
Sesampainya di rumah terlihat Exsal sedang bermain dengan pak Giman di halaman rumah.. Kini Exsal jarang mengantarkan Dinda pergi kekantor. Dia lebih sering bermain dirumah bersama pak Giman dan bik Sumi. Semua Itu membuat Dinda pergi kekantor dengan membawa mobil sendiri. Ketika melihat kedatangan Dinda Exsal berlari menghampiri sang mama.
"Mama....." teriaknya gembira. Dinda pun memggendong sang buah hati .
"Exsal sudah mandi...?" tanya Dinda sambil menciumi wajah Exsal.
"Ma....! Stop maJangan kebanyakan cium Exsal...!" teriak Exsal sambil menjauhkan wajahnya dari Dinda .
"He..he...kenapa sayang ....? Emang Exsal udah nggak sayang sama Mama.?" tanya Dinda sambil pura -pura sedih.
"Bukan begitu ma....Exsal teramat sayang sama mama tapi Exsal sekarang udah besar, Exsal nggak sukak di cium kayak anak kecil.." jawab pria kecil yang kini sudah berumur hampir 5 tahun itu dengan wajah cemberut. Dinda yang melihat tingkah lucu Exsal menjadi gemas, Dinda pun kembali mencium pipi gembul Exsal
"Baiklah mama nggak akan mencium pipi Exsal lagi tapi sekali- kali boleh kan...?" ucap Dinda sambil membawa Exsal masuk kedalam rumah di ikuti pak Giman.
"Ok. Tapi janji nggak boleh lama...." ucapnya kembali. Dindapun tertawa mendengar permintaan sang putra. Sesampainya di dalam mereka bertemu dengan Bik Sumi yang sedang berbenah
"Bik jangan sampai lupa barang dan makanan yang buat oleh - oleh keluarga di masukkan langsung ke mobil agar tidak tertinggal , sekalian juga semua barang - barang kita bik.." ucap Dinda.
"Iya Non..." jawab bik Sumi.
"Oh ya bik pak Giman , kita berangkat setelah solat subuh biar nyampainy kita di kota J sore hari.." Ucapin Dinda.
"Baik Non...." ucap Bik Sumi dan Pak Giman serempak. Dindapun pergi kekamarnya untuk mandi dan Solat. Setelah solat Dinda dan Exsal turun kebawah menemui pak Giman dan bik Sumi. Ketika sampai di ruang keluarga terlihat bik Sumi dan pak Giman masih berbenah.
"Belum selesai Pak Giman...?" tanya Dinda ketika melihat oak Giman masih mengikat sebuah kerdus kecil.
"Tinggal ini aja Non...." jawabnya. Dindapun menghampiri bik Sumi yang sudah merapikan barang yang akan di angkat oak Giman ke dalam mobil.
"Bik lebih baik besok kita bawah bekal aja ya... Takutnya waktu di jalan tol kita kelaparan. ... "Ucap Dinda.
"Iya Non itu lebih baik.." jawab Bik Sumi.
"Kalau begitu mari kita buat sekarang biar besok pagi tinggal kita hangatkan aja..." ajak Dinda.
"Baik Non....." jawab bik Sumi. Merekapun pergi kedapur untuk membuat makanan buat bekal besok. Setelah bekerja selama 2 jam selesai juga bekal mereka buat besok. Setelah makan malam dan membereskan rumah mereka pergi beristirahat agar besok pagi bisa bangun pagi dengan tubuh segar. Merekapun pergi kekamar masing - masing.
__ADS_1
Pagi jam 02.30 dini hari Dinda sudah bangun dan langsung mandi. Setelah solat tahajud dan membaca Alquran sebentar Dinda merapikan mukenahnya dan beranjak pergi ke dapur. Ternyata di dapur bik sumi sudah bangun dan sedang menghangatkan makanan yang di olah tadi malam. Setelah selesai Dindapun memasukkan ke dalam taperwer yang memang sudah di siapkan. Setelah selesai mereka memasukkannya ke dalam mobil bersama tas pakaian ganti mereka. Ternyata Pak Giman sudah bangun dan sudah rapi.
Tak lama terdengar adzan subuh berkumandang. Pak Giman Bik Sumi dan Dinda segera kembali kekamar masing- masing untuk menunaikan solat dan bersiap untuk berangkat kembali ke kota J. Sesampainya di kamar Dinda melihat Exsal sudah bangun dan duduk di atas kasur.
"Udah bangun sayang.....kita mandi yuk trus berangkat kerumah Eyang.." ucap Dinda sambil duduk di pembaringan. Exsal yang mendengar perkataan sang mama kaget.
"Benarkah ma kita mau kerumah Eyang.....?" tanya Exsal smbil memandang sang Mama tak percaya.
"Iya sayang..... Exsal senang...?' jawab Dinda.
"Iya ma...Exsal senang sekali..apakah kita kerumah Opa juga.... ?" tanyanya kembali dengan gembira.
"Iya sayang..... " jawab Dinda sambil tersenyum.
"Horee..... " teriak Exsal senang.
"Kalau begitu kita mandi yuk....?" ucap Dinda sambil mengulurkan tangannya. Exsalpun menyambut uluran tangan sang mama. Dindapun menggendong Exsal dan berjalan ke kamar mandi. Setelah mengganti baju dan merapikan Exsal Dinda menaruh Exsal di atas pembaringan agar dia bisa solat dan berganti baju. Tak lama terlihat Dinda dan Exsal keluar dari kamar . Setelah dirasa tidk ada yang tertinggal lagi di kamar Dinda mengunci pintu kamar lalu berjalan menuruni tangga menuju dapur bersama Exsal. Sesampainya di dapur pak Giman dan bik Sumi sudah terlihat siap untuk berangkat.
"Bik Sumi dan pak Giman kita sarapan roti aja dulu nanti siang kita makan bekal kita di perjalanna..." ucap Dinda.
"Iya Non..... " jawab mereka serempak.
"Belum Bik...biar ini jadi kejutan buat mereka.
"Waah....mereka pasti senang sekali Non..." seru bik Sumi dengan gembira.
"Iya Bik...ayo kita berangkat sekarang.." ajak Dinda. Merekapun segera berangkat kembali ke kota J.
****
Hampir 10 jam perjalanan yang mereka tempuh , akhirnya sampailah mereka di kota J. Hari sudah menjelang magrib ketika mereka sudah sampai di depan rumah bu Nuning. Ketika mobil mereka memasuki rumah pak Damar adzan magrib berkumandang. Dinda bersama Exsal turun dari mobil lebih dulu. Exsal berlarian masuk ke teras rumah .
"Eyang......!" teriak Exsal dan berjalan masuk kedalam rumah pak Damar. Bu Nuning yang kebetulan akan masuk ke dalam kamar karena akan menunaikan solar magrib terkejut melihat kemunculan cucunya. Beliau tertegun sejenak. Dan tak lama beliau
memeluk sang cucu yang telah lama tak
__ADS_1
dilihatnya. Bu Nuning menciumi pipi Exsal Dengan perasaan rindu Dan itu mendapatkan protes dari Exsal.
"Stop...stop...Eyang...Exsal tidak suka cium banyak- banyak Ok.." ucapnya dengan cemberut.
"Wah... Sekarang cucu Eyang sudah besar dan pintar ya...?" ucap Bu Nuning sambil menatap Exsal gemas.
"Tentu Eyang... Karena itu Exsal nggak suka cium banyak- banyak Exsal bukan anak kecil lagi....." jawabnya dengan bangga. Bu Nuning pun tertawa bahagia. Kemudian dia memandang sang putri.
"Nak apa kabarmu.....?" ucap bu Nuning dengan menatap Dinda penuh kerinduan sambil menerima uluran tangan Dinda yang ingin mencium tangan dan pipinya.
"Baik Bun...." jawab Dinda tak terasa air mata menetes di pipi Dinda ketika memeluk sang bunda.
"Ayah mana Bun....?" tanya Dinda setelah melepas pelukannya dari dang Bunda dan tak melihat sang Ayah.
"Ayahmu lagi solat di masjid nak..." jawab Bunda.
"Kak Dinda...... !" teriak Sela dari arah kamarnya. Dia berlari dan memeluk Dinda.
"Sela...." jawab Dinda dan membalas pelukan Sela.
"Kak ..Sela kangen kak hik..." ucap Sela sambil menangis.
"Kakak kangen juga sayang....." jawab Dinda sambil membelai punggung Sela.
"Gimana kuliahmu....?" tanya Dinda sambil melepas pelukannya.
"Baik kak.... Sela sudah mulai mbuat sekripsi kak...." jawab Sela.
"Bagus kalau begitu dek.... " ucap Dinda.
"Kak mengapa kakak tinggal jauh dari kami....?" tanya Sela sambil memandang Dinda dengan wajah sedih.
"sayang...kakakmu ini lelah, apakah aku kau biarkan terus begini..?" tanya Dinda mengalihkan pembicaraan Sela.
"Iya Sel kakakmu itu masih lelah ayo sana mandi dan solat dulu Din...lalu istirahat lah di kamarmu, bik Sumi dan pak Giman kalian istirahat juga kalian pasti juga lelah kan....."ucap Bu Nuning yang mengerti maksud Dinda menghindari pertanyaan Sela yang belum tahu persoalan Dinda. Exsal Dinda dan bik Sumi serta pak Giman pergi kekamar masing - masing. Sedang Bu Nuning dan Sela pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan.
__ADS_1
PULANG KE KOTA J.
"