Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Suami idaman


__ADS_3

Ovan mendadak kesal dengan kehadiran orang itu.


"Ngapain kamu ke sini ?" Tanya Ovan sinis


"Main bola. Ya makan lah,ngapain lagi memang " Jawab nya lalu duduk di kursi kosong


"Eeh,...siapa yang nyuruh kamu duduk ? Sana cari tempat duduk lain ,masih banyak tuh yang kosong "


"Yah elah,pelit amat " ucap nya mencebik


"Udah deh Van,biarin aja lagian juga kita sebentar lagi selesai kan " Ucap Mila


"Iya juga ya,ya udah terserah deh " Sahut Ovan pasrah


"Kamu memang sendirian aja Lex ?"tanya Mila


"Enggak juga ,tadi udah janjian. Sebentar lagi pasti datang "Sahut Alex


"Cewek ? " Tanya Ovan


"Kalau cewek kenapa ? Kalau cowok kenapa ?" Tanya Alex seraya mengangkat satu alis nya


"Ya gak apa-apa,cuman nanya doang " Jawab Ovan membuang muka


"Aku ke toilet sebentar ya " Ucap Mila yang sudah selesai makan nya


"Ok,sayang. Jangan lama-lama" Ucap Ovan. Mila pun segera beranjak,sementara Alex seakan ingin muntah mendengarnya


"Apa ? Syirik aja " Ketus Ovan


"Dih,siapa yang syirik yang ada eneg gue " Ucap Alex


"Kamu ngapain sih pake ke sini segala ?" Tanya Ovan lagi


"Ya mau makan lah "Jawab Alex


"Ya maksud nya ngapain pake duduk di sini ,di tempat lain kan bisa.Noh masih banyak kursi nganggur " tunjuk Ovan


"Suka-suka gue lah mau duduk dimana juga ,kenapa Lo yang ribet " Sahut Alex santai


"Ya aku gak suka " Sewot Ovan


"Sewot amat Lo ma gue , takut cewek nya gue embat ya" Tebak Alex


Ovan tak membalas ucapan Alex. Pria itu nampak mengepalkan tangan dengan nafas yang menggebu-gebu menahan emosi. Ovan kesal karena tebakan Alex benar adanya. Ia takut jika Alex merebut Mila darinya.


"Hehehe.... Lo tenang aja ,kalau udah jodoh gak akan kemana ,lagian selama janur kuning belum melengkung kesempatan buat gue deketin cewek Lo masih ada kok " Ucap Alex menambah rasa emosi pada diri Ovan semakin menggebu


Brakkk'


"Apa kamu bilang ? Berani deketin Mila langkahi dulu mayat ku " Seru Ovan menggebrak meja ,semua orang melihat ke arah nya


"Wah,gampang kalau gitu. Gue tinggal nunggu Lo jadi mayat terus gue langkahi deh " Sahut Alex bercanda,namun Ovan menganggap serius ucapan Alex


"Kamu ....." Ovan mengangkat tangan kanan nya yang mengepal hendak meninju Alex,namun Mila saat itu keburu datang dan melerai nya


"Hey...ada apa ini ? Kenapa kalian bertengkar ?" Lerai nya seraya menarik tangan Ovan


"Kita gak bertengkar kok,cuman bercanda doang.Iya gak " ucap Alex


"Bercanda kok kaya gitu " Gumam Mila heran


"Terserah kalau gak percaya " ucap Alex santai namun Mila tak mau percaya begitu saja apalagi melihat ekspresi wajah Ovan yang terlihat kesal


"Ya sudah kalau gitu kita berdua pamit ya ,yuk Van!"Ucap Mila kemudian menarik lengan Ovan


"Ok,kamu hati-hati lain kali kita makan bareng-bareng" Ucap Alex seraya mengedip kan satu mata nya


Mila segera menarik Ovan yang kembali emosi dengan ucapan Alex.


"Udah ,yuk kita pergi "


Mereka berdua akhirnya pergi meninggalkan kafe tersebut. Alex menatap keduanya dengan sudut bibir tersungging.


"Huh,...dasar bucin. Baru gitu aja udah emosi ,gimana kalau beneran gue tikung cewek nya " Alex menggelengkan kepala nya


Tak lama kemudian seseorang yang dimaksud Alex datang. Ia yang bisa langsung melihat keberadaan Alex pun segera menghampiri nya.


"Assalamualaikum...." Seorang gadis berparas cantik mengenakan hijab


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh...." Jawab Alex


"Maaf menunggu lama " Ucap nya tak enak hati

__ADS_1


"Iya ,tak apa-apa. Kebetulan aku juga baru saja sampai kok ,baru aja duduk " Ucap Alex sangat sopan,bahkan cara dan gaya berbicara nya pun berbeda dari biasanya


"Oh iya,silahkan duduk ! Mau pesan apa,makan ? Minum ?" Tanya Alex


"Lemon tea dingin saja,kebetulan aku sudah makan tadi " Jawab gadis itu seraya memperhatikan piring bekas Mila dan Ovan


Alex mengerti arti dari tatapan gadis itu. "Oh,ini bekas teman-teman aku tadi. Mereka baru saja keluar " Jelas nya


"Oh, gitu ya " Gadis itu mengangguk


"Ya sudah. Sebentar aku pesankan dulu " Alex beranjak untuk memesan minuman yang di minta gadis berhijab itu


Tak lama Alex kembali.


"Jadi bagaimana caranya kita membantu anak-anak agar tempat tinggal mereka tak jadi digusur ?" Tanya gadis itu saat Alex baru saja duduk


"Itu dia yang juga aku sedang fikirin. Kita gak boleh gegabah salah-salah malah kita nanti yang terkena masalah. Kamu tahu sendiri bukan siapa yang kita hadapi "Tutur Alex


"Iya sih,untuk menghadapi nya kita harus punya bekingan yang juga kuat ,yah minimal satu tingkat diatas bekingan orang itu " Ucap gadis itu


"Bekingan ya "Gumam Alex


"Kamu ada teman atau kenalan yang punya jabatan tinggi gitu sekelas wali kota contoh nya ?" Tanya gadis itu kemudian


"Gak ada deh kaya nya,semua teman aku anak-anak geng motor "ujar Alex jujur namun kemudian ia teringat sesuatu.


Tapi ......"


"Tapi apa?"


Di tempat lain


Lala dan Sarah sudah selesai melakukan pemeriksaan kandungan mereka. Namun saat Sarah hendak pulang Lala menginginkan pergi menonton bersama.


Jadi, di sini lah mereka berada. Lala dan Sarah sedang berunding film apa yang akan mereka tonton. Sementara Azzam dan Iqbal tengah mengantri untuk membelikan cemilan dan minuman untuk istri-istri mereka.


"Aku fikir udah ada rencana film apa yang mereka tonton,ternyata malah bingung " Ucap Iqbal membuka obrolan ,karena dari tadi baik Azzam maupun Iqbal hanya saling diam. Bukan karena masalah Iqbal yang pernah menyatakan perasaan nya secara terang-terangan terhadap Lala ,tapi lebih ke rasa canggung


"Namanya juga bumil ,pasti ada saja kelakuan nya yang bikin gemas dan geleng-geleng kepala " Ucap Azzam


"Iya,kamu ada benar nya. Aku jadi ingat saat usia kandungan Sarah masuk lima bulan. Kamu tahu sendiri kan bagaimana Sarah ,dia yang aku kenal kalem dan lemah lembut bisa tiba-tiba berubah bawel dan cerewet saat hamil. Aku aja sering kena omel karena pulang malam terus ,padahal sebelum nya dia tidak pernah mempermasalahkan hal itu asal aku pulang, jam berapa pun dia selalu ngerti. Tapi kali ini rasanya uwow banget " Curhat Iqbal


Mereka terus mengobrol mengenai istri mereka sampai tak terasa antrian nya mulai kosong ,mereka baru menyudahi gibahan nya itu.


"Gimana udah tahu mau nonton film apa ?" Tanya Azzam pada Lala


"Gak jadi. Gak ada yang cocok " Jawab Lala tanpa dosa


Azzam dan Iqbal saling lirik


"Gak ada yang cocok bagaimana?" tanya Iqbal


"Gini loh bang,aku mau nonton film romantis,tapi Lala katanya pengen nonton film aksi. Sementara kita maunya nonton barengan tapi pas tadi nanya sama petugas nya katanya gak ada film romantis dibarengi aksi " tutur Sarah


"Bukan nya ada ya ,aku aja pernah nonton yang versi bajakan,tapi lupa judul nya " Ucap Azzam


"Tau tuh ,katanya gak ada. Udah yuk kita pulang aja. Mending nonton nya di rumah aja sambil tiduran,kalau di sini bikin pinggang sakit karena duduk terus " Cetus Lala


Tentu saja hal itu membuat Azzam menggelengkan kepala begitu pula dengan Iqbal.


"Lalu ini makanan nya ?" Tanya Azzam


"Buat di rumah "Sahut Lala


"Baiklah ,kita pulang " Ucap Iqbal lalu menggandeng Sarah


"Eh,tapi sebelum pulang kita makan dulu yuk ! Laper " Ucap Lala seraya menyentuh perut buncit nya


"Gimana sayang ?" Tanya Iqbal pada Sarah


"Ya udah kita makan dulu, kebetulan aku juga lagi kepingin makan sesuatu " Sahut Sarah


Akhirnya mereka pergi untuk mencari tempat makan. Setelah menemukan restoran yang sesuai dengan kedua bumil itu,mereka berempat pun segera duduk di meja yang kosong ,kebetulan meja yang kosong ada empat kursi,karena sebagian meja ada yang tiga dan dua kursi ,tergantung kebutuhan.


"Kamu mau pesan apa sayang ?" Tanya Azzam


"Aku mau ..... "Lala pun menyebutkan beberapa jenis makanan juga minuman


Azzam ,Iqbal ,dan Sarah nampak terbengong-bengong mendengar banyak makanan yang Lala pesan.


"Kamu pesan banyak gitu emang mau habis ?"Tanya Sarah ,ia hanya memesan satu menu makanan


"Ya habis lah,makanan segitu mana kenyang aku , seharusnya sih aku makan di warteg saja biar porsinya jumbo dan bikin kenyang "Sahut Lala

__ADS_1


"Ya udah gak apa-apa,bumil makan nya kan harus banyak ,biar ibu dan janin nya juga sehat " Ucap Azzam


Sementara itu di tempat lain, Deni yang setiap hari setiap waktu selalu bergelut dengan urusan kampus kali ini ia memutuskan untuk beristirahat sebab ia merasa tak enak badan.


Meski demikian Deni tak benar-benar beristirahat,sebab ia harus belajar untuk mengelola perusahaan Kusuma sang kakek.


"Ya Allah ,ternyata jadi cucu konglongmerat begini amat ya ,enakan jadi orang biasa saja rasanya " Gumam nya lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur ,sementara laptop nya ia biarkan menyala di samping nya


"Apa kabar nya mereka ya" Deni teringat dengan semua teman-teman nya di tanah air


"Lala sama Sarah pasti sudah besar hamil nya. Aku harus kado apa ya sama mereka kalau lahiran nanti "


Memikirkan hal itu ,ia jadi teringat pada Alena. Sudah sebulan lebih ia dan Alena tak berkomunikasi. Perbedaan waktu membuat mereka sulit hanya untuk sekedar bertukar pesan. Kadang saat Deni menelpon di Alena sudah tidur, begitu pun sebalik nya. Mengirim pesan pun kadang tak bisa langsung saling membalas pesan.


"Andai aku bisa mempercepat waktu " lirih nya


Karena terlalu lelah dan penat dengan rutinitas nya ,Deni pun akhirnya tertidur.


Keesokan harinya


Lala masih menggulung diri nya dengan selimut. Selesai sholat subuh Lala kembali merebahkan tubuh nya di tempat tidur. Cuaca yang dingin di pagi hari padahal sudah masuk musim panas ,membuat perempuan hamil itu merasa enggan bangun dari tempat tidur.


"Sayang,mau sampai kapan kamu seperti ini,kamu gak kuliah ?" Tanya Azzam seraya memeluk Lala


"Kuliah lah. Lima menitan lagi deh ,masih males bangun,apalagi aku nya yang malah kamu kekepin gini,jadi makin betah di tempat tidur deh " Sahut Lala malas


"Hm...maunya "Ucap Azzam


"Biarin sama suami ini,daripada sama suami orang " celetuk Lala


Tak'


"Aw,.... sayang.....sakit tau,kok kamu kdrt sih " Pekik Lala terkejut


"Lebay kamu sayang ,orang aku sentil doang,lagian tuh mulut enteng banget ngomong nya ,kan aku gak suka " ucap Azzam yang memang hanya menyentil kening Lala


"Emang nya aku ngomong apa ?" Tanya Lala nampak tak menyadari kesalahannya


"Awas aja kalau kamu berani peluk-peluk suami orang !" Ancam Azzam


"Hihihi....orang aku bercanda juga ,kamu anggap serius " Lala terkikik merasa apa yang Azzam fikirkan sangat lucu


"Bercanda kamu tidak lucu sayang ,gimana nanti kalau ada malaikat nyatet terus Allah kabulin, amit-amit deh jangan sampe " ucap Azzam serius


"Ucapan itu adalah doa,jadi jangan ngucapin sesuatu yang bukan-bukan " tambah nya


"Iya maaf,aku khilaf "Lirih Lala


"Tolong, jangan ulangi lagi ya ! Meski hanya ngebayangin kamu sama pria lain saja aku gak sanggup "lirih Azzam


"Iya, sayang aku gak akan ngilangin lagi " Janji Lala


"Iya,maaf ya udah aku sentil ! Sini mana yang sakit "Azzam pun bangun dan merubah posisi nya menjadi duduk ,ia lalu mencium kening Lala yang tadi ia sentil


"Gak ada bekas nya kok,kan aku nyentil nya pake cinta " cetus Azzam


"Tapi tetep aja sakit "Lala mencebik


Tiba-tiba Lala merasakan sesuatu pada perut nya ,ia lantas meraih lengan Azzam dan meletakan telapak tangan Azzam pada perut nya.


Seketika Azzam terkesima. Matanya lalu terpejam ketika telapak tangan nya merasakan gerakan janin dalam perut istrinya.


"Masya Allah , sehat-sehat ya nak di dalam " Lirih Azzam seraya mengusap perut Lala


Azzam kemudian mengajak janin nya berbicara "Kamu sedang apa nak di dalam ? Main bola ya ,tendangan nya sampai kenceng begitu "


"Kamu aneh-aneh saja ,masa main bola dalam perut " Lala merasa ucapan Azzam tak masuk akal ,namun Azzam hanya tersenyum,ia kembali mengajak calon bayi nya berkomunikasi


"Apa ? Kamu mau papa solawati ?" Azzam menempelkan telinganya pada perut buncitnya Lala ,terasa kembali gerakan janin nya mengenai pipi nya


"Baiklah,papa akan bersalawat supaya kamu tumbuh jadi anak yang soleh atau solehah. Insyaallah, bismillahirrahmanirrahim "


Azzam kemudian bersolawat tepat di depan perut Lala sambil sesekali mengusap perut nya.Lala yang melihat tindakan Azzam pun merasa terharu dan bahagia. Sungguh apa yang Azzam lakukan menjadikan nya sebagai seorang suami idaman.


"Ya Allah,terima kasih telah memberikan sosok pria baik dan perhatian ini untuk hamba. Sehatkan lah ia,dan permudah kan lah segala urusan nya dalam mencari nafkah untuk ku dan calon bayi kami. Semoga apa yang ia lakukan akan selalu menjadi berkah untuk keluarga kecil hamba " Doa Lala membatin


Setelah hampir tiga puluh menit akhir nya Azzam menyudahi solawat nya.


"Kalau gitu aku mandi duluan ya ,atau mau mandi bareng ?" Goda Azzam


"Boleh deh ,tapi mandiin " pinta Lala manja


"Ok ,dengan senang hati " Ucap Azzam bersemangat

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2