nanti kalau aku jatuh gimana ,lumayan tinggi loh ini" Ucap Azzam mengeratkan pelukan nya


"Ya makanya kamu jangan nakal dong ,ayo sana turun ,gak enak kalau dilihat orang " Gemas Lala


"Siapa yang nakal ,orang aku gak ngapa-ngapain kok ,kalau ada yang lihat ya biarin aja ,orang kita gak ngapa-ngapain juga kan " Ucap Azzam cuek


"Isshh....kamu mah " Lala mendesis pasrah ,namun ia senang saat dipeluk Azzam seperti itu ,ia merasa lebih tenang dan nyaman


"Nah,kan diem. Mulai nyaman kan " Ledek Azzam


"iih....apa sih ,enggak juga,biasa aja tuh " Sangkal Lala ,namun dalam hati ia mengiyakan


"Biarkan seperti ini ,sebentar saja " lirih Azzam ,Lala pun kini diam menikmati pelukan hangat pria yang ia cintai


Ketika kedua nya tengah larut dalam pelukan ,seseorang nampak masuk. Ia hendak mengambil ponsel nya yang tertinggal. Lala dan Azzam tak menyadari jika pintu ruangan telah dibuka seseorang,keduanya kini memejamkan mata. Seketika orang tersebut menggelengkan kepala melihat nya.


"Mereka ini,gak boleh di tinggal sedikit aja, bisa-bisa nanti Azlan punya adik sebelum usianya satu tahun "

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2