
"Akhirnya kamu mengaku juga " sudut bibir Sri terangkat
"Apa ada yang salah dengan perasaan ku. Cinta itu anugerah yang Allah berikan" Cetus Veena
"Cinta memang anugerah,tapi sangat jelas jika perasaan mu salah,Azzam pria beristri tak sepatut nya kamu memupuk rasa itu. Pergi lah, jangan pernah usik kebahagiaan putri kami,jika kami mendengar kamu datang lagi ke rumah ini ,atau mendatangi Azzam dimana pun dia berada,maka jangan salahkan jika putri kami akan berbuat nekad" Ucap Banu yang paling mengerti bagaimana tabiat putri nya itu
"S*al ! Mereka berani nya main keroyokan " batin Veena kesal
"Baiklah kalau begitu aku permisi " Venna pun pergi meninggalkan rumah tersebut
"Huuuuuffftt semoga saja dia gak pernah datang lagi ,kasihan Lala kalau dia sampai kembali mengganggu rumah tangga nya " Ucap Sri
Di dalam kamar ,Lala sudah membantu Azzam untuk meminum obat dan kini Azzam hendak tidur ,namun di larang oleh Lala.
"Tunggu lah beberapa menit agar obat dan makanan nya larut dulu" Ucap Lala
"Ya sudah kalau gitu ibu sama bapak keluar ya,kalian istirahat saja " ucap Susi lalu keluar dari kamar itu diikuti Damar
"Dari awal aku sudah curiga ,pasti ada maksud lain dia selalu datang.Dasar Jerapah " Umpat Lala sambil memukul-mukul bantal yang ada di atas pangkuan nya.
Alasan Lala menyebutnya jerapah karena postur tubuh Veena yang tinggi dan kurus,hingga membuat leher nya terlihat lebih panjang.
"Kamu kesel sama orang ,malah bantal yang jadi sasaran kekesalan kamu sayang ,kasihan bantal nya gak salah apa-apa" Canda Azzam
"Abis nya aku kesel banget ,kamu tahu gak sih dari semenjak kamu belum sadar si jerapah itu suka datang diam-diam,dikira aku gak tahu apa "Adu Lala
"Mau apa dia datang?" Tanya Azzam
"Mau apa lagi kalau gak memandangi wajah kamu ,bikin sebel saja " Kesal Lala lagi
"Itu artinya suami mu ini sangat tampan makanya dalam keadaan tak sadar pun pesona ku tidak pernah pudar "
"Hidih ,narsis kamu "Lala mencebik
"Biarin ,kamu juga suka sama aku karena ketampanan ku kan?" Tanya Azzam sambil memainkan alis nya
"Enggak ,karena dari awal aku tak pernah terpesona sama kamu,tapi gak tahu saja kenapa wajah kamu malah terus menghantui ku" Jawab Lala jujur
"Astaga,baru kali ini ada wanita yang tidak terpengaruh pada ketampanan ku " lirih Azzam ,Lala tiba-tiba mengerutkan kening nya ,tangan nya bergerak menyentuh kening Azzam dengan punggung tangan
"Anget nya biasa kok "Gumam Lala
"Aku memang lagi gak demam " Ucap Azzam
"Tapi kamu jadi aneh,apa jangan-jangan kamu bukan Azzam. Hayo ngaku siapa kamu ?" Lala beringsut menjauh
"Aku suami kamu lah emang nya siapa ,kamu tuh ada-ada saja sayang,sini jangan jauh-jauh" Azzam menarik lengan Lala hingga kini mereka berada pada jarak yang sangat dekat
"Abisnya kamu aneh,gak biasa nya kamu kaya gini loh" Ucap Lala seraya menatap kedua mata Azzam
__ADS_1
"Aneh gimana?"
"Ya ,aneh. Kamu jadi narsis gini,biasanya kamu itu kalem tapi sekarang ,...apa mungkin karena cedera kemarin yang membuat otak kamu sedikit geser dari tempat nya "celetuk Lala sambil menyentuh kepala Azzam yang masih terpasang perban
"Enak saja ,geser " Cebik Azzam ,Lala terkekeh
"Gara-gara operasi kemarin aku jadi botak gini,pasti luka bekas operasi nya akan terlihat " ucap Azzam seraya memperhatikan kepala nya lewat cermin yang terpasang pada sandaran tempat tidur
"Nanti rambut nya juga tumbuh lagi ,bekas luka nya juga pasti akan tertutup rambut " Ucap Lala
"Iya sih,tapi pasti lama tumbuh nya " ucap Azzam lagi
"Sudahlah,sekarang kamu istirahat saja" Ucap Lala seraya membantu Azzam untuk merapikan bantal yang tadi ditumpuk untuk bersandar Azzam
"Kamu juga tidur ya" pinta Azzam
"Loh,aku kan mau bantu mama sama ibu nyiapin makanan buat nanti malam ,gak enak masa aku tidur sih" Sahut Lala
"Pokok nya aku mau tidur sama kamu"Azzam tak mengizinkan Lala untuk pergi dari kamar. Akhirnya mau tidak mau Lala pun ikut merebahkan diri di samping Azzam
"Sini dong,masa jauhan gitu tidur nya " Ucap Azzam meminta Lala bergeser mendekati nya
"Nah,kalau gini kan enak ,mau meluk jadi gampang " Azzam pun memeluk Lala dengan tangan dan kaki nya ,hingga Lala tak bisa berkutik
"Dasar suami bucin " ucap Lala mencebik
"Awas saja kamu berani bucin sama cewek lain ,aku smackdown kalian "
"Huuuu takut "
Jika pasangan Lala dan Azzam sedang terlelap,lain hal nya dengan pasangan pengantin baru Sarah dan Iqbal. Acara resepsi sudah selesai,kini mereka sudah berada di rumah lebih tepat nya di kamar.
Sarah merasa canggung dan gugup ketika berada di dalam kamar pria yang kini status nya sudah menjadi suami nya.
"Mulai malam ini dan seterusnya kamu tidur di kamar ini " Ucap Iqbal seraya melepas jas pengantin nya
"Hm,iya. Tapi .... Aku mau ke kamar aku dulu untuk mengambil perlengkapan aku " Ucap Sarah
"Tak perlu,semua baju dan perlengkapan lain nya sudah dipindahkan ke kamar ini. Pakaian mu ada di lemari yang kiri sedang kan yang kanan adalah baju-baju aku " Ucap Iqbal lalu melepas kancing-kancing baju nya
"Kalau gitu aku ke kamar mandi terlebih dulu ya " Izin Iqbal ,Sarah pun hanya mengangguk
"Huuuuuffftt,....apa yang harus aku lakukan setelah ini "Gumam nya pelan
Beberapa saat kemudian Iqbal pun selesai,kini giliran Sarah yang ke kamar mandi. Tak lupa ia membawa pakaian ganti ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi,gadis itu menggosok seluruh tubuh nya tanpa terkecuali. Fikiran nya sudah melayang kemana-mana,namun kemudian ia tersadar akan sesuatu.
"Ya ampun Sarah ,apa yang ada di fikiran kamu,masa iya bang Iqbal akan langsung meminta hak nya ,kan gak mungkin. Tapi,kalau misalnya dia minta juga gak apa-apa sih,aku kan istri nya. Siapa tahu jika kita sudah melakukan nya,bang Iqbal jadi cinta sama aku " Gumam nya
__ADS_1
Sekitar setengah jam ,Sarah baru keluar dari kamar mandi. Ia yang sudah segar dengan rambut yang dibungkus handuk pun membuka pintu kamar mandi namun,hatinya seketika tercubit ketika melihat Iqbal susah terlelap di sofa. Bahkan pria itu sudah mengenakan selimut juga bantal.
"Ya Allah , pernikahan macam apa ini "lirih nya membatin
Jika pasangan lain akan memanfaatkan malam pertama mereka sebaik mungkin dan seromantis mungkin,berbeda dengan mereka. Sarah yang sudah menyiapkan diri hingga harus membersihkan seluruh tubuh nya harus menelan pil pahit ketika pria yang baru beberapa jam lalu meminang nya malah sengaja tidur di sofa.
Dengan perasaan sakit , Sarah merapikan rambut nya yang setengah basah lalu membaringkan tubuh nya pada tempat tidur.
Rasa lelah karena sudah seharian berdiri menyalami tamu yang datang membuat nya dengan cepat terlelap.
Di tempat lain
Mila yang baru selesai mandi dikejutkan dengan kedatangan Roy di kosan nya.
"Mau apa dia datang ?" gumam nya. Dengan membawa gayung yang berisi peralatan mandi serta handuk yang di sampirkan nya ke pundak ,Mila berjalan menghampiri Roy
"Wah,baru selesai mandi ya,pasti seger " ucap nya basa basi
"Iya nih,capek banget hari ini ,kena air jadi seger lagi badan aku " sahut Mila menimpali ,ia lalu duduk di kursi plastik di depan kosan nya
Gadis itu tak ingin mengambil resiko jika dirinya mengajak Roy masuk.
"Ada apa nih ,tumben datang ke sini? Biasanya juga suka nunggu di depan " tanya Mila
Mila yang sempat tersinggung karena kata-kata Roy tempo hari kini sudah memaafkan pria itu. Karena Roy terus meminta maaf.
"Aku udah nelponin kamu daritadi tapi gak diangkat-angkat,ya aku masuk saja ke sini,rupanya kamu sedang mandi " ujar Roy
"Nanti malam kita jalan yuk !" ajak Roy
"Kemana ?" Tanya Mila
"Kebetulan aku diundang teman di acara ulang tahun nya, berhubung yang datang harus bawa pasangan jadi aku mau ajak kamu saja ,mau kan ya"
"Hm....gimana ya "Mila nampak ragu
"Ayo lah mau ya,aku gak enak kalau gak datang "bujuk Roy memelas
"Kan kamu bisa ajak siapa saja kenapa mesti ngajak aku ?" Tanya Mila yang nampak enggan untuk ikut
"Karena cewek yang sedang dekat dengan ku saat ini hanya kamu Mila " Ucap nya
"Duh gimana ya,kok perasaan aku mendadak tidak enak " gumam Mila membatin
"Ayo lah Mila ,mau ya, please "
"Hm....ya sudah deh aku mau " Ucap mila pada akhir nya
Bersambung......
__ADS_1