Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Sarah melahirkan


__ADS_3

Damar yang kala itu hendak menghubungi keluarga Sarah teringat jika ponsel nya tertinggal di ruangan Lala. Hanya Damar yang memiliki nomor ponsel ayahnya Sarah.


Akan tetapi begitu ia membuka pintu ruangan rawat ,ia menggelengkan kepala melihat anak dan menantunya yang tengah terlelap berpelukan.


Tak ingin mengganggu anak dan menantu nya, Damar pun segera meninggalkan kamar itu,ia yakin mereka tidak akan melakukan 'sesuatu' mengingat kondisi Lala yang masih dalam masa nifas.


Setelah kepergian Damar,dua orang perawat wanita datang dan mengetuk pelan pintu. Mereka hendak mengecek kondisi Lala dan bayi nya. Namun saat membuka pintu mereka langsung dihadapkan pemandangan yang membuat mereka salah tingkah.


"Astaga...gimana ini,mau lanjut apa balik kanan ?"


"Balik kanan saja deh,biar nanti kita datang lagi"


"Ya sudah,tapi gimana kalau dokter nanya hasil laporan pemeriksaan nya ?"


"Itu nanti kita fikirkan deh,sekarang kita pergi saja dulu "


Mereka berbicara dengan saling berbisik, akhirnya kedua perawat yang masih jomblo itu pun tak jadi memeriksa. Jiwa jomblo mereka meronta-ronta melihat pasangan yang tengah terlelap itu. Lala dan Azzam memang bablas tidur sebab keduanya merasa sangat lelah. Rasa nyaman ketika mendapatkan pelukan dari suami nya membuat Lala terlena dan akhirnya terlelap ,pun dengan Azzam. Setelah sekian malam ia begadang menunggui istri nya yang koma,ia juga selalu siaga ketika bayinya menangis tengah malam,meski di sana ada ibu dan mertua nya, Azzam tak ingin berpangku tangan pada mereka. Tapi kini setelah istrinya bangun dari koma , perasaan nya yang kalut itu pun menjadi tenang,hingga ia bisa terlelap begitu memeluk istrinya.


Sementara di ruangan bersalin,Sarah terus saja mengomeli Iqbal, para tenaga medis pun tak luput dari omelan nya yang sudah seperti petasan renteng.


"Sekarang sudah bukaan berapa dok ? Masih lama gak sih ?" Tanya Sarah sambil menggerakan kepala ke kiri dan ke kanan


"Sebentar ya Bu,kita cek dulu" Ucap dokter wanita yang menggantikan dokter sebelum nya


"Aaahhh.... pelan-pelan dok ! Jangan grasa grusu gitu...pake perasaan kaya suami saya dong dok ,masa maen sodok-sodok gitu aja "Protes Sarah ketika dokter memeriksa kondisi pembukaan jalan lahir


Seketika Iqbal mematung dengan wajah yang nampak merah ,mendadak ia jadi merasa kikuk , sementara para petugas medis nampak saling lirik.


Dokter tersebut kemudian tersenyum,"Alhamdulillah...bukaan nya sudah lengkap,nanti ikuti aba-aba dari saya ya,kalau ibu merasa ingin mengejan langsung ngeden ya tapi jangan sekaligus takutnya ibu kehilangan tenaga " Tutur dokter


"Hm...iya dok ,dari tadi kek bukaan nya lengkap , adduuhhh.......aaahhh....Abang sakit...." Sarah mencengkram kuat lengan suami nya ,sementara Iqbal harus rela menahan perih pada lengan nya


Saat mulas yang Sarah rasakan semakin menjadi Sarah menarik Iqbal hingga kepala pria itu berada tepat di depan wajah nya,seketika itu pula Sarah menjambak Iqbal.Iqbal pun melotot saat merasakan rambutnya ditarik dengan kuat ,ia merasa rambutnya benar-benar rontok tercabut dari kulitnya.


"Hmmpphh....dokter ....rasanya aku ingin 'ee,mau ke kamar mandi " Sarah merasakan ada sesuatu yang mendorong nya untuk mengejan


"Gak apa-apa,itu bukan 'ee tapi Dede bayi nya mau keluar ,ayo Bu tarik nafas buang perlahan ,ikuti aba-aba saya " Ucap dokter seraya memperhatikan


"Huuuuuuuh....." Sarah mengikuti arahan dokter namun ia kembali bertanya di saat rasa ingin mengejan kembali ia rasakan


"Hmmpphh......kalau nanti hmmmppp ....aku 'ee gimana dok hmmmppp ....? Kan jijik " Tanya nya di sela-sela nya mengejan ,Sarah nampak terengah sementara Iqbal jangan ditanya bagaimana ia saat ini. Pria itu tidak bisa berkata-kata,yang bisa ia rasakan saat ini hanya kesakitan,namun ketika Sarah mengejan Iqbal pun ikut mengejan


"Gak apa-apa,itu wajar. Ayo Bu rambut Dede nya udah mulai kelihatan ,tarik nafas...."Belum selesai dokter memberi arahan Sarah tiba-tiba menyela


"Satu...haaahh.... huuuuuuuh....dua....tiga,hmmmppphhh....."


"Oeeekkkk...... oeeekkkk......"


"Alhamdulillah, ibu hebat ! Bayi nya laki-laki selamat ya Bu " Ucap dokter segera memberikan bayi pada bidan untuk di potong tali ari-ari nya


Mendengar suara tangis bayi yang kencang dari dalam ruangan,Mila dan yang lain pun merasa lega dan bersyukur.


"Alhamdulillah......" Lirih mereka bersamaan


Di dalam,nampak Sarah terengah-engah setelah ia berhasil melahirkan bayi nya. Jambakan tangan nya pun terlepas. Iqbal segera menjauhkan kepala nya,ia lalu menoleh ke arah bayi nya yang tengah di bersihkan dengan hanya di lap,karena bayi baru lahir belum boleh dimandikan sebelum usianya 24 jam.


Meski tak terlihat karena terhalang tubuh bidan yang tengah membersihkan bayi nya,pria itu merasa terharu dan bahagia,tak menyangka jika kini dirinya sudah menjadi seorang ayah. Hanya dengan mendengar suara tangisan bayi nya ,hati nya terasa bergetar. Iqbal lalu menoleh pada Sarah yang sedang mendapatkan penanganan setelah melahirkan dari dokter.


"Sayang,...selamat ya ,kamu hebat " Puji Iqbal seraya mengusap kepala Sarah lalu mengecup kening nya


"Maaf ya bang ,tadi aku jambak rambut Abang , pasti sakit ya " Lirih Sarah menyesal


"Gak apa-apa,itu gak sebanding dengan perjuangan kamu melahirkan anak aku ,anak kita " Lirih Iqbal tak merasa kesal apalagi marah


"Maaf Bu,saya harus menjahit nya dulu ,ada robekan yang harus diperbaiki jika tidak dijahit nanti tidak cantik lagi " Ucap dokter , asisten nya pun dengan cekatan menyiapkan segala perlengkapan untuk menjahit bagian inti Sarah


"Maksud nya dok ?" tanya Sarah tak mengerti


"Tadi saat ibu ngeden panggul ibu naik ,jadinya terjadi robekan,robekan nya pun lumayan parah jadi ibu gigit kain ini ya sambil pegangan di sisi kiri kanan tempat tidur,bapak agak menjauh dikit ,gak apa-apa sakit sedikit,tahan ya Bu " Bukan apa-apa dokter itu meminta Iqbal menjauh, melihat kondisi Iqbal yang kusut membuat nya tak tega jika nanti Iqbal menjadi sasaran pelampiasan kesakitan istri nya


"Tunggu dok,nanti kalau anu saya dijahit udah gak ada lobang nya dong ,terus gimana saya pipis nya ,terus kalau suami saya mau masukin anu nya gimana ?" Tanya Sarah panik ,Iqbal melongo dengan pertanyaan istri nya ,ia benar-benar tak menyangka jika Sarah akan menanyakan hal itu

__ADS_1


Dokter tersenyum,"Ibu tenang saja ,saya tidak akan menutup lubang nya kok,saya hanya ingin memperbaiki yang robek nya,biar ibu nya kembali cantik " Ucap dokter itu


"Memang bisa begitu dok ?" Tanya Sarah


Dokter pun hanya tersenyum simpul,lalu ia memberi peringatan," Baiklah , siap-siap ya Bu,jangan lupa kain nya gigit " Dokter segera melakukan tugas nya namun sebelum itu dokter itu meminta Iqbal untuk menjauh dengan isyarat .Iqbal pun mengerti,ia kemudian beralih pada bayi nya yang selesai dibersihkan


"Sini sus,mau saya adzanin " Pinta nya,perawat itu pun segera memberikan bayi nya


"Alhamdulillah,hai bayi tampan nya papa " Setelah itu Iqbal pun segera mengadzani bayi nya ,bersamaan dengan itu Sarah nampak kesakitan menahan rasa sakit di bagian inti nya yang sedang di jahit dokter ,saking sakit nya Sarah sampai berlinang air mata yang bercampur dengan peluh nya ,kedua tangan nya mencengkram kuat-kuat pinggiran tempat tidur.


"Huuuuhhuuu....ternyata begini banget sakit nya .... huuuhhuuu....aku kapok gak mau lagi-lagi" Jerit Sarah membatin


Iqbal yang selesai mengadzani bayinya melihat istri nya merasa tak tega. Iqbal pun memberikan bayi nya pada perawat untuk di letakkan di box bayi. Setelah itu Iqbal kbali mendekat.


Iqbal mencondongkan tubuh nya pada Sarah lalu memeluk nya ,ia harap dengan begitu akan sedikit mengurangi rasa sakit nya.


"Kamu kuat sayang ,tahan sebentar lagi ya,ada aku di sini,aku sangat menyayangimu " Bisik Iqbal membisikan kata-kata cinta ditelinga Sarah


Bak terkena sihir,rasa sakit yang daritadi terasa menyiksa nya perlahan sirna,rupanya Sarah mulai terlena dengan ucapan suami nya.


Beberapa saat kemudian dokter pun selesai." Alhamdulillah, selesai. Sekarang sudah cantik lagi,nanti kalau mau pipis atau buang air besar jangan ditahan ya " Dokter lalu membantu Sarah mengenakan pembalut melahirkan


"Ini sembuh nya kapan dok ?" tanya Sarah yang kini sudah kembali berbaring


"Tidak lama setelah selesai masa nifas juga pasti sudah sembuh " Jawab dokter ramah


"Nanti kalau suami saya masukin anu nya sakit gak dok?"


Iqbal terperanjat mendengar pertanyaan yang menurut nya sangat ekstrim,telinga dan wajah nya sampai memerah karena malu. Bidan dan perawat yang masih berada di sana pun saling lirik dan mengulum senyum.


"Sayang,kita bahas itu lain kali ya,sekarang lebih baik kamu istirahat" Ucap Iqbal lirih


"Tidak apa-apa pak,justru hal seperti itu memang harus dibahas,sebab mengingat kondisi robekan yang cukup parah takutnya Bu Sarah menjadi trauma dan takut ketika ingin berhubungan badan. Jika sudah ada penjelasan terlebih dulu insyaallah semua nya akan baik-baik saja,dan Bu Sarah tidak akan merasa khawatir lagi ..." Dokter pun lalu menjelaskan nya


"Oh, seperti itu ya dok ,terima kasih banyak ya dok ,maaf sudah merepotkan dokter dan yang lain nya,maaf juga saya sudah bawel " lirih Sarah ,ia menyadari kebawelan nya dari pertama masuk ruangan bersalin


"Iya Bu tidak apa-apa,kami semua maklum kok " Dokter pun meminta para perawat untuk membereskan peralatan medis, sementara Sarah dan bayi nya akan segera dipindahkan ke ruangan rawat


Beberapa jam kemudian


"Eh,ibu " Nyawa nya belum terkumpul sempurna hingga ia merasa sedikit linglung


"Kalian pules banget tidur nya ,saking pules nya kami sampai gak tega bangunin " Sindir Banu


"Hehehe....papa,abis nya nyaman banget tidur sambil dipeluk " cengir Lala


"Sini bu,Azlan pasti haus itu " pinta Lala


Susi pun segera memberikan baby Azlan untuk segera di susui. Sri segera menutup tirai agar Banu dan Damar tidak melihat Lala yang sedang menyusui.


"Gimana mah,apa Sarah sudah melahirkan nya ? Bayinya cewek apa cowok ?" tanya Lala antusias


"Alhamdulillah,sudah . Bayinya cowok " Jawab Sri


"Wah kamu ada temen berantem nih " Cetus Lala


"Hus...ngomong tuh ya,asal banget. Jangan gitu nanti dicatat malaikat kan bahaya ,gimana nanti kalau anak kalian udah besarnya berantem terus " Tegur Sri


"Bercanda mah....bercandaa....." Ucap Lala


Sementara di ruangan lain,Sarah nampak terlelap. Mila dan Ovan berada di sana sedang memperhatikan bayi mungil yang juga sedang tidur di box.


Sementara Iqbal ia harus pergi sebentar karena ada hal yang urgent, sementara ia menitipkan Sarah pada Mila dan Ovan.


Jika Mila dan Ovan sedang memandangi bayi Sarah ,Deni saat ini sedang dalam perjalanan menjemput kekasih nya,Alena.


Alena sangat antusias mendengar Sarah sudah melahirkan,sebelum nya Alena pernah beberapa kali melihat baby Azlan saat Lala masih terbaring koma.


Singkat cerita ,kini Alena dan Deni sudah diperjalanan menuju rumah sakit.


"Deni, menurut kamu kalau aku pindah keyakinan gimana ?" Tanya Alena di tengah keheningan

__ADS_1


"Alhamdulillah,bagus itu. Tapi aku tidak mau jika alasan kamu pindah agama karena aku " ucap Deni,ia merasa senang jika Alena benar-benar ingin pindah keyakinan dan akan sangat mendukung nya,tetapi jika alasan gadis itu karena dirinya ,ia tidak akan mengizinkan nya


"Kamu jangan GeEr ,aku sudah dari dulu ingin pindah keyakinan hanya saja aku masih ragu " Ucap Alena


"Benarkah?" Tanya Deni terkejut


"Lalu bagaimana dengan orang tua kamu ,apa mereka setuju ?" Tanya Deni lagi


"Mereka setuju kok,apapun keputusan yang aku pilih mereka selalu mendukung " Jawab Alena tersenyum


"Wah,bagus itu. Lalu kapan rencana nya ? Jika bisa aku akan luangkan waktu agar bisa mendampingi kamu saat mengucapkan dua kalimat syahadat " Tanya Deni antusias


"Secepat nya " Jawab Alena


"Apa kamu serius dengan aku,Deni ?" Tanya Alena kemudian, Deni menoleh


"Tentu saja aku serius,kapan lagi aku dapat calon istri bule yang cantik dan seksi seperti kamu " Jawab Deni


"Gombal. Bukan nya di Amerika banyak bule juga,kenapa gak kamu nyari bule lain saja " Cetus Alena


"Gak mau ,bule di sana gak ada yang cantik nya kaya kamu "Ucap Deni lagi


"Hm....gombal terus kamu " Alena mencebik,namun tak dipungkiri jika hatinya berbunga-bunga mendengar ucapan Deni yang ia katakan gombal ,meski di sisi lain ia menyimpan keresahan juga ketakutan jika pria yang ia cintai itu akan pergi meninggalkan nya ,karena masa lalu yang belum ia ceritakan


"Loh kok gombal sih,beneran loh hanya kamu bule satu-satunya yang nyantol di hati aku. Kalau enggak mana mungkin aku bela-belain pulang ,coba "


"Iya deh iya ,aku percaya" Ucap Alena namun seketika ia terdiam


"Deni "panggil nya pelan


"Iya Busang "


"Kok Busang ?"Tanya Alena bingung


"Bule ku sayang "Sahut Deni melirik Alena sambil tersenyum


Bluuusss'


Seketika wajah Alena merona. Alena memalingkan wajah sambil mengulum senyum nya.


"Ada apa hem ?" tanya Deni sambil mengulurkan tangan kiri nya menyentuh kepala Alena


Mendadak Alena jadi terdiam,ia ragu untuk mengatakan nya atau tidak. Ia yakin pria itu pasti akan kecewa padanya dan parahnya mungkin Deni akan meninggalkan nya,sementara ia tidak ingin kehilangan pria itu.


"Kok diam ? Apa ada masalah ? Coba cerita ! Atau ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan ?" Tanya Deni lalu meraih tangan Alena dan menggenggam nya


"Sebenarnya....aku takut " Lirih Alena


"Takut kenapa ?" Deni mengerutkan kening nya ,ia melirik sekilas sebab ia masih harus fokus pada jalanan


"Aku tahu ,kamu pasti akan kecewa ,dan aku takut kahilangan kamu " Lirih Alena menundukan kepala enggan menatap Deni


"Kamu bilang dulu ada apa,belum apa-apa kamu udah yakin aku bakal kecewa. Memang nya ada apa?" Tanya Deni semakin merasa penasaran


"Kenapa ,kok diam ? Ayo katakan ada apa ,jangan bikin aku penasaran loh ,aku janji gak akan marah " Ucap Deni mencoba merayu Alena untuk bercerita


Terdengar helaan nafas Alena ,nampak sekali kegundahan dari raut wajah nya,jari jemari nya pun terlihat saling meremas menandakan jika ia tidak siap untuk mengatakan yang sebenarnya.


"Ya sudah kalau kamu belum mau cerita juga gak apa-apa,aku gak akan maksa ,tapi saran aku jika itu menyangkut masa lalu kamu ,aku harap kamu katakan saja padaku , insyaallah aku tidak akan marah jika aku mendengar nya sendiri dari mulut kamu ,daripada aku denger nya dari orang lain " ucap Deni tak ingin memaksakan,namun apapun yang nanti akan disampaikan kekasih nya,pria itu sudah menyiapkan hati ,sebab ia mencintai Alena tulus tanpa ada apapun yang menjadi embel-embel.


"Beneran kamu tidak akan marah dan ninggalin aku ?" Tanya Alena ragu


"Sampai kapan pun aku tidak akan meninggalkan kamu Alena ,aku janji " Ucap Deni yakin


"Janji ya "


"Iya Busang ku " Yakin Deni


"Se... sebenarnya,... sebenarnya aku ....aku sudah tidak perawan " lirih Alena dengan suara bergetar,ia bahkan semakin menundukan kepala saking takut dan gugup nya


Mendengar pengakuan sang kekasih,Deni pun sontak mengerem mendadak ,beruntung di belakang nya tak ada kendaraan lain.

__ADS_1


Ckiiiiitttt'


Bersambung......


__ADS_2