Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Ungkapkan perasaan Azzam


__ADS_3

Lala masih memeluk Azzam dengan erat, bibir nya pun terus tersenyum. Ia senang Azzam cemburu,itu artinya Azzam memang mencintai nya.


"Kenapa kamu gak bilang?" Tanya Azzam lagi


Lala menengadah," Apa?" Tanya nya


"Kenapa kamu gak bilang kalau yang kamu kirimi pesan itu pak Iqbal ?" Tanya Azzam selengkapnya


"Oh ,itu.maaf,aku fikir kamu sudah tahu " Jawab Lala apa adanya


"Memang kalian masih sedekat apa ?"Tanya nya lagi


Lala melepaskan pelukan nya,lalu menatap suami nya itu." Biasa saja ,tak sedekat seperti dulu ,karena dia tahu kalau aku sudah menikah jadi mungkin dia sendiri yang jaga jarak dari aku " Tutur Lala


"Kalian sering bertemu?"


"Enggak "


"Apa dia tahu kalau aku suami kamu ?"


"Hm,... seperti nya tidak ,kan aku juga gak tahu kalau yang nikahin aku itu kamu,jadi aku gak bilang siapa calon ku dulu "Jawab Lala lagi


"Apa........"


"Stop,Zam ! Sudah ya interogasi nya , inti nya aku dan bang Iqbal tidak pernah sering bertemu ,lagian aku sendiri juga nganggap dia tak lebih dari seorang kakak. Meski aku terkadang baper juga " ceplos nya


"Oh jadi kamu seneng dimodusin sama dia ?" Tanya Azzam dingin ,ia enggan menyebut nama Iqbal


"Ya nama nya juga kan anak perawan lagi lucu-lucu nya ,ada yang modusin pasti seneng lah " Jawab nya apa ada nya


"Tapi hanya sebatas itu kok , jantung aku gak berdebar untuk nya ,karena ada yang lebih bikin jantung aku berdebar bahkan saking berdebar nya serasa pengen meledak untung saja gak ada bom nya " Lanjut Lala saat melihat wajah Azzam yang semakin mengeras


"Siapa yang bikin kamu berdebar?" Tanya Azzam penasaran


"Kakak kelas itu ?"


"Ish ,apa an sih ,bukan dia tapi kamu " Ucap Lala sambil menatap kedua mata Azzam


"Bohong "


"Ya terserah kalau gak percaya " Lala melengos


"Jadi dari dulu kau suka pada ku ? Kenapa gak pernah mengatakan nya?" Tanya nya


"Karena aku tahu diri Zam, dulu kan aku tahu nya kamu sudah di jodohkan ,jadi aku tak ingin menyakiti diriku sendiri " Tutur Lala


"Jujur,saat hari pernikahan hampir tiba aku hampir saja membatalkan nya,aku ingin lari dari pernikahan yang menurutku akan jadi pernikahan yang toxic karena aku sama sekali tak tahu siapa dan bagaimana sifat calon istri ku. Apalagi saat tahu kamu juga akan menikah ingin rasanya aku ngobrak-ngabrik pernikahan kamu ,tapi aku tak cukup nyali untuk itu,aku berfikir kalau memang bukan jodoh mau gimana lagi,dipaksa pun percuma kan ,tapi nyata nya Allah memang baik pada ku,Ia mengabulkan doa ku ,aku cinta kamu La " Tutur Azzam mengutarakan isi hati nya


"Aku pun ,jadi please jangan seperti ini ,aku senang kamu cemburu tapi jangan membuat mu buta " Kembali Lala memeluk Azzam ,ia menempelkan kepala nya pada dada bidang itu,Ia dapat mendengar suara debaran jantung yang tak beraturan.


"Maaf ,aku sendiri juga tak tahu kenapa aku bisa seperti ini,yang jelas aku tak suka jika ada laki-laki lain mendekati mu....dari dulu "


"Dari dulu? " Lala menengadah menatap Azzam

__ADS_1


"Hm,iya ,dari dulu " Jawab Azzam lagi


Wanita itu jadi teringat dengan segala tingkah aneh Azzam yang sering bersikap dingin dan cuek manakala ia didekati pria lain. Dulu ia tak mengerti dan juga tak peka,tapi kini ia baru faham jika ternyata dulu sikap nya itu karena cemburu.


Sementara itu di tempat lain,Mila dan Sarah hendak pulang,hari ini toko tempat keduanya bekerja sedang tutup ,entah kebetulan atau ada hal apa hingga kedua toko itu tutup di hari yang sama.Namun di jalan mereka bertemu dengan Deni.


"Itu kan ,Deni " Ucap Mila


"Lah iya ,ngapain tuh bocah di Jakarta" Sahut Sarah ,sampai saat ini mereka tak tahu jika Deni bekerja di hotel di Jakarta


"DENI ! "Teriak Mila


"Dih ,jangan teriak gitu lah,malu " Lirih Sarah karena suara Mila mengundang banyak mata terarah pada nya


"Biarin saja sih ,cuek saja " Ucap Mila acuh


Deni terkejut melihat kedua teman nya ,ia pun berjalan menghampiri.


"Hai " Sapa nya


"Kamu ngapain di Jakarta Den?" Tanya Sarah


"Kerja " jawab Deni singkat


"Kerja? Kerja apa ?" Sambung Mila


"Ya di hotel , aku kan kerja di hotel kalian lupa ?" Tanya Deni


"Iya maksudnya hotelnya di Jakarta?" Tanya Mila


"Ya Allah , Deni. Kenapa gak bilang sih tau gitu kita bisa kumpul kalau kamu ada waktu luang ,apalagi Ovan sekarang pindah kuliah di Jakarta " Gemas Sarah


"Iya ,ditambah Azzam juga sering bolak-balik Jakarta ,formasi kita lengkap kan kalau kumpul " Timpal Mila


"Kan kalian gak nanya ,aku juga lupa bilang nya " Sahut Deni apa adalah


"Isshh kamu tuh. Terus kamu sekarang ngapain berkeliaran di jalan ?" Tanya Mila lagi


"Biasa lah nama nya juga kerja sama orang ,jadi harus selalu siap diminta ini itu , contoh nya sekarang aku lagi mau beli rujak cingur,salah satu pengunjung hotel ada yang ngidam ,suami nya malas nyari ,dia malah nyuruh aku yang cari kan ,lumayan lah dapat uang jalan dikit ,buat beli es " tutur Deni dengan sedikit candaan di ujung kalimat nya


"Ya udah ya,takut kelamaan aku beli rujak cingur nya dulu" Pamit Deni


"Memang kamu tahu tempat yang jual nya?" Tanya Sarah


"Tahu ,ya udah ya nanti kalau lagi libur kerja aku kabari "


"Ok "


Deni pun pergi setelah berpamitan


Malam hari


Mila sudah mendapatkan kosan baru ,ia dibantu Ovan akhirnya menemukan kosan yang tak jauh dari kosan nya yang dulu,hanya saja letak nya yang paling ujung juga paling dekat dengan kamar mandi membuat nya harus melewati setiap pintu kosan. Kosan tersebut hanya memiliki kamar mandi satu untuk digunakan bersama ,jadi para penghuni kosan harus rela mengantri.

__ADS_1


"Duh,horor banget nih kosan,udah mah mau ke kamar mandi saja harus keluar kamar,deket sih kamar mandi nya cuman minim penerangan. Ya Allah lindungilah hambamu ini yang mau ke kamar mandi" Doa nya lirih


"numpang -numpang anak perawan mau lewat ,jangan colek-colek,aku bukan sabun colek,kalau mau colek ,colek saja anak ayam " suara nya terdengar lirih dan bergetar


Sepanjang jalan hingga sampai di kamar mandi mulut nya terus saja berceloteh yang tak jelas. Hingga ia sudah selesai dan kbaku ke kamar pun ia kembali berceloteh.


"Alhamdulillah,aku masih utuh sampai di kamar " ucap nya penuh dengan kelegaan


"Tapi gimana kalau tengah malam mau buang air lagi ,jam segini juga udah horor banget ,apalagi tengah malam " gumam nya frustasi


Saat itu ponsel nya berdering,ia langsung mengangkat nya.


"Ovan ,aku takut " rengek nya begitu ia mengangkat telpon nya


"Takut apa ? Kamu kenapa ?" Tanya Ovan nampak panik


"Di sini horor banget ,aku takut mau ke kamar mandi " ucap nya


"Astaga,aku kira ada apa ,bikin parno saja " decak Ovan antara lega dan kesal


"Tapi kan aku takut tahu,tadi saja ke kamar mandi takut nya setelah mati ,aku gak betah ,cariin kosan lain deh" Pinta nya memelas


Terdengar helaan nafas dari Ovan


"Mau cari kemana lagi ,itu kan satu-satunya kosan tersisa ,yang lain pada penuh " Ucap Ovan


"Ya terus gimana dong "


"Kalau mau di kosan aku saja ,biar aku tidur di luar lagi ,lumayan ngirit kan bisa bayar patungan " Cengir Ovan


"Ogah ah ,nanti digrebek lagi" Tolak Mila langsung


"Ya bagus lah ,biar sekalian di nikahkan " Ovan terkekeh


"Yee....enggak lah ,aku gak mau ,enak saja ,masa depan ku masih panjang masih banyak hal yang belum aku lakukan ,kuliah belum lulus ,belum lagi ngebahagia in orang tua ,kamu juga kan masih harus fokus kuliah ,belum kerja juga kan " Ucap Mila


"Emang kalau aku sudah kerja dan mapan kamu mau nikah sama aku ?"


Mendadak Mila gelagapan."Eh ,apa sih ,udah ah ini sudah malam mau istirahat,by " Mila memutus telpon sepihak


"Hahahaha....langsung dimatiin " Ovan tergelak namun tawa nya langsung reda saat ada telpon masuk dari nomor baru tak dikenal


"Siapa ya " gumam nya


"Ya halo "


Mendadak Ovan terdiam,dan mengacak rambut nya frustasi,ia terus mendengar kan ucapan seseorang di sebrang ,tanpa ingin menyahuti.


"Ok besok kita ketemu dan selesai kan masalah kita " Ucap Ovan lalu menutup telpon nya


"Aku yakin aku gak salah "


Bersambung....

__ADS_1


Maaf up nya bolong-bolong,punya baby repot eung,apalagi aku ngurus baby sendiri tanpa bantuan orang tua,belum ngurus anak yang gede, sama ngurus bapak nya 🤭 belum pekerjaan rumah yang tak ada habis nya,maaf jadi curhat 🙏🤭


__ADS_2