
"Ya Allah,mbak....mbak lagi ngapain?" Tanya Lala ketika melihat sosok hantu perempuan yang sudah tergeletak di lantai dengan posisi kaki di atas kepala di bawah
Sosok itu menyeringai memperlihatkan deretan giginya yang hitam.
"Dih,ditanya malah nyengir mana gigi nya item gitu ,gosok gigi dulu sana " Ucap Lala
Hantu perempuan itu berusaha untuk bangkit tapi ia nampak kesusahan.
"Tolong dong ! " Pinta nya memelas
"Gak mau ah ! Yuk kita keluar saja ,mbak berjuang sendiri ya ,daaaah "Lala pun pergi mendahului Azzam
"Sayang hati-hati,tunggu aku !" Ucap Azzam mengikuti istri nya
"Hey tampan ,tak mau kah kamu menolong ku dulu "Hantu perempuan itu memanggil Azzam ,tapi bukan Azzam nama nya jika ia mau meladeni hantu itu. Azzam nampak acuh dan terus berjalan meninggalkan kamar mandi
"Huu .... sombong amat ,sok jual mahal ,tak tahu saja dia aku kalau masih hidup cantik nya kebangetan , Syahrini saja lewat " Hantu itu menggerutu sendiri, akhirnya karena ia kesusahan untuk bangun ia pun menghilang dan muncul lagi dengan posisi sudah berdiri tegak namun mengambang
"La, hati-hati kamu jangan terlalu kencang jalan nya " Ucap Azzam merasa sangat khawatir pada Lala ,apalagi istrinya itu baru saja di kuret.
"Iya maaf,lupa " Ucap Lala meringis
"Tuh kan ,darah nya naik kamu sih gak hati-hati,sebentar aku panggil suster dulu "Azzam yang terlalu khawatir langsung pergi mencari suster karena darah dari punggung tangan yang di infus nampak memenuhi sebagian selang
Tak lama Azzam pun datang bersama seorang perawat.Perawat tersebut segera membantu Lala.
"Jangan terlalu banyak digerakkan ya bu" Ujar perawat itu setelah selesai
"Sus,jangan panggil Bu dong,kesan nya aku udah tua banget " pinta Lala lirih
"Baik, kalau begitu saya permisi ya mbak ,jika ada yang diperlukan panggil saja saya atau yang lain,permisi " Setelah itu perawat tersebut pergi meninggalkan ruangan
"Sakit gak ?" Tanya Azzam menyentuh pelan punggung tangan Lala yang di infus. Azzam lalu mengusap punggung tangan nya itu dengan jari jempol nya
"Agak ngilu dikit "Jawab Lala
"Seandainya dia masih ada ya " Ucap Lala pelan sambil menyentuh perut nya dengan tangan satu nya
Azzam menghela nafas
"Apa orangtua kita tahu tentang hal ini?" Tanya Lala
"Ya,aku baru saja memberi tahu mereka saat beli makanan " Jawab Azzam
"Kok kamu kasih tahu sih ?"
"Loh memang nya kenapa,mereka harus tahu "
"Aku gak mau bikin mereka khawatir dan kefikiran " Ucap Lala yang selalu tak ingin membuat keluarga nya merasa khawatir. Jika saja Azzam belum menghubungi dan memberi tahu mereka,pasti Lala akan melarang Azzam. Sama seperti yang ia lakukan dulu ketika beberapa kali masuk rumah sakit ia selalu melarang nenek nya untuk memberi tahu orang tua nya.
__ADS_1
"Ya gimana ,aku sudah terlanjur bilang ,katanya mereka akan sampai sore ini. Saat ini pasti mereka masih bersiap-siap" Ucap Azzam
"Apa nanti ibu dan bapak tidak akan marah pada ku ?" Tanya Lala khawatir
"Kenapa mesti marah ?"
"Karena aku sudah lalai dan membuat mereka harus kehilangan calon cucu mereka ,aku takut nanti mereka malah meminta mu mencari istri lain yang Isa memberikan mu anak" Lirih Lala yang sudah menunduk ,air mata nya pun kembali jatuh
"Hey,kamu jangan berfikir macam-macam , mereka tak akan melakukan itu.Kamu ini,kebanyakan baca novel online kaya nya " Azzam gemas langsung mencubit pelan hidung bangir Lala
"Sudahlah jangan fikirkan itu,ayo dimakan dulu makanan nya ,abis itu kita nunggu perawat antar makanan " Azzam lalu menyiapkan makanan untuk Lala dan dirinya
Sementara itu hari ini Mila berangkat pagi-pagi sekali. Ia tak ingin berangkat bareng Ovan. Akhir-akhir ini pria itu memang sering menjemput nya untuk berangkat bareng ke kampus.
Namun tanpa sepengetahuan nya ,hari ini Ovan tidak masuk kuliah. Mila yang enggan bertemu pun nampak buru-buru.
Bruukk'
"Eh sorry, gak sengaja " Ucap pria yang ditabraknya
"Loh ,kok kamu yang minta maaf ,harus nya aku yang minta maaf ,maaf karena aku buru-buru jadinya nabrak " Lirih Mila meringis
"Oh ya ,kok aku gak berasa ya, rasanya aku yang nabrak loh tadi " Ucap pria itu ,Mila pun meringis senyum ,bingung untuk berbicara apa
"Ya sudah berarti mungkin itu artinya kita sama-sama nabrak. Kalau gitu aku duluan ya " Ucap Mila cepat-cepat pergi
"Hey tunggu !" pria itu mengejar
"Kenalkan aku Roy " Ucapnya mengulurkan tangan
"Mila" Sahut Mila lalu membalas uluran tangan nya
"Senang bisa berkenalan dengan mu " ucap Roy
"Hm...iya,kalau gitu aku pergi" Mila segera membalikan tubuh dan pergi meninggalkan Roy yang masih berdiri di tempat nya
Roy terdiam sambil memperhatikan punggung Mila yang semakin menjauhi nya. Ujung bibir nya terangkat. Entah apa yang ada dipikiran nya saat ini.Yang pasti ia seperti merencanakan sesuatu.
Sedangkan Ovan ,ia tak masuk karena hendak melakukan tes DNA seperti yang Azzam sarankan beberapa waktu lalu. Meski awal nya Sinta merasa keberatan tapi karena desakan kakak nya membuat nya mau tak mau melakukan tes tersebut.
Kakak nya pun akan bersikap kooperatif,ia tidak akan menuntut Ovan menikahi Sinta jika memang terbukti Ovan bukan ayah biologis calon keponakan nya. Namun berbeda dengan Sinta yang tengah merencanakan sesuatu.
"Kalian tunggu di sini,aku akan menemui dokter nya terlebih dahulu "Ucap kakak Sinta
"Bukan untuk mencurangi hasil tes nya kan ?" Tanya Ovan yang tiba-tiba merasa khawatir
"Kamu tenang saja ,aku tidak sepicik itu " Ujar kakak nya Sinta lalu berlalu
"Sebenarnya apa mau mu? Siapa yang melakukan nya kenapa malah aku yang jadi tumbal kehamilan mu ?" Tanya Ovan tanpa menoleh
__ADS_1
"Kamu ini bicara apa sih ,sudah jelas-jelas kamu yang sudah membuat ku hamil. Saat itu kamu mabuk jadi wajar saja kalau kamu tidak ingat " Ucap Sinta terus meyakinkan Ovan
"Semabuk mabuk nya orang pasti akan ada sedikit ingatan nya tentang apa yang dilakukan nya ,tapi aku sedikit pun tidak mengingat nya ,lagipula jika benar aku yang melakukan nya harusnya saat ini usia kehamilan mu baru masuk dua bulan tapi nyatanya sudah lebih dari dua bulan kan " Sinta terkesiap mendengar nya
"Aku bukan laki-laki bodoh Sinta. Lagi pula aku ini masih kuliah ,belum bekerja.Kalau misal aku menikahi mu mau aku kasih makan apa kamu ,uang jajan saja aku masih minta orangtua ,apa ku gak akan menyesal. Asal kamu tahu aku bukan orang kaya ,rumah ku di kampung. Orangtua ku hanya tukang beras ,rumah di kampung juga jauh dari kata besar dan mewah ,apa kamu sanggup hidup di kampung dengan biaya yang pas-pasan?" Ovan langsung mengultimatum Sinta. Ia sangat tahu bagaimana pergaulan dan gaya hidup wanita di sampingnya. Makanya ia sangat yakin jika ia mengatakan yang sebenarnya mengenai keadaan nya ,Sinta akan mundur.
"Tapi bagaimana dengan bayi yang aku kandung? Bagaimana dengan orangtua ku ? Sampai saat ini orangtua ku belum mengetahui perihal kehamilan ku " Lirih Sinta
Orangtua nya memang sedang berada di luar negeri. Mereka akan kembali jika ada sesuatu hal penting saja.
Sudut bibir Ovan terangkat.
"Kamu cari lah pria yang menghamili mu "
"Itu sangat sulit " cicit Sinta
"Pria itu kabur ?" Tebak Ovan. Sinta menggeleng
"Aku tidak tahu siapa ayah bayi yang aku kandung "
"Maksud kamu?"Kening pria itu mengkerut
"Aku ....aku ....."
"Jangan bilang kalau kamu berhubungan dengan banyak pria " Tebak Ovan lagi
Sinta semakin menunduk.
"Apa itu benar Sinta ?" Tanya kakak nya yang memang mendengar kan obrolan mereka. Ia yang tadinya hendak ke ruangan dokter mengurung kan niat karena di dalam ruangan dokter sedang ada tamu lain,lalu ia kembali namun ia tak menyangka jika ia akan mendapatkan fakta yang sangat mengejutkan baginya
"Maafkan aku kak "
"Astaga Sinta ,apa yang ada di otak mu hah? Bagaimana aku menjelaskan pada orangtua kita " Pria itu nampak murka ,jika tidak sedang di rumah sakit mungkin ia akan menampar adik nya itu atau bahkan lebih . Apalagi dia orang yang diberi kepercayaan kedua orang tua nya untuk menjaga adik satu-satunya itu.
"Maaf " lirih Sinta
"Maaf kamu bilang !" Mata pria itu semakin melotot pada Sinta yang semakin menunduk
"Ekhem "Ovan berdehem ,kakak Sinta lalu menoleh pada nya
"Tes DNA kita batalkan. Maaf sudah melibatkan mu dalam masalah ini. Sekarang kamu boleh pergi " ucap nya
"Kak " Sinta hednak protes
"Diam ! Ayo kita pulang ,kita selesai kan ini di rumah " Pria itu menarik kasar Sinta
"huuuuuffftt...... akhirnya aku bebas , sembarangan saja tuh cewek ,orang lain yang makan nangka aku yang kena getah nya " Akhirnya Ovan bisa bernafas lega karena ia terbukti tidak bersalah
"Oh iya berhubung aku udah di rumah sakit ,sekalian saja aku jengukin Lala ah,kuliah juga aku udah izin gak masuk " Gumam nya lalu melangkah menuju ruangan Lala dirawat
__ADS_1
Bersambung.....