Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Makin berani


__ADS_3

Sri dan Banu saling tatap mendengar celetukan Dika,mereka pun mengulum senyum. Begitu pula dengan Susi dan Damar.


"Isshh....anak ini bukan nya ke sini malah diam di sana ,ayo sini duduk !" Sri menarik putri nya itu hingga mendekat ke meja makan lalu duduk di samping Azzam


"Sepertinya kita akan segera dapet cucu mah " Cetus Banu


Sontak saja Lala dan Azzam pun jadi salah tingkah, bahkan wajah dan telinga Lala sudah memerah saking malunya.


"Hihihi....mereka lucu banget deh " Batin Mila terkikik melihat ekspresi wajah Lala dan Azzam yang nampak kikuk


"Iya pah,jadi gak sabar bisa nimang bayi lagi " Sahut Sri menimpali


"Mama mau cucu perempuan atau laki-laki?" Tanya Banu


"Mau laki-laki atau perempuan sama saja ,yang penting bayinya sehat, mulus,dan kelak akan menjadi anak soleh dan solehah"Ucap Sri sambil melirik Lala


"Iya deh iya ,aku kan bukan anak solehah jadi gak usah nyindir gitu juga "Ucap Lala mencebik


"Dih ,siapa juga yang nyindir,mama cuman berdoa kok semoga anak kamu kelak jadi anak soleh dan solehah,gak ada ya nyindir-nyindir " Ucap Sri lagi


"Ya ampun kalian ini,malu ada keluarga Azzam ,masa seperti itu sih,maaf ya mereka emang selalu seperti itu " Ucap nek Arum yang merasa tak enak pada Susi dan Damar


"Iya tak apa kok Bu,saya malah merasa lucu lihat nya " Sahut Susi padahal dalam hati ia mengeluhkan sikap menantu nya itu


"Kenapa sikap nya seperti itu ,tak sopan sekali sama orang tua "batin nya


"La ,bisa gak kamu bersikap manis sedikit saja ,malu tahu sama mertua kamu "Bisik Nining


"Iya bi " Lirih Lala


"Sudah-sudah kalian ini kalau deket aja udah kaya Tom and Jerry ,kalau jauh pasti saling kangen,maaf ya ,istri dan anak ku memang unik tapi insyaallah Lala anak baik kok " Ucap Banu yang tak ingin keluarga Azzam berfikir buruk tentang Lala apalagi melihat raut muka Susi membuat nya yakin jika mantan yang kini sudah jadi besan nya itu memendam rasa tak nyaman dengan sikap Lala


Banu tahu bagaimana Susi,jadi ia cukup khawatir jika Susi berfikir yang bukan-bukan tentang putri nya.


"Ah ,iya tidak apa-apa "Ucap Damar yang tentu berbanding terbalik dengan Susi ,ia malah merasa gemas pada menantu nya itu


Setelah sedikit drama mereka pun akhirnya menikmati sarapan mereka. Hingga sarapan selesai mereka pun berkumpul di ruang keluarga.


"Papa ingin menyampaikan sesuatu pada kalian berdua "Ucap Banu


"Apa itu pah?" Tanya Lala penasaran


"Sabar dong ! Sebentar " Banu pun meraih sebuah map berwarna biru dan mengeluarkan isi nya


"Ini adalah surat wasiat dari almarhum kakek mu ,di dalam nya tertulis jika kamu dan suami kamu berhak mendapatkan sebuah rumah beserta isi nya,dan ini kunci rumah nya" Banu memberikan banyak kunci yang disatukan dengan menggunakan tali , di setiap kunci ada keterangan setiap ruangan nya

__ADS_1


Lala pun meraih surat wasiat tersebut. Belum juga Lala membaca setiap poin dari tulisan tangan itu,Banu kembali menjelaskan jika mereka juga mendapat kan uang sebesar dua puluh juta.


"Ini uang dua puluh juta, tapi papa sudah menambahkan sepuluh juta lagi,jadi total nya tiga puluh juta. Kalian pergunakan uang ini dengan sebaik mungkin " Tutur Banu


"Ada satu lagi " Cetus Sri


"Apa mah ?" Tanya Lala cepat


"Yuk kalian ikut mama keluar !" Ajak Sri


Tak hanya Lala dan Azzam,yang lain pun ikut karena penasaran.


"Kenapa kita ke sini?" Tanya Lala ketika ia dan Azzam dibawa ke garasi rumah


Tanpa menjawab Sri dan Banu bergerak membuka kan pintu garasi tersebut. Dan pada saat pintu garasi terbuka Mila dan Sarah segera menembak kan confety ke arah mobil yang sudah di beri hiasan bunga dan pita. Serpihan kertas warna-warni langsung memenuhi permukaan mobil tersebut.


"Ini hadiah pernikahan dari kami ,semoga kamu suka" Ucap Sri


Lala terharu ia langsung memeluk Sri dengan perasaan senang.


"Aaahhh.....mama Makasih ma,aku suka " Ucap Lala girang


"Maaf selama ini aku selalu menyusahkan mama,dan bahkan terkesan kurang ajar pada mama ,tapi sungguh aku sayang banget sama mama,makasih mama"Tambah nya


"Iya sayang ,walau segimana ngeselin nya kamu,kamu tetap putri mama,yang lahir dari rahim mama,kamu seperti itu mungkin juga karena didikan dan sikap mama pada mu,mama juga minta maaf ya kalau sering bikin kamu kesal " Ucap Sri membalas kata-kata Lala , Banu yang juga berada di samping Sri ikut memeluk mereka


"Azzam ,sini nak !" Pinta Banu pada Azzam


Azzam yang berdiri dekat kedua orangtuanya pun menghampiri.


"Tugas kami menjaga putri kami sudah selesai,kini aku serahkan putri kami pada mu,sekarang dia tanggung jawab mu,apapun yang terjadi tolong kalian harus selalu bersama,jika ada masalah hadapi dengan kepala dingin jangan ikut emosi" Ucap Banu


"Tolong jaga putri kami sebagaimana kami selalu menjaga nya dengan baik,tapi maaf jika sikap nya sedikit atau mungkin banyak bar-bar,dan petakilan,kamu harus banyak bersabar menghadapi nya " Tambah Banu


"Iya ,pah, insyaallah aku akan menjaga Lala dengan baik "Sahut Azzam


"Sini ,kami juga punya sesuatu buat kamu "Banu membawa Azzam berjalan menuju halaman rumah ,dimana di sana baru sampai sebuah mobil pengangkut kendaraan baru saja sampai


"Wuiihh....keren ,keren " Gumam Ovan berdecak kagum melihat sebuah motor sport keluaran terbaru tengah diturunkan


"G*la, kalau seperti ini aku juga mau punya mertua kaya gini ,hebat ini mah " Batin Deni


"Ini kunci dan surat-surat kendaraan nya " Banu memberikan itu pada Azzam


"Tapi pah ini terlalu berlebihan " Lirih Azzam tak enak

__ADS_1


"Tak enak bagaimana,udah nih ambil. Kamu kan suami putri ku berarti kamu juga putera ku , berhubung papa dari dulu ingin punya anak laki-laki jadi kamu akan papa anggap anak laki-laki kami ,bukan menantu kami ,iya kan mah" Tutur Banu menoleh pada Sri


"Iya ,kami sudah berjanji siapa pun dan dari kalangan mana pun suami nya Lala kami akan menerima dan menyayangi nya layaknya putra sendiri " Tambah Sri


"Masya Allah,terima kasih mah, pah "Ucap Azzam masih merasa canggung ketika memanggil mereka dengan sebutan mama papa


Melihat itu Susi dan Damar merasa senang karena putra mereka diterima dengan baik oleh keluarga Banu,hanya saja sedikit perasaan tak enak ketika melihat Banu dan istri nya memberi hadiah pernikahan dengan sebuah mobil dan motor,sedangkan mereka tak sempat kefikiran untuk memberikan hadiah pernikahan.


"Kita mau ngasih hadiah apa ke mereka?" Tanya Susi pelan sambil menggendong baby Arkhan


"Entahlah Bu,bapak bahkan tidak kefikiran sama sekali " Sahut Damar


Singkat cerita Damar dan Susi sudah kembali ke kampung mereka ,begitu pun dengan nek Arum , Nining ,Dika , Mila ,Sarah ,Ovan ,dan Deni. Mereka sudah sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.


"Kalian jaga diri baik-baik ya,ini alamat rumah kalian ,rumah itu sudah dibersihkan perabotan nya pun sudah ada,mungkin kalian hanya perlu menambahkan beberapa jika masih belum lengkap " Ucap Banu


Hari ini ia akan kembali pada pekerjaan nya,dan kini mereka tengah berada di bandara.


"Segera urus SIM kalian agar kalian bisa segera menggunakan mobil dan motor nya " Ucap Sri


"Iya mah " sahut Lala dan Azzam


"Kalau begitu kami berangkat ya ,jaga diri kalian,ingat La sekarang kamu sudah ada suami ,jadi kamu harus nurut apa kata suami kamu , mengerti ! " Tegas Banu


"Iya pah,aku mengerti" Sahut Lala


"Jaga Lala ,jangan segan untuk menasehati nya kalau nakal " Ucap Banu pada Azzam


"Iya pah" Sahut Azzam


"Ya sudah kami berangkat ya ,cepat kabari kami jika sudah ada calon cucu kami di sini " Ucap Sri menyentuh perut Lala


Lala jadi malu sementara Azzam merasa gemas karena wajah dan telinga Lala sudah merah.


Setelah kepergian Banu dan Sri ,Azzam dan Lala segera pulang mereka akan pergi ke rumah mereka besok.


"Apa kita akan langsung pulang ,atau pergi kemana dulu?" tanya Azzam


"Langsung pulang saja deh ya " Ucap Azzam lagi


"Dih sendiri nya yang nanya sendiri nya yang nyahut " Gumam Lala


"Hahaha....aku masih kangen sama kamu ,apalagi sekarang dirumah tidak ada siapa-siapa"


"Makin berani kamu ya " Ucap Lala bersedekap

__ADS_1


"Biarin ,udah halal kok " Sahut Azzam lalu merangkul Lala dan mengajak nya berjalan


bersambung...


__ADS_2