
DUARRR'
DUARRR'
Suara petir terdengar menggelegar memecah kesunyian malam. Kilat pun nampak menyambar-nyambar membuat ngeri siapapun yang melihat.
Di dalam kamar
"Sayang ,aku laper " Lala merengek di tengah cuaca yang tak bersahabat
"Hm,...memang ini jam berapa ?" Tanya Azzam dengan mengusap wajah nya. Ia yang baru saja tertidur pun harus kembali membuka matanya
Azzam lalu menoleh pada jam dinding. Namun,karena suasana remang-remang dari lampu malam,membuat penglihatan nya sedikit terganggu
Lekas Azzam pun beranjak mencari saklar untuk menghidupkan lampu kamar nya.
Ctak'
Seketika kamar pun jadi terang benderang. Azzam menoleh pada jam dinding. Rupanya jam masih menujukan pukul satu dini hari. Dengan menahan kantuk nya,Azzam mendekat pada Lala yang tengah menekuk wajah nya.
"Kamu mau makan apa memang nya ?" Tanya Azzam sambil duduk di samping Lala
"Apa aja,yang penting kamu yang bikin " Sahut Lala manja
"Kalau aku gak mau ?" Canda Azzam
"Ya udah gak apa-apa,aku tidur lagi saja " Ketus Lala lalu hendak merebahkan tubuh nya kembali
"Eeiittt.....bersyandaaa.....sayang. Gitu aja marah " Cetus Azzam seraya menahan tubuh Lala
"Jadi kamu mau buatkan aku makanan , malam-malam begini ?" Tanya Lala lirih
"Iya dong ,masa enggak. Buat kamu apa sih yang enggak. Kamu mau ikut apa nunggu di sini ?" Tanya Azzam ,Lala pun tersenyum
"Ikut dong ,tapi gendong " ucap Lala mengedipkan mata nya
"Ok ,siapa takut . Gendong nya di depan apa belakang?" Tantang Azzam
"Belakang "Jawab Lala cepat
Azzam pun segera membalikan tubuh nya,memberikan punggung nya agar dinaiki Lala. Tak perlu berlama-lama,Lala pun segera naik ke punggung nya.
"Manja banget sih, istrinya siapa ini " Ucap Azzam sambil mengangkat tubuh nya berdiri
Lala tak menyahut,ia justru tersenyum sambil merekatkan kedua tangan nya memeluk leher Azzam.
"Sayang,aku gak bisa nafas ini,jangan kencang-kencang meluk nya " Protes Azzam
"Hehe ..iya,maaf " Lala pun meregangkan tangan nya
__ADS_1
Sesampainya di dapur ,Azzam mendudukkan Lala di kursi.
"Kita lihat ,ada apa di dalam kulkas" Ujar Azzam segera berjalan menuju kulkas
Azzam meraih daging asap dan beberapa bahan makanan lain nya. Sambil membawa beberapa perlengkapan tempur nya,Azzam bertanya pada Lala.
"Kamu mau kan bantu aku ngupasin bawang ,dan motong-motong sayuran nya sementara aku menyiapkan yang lain ?"
"Mana sini " Lala pun dengan senang hati membantu
Kruuuccuuuukkkkk......
Tiba-tiba terdengar suara yang membuat keduanya melihat pada sumber bunyi tersebut.Rupanya suara tersebut berasal dari perut Lala. Suara tersebut sangat nyaring mengalahkan suara guntur di luar.
"Ya ampun sayang ,sabar sebentar ya,makanan nya masih dalam proses,yang anteng di dalam ya,jangan pada ribut " Ucap Azzam menasehati janin di dalam perut nya sambil mengusap perut Lala
"Hihihihi....kamu lucu deh,kan yang lapar aku. Kenapa kamu ngomong gitu " Lala terkikik
"Kan nanti yang ikut merasakan makanan nya tak cuman kamu sayang ,tapi anak-anak kita juga ikut makan " Sahut Azzam kembali pada aktivitas nya
"Kamu beneran pengen anak kembar ya ?" Tanya Lala hati-hati
"Gimana kalau aku hamil anak tunggal ?" Tambah nya
"Aku memang berharap punya anak kembar,sayang. Entah kenapa rasanya lucu sekali lihat anak kembar.Tapi jika Allah tak memberi anak kembar pun aku tak masalah ,apapun hasil nya,aku tetap bersyukur. Yang penting kamu dan anak kita baik-baik saja " Tutur Azzam
Dulu Azzam pernah melihat anak kembar perempuan,ia yang melihat nya merasa gemas. Sejak saat itu Azzam pun berharap bisa memiliki anak kembar.
Sontak Azzam yang tengah memanaskan wajan pun terdiam lalu menoleh pada istri nya itu.
"Apa menurut mu jika aku mencari wanita lain maka aku akan bisa mendapatkan anak kembar? Yang benar saja. Sudahlah jangan bahas itu lagi ,aku gak mau denger nya,bagiku mau kembar atau tidak,asalkan terlahir dari rahim mu aku akan sangat bahagia" Ucap Azzam tegas ,ia jadi menyesal karena sudah mengutarakan keinginan nya mengenai anak kembar
"Maaf,aku hanya takut kamu kecewa " Lirih Lala menunduk
Azzam menghela nafas ,lalu ia berjalan ke arah Lala.
"Aku cinta kamu La,sangat mencintai kamu.Sedikit pun tak pernah terlintas dibenak ku untuk memikirkan wanita lain,aku tidak akan pernah kecewa hanya karena kamu tidak melahirkan anak kembar. Maafkan aku ,jika keinginan aku sudah membebani hati dan fikiran mu. Setelah ini jangan lagi bahas itu ya,aku juga janji untuk tidak membahas nya lagi.Aku mau kamu selalu happy menjalani kehamilan mu,jangan sampai karena hal sepele begini kamu jadi murung dan kefikiran yang akhirnya akan berimbas pada kesehatan mu juga kehamilan mu" Ucap Azzam seraya memeluk Lala
"Kamu tahu ,...dari dulu hanya nama kamu yang selalu aku sebut di setiap sujud ku,aku selalu meminta pada Allah agar kamu lah jodoh ku,dan ternyata Allah memang sangat baik terhadap ku,karena tanpa disangka-sangka kita malah langsung menikah ,jadi kamu jangan berfikiran macam-macam,karena sampai kapan pun tak akan ada yang bisa menggantikan mu di hati ku " Ucap Azzam lagi
"Benarkah ?" Tanya Lala lirih
"Iya,kalau enggak mana mungkin aku akan sebahagia ini bisa nikah sama kamu " Jawab Azzam
"Hmm.....kamu kok bisa banget sih bikin hati aku happy lagi ,padahal tadi aku hampir mewek takut kamu ....."
"Ssstttthhhhh.....sudah jangan dibahas ! Perut lapar ngomong nya jadi kemana-mana,udah kamu diem ya duduk yang manis ,aku mau bikin makanan dulu buat istri tercinta ,kalau ngobrol terus kapan selesainya,yang ada kamu makin ngelantur ngomong nya karena lapar "
Setelah itu Azzam pun kembali berkutat dengan alat masak nya.Saat itu nampak bi Yati terbangun. Ia mendengar suara gaduh dari arah dapur pun mendadak jadi panik ,ia fikir ada maling masuk. Bi Yati pun meraih payung yang berada di dekat pintu kamar nya. Dengan berjalan mengendap dan hati-hati ia terus menajamkan telinga nya.
__ADS_1
"Nah,kan bener di dapur suara nya. Awas saja ya maling,habis siah ditangan aing " Gumam bi Yati pelan ,namun tak dipungkiri jika jantung nya saat ini berdegup dengan kencang
Hingga sampai lah bi Yati di pintu ,ia yang sudah memasang mode serang pun mendadak menarik tubuh nya untuk bersembunyi. Jantung nya pun jadi kian berdetak saat melihat hal yang seharusnya tak ia lihat. Dengan perasaan campur aduk ,bi Yati pun kembali ke kamar nya.
"Kirain maling ,ternyata ...."
"Dasar anak muda ,masa mereka ehem-ehem di dapur sih ,haduh ...mana kelihatan terus,padahal mata udah merem " Gerutu bi Yati memukul pelan kepala nya
DUARRR'
"Astaga,mau copot rasanya ini jantung. Duh,petir nya kenceng banget hujan kagak " bi Yati nampak terus ngedumel di kamar nya. Berbeda dengan Lala dan Azzam.
Apa yang dilihat bi Yati rupanya tak seperti dengan apa yang ada di fikiran nya. Saat itu Azzam yang sedang sibuk memasak terus direcokin istrinya. Lala merasa bosan jika harus menunggu tanpa melakukan apapun,jadinya Lala menghampiri Azzam dan memeluk Azzam dari belakang. Karena Azzam merasa tak nyaman dan susah bergerak dengan leluasa,Azzam pun membalikan tubuh jadi berhadapan dengan Lala. Di detik berikutnya Azzam mengangkat tubuh Lala dan mendudukkan nya di meja makan.
"Diam dan jangan nakal kalau mau makanan nya cepat selesai" Setelah mengatakan itu ,Azzam mengecup singkat bibir Lala, pada saat itulah bi Yati melihat keduanya
DUARRR'
Kembali suara guntur menggelegar di kesunyian malam.
"Dari tadi suara nya gak berhenti ,hujan nya enggak tapi petir dan kilat nya bikin ngeri " ucap Lala lalu turun perlahan lalu menuju lemari es
"Namanya juga cuaca lagi buruk ,mungkin juga hujan nya di tempat lain sayang "Ucap Azzam tanpa menoleh
"Iya mungkin juga sih " Gumam Lala setuju
Beberapa saat kemudian makanan pun jadi.
"Wahh..... seperti nya enak banget ini " Mata Lala nampak berbinar melihat nya
"Ayo makan yang banyak biar tidur nya nyenyak " Ucap Azzam mengambilkan makanan nya ke dalam piring lalu diberikan nya pada Lala
"Makasih suamiku" Ucap Lala lalu menyantap makanan nya
"Hmm.....sumpah sayang ,ini enak banget. Kamu kok jago banget masak sih ,chef di restoran bintang lima pasti kalah sama makanan kamu " Puji Lala sambil mengunyah makanan nya ,saking enak nya Lala sampai menutup mata ketika mengunyah makanan nya
"Alhamdulillah,kalau kamu suka " Ucap Azzam tersenyum ,ia lalu mengusap saus si ujung bibir Lala
"Makan nya pelan-pelan,gak akan kehabisan juga kok " ucap Azzam pelan
"Hehehe....abis nya makanan nya enak " Lala meringis senyum
Namun tiba-tiba lampu pun padam.
"Yah,lagi enak-enak kok malah mati lampu sih " Keluh Lala
Suasana malam yang hening membuat suara Lala sampai di telinga bi Yati ,apalagi kamar bi Yati yang tak jauh dari dapur membuat nya bisa mendengar dengan jelas.
Bi Yati pun jadi blingsatan sendiri di kamar nya. Perempuan paruh baya itu juga jadi gelisah karena teringat pada suami nya di kampung.
__ADS_1
"Haduh pak'e....ibu rindu" Lirih bi Yati memeluk guling
Bersambung...