Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Tampomas raos


__ADS_3

Azzam mencari persediaan lilin di lemari kabinet. Kilatan petir menjadi penerang dirinya saat ini, sementara Lala duduk diam di meja makan.


Di sela-sela kilatan ,nampak sosok pria tengah berdiri di luar. Seluet nya nampak jelas dari kaca jendela meski jendela tersebut gorden nya tertutup.


"Sayang " Lirih Lala


"Hem,iya. Sebentar aku nyalain dulu lilin nya" Sahut Azzam lalu menyalakan lilin menggunakan pemantik kompor


"Anggap saja sedang dinner romantis " Celetuk Azzam seraya meletakkan beberapa lilin yang menyala di atas meja


"Mana ada dinner romantis begini ,kamu tuh ada-ada saja " Lala mencebik


"Ah iya sayang , sepertinya ada orang di luar " Ucap Lala pelan


"Siapa ?" Tanya Azzam


"Gak tahu,tadi orang itu berdiri di sana ,tapi...sekarang kok gak ada. Apa udah pergi " Ucap Lala sambil menunjuk jendela


"Salah lihat kali ,sayang "Ucap Azzam menyangkal


"Tapi tadi beneran jelas banget,kamu lihat gih,siapa tahu orang yang butuh bantuan " Ucap Lala yang sama sekali tidak berfikiran macam-macam. Ia kembali fokus pada makanan nya


"Sayang ,aku kok khawatir ya , jangan-jangan itu orang punya niat jahat " Lirih Azzam


"Ah,jangan su'udzon,bisa saja kan orang itu memang butuh bantuan ,bisa jadi ban motor atau mobil nya kempes ,apa mogok kan,kita gak tahu "Ujar Lala


"Tapi perasaan aku jadi gak enak sayang. Sebentar aku periksa dulu" Azzam berjalan menuju pintu depan


Perlahan Azzam melihat dari celah gorden ,namun tak nampak siapapun di luar yang ia lihat.


"Gak ada siapa-siapa kok " gumam nya


Namun seketika ia terperanjat ketika mendengar suara piring pecah dari dapur.


Prannggh'


"Lala " Kejut nya ,bergegas ia pergi ke dapur dengan berlari


Sedangkan di kamar bi Yati


"Aduh ,apa yang pecah itu ? Lagian mereka ngapain sih pake gituan di dapur ,jadi pada pecah kan " Lirih nya


Azzam terperanjat ketika setelah sampai di dapur ada seorang pria yang sudah terkapar dengan posisi tertelungkup tak sadarkan diri ,sementara di atas tubuh nya nampak Lala sedang duduk santai sambil menggigit daging asap yang sudah di masak Azzam.


"Sayang,kamu ngapain ? Itu siapa ?"Tanya nya


"Gak tahu sayang ,tapi tadi orang ini masuk lewat jendela "Tunjuk Lala pada jendela yang sudah terbuka


Jadi kejadian sebenarnya setelah Azzam pergi mengecek ke pintu depan ,pria itu berfikir sudah tak ada lagi siapapun di sana ,sebab Lala makan tak bersuara.


Lala yang sadar jika ada seseorang yang mencoba mencongkel jendela dapur nya pun berjalan perlahan menghampiri sisi jendela. Lala sengaja mempermudah pria itu dengan membuka kunci jendela dengan perlahan.


Pria tersebut tersenyum puas karena jendela kini sudah terbuka dengan mudah ,maka tak membutuhkan waktu lama pria itu pun naik ke jendela.


Akan tetapi baru saja pria itu menapakan kaki nya di lantai dapur ,Lala sudah lebih dulu menyerang nya. Hanya dengan menggunakan penggorengan pria itu seketika jatuh terkapar tak sadarkan diri. Sebelum pria itu tumbang ,tangan nya tak sengaja mengenai piring di meja. Sebab Lala meletakan piring tersebut terlalu pinggir.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Azzam khawatir,ia bahkan sampai menarik Lala berdiri dan memeriksa setiap tubuh istrinya itu


"Aku gak apa-apa,tapi orang ini yang kenapa-kenapa " Sahut Lala


Azzam pun mencoba membalikan tubuh pria itu ,dan membuka topeng nya.


"Kamu kenal dia sayang ?" Tanya Lala


"Enggak sayang " Jawab Azzam jujur


"Lalu mau kita apakan dia ?" Tanya Lala lagi


"Sementara kita ikat saja dulu,takut nya dia memang orang jahat ,setelah itu kita lapor dulu pada pihak keamanan kompleks,nanti gimana-gimana nya terserah mereka mau diapakan ini orang " Tutur Azzam

__ADS_1


"Ya udah " Lala pun mencari tali untuk mengikat pria tersebut


"Nih sayang "


Azzam menyambar tali tersebut lalu mengikat kedua kaki dan tangan nya.


"Ngomong-ngomong,kamu apain kok bisa langsung tepar gini " Tanya Azzam setelah selesai


"Aku pukul pakai ini " Jawab Lala sambil mengangkat penggorengan tadi


"Wah,hebat kamu sayang " Puji Azzam


"Tapi dia beneran gak nyerang kamu kan ?" Tanya Azzam memastikan lagi


"Enggak. Orang dia baru masuk aku langsung pukul kepala nya ,eh dia langsung pingsan " Jelas Lala


"Kamu tunggu di rumah ya,aku mau ke pos satpam depan buat lapor " Ucap Azzam


"Ok " Sahut Lala singkat


Sebelum pergi Azzam lebih dulu berjalan ke kamar bi Yati. Ia ingin meminta bi Yati untuk menemani Lala sementara dirinya pergi.


Tok tok tok


"Bi...." Ucap Azzam seraya mengetuk pintu


Cklek'


"Iya ,den. Ada apa ya ?" Tanya bi Yati sedikit salah tingkah


"Aku mau ke pos satpam sebentar ,bibi temenin istri aku ya "pinta Azzam tanpa memberi tahu yang sebenarnya


"Oh,iya den. Mangga " Sahut bi Yati


Bi Yati pun berjalan mengikuti Azzam menuju dapur."Aih,kenapa ke dapur sih " Jerit bi Yati dalam hati


"Gak tahu bi,makanya aku mau ke pos satpam buat lapor " Ucap Azzam


"Oh,ya udah atuh den , cepetan geura laporan ih,mumpung dia na teh pingsan " Ujar bi Yati yang mendadak takut


"Iya ,bi. Aku titip istri ku.Sayanh aku pergi dulu ya ,kalian hati-hati " Setelah itu Azzam pun pergi


"Aduh non,gimana kalau dia bangun terus ngapa-ngapain kita " Lirih bi Yati


"Bibi gak usah takut ,kan ada aku " Ucap Lala santai ,namun bi Yati menganggap ucapan Lala sebagai gurauan


Beberapa saat kemudian ,Azzam sudah kembali bersama seorang satpam dan tiga warga yang malam itu tengah melakukan ronda.


Azzam segera membawa mereka ke dapurnya dimana pria tadi masih dalam kondisi terikat namun kini sudah sadar dari pingsan nya.


Tak membutuhkan waktu lama ,warga beserta satpam segera mengamankan pria itu,yang ternyata memang mempunyai niat buruk di rumah tersebut.


"Alhamdulillah ya non, orang tadi udah ditangkap,coba kalau enggak kan bisa bahaya " Ucap bi Yati setelah mereka pergi


"Iya ,bi. Alhamdulillah "Sahut Lala


Keesokan pagi nya


Cuaca mendung diiringi rintik hujan membuat Lala malas untuk beranjak dari tempat tidur. Setelah sholat subuh ia dan Azzam hanya tiduran di tempat tidur tanpa tidur kembali.


"Sayang,hari ini kamu berangkat jam berapa ?" Tanya Azzam


"Jam delapan. Kenapa ?"Tanya Lala


"Enggak apa-apa,cuman nanya saja" Sahut Azzam seraya melipat kan kedua tangan di bawah kepala nya


"Kamu sendiri jam berapa mulai kelas nya ?" Tanya Lala seraya bergeser dan memeluk Azzam


"Jam setengah sembilanan deh kayanya "Jawab Azzam sedikit ragu

__ADS_1


"Ya udah ,kita siap-siap yuk " Lala kemudian beranjak diikuti Azzam kemudian


Beberapa saat di meja makan


"Makasih ya bi " Ucap Lala ketika bi Yati selesai menata makanan di meja


"Iya non ,atos padamelan bibi pan" ( Iya non,sudah pekerjaan bibi kan )


"Oh iya non,itu teh singkong ama talas na,mau dibikin apa atuh ?" Tanya bi Yati ketika melihat singkong dan talas pemberian nek Arum kemarin teronggok di pojokan


"Gak tahu bi,bingung aku juga " sahut Lala


"Kalau bibi buat bolu singkong non mau gak ,lumayan kan buat nanti malam temen nonton tv "


"Wah,boleh juga tuh ide nya. Iya deh bi ,bibi buat apa saja terserah bibi ,asalkan makanan aku pasti suka " Ucap Lala antusias


"Siap non ! Ini,talas nya bibi bikin keripik juga ya"Ucap bi Yati lagi


"Wah iya,boleh bi boleh " Sahut Lala lagi


"Keripik talas ya"gumam Azzam pelan ,seketika ia merasa memiliki ide untuk usaha nya


"Sayang,kalau gak salah di kebun pisang nenek banyak tanaman talas nya kan?" Tanya Azzam


"Iya,kenapa memang nya ?" Tanya Lala balik


"Nanti aku jelaskan " Azzam segera menghubungi Damar saat itu juga


"Hallo pak, assalamualaikum "Ucap Azzam ketika panggilan sudah diterima


"Waalaikumsalam salam ,ada apa Zam ? Pagi-pagi kamu udah nelpon,gak ada sesuatu yang terjadi sama Lala kan ?" Tanya Damar tanpa jeda


"Enggak pak,Lala baik-baik saja. Jadi begini,aku mau minta tolong sama bapak buat ngomong ke nek Arum, kalau bisa aku mau beli semua talas di kebun nya " Ucap Azzam


"Buat apaan kamu borong talas banyak begitu ?" Tanya Damar bingung,pasalnya ia sampai saat ini belum mengetahui perihal usaha Azzam yang memproduksi keripik singkong,saat itu Azzam pun menjelaskan nya


"Masya Allah,nak beneran kamu punya pabrik keripik ?" Tanya nya terkejut


"Iya pak, Alhamdulillah,maaf belum sempat cerita "terang Azzam


"Ya Allah Zam ,bapak beneran gak nyangka. Memang sejak kapan kamu bikin usaha itu ?"


"Sejak saat itu " Saut Azzam malah bercanda


"Hahaha....kamu tuh ,bapak tanya serius juga. Ya sudah nanti bapak mampir dulu ke rumah nek Arum " Damar terkekeh dengan candaan Azzam ,ia sudah hafal dengan kebiasaan anak nya itu


"Ya sudah kalau gitu bapak sudahi dulu ya ,mau japan sekarang " Ucap Damar yang memang saat ini sudah berada di dalam mobil nya hendak berangkat


"Wah,den Azzam memang TOP BGT lah ,masih muda udah punya usaha sendiri. Pantes uang nya ada saja padahal masih kuliah loh " Puji bi Yati


"Ah bibi bisa saja ,usaha aki hanya usaha kecil-kecilan kok ,pabrik nya juga gak besar. Produk yang dibuat pun dalam kemasan kiloan ,gak ada kemasan khusus " Jawab Azzam merendah


"Ya gak apa-apa atuh den ,nanti juga lama-lama bisa semakin maju dan besar, saran bibi teh ya ,Aden Azzam tong terus berfokus pada keripik singkong,harus ada varian lain nya juga ,misal keripik talas keripik jamur ,keripik bayam ,nya naon we lah asal jadi keripik " Ujar bi Yati


"Iya bi,makasih saran nya , Alhamdulillah aku juga udah ada beberapa produk keripik ,tak hanya singkong ,tapi udah ada keripik ubi ungu ,pohon pisang ,keripik pisang nya ,terus juga ada keripik tempe. Rasanya juga ada yang manis,pedes dan original. Seperti keripik ini " Ucap Azzam seraya menunjukan keripik dalam toples


"Euleuh.... euleuh.....jadi ini teh keripik punya nya Aden ?" Tanya bi Yati ,pasal nya ia yang membeli keripik ubi ungu manis tersebut di supermarket


"Iya bi " Sahut Azzam tersenyum


"Darimana kamu yakin jika keripik ini produk kamu ?"Tanya Lala


"Nih,label nya ikut masuk ke dalam toples "Azzam menujuk pada kertas kecil di dalam toples


Lala dan bi Yati memperhatikan tulisan di kertas kecil tersebut lalu mengeja nya bersama.


"TAMPOMAS RAOS "


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2