Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Gambaran ketakutan Lala


__ADS_3

Sarah yang kini sudah berada di rumah Iqbal benar-benar diperlakukan seperti putri oleh Ratmi. Ia yang sudah lama menginginkan anak nya menikah tak ingin menyia-nyiakan Sarah begitu saja,apalagi ia sudah terlanjur menyukai Sarah ,meski ia tahu hubungan Sarah dan Iqbal hanya pura-pura,tapi ia sudah bertekad untuk menyatukan mereka apapun resiko nya.


Budiono pun sudah menghubungi kedua orang tua Sarah ,mereka nampak terkejut saat mendengar kalau orangtua Iqbal akan datang melamar. Karena selama ini Sarah tidak pernah menceritakan tengah dekat dengan pria apalagi Sarah yang masih berkuliah.


Orang tua Sarah pun tak dapat mengambil keputusan karena keputusan ada di tangan Sarah,mereka hanya akan mendoakan yang terbaik untuk putri mereka.


"Ayo dimakan dulu ,mama sudah masak ini spesial untuk kamu,calon menantu ku " Ucap Ratmi memberikan sup iga kesukaan Sarah. Sebelum memasak Ratmi menanyakan terlebih dahulu pada ibu nya Sarah lewat telpon.


"Kok ,mama tahu aku suka banget sup iga?" Tanya Sarah ,ia mulai membiasakan diri memanggil nya dengan sebutan mama


"Malu bertanya sesat di jalan bukan ,jadi mama tadi telpon ibu kamu dan nanya-nanya tentang kesukaan kamu " Jawab nya jujur


"Astaga,sampai seperti itu " lirih Sarah membatin ,ia melirik pada Iqbal yang dari tadi hanya terdiam memperhatikan. Saat ini mereka sedang berada di ruang tengah


"Apa memang aku harus menikahi Sarah ,mama kelihatan banget sangat menyayangi Sarah aku sakit boro-boro dimasakin yang ada malah kena omel,lah Sarah malah dimasakin " batin Iqbal


"Apa mungkin ini yang terbaik? Tapi aku tak ingin menyakiti nya,dia wanita baik "Batin nya lagi


Sementara itu,


Hari ini hari ke tiga setelah kepulangan nya dari rumah sakit. Lala sudah mulai merelakan calon janin nya. Tapi ia masih terlihat murung,kedua orangtua Azzam sudah kembali ke kampung.


"Kamu kenapa sih ,kok aku perhatiin dari semalam kamu murung terus ,katanya udah ikhlas? Ada apa hem,ayo cerita ?" Tanya Azzam ikut duduk di samping Lala ,mereka sedang berada di teras rumah ,Lala baru saja selesai menyiram tanaman


"Apa ini hanya perasaan ku saja atau gimana ,rasanya ada yang beda " Ucap lala setelah menghela nafas


"Maksudnya?"


"Sikap kamu " Ucap Lala ambigu


"Sikap aku? Kenapa dengan sikap aku ?"Tanya Azzam semak bingung


"Aku merasa kamu sudah tak se sosweet dulu" Cetus Lala


"Maksud nya gimana ,kok aku gak ngerti?" Tanya Azzam lagi


"Kamu sudah berubah ,dulu aku sering baper sama sikap kamu,kok sekarang rasanya sikap kamu biasa saja ,bukan aku saja loh yang merasa ,para readers juga merasa kaya gitu ,bahkan othor nya saja gak menyangkal kalau hubungan kita terasa hambar "


"Kurang garem apa gula mungkin othor nulis nya ,atau mungkin othor nya sedang gak bisa mikir tapi maksain nulis " Jawab Azzam sekenanya


"Iya kali ya ,ya sudah deh ,kita ke dalem yuk,nanti siang aku berangkat ke kampus boleh ya "


"Ngapain ?"


"Ya kuliah dong Zam ,emang nya mau ngapain ?" Seru Lala


"Manggil nya jangan Azzam terus dong ,manggil sayang kek ,apa kek,kita kan udah bukan teman lagi"Keluh Azzam


"Bukan teman lagi ? Bukan nya kamu itu adalah teman hidup aku sekarang?"


"Iya, tapi please ubah panggilan kamu ke aku" pinta Azzam lagi


"Terus aku manggil nya apa ? Mas ? Kaya nya gak cocok sama muka kamu,manggil Abang mau gak ?" Tanya Lala

__ADS_1


"Gak lah masa Abang sih " Tolak Azzam ,ia mendadak teringat akan Iqbal yang juga dipanggil Abang oleh Lala


"Ya terus apa ?" Tanya Lala bingung


"Apa saja asal jangan Abang "Ucap Azzam


"Oppa saja deh kalau gitu,kamu kan mirip oppa-oppa Korea "


"Emang nya aku kakek-kakek dipanggil oppa ,enggak ah ,cari yang lain " Tolak nya


"Ye,...oppa itu artinya...hm...apa ya aku juga gak tahu hehehe ....tapi kebanyakan cewek Korea kalau manggil teman pria nya seperti pacar dengan kata oppa , kedengaran nya sweet gitu " tutur Lala


"Aku bukan orang Korea jadi jangan panggil oppa "


"Ya terus apa dong?" keluh Lala


"Aa saja gimana ,jadi aku manggil nya Aa Azzam , hihihihi kok aku geli sendiri ya " Lala malah terkikik dengan ucapan nya sendiri


"Ya gak apa-apa, aku kan orang Sunda ,kebanyakan di sana istri manggil suaminya Aa "Ucap Azzam yang nampak tidak keberatan dengan panggilan itu


"Enggak ah ,aku merasa aneh nyebutin nya " Tolak Lala


"Sayang saja,itu lebih cocok dan romantis"Ucap Azzam pada akhir nya


"Hm,... muter-muter nyari panggilan yang cocok ujung-ujungnya sayang juga,kenapa gak dari tadi sih,perkara panggilan saja bikin keder " keluh Lala membatin


"Yuk sayang kita ke dalam ,kamu mau mandi kan ? Kita mandi bareng gimana ?" Ajak Azzam sambil memainkan alis nya


"kamu sekarang jadi lebih suka bersolek deh " ucap Azzam


"Iya dong ,demi menjaga penampilan,agar kamu tak bosan dan lirik sana sini " Ucap Lala segera membuka baju yang ia kenakan ,namun kemudian ia menghentikan gerakan nya


"Kamu madep sana !" pinta Lala


"Udah ,gak perlu ! Aku sudah tahu semua anatomi tubuh kamu kok ,masa malu terus "Sahut Azzam enggan berbalik. "Emang nya aku pernah jelalatan apa " Gumam Azzam


"Iiih,aku bukan nya malu ,tapi aku takut kamu malah jadi nafsu lihat aku gak pake baju "


"Ya bagus dong ,emang sekarang aku jadi lebih nafsuan lihat kamu,jangan kan gak pake baju ,pake baju tebel sekalipun kamu udah buat aku bernafsu,sekarang saja rasanya aku pingin......" Azzam menjeda ucapan nya dengan tatapan nya yang nakal ,Lala selalu bergidik jika melihat ekspresi wajah nya yang tak biasa itu ,Azzam sudah seperti laki-laki mesum menurut nya. Dengan cepat Lala segera berlari ke kamar mandi


Azzam terkekeh melihat tingkah istrinya itu.


"Dasar ! Katanya mau ganti baju ,tapi gak bawa baju ganti " Gumam nya ,ia pun segera menyiapkan baju ganti untuk dipakai Lala dan juga dirinya ,tak lama kemudian pintu kamar mandi terdengar terbuka ,Lala memunculkan kepala nya


"Zam,eh....lupa. Sayang tolong ambilkan baju ganti aku dong " Pinta Lala malu-malu


"Ini ,udah aku siapin sekalian sama daleman nya kan ?" Azzam membawa dan memberikan nya pada Lala


"Hehehe,makasih. Kamu pengertian banget"Lala segera menyambar pakaian nya ,dan segera menutup pintu sebelum Azzam menerobos masuk


Tok tok tok


"Sayang ,buka dong masa pintunya dikunci ,aku juga pengen ikut masuk "

__ADS_1


"Enggak ,bahaya kalau kamu masuk , bisa-bisa aku telat ke kampus nya " Teriak Lala di dalam kamar mandi


"Emang nya mau ngapain kita,kan cuman ganti pakaian?" Tanya Azzam sengaja ingin menggoda Lala. Padahal ia tak mungkin menyerang Lala saat ini ,karena dokter melarang mereka melakukan hubungan suami istri sebelum Lala benar-benar bersih dan tak ada d*rah yang keluar


Tak ada sahutan lagi dari dalam ,Azzam pun segera bersiap-siap,tadinya jika beruntung dapat masuk bersama Lala ,ia akan mandi lagi,tapi berhubung Lala tidak memberinya masuk ,maka ia hanya berganti pakaian saja,karena sebelum nya ia sudah mandi. Meski hari ini ia tak ada jadwal kuliah ,tapi demi istri tercinta ia rela mengantar bahkan menunggu nya sampai selesai.


Beberapa saat kemudian Lala pun keluar dengan sudah berganti pakaian. Setelah merapikan diri dan mengenakan make-up natural ia langsung merapikan buku-buku yang akan dibawa.


"Sudah selesai?" Tanya Azzam


"Iya udah,kamu mau antar aku ?" Tanya Lala melihat Azzam yang sudah rapih


"Iya dong ,masa istri nya pergi sendiri,nanti kalau ada yang godain kan bahaya,secara istri aku cantik banget ,jadi gak rela biarin kamu keliaran sendirian "


Pipi Lala sudah bersemu merah." Dasar kang gombal " Lala mencebik kemudian berlalu meninggalkan Azzam yang masih duduk di sofa di kamar nya


"Yang,...kamu kalau jalan hati-hati,jangan terlalu tergesa-gesa,ingat kata dokter kamu jangan sampai kecapean " Ucap Azzam ketika ia sudah berhasil menyusul Lala yang sudah masuk ke dalam mobil


"Iya ,maaf " lirih Lala menyadari kesalahannya ,namun seketika Lala terkesiap saat tiba-tiba saja sebuah gambaran yang mengerikan muncul di benak nya


"Kamu kenapa?"


"Tidak ,aku tidak apa-apa" Jawab Lala mengerjap-ngerjapkan mata nya ,ia mencoba menetralkan debaran jantung nya dengan menghirup nafas dalam-dalam dan mengeluarkan nya perlahan


"Oh iya sayang ,besok sepulang dari kampus aku ada kerjaan di Bogor kamu mau ikut gak?" Tanya Azzam saat mobil sudah melaju


"Kerjaan? "tanya Lala ,ia seakan lupa dengan pekerjaan suami nya itu


"Klien yang aku bilang kemarin,mau pake jasa aku buat desain isi rumah nya ,dan kebetulan rumah nya di Bogor ,jadi aku mau cek dulu seperti apa ruangan-ruangan di rumah nya ,biar aku bisa lebih mudah menggambarkan desain nya " Tutur Azzam


Seketika Lala terdiam ,ia malah teringat dengan sebuah gambaran yang ia lihat tadi.


"Kalau aku minta kamu jangan pergi ,apa kamu tidak akan pergi?" Tanya Lala lirih ia mulai khawatir


"Memang nya kenapa? Bayaran nya lumayan loh " Tanya Azzam bingung


"Jadi ,kamu tetap akan pergi ?"


"Kamu kenapa sih ? Aku pergi juga kan kerja ,bukan untuk hal aneh-aneh " Tanya Azzam semakin bingung


"Kalau aku ikut memang nya tidak apa-apa?"


"Enggak lah ,justru aku merasa senang karena ada kamu di sisi aku ,jadi aku semakin semangat kerja nya " Ucap Azzam seraya menggenggam tangan Lala dan mengecup punggung tangan nya


"Semoga apa yang aku lihat tadi tidak benar ,semoga itu hanya gambaran ketakutan ku kehilangan nya " Lirih Lala membatin


"Kamu harus janji satu hal " Ucap Lala menoleh pada Azzam


"Apa ?" Taya Azzam menoleh sekilas


"Apapun yang terjadi kamu harus selalu ada bersamaku,jangan pernah meninggalkan ku ,apa pun itu alasan nya "


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2