Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Masa depan suram


__ADS_3

Pagi yang cerah secerah hati kedua insan yang kini tinggal berpisah untuk sementara.


Lala sudah menemukan ponsel nya yang ternyata berada di kamar mandi. Saking tak ingin terlewatkan panggilan telepon dari orang terkasih Lala sampai membawa-bawa ponsel nya kemana pun ia melangkah. Tetapi justru ponsel nya malah tertinggal dan sial nya ia malah lupa.


"Iya maaf, aku beneran lupa naruh hp nya" Lirih Lala . Saat ini la tengah melakukan video call bersama Azzam


"Iya ,tak apa-apa,kamu sedang apa ?" Tanya Azzam


"Lagi mau siap-siap ke kampus " Jawab Lala


"Jangan lupa sarapan ,aku lupa ngasih tau kamu ,di kulkas ada makanan ,kamu hangatkan saja jika ingin makan"


"Iya makasih " Jawab Lala , sungguh ia sangat merasa malu pada suami nya itu.


"Kamu kenapa ?" Tanya Azzam yang dapat melihat perubahan raut wajah Lala


"Gak apa-apa,aku hanya malu saja "Lirih nya


"Malu kenapa ?"


"Malu karena setiap hari malah kamu yang siapain makanan sementara aku gak bisa masak selain masak nasi ,telur dan mie instan "Jawab nya jujur sembari meringis senyum


"Ya gak apa-apa,aku senang kok melakukan nya ,nanti kamu bisa belajar juga kan ,tapi aku sih gak nuntut kamu buat bisa masak La,asal kamu selalu dalam keadaan sehat dan bahagia itu sudah lebih dari cukup" Ujar Azzam yang sontak membuat Lala terharu


"Ih kamu kok sweet banget sih " Ucap Lala malu-malu meong ,Azzam pun tersenyum


"La sudah dulu ya ,aku udah mau berangkat ke kampus "


"Iya ,aku juga mau berangkat nih " Ucap Lala


Video call pun berakhir. Baik Lala maupun Azzam keduanya sama-sama menghembus kan nafas.


"Sabar La , sebentar lagi kita tak akan terpisah " Gumam Azzam seraya menghampiri motor nya. Motor pemberian mertua nya sebagai hadiah pernikahan nya


"Sudah mau berangkat ?" Tanya Susi keluar dari rumah dengan menggendong baby Arkan


"Iya Bu,dek kakak berangkat ya,jangan rewel " Azzam mencium kepala baby Arkan dengan penuh kasih sayang


"Aku berangkat ya Bu, assalamualaikum " setelah menyalimi ibu nya Azzam pun pergi. Sementara Damar ,ayah nya sudah berangkat menuju toko kelontong miliknya yang terletak di sebuah pasar.


"Waalaikum salam "


Setengah jam kemudian Azzam sampai di kampus nya. Semua mata memandang ke arah nya.


"Wah siapa tuh,motor nya keren "


"Gokil,itu kan motor keluaran terbaru"


"Jangan-jangan mahasiswa baru "


Pertanyaan-pertanyaan itu menyambut kedatangan Azzam pagi ini. Mereka menatap penasaran siapa yang tengah duduk di kuda besi tersebut. Mayang yang juga berada di sana pun menghentikan langkah nya. Ia bahkan menatap tak berkedip saat pemilik motor tersebut membuka helm nya.


"What ? Itu kan Azzam " Pekik Mayang tertahan,ia bahkan sampai menutup mulut nya


Azzam yang benar-benar cuek tak bereaksi apa pun terhadap mereka yang terus membicarakan nya ,pria itu berjalan dengan tatapan lurus ke depan.


"Hai Zam,apa kabar ?" sapa Mayang

__ADS_1


"Baik " Jawab Azzam datar tanpa menghentikan langkah apalagi menoleh pada nya. Azzam benar-benar mengabaikan Mayang.


Mayang pun jadi semakin kesal karena ia diabaikan.


Sementara di tempat lain,hal serupa pun hampir sama ,kedatangan Lala disambut dengan antusias karena mobil yang Lala gunakan merupakan sebuah mobil keluaran terbaru juga. Mereka nampak penasaran hingga kemudian Lala keluar dari dalam mobil semua orang mencebik.


"ck kirain siapa,ternyata cewek bar-bar itu "


"Iya ,tadinya gw mikir bakal ada mahasiswi baru ,tau dia mending gw ke kantin saja deh"


Mereka yang tadi berkerumun pun sontak membubarkan diri. Meski semua penghuni kampus nya tak begitu respect terhadap nya ,Lala tak pernah menghiraukan apalagi memikirkan nya,baginya selama mereka tak mengganggu nya Lala pun tak akan mempermasalahkan.


Saat Lala sedang berjalan ia memicingkan mata melihat sosok pria yang nampak tak asing baginya.


"Itu orang kok kaya kenal ya,tapi siapa?" Gumam nya pelan


Karena penasaran Lala pun berjalan mendekati nya. Namun sosok pria itu malah pergi dan Lala kehilangan jejak nya diantara kerumunan para mahasiswa.


"Haiiisshh....kemana perginya " Lala celingukan namun ia tak menemukan orang yang dicari nya


Hingga kemudian tepukan di bahu nya juga suara yang terdengar membuat nya terperanjat dan langsung berbalik.


"Cari siapa ?"


Seketika Lala melotot saat seseorang tengah berdiri dihadapan nya sambil memasang senyum.


"Ovan ! Kamu ngapain di sini?" Seru Lala


"Menurut anda ,ngapain kalau orang ada di area kampus?" Tanya Ovan balik


"Wah parah masa jualan kolor,aku ke sini mau jualan batu akik " Ucap Ovan sambil mencebik


"Hahaha.....bisa aja. Kamu ngapain sih ?" Tanya Lala lagi


"Ya kuliah lah ,aku baru saja pindah ke sini tiga hari yang lalu "Jawab Ovan sambil menyugar rambut nya


"Seriusan kamu pindah kuliah ke sini?" Tanya Lala antusias


"Mila dan Sarah tahu?" Tanya Lala lagi


"Tahu "Jawab Ovan


"Kok mereka gak cerita ya " Gumam Lala


"Masa sih ?" Tanya Ovan


"Iya ,padahal kemarin mereka datang ke rumah tapi gak ngomong apa-apa "


"Masa gak ngomong apa-apa? Emang nya kalian patung atau bisu pake gak ngomong apa-apa" Ucap Ovan


"Maksudnya mereka gak ngomongin kamu gitu loh" Ucap Lala gemas sementara Ovan malah terkekeh melihat teman nya itu kesal


"Ya udah deh ayo masuk ! Kamu ambil jurusan apa?" Tanya Lala


"Komputer atau informatika "


"Wuih,sama dong , kalau gitu yuk kita masuk bareng "

__ADS_1


Mereka pun akhirnya masuk bersamaan ke ruang kelas.


Sementara di kampus Ovan terdahulu nampak seorang wanita muda dan paruh baya nampak geram menahan kesal karena mereka kehilangan seseorang.


"Kurang ajar , berani-berani nya dia melarikan diri atas apa yang sudah dia lakukan pada mu. Kamu tenang saja mama akan cari dia sampai dapat dan mimta pertanggung jawabkan perbuatan nya" Geram mama wanita muda itu


Bagaimana tak merasa geram,jika pihak kampus sama sekali tak mau memberi tahu kemana orang yang ia cari pindah universitas.


Ketika matahari merangkak semakin naik hingga berada tepat di atas kepala,Lala , Mila ,Sarah dan Ovan tengah menikmati makan siang mereka di salah satu kafe.


"Gila ,aku gak nyangka banget deh kita bisa kumpul lagi kaya gini,meski mines Deni dan Azzam " Ucap Lala


"Ngomong-ngomong Azzam ,gimana kabar nya ? Kalian pengantin baru malah langsung LDR an,gak takut Azzam digaet cewek lain apalagi yang aku denger tuh ada satu cewek yang gencar banget deketin Azzam " Ucap Deni


Seketika raut wajah Lala berubah


"Iya kah? Kata siapa ?" Seperti apa cewek nya?" Tanya Lala beruntun


"Kalian ingat Cici yang waktu ujian akhir malah ngompol di kelas ?" Tanya Ovan menatap ketiga wanita di depan nya bergantian


"Iya aku ingat ,kenapa memang nya ?" Tanya Sarah


"Nah dia kan satu universitas sama Azzam ,aku tahu juga kata dia " tutur Ovan


"Kalian pernah ketemu?" Tanya Mila


"Iya waktu gak sengaja bertemu di jalan ,kebetulan juga cewek yang namanya Mayang juga ada di sana ,eh dia tiba-tiba cerita ,jadi aku tahu deh " jelas Ovan


"Terus cewek nya kaya apa ?" Tanya Lala


"Cewek nya cantik , tinggi semampai ,body nya kaya gitar spanyol ,pokok nya udah kaya model-model internasional deh " Ovan sengaja memanasi Lala


"Oh "


"Kok cuman oh sih ,kamu gak marah dan takut ?" Tanya Ovan heran melihat ekspresi wajah Lala yang terlihat biasa saja


"Kenapa mesti marah ,kan yang deketin si Mayang Mayang itu bukan Azzam. Biarin saja sih ,aku percaya Azzam kok ,dia gak mungkin tergoda "Ucap Lala ,berusaha senormal mungkin padahal hati nya memendam rasa kesal dan cemburu


"Yakin ? " Tanya Ovan lagi hingga kemudian ia mendapat lemparan keripik kentang dengan Mila pelaku nya


"Kamu nih ,seneng ya bikin rumah tangga orang berantakan ,nanti kalau mereka berantem gimana ?" Sewot Mila melotot


"Justru aku mau tahu gimana kalau mereka berantem "Sahut Ovan semakin melebarkan senyum nya


"Wah parah " gumam Sarah


"Dasar gila "Cibir Mila sembari memukuli lengan dan pundak Ovan ,namun yang terkena pukulan justru tertawa terbahak


"Hahaha....hey lihat si Lala aja biasa saja kok kamu yang sewot sih " Ucap Ovan


"Udah-udah kalian ini malah ribut ,aku gak apa-apa kok. Kan aku udah bilang tadi kalau aku percaya sama Azzam ,gak mungkin dia macam-macam,kalau pun dia beneran berani macam-macam,aku pastikan akan kebiri dia tanpa ampun " Sengal Lala seraya menancapkan garpu pada makanan nya dengan keras


Gluk'


Ovan menelan saliva nya berat " Masa depan suram ini "Lirih nya


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2