Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Hamil


__ADS_3

Matahari sudah menampakan dirinya ,akan tetapi pasangan yang semalaman bergulat nampak masih membungkus diri mereka dengan selimut.Hingga rasa lapar membuat salah satu dari mereka bangun.


"Duh,lapar banget perut aku " Lirih Sarah mulai mengerjapkan kedua mata nya


Kesadaran nya mulai kembali,seketika ia teringat kejadian semalam yang mungkin tak kan bisa ia lupakan seumur hidup nya. Momen pertama kali ia memberikan kesucian nya pada suami tercinta ,tentu akan ia kenang sampai kapan pun.


Sarah menoleh pada Iqbal yang masih menutup mata.Seulas senyuman ia berikan pada pria itu.


"Meskipun kamu tidak mencintai ku ,aku ikhlas memberikan apa yang sudah menjadi hak mu.Kamu suami ku dan sampai kapanpun kamu akan tetap menjadi suami ku. Tak mengapa jika aku harus terluka dengan rasa ini,karena berada di samping mu memberikan ku kenyamanan,aku sudah tak peduli jika di hati mu masih ada nama wanita lain" Cinta yang ada di dalam hati nya membuat nya tak dapat berfikir banyak ,ia tak ingin menuntut cinta dari pria yang kini sudah sah menjadi suami nya itu ,asalkan sikap dan perilakunya baik terhadap nya ia sudah cukup bahagia.


Saat Sarah hendak beranjak tiba-tiba Iqbal melingkarkan lengan nya pada perut Sarah lalu menarik nya hingga kini tubuh mereka saling menempel. Iqbal pun mengendus leher Sarah.


"Bang ..." lirih Sarah


"Jangan pergi dulu,biarkan seperti ini untuk sesaat saja " Ucap Iqbal ketika Sarah menggeliatkan tubuh nya


Sarah terdiam dengan debaran jantung nya yang berdebar-debar.


"Maaf,jika semalam aku menyakiti mu,itu di luar kendali ku. Kamu ingat kan minuman yang aku minum tadi malam ?" Sarah mengangguk


"Seperti nya laki-laki itu berniat buruk pada mu,dia mecampurkan sesuatu pada minuman nya,dan akhirnya aku yang meminum nya,kamu tahu obat apa yang dia campurkan?"Tanya Iqbal ,Sarah menggeleng


"Obat perangsang " cetus Iqbal setelah beberapa saat ia menjeda ucapan nya


"O...obat perangsang?" Tanya Sarah


"Ya.Aku sudah berusaha untuk menolak reaksi obat tersebut ,tapi ternyata tak bisa,hingga aku melampiaskan nya padamu.Maaf jika aku tiba-tiba memaksa mu" Ucap Iqbal lagi ,Sarah pun menggeleng


"Tidak ,bang,Abang sudah sepenuhnya berhak atas diriku,sudah kewajiban aku sebagai seorang istri untuk memberikan nya pada Abang" Ucap Sarah tak nampak raut kesedihan dari nya ,namun jauh di lubuk hati nya ia merasa kecewa karena ternyata Iqbal tak sepenuhnya menginginkan dirinya


"Apa aku harus berterima kasih pada pria itu,karena berkat dia kini aku sudah menjadi seorang istri yang sesungguhnya"Batin Sarah


"Sarah,"Panggil Iqbal


"I...iya bang "


"Seperti nya,reaksi obat itu masih ada,apa boleh aku melakukan nya lagi ?" Pinta Iqbal seraya mengecup hingga menyesap kulit leher Sarah hingga meninggalkan bercak kemerahan


Naluri kelelakian nya kembali bangkit ketika ia memeluk Sarah. Aroma tubuh nya membuat pria itu menginginkan kembali istri nya,apalagi ia teringat apa yang ia lakukan semalam pada istri nya itu,hal itu kembali membangkitkan gairah di dalam dirinya,namun ia beranggapan jika reaksi pada tubuh nya itu karena reaksi dari obat perangsang yang semalam ia minum.


Dengan deru nafas yang tak beraturan ,Sarah mengangguk pelan,ingin berbicara pun ia merasa tak sanggup karena merasa malu, akhirnya hanya anggukan saja yang bisa ia lakukan.


Maka Iqbal pun segera menyibak selimut yang menutupi tubuh mereka lalu kemudian mengukung Sarah ,hingga pada saat Iqbal sudah mendekatkan wajah nya tiba-tiba sebuah suara menghentikan gerakan nya.


"Kruuuccuuuukkkkk"


Iqbal menatap Sarah yang pipi nya sudah merona.


"Kamu lapar ?" Tanya ,dengan meringis Sarah pun mengangguk


"Hehehe....iya bang " lirih nya


"Hahaha....ya sudah kita sarapan dulu kalau begitu " Iqbal beranjak lalu mengambil kaos singlet dan hanya mengenakan celana boxer


Sementara Sarah segera beranjak ke kamar mandi dengan selimut yang membalut tubuh nya.


"Ssstttthhhhh....." desis nya

__ADS_1


"Kamu kenapa ?" Tanya Iqbal


"En..ngak ,gak kenapa-kenapa,hanya ...." ucapan Sarah terhenti ia malu untuk mengatakannya


"Pasti masih sakit ya,sini aku gendong saja" Tanpa aba-aba Iqbal menggendong Sarah lalu membawa nya ke kamar mandi


"Makasih ya bang" ucap Sarah


"Iya,kalau sudah panggil saja " Iqbal keluar dari kamar mandi dan menunggu Sarah di tempat tidur


Di tempat lain,Azzam dan Lala saat ini sedang dalam perjalanan menuju klinik bersalin. Sebelum nya Azzam sudah mendaftar via online hingga pada saat datang mereka tak perlu lagi mengantri.


"Bismillah semoga hasilnya sesuai dengan keinginan kita ya "Ucap Azzam seraya meraih tangan Lala lalu menggenggam nya


"Iya,amin "jawab Lala


Saat mobil berhenti di lampu merah,Azzam menjulurkan tangan nya mengusap perut rata Lala.Ada perasaan haru menyelimuti dirinya kala telapak tangan nya mengusap perut istri nya itu,meski mereka belum mengetahui kebenaran nya ,tapi entah kenapa mereka yakin jika saat ini Lala memang sudah mengandung.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di rumah sakit. Azzam lalu mengkonfirmasi kedatangan nya. Tak lama setelah itu seorang perawat meminta Lala dan Azzam masuk ruangan periksa.


"Mereka kan baru saja datang,kok udah masuk saja,kita yang udah ngantri lumayan lama aja belum dipanggil-panggil dari tadi" Keluh pasien lain yang sudah datang lebih dulu


"Iya ya" sahut yang di sebelah nya


"mereka sudah daftar sebelum kita datang kali ,terus karena jam praktek belum dimulai mereka pergi dulu,balik lagi pas udah buka " Ucap yang di belakang mereka menimpali


"Iya juga ya,bisa jadi" sahut yang tadi berbicara lebih dulu


Mereka pun berhenti membicarakan perihal Lala yang masuk lebih dulu ketimbang mereka. Sementara itu di dalam ruangan Lala sudah selesai di periksa.


"Jadi bagaimana dokter,apa istri saya beneran hamil ?"Tanya Azzam nampak tak sabar


"Alhamdulillah "ucap syukur kedua nya


Azzam segera memeluk Lala dan beberapa kali mencium pucuk kepala nya.


"Selamat ya sayang , sebentar lagi kamu akan jadi ibu,jaga baik-baik kandungan mu,jangan terlalu capek,aku gak mau sampai kalian kenapa-kenapa" Lirih Azzam, sementara Lala hanya mengangguk dengan terisak


Dokter yang melihat nya pun tersenyum,ia mengerti bagaimana rasa bahagianya ketika pasangan suami istri akan segera jadi orang tua"


"Baiklah ,mari kita lakukan USG nya ,ibu berbaring di sini ya " Ucap dokter membuat pelukan mereka terlepas


"Iya dok "Lala pun naik ke atas tempat tidur yang di maksud dokter


"Hati-hati sayang " Ucap Azzam membantu Lala


"Ok ,kita mulai ya " Ucap dokter ketika Lala sudah berbaring dengan baju yang sudah diangkat sebagian ke atas ,beruntung dokter tersebut seorang wanita hingga Azzam pun tak merasa keberatan pun dengan Lala,ia jadi tak merasa malu atau sungkan.


Beberapa saat kemudian Lala dan Azzam keluar dari ruangan dokter.


"Kamu tunggu di sini ya,biar aku yang ambilkan vitamin nya "Ucap Azzam ,Lala pun menurut


Saat Azzam pergi menebus vitamin di ruang apotik,seorang ibu hamil menghampiri Lala.


"Hamil juga ?" Tanya nya


"Iya mbak " Jawab Lala

__ADS_1


"Anak ke berapa ?" Tanya nya lagi


"Pertama"


"Oh,pasti baru menikah ya?" perempuan itu terus bertanya ,Lala pun tersenyum


"Yang tadi itu suami kamu ?"


"Iya mbak" Jawab Lala lagi


"Ganteng ya,nemu dimana?"


"Nih orang kenapa sih,daritadi nanya melulu,apa tadi dia bilang,nemu....dia fikir Azzam kucing apa , sembarangan " batin Lala menggerutu


Pada saat itu Azzam pun kembali dengan membawa kantung kresek putih berisi vitamin yang tadi diresepkan dokter.


"Sayang,yuk !" Ucap Azzam menghampiri Lala


"Nah ini dia orang nya datang,mbak tidak keberatan kan kalau saya minta perut saya di elus lalu dicium sama suami nya ,siapa tahu ganteng nya bisa nular gitu,maklum saya tuh lagi ngidam ,ngidam nya unik pengen di elus cowok ganteng , hihihihi " Ucap wanita itu tanpa beban


Set'


Lala langsung menatap suami nya.


"Gimana sayang ?" Tanya Azzam


"Serah !" Ketus Lala lalu beranjak pergi tanpa menghiraukan wanita hamil itu


"Mas,ayo dong! Istri nya pasti gak akan keberatan kok,sesama bumil kan harus saling pengertian ,saya lagi ngidam nih , kalau gak diturutin nanti ngiler anak aku " pinta wanita itu memelas


"Maaf ya Bu,saya gak bisa. Ibu lihat sendiri kan tadi sikap istri saya,kalau saya nurutin ngidam ibu,saya terancam gak dapat jatah seminggu,bisa pusing saya Bu. Permisi " Azzam menolak dengan tegas permintaan konyol wanita hamil itu kemudian menyusul Lala yang sudah berada di dalam mobil


"Hiisss....apa dia bilang ,ibu...wah mata nya kicer tuh cowok,aku loh masih muda dan fresh gini masa iya di bilang ibu ,gak sopan " Wanita itu nampak kesal karena dipanggil ibu


"Pasien atas nama ibu Triani ! "panggil petugas klinik


"Dasar pelit,minta di elus dikit aja gak boleh " wanita itu pun beranjak ke ruangan periksa setelah mendengar nama nya dipanggil sambil menggerutu


"Gak sadar diri,padahal sebentar lagi emang dia jadi ibu ,kok gak mau dipanggil ibu " Lirih Wanita hamil lain yang sedang nunggu suami nya mengambil obat


Seperti yang sudah di katakan Azzam sebelum nya setelah selesai memeriksa kan Lala ke klinik,ia dan istrinya hendak membantu nenek Esih.


"Pokok nya kamu diam saja di sini ,jangan ikut turun ya,aku gak mau nanti kamu dan calon anak kita kenapa-napa " Ucap Azzam seraya mengusap kepala Lala


"Iya,aku nurut saja,aku juga gak mau apa yang aku lakukan nanti akan berakibat fatal lagi" sahut Lala yang sama sekali tidak menolak permintaan Azzam


"Baiklah. Bismillah "Ucap Azzam lalu turun dari dalam mobil diikuti sosok nenek bernama Nek Esih


Pada saat itu ternyata di rumah tersebut sedang kedatangan tamu.


"Nek,kelihatan nya ada tamu,nanti saja kita datang lagi ya" ucap Azzam pelan


"Jangan,justru mereka itu keluarga nenek dari kampung,mereka sedang mencari keberadaan nenek " sahut nek Esih


"Kebetulan kalau begitu " gumam Azzam


Saat Azzam hendak mengucapkan salam ,seorang wanita muncul dari belakang Azzam

__ADS_1


"Kamu siapa ya ?"


Bersambung....


__ADS_2